Cerita dan Berkreasi

Karena ga ada kegiatan, akhirnya tercetus ide “bikin gambar yuk. Potong trus kita cerita pake tokoh yang dibuat.” Ide kali ini bercerita tentang penyerangan pasukan gajah untuk menghancurkan ka’bah.

image

Semua #MDanisyFI lakukan sendiri dari gambar sampai gunting. #AzamKN hanya memperhatikan. Mungkin di pikirannya: “Aa lagi apa ya”
Manfaat kegiatan seperti ini jadi banyak.
1. Melatih kemampuan gambar
2. Melatih menggunting gambar yang dibuat
3. Menceritakan kembali apa yang sudah pernah didengar
4. Mengingat ulang surah/ayat terkait kejadian tersebut sekaligus menghafalkannya. Dalam cerita ini, surah yang dibaca adalah al-Fiil. Emaknya kudu hafal berikut terjemahan ayat agar anak semakin paham kenapa surah ini yang nyambung sama cerita.
5. Belajar dengan cara yang fun.

Jadi ga usah lagi mikir “kudu cari gambar dimana? Kudu print ini itu” karena ternyata dengan seperti ini saja anak senang. Ibunya juga kan jadi kecipratan seneng, hemat dan multimanfaat 😍

image

#KreasiBocah #BelajarBersama #DuniaAnak #IbuDanAnak #BerkreasiBersama #TipsAsyikBelajarQuran

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Duh, Malu

:(Duh, Malu:o

image

Mau kesana, pengen kenalan tapi mereka mau ga ya? Aku tuh pengen hebat kayak mereka.
Tapi mereka kan sudah terkenal. Gimana belajarnya ya biar kayak mereka?

***
Teteh makasih ya udah diizinkan gabung sama grupnya. Tapi saya malu. Ga ada yang saya kenal. Dan mereka hebat-hebat.

***
Teh, gimana saya jualan produk saya ini? Harganya nanti bakalan mahal gituh. Memangnya ada yang mau beli?

***
Dan masih banyak contoh kalimat lainnya yang serupa. Ragu pada diri atau kreativitas diri.

Padahal…

Kalau kamu dipertemukan dengan orang-orang hebat tuh, jangan minder.
PeDe aja lagi.
Bisikkan ke diri kamu, “hei, kamu bisa ada diantara mereka berarti kamu setara sama mereka. Kamu diterima di lingkungan mereka.
Kalau kamu diterima itu artinya…
Mereka menganggap kamu itu layak ada disana.

Dan…

Kamu sama hebatnya dengan mereka. Atau kamu bisa mencapai kehebatan yang sama seperti mereka. Hanya saja mungkin kamu belum sadar potensimu dimana”

Maka…

Manfaatkan kesempatan berada di sekeliling mereka untuk belajar dan tumbuh bersama. Gali dan pelajari kemudian berterimakasih lah bahwa telah dipertemukan dengan orang hebat di saat yang lain masih mencari cara untuk bisa bertemu dengan mereka.

Karena ruh akan dipertemukan dengan ruh yang sama.

**
Regards,
Esa
Teampreneur
Feeling extrovert

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Fitrah Jiwa Pemimpin

-Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya-
🌸

image

Penggalan hadits ini sudah sering kita dengar ya. Saya sendiri memahami hadits ini seperti yang sering disampaikan oleh para guru.
🍁

Pagi ini ketika berkoordinasi dengan tim @belajarkelompok baik di grup #Mentor maupun #KetuaKelas saya memperhatikan bahwa hadits ini betul-betul memberitahukan kepada kita bahwa memang pada dasarnya setiap orang memiliki jiwa kepemimpinan. Hanya masalah diasah atau tidak.

Ketika menginstruksikan para Ketua Kelas untuk memilih tim guna mempermudah kinerja grup, setiap ketua kelas dengan gaya kepemimpinan masing-masing membentuk timnya. Gaya tentu saja menentukan cara.
🌺

Dan jika dikaitkan dengan konsep #STIFIn bahwasanya setiap MK memiliki gaya kepemimpinan tersendiri, ini pun semakin menegaskan kebenaran hadits yang disampaikan oleh Rasulullah bahwa seseorang adalah pemimpin. Tentu saja secara otomatis dapat dimaknai bahwa setiap kita memiliki jiwa pemimpin. Minimal untuk dirinya sendiri.
🌻

Jadi, jika dirimu saja belum bisa kau pimpin, jelas sudah menyalahi potensi dasar yang diberikan Allah.

Padahal salah satu cara mensyukuri nikmat adalah dengan memanfaatkan sebaik-baiknya.
🍂

Maka sebagai orang tua atau pendidik, salah satu tugas kita adalah menjaga fitrah kepemimpinan pada diri anak agar ia dapat tumbuh menjadi orang hebat.
🍀

Masih ragu bisa memimpin atau tidak? Buktikan saja sendiri 😉
🌾

#CatatanPagi #CatatanEsa #kepemimpinan #pemimpin #Leadership #IAmALeader

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Belajar dari Telepon

Familiar dengan gambar ini?
Apakah anda dapat langsung mengenali gambar ini dan menautkannya dengan memori tentang sebuah benda?

image

Ya, anda pasti akan memikirkan satu benda yang sama seperti yang saya pikirkan: Telepon.

Biasanya gambar ini digunakan untuk memberikan informasi mengenai nomor kontak baik telepon rumah maupun (sesekali) nomor ponsel seluler milik seseorang.

Saat ini, telepon dengan model ini sepertinya sudah jarang bahkan tidak ada ya? Tapi orang tetap menggunakan gambar seperti ini untuk informasi yang saya sebutkan sebelumnya. Tak peduli apakah telepon rumahnya memang seperti gambar atau tidak. Bahkan tak peduli jika ternyata nomor yang tercantum adalah nomor ponsel seseorang (dan tidak ada yang memprotes hal tsb, bukan?)

Gambar ini menyiratkan sebuah cerita tentang perubahan jaman. Perubahan yang merupakan sebuah keniscayaan dalam kehidupan kita, baik kita terlibat aktif dalam perubahan itu maupun hanya peserta pasif.

Biarlah jika ia kemudian menjadi sejarah karena tergerus perubahan jaman yang semakin modern. Tapi ia tetap ada dan dikenal meski hanya dalam bentuk gambar.

Dan jaman seringkali mengulang sejarah dimana tren kembali ke masa lalu. Bisa jadi suatu saat kita akan kembali mendapati gambar ini dalam bentuk nyata di sekitar kita.

Dari gambar ini saya kemudian belajar tentang bagaimana memberi kontribusi berarti. Meski sekilas nampak sederhana tapi membawa manusia pada sebuah keadaan yang lebih baik dari masa sebelumnya.

Bahwa menjadi pionir dengan value yang jelas membuat orang “ngeh” tentang apa yang kita bawa. Kalaupun kelak menjadi sejarah, tak masalah. Setidaknya langkah kita sudah tercatat dalam tinta emas yang terukir dengan indah.

Dan semoga kita menjadi salah satu pionir tersebut.

Salam hangat,
www.esapuspita.com

#CatatanEsa #Renungan #RenunganEsa #Inspirasi #InspiriasBisaDatangKapanSajaDarimanaSaja

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Menonaktifkan Download Media Secara Otomatis di WhatsApp

Baru inget kalo saya belum setting WhatsApp lagi semenjak insiden beberapa hari lalu.

Sadar-sadar, kuota habis dan folder WhatsApp Image penuh sama foto.

Astaghfirullah, lupa ga diatur untuk nonaktif download image otomatis.

Nah, buat temen-temen yang ngalami hal serupa, bisa gunakan cara ini ya.
image

1. Buka WhatsApp, klik logo Titik Tiga di kanan atas.
2. Pilih Pengaturan (Settings)
3. Tap Chat dan Panggilan (Calls and Chat)
4. Tap bagian “Unduh Media Secara Otomatis”
5. Silahkan pilih dari ketiga menu yang tersedia.
6. Hilangkan centang pada media-media yang tertera, sesuai kebutuhan.

Contoh dalam gambar ini wi-fi, saya nonaktifkan semua media dengan menghilangkan centang pada Gambar, Audio maupun Video. Sehingga untuk mengunduh file-file yang masuk ke akun WhatsApp kita harus dilakukan secara manual. Dengan begini kita bisa menyaring mana yang mau diunduh, mana yang tidak.

Demikian sedikit tips tentang WhatsApp. Semoga bermanfaat ^_^ 😇

#EsaBelajar #EsaBerbagi #TipsWhatsApp #TipsAlaEsa #TipsWA

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Menambahkan Pengurus Pada Page Manager Facebook

Buat yang pake Page Manager, cara ini untuk menambahkan admin/pengurus Fanspage Manager (FP).

Silahkan buka dulu Page Manager atau Pengelola Halaman milik teman-teman ya.

image

🔐Langkahnya:
1. Buka FP yang akan ditambahkan adminnya, lalu klik logo tiga titik di kanan atas (lihat gambar 1)
2. Scroll ke bagian bawah, lalu pilih “Pengaturan Halaman” (lihat gambar 2)
3. Tap pada bagian “Sunting Peran Halaman” (lihat gambar 3)
4. Tap “Tambahkan Orang ke Halaman”. Ketikkan nama teman yang akan ditambahkan sebagai pengurus.

📝 calon admin HANYA bisa dipilih dari daftar teman jadi pastikan sudah ada di Friendlist FB anda.
📎 Pengaturan “tugas” alias “role” bisa dipilih dari logo “pensil” di kiri nama pengurus.
Anda akan diminta memasukkan password untuk memastikan keamanan.
Pilih salah satu ROLE, tap tombol SIMPAN.

ROLE yang tersedia:
– Pengurus
– Penyunting
– Moderator
– Pengiklan
– Analis

🙇
Maaf ya, bordernya ga saya perhatikan jadi nampak menyatu gambar-gambarnya

#EsaBelajar #EsaBerbagi #CatatanEsa #TipsFP #Fanspage #PageManager #TipsFanspage #PengelolaHalaman #BerbagiTips #EsaBerbagiTips

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Catatan Depok

Depok. Ada apa ya sama Depok? Kok sepertinya ada satu kesamaan terkait dengan kota bernama Depok: berlatih mandiri.

Ingatan tentang Depok menarik saya pada sebuah kisah di masa lalu. 1 tahun sebelum akhirnya dinikahi oleh seorang lelaki bernama Chalim. Aih apa sih 😂

Tahun 2008 menjadi pengalaman pertama saya pergi ke luar kota, sendiri pula. Anak rumahan macam saya, tak pernah terpikir sedikit pun untuk pergi ke luar kota. Ya, pernah sih ketika keterima di sebuah perguruan tinggi negeri di Bogor sana. Merayu mamah supaya diizinkan kesana, belajar mandiri. Tapi izin tak kunjung diberi 😁

Balik ke ingatan tahun 2008. Terpaksa pergi karena harus memenuhi sebuah syarat. Saat itu seleksi lanjutan beasiswa dari sebuah lembaga eh yayasan.

Seleksi tersebut bertempat di kampus Universitas Indonesia, tempat dimana acara pengukuhan BeKel Nasional akan berlangsung besok, insyaallah. Meski mungkin berada di tempat yang tidak sama persis.

image

Ketika pengumuman tentang hasil seleksi diterima, perasaan campur aduk saat itu. Bagaimana saya akan pergi ke Depok?

Akhirnya setelah tanya sana-sini –tanpa tanya google karena waktu itu belum terlalu dekat sama Google-  dapet lah informasi tentang bagaimana mencapai UI dari Bandung. Alhamdulillah atasan di kantor bantu juga info tentang rutenya. Maklum, ketika mengajukan beasiswa itu, jabatan saya adalah karyawan sebuah perusahaan di Bandung.

Kejadian itu sangat melekat karena menjadi pengalaman pertama saya ke luar kota sendiri. Dengan harap-harap cemas naik kereta, memastikan turun di stasiun yang tepat dan lanjut kereta “dalam kota” tujuan UI.

Setiap kereta berhenti, cek stasiun. Jadi inget, pertama kalinya juga tuh lihat monas. Meskipun sampe sekarang belum pernah lihat monas dari dekat 😀

Dengan membawa perlengkapan untuk beberapa hari selama seleksi berlangsung, dan ketakjuban melihat ibukota, saya sudah ga peduli kalo dibilang orang udik. Meski saat itu berusaha nampak biasa saja, ga kebingungan karena khawatir dimanfaatkan orang (ahahaay parnoan sekali ya saya saat itu).

Saking parnonya, sempat salah kereta juga. Haha. Gegara pas nanya, kereta ke UI yang mana? Sama orang dibilang “itu kereta yang baru berhenti, cepetan. Ntar ketinggalan”. Kemudian tergopoh menuju kereta, duduk paling samping dekat pintu keluar. Ya, tahu lah ya bagaimana KRL. Jaman dulu sih gitu, kayak bis, cuma tempat duduknya hadep-hadepan. Gatau deh KRL sekarang.

Begitu lihat tiket, sadar salah kereta. Untung ga disuruh turun di tengah jalan. Akhirnya sambung kereta lain deh.

Alhamdulillah ibukota juga masih banyak orang baik. Kereta jaman dulu pan sesek banget ya. Sampe desak-desakan pol. Dikasih tahu harus turun dimana. Diingatkan sama orang-orang sana. Maklum muka masih manis pan, namanya juga baru 2 taun lulus SMA. Wkwkwk. Jadi ya orang pada nebak saya mau kuliah kali ya. Dikasih tahu pas saatnya turun karena desak-desakan agak susah keluar sementara kereta berhenti sebentar.

Berkali-kali ngecek tas 2 biji itu. Dan memastikan dompet dan ponsel aman. Alhamdulillah turun dengan selamat. Jalan kaki tanya-tanya. Akhirnya dijemput sama panitia dan acara berlangsung lancar hingga selesai.

Alamin keliling ibukota untuk berbagai kegiatan selama seleksi, termasuk pengalaman masuk ke gedung bertingkat dan naik ke lantai tertinggi yang merupakan bangunan milik yayasan tersebut. Ah keren pisan itu gedungnya. Asa siga istana, ya minimal buat saya begitu kesannya. Maklum atuh da saya baru pertama kalinya ke ibukota 😀

Kita ke terminal juga, praktek ngajar. Seneng aja saya mah. Trus ketemu temen baru, bisa akrab sama mereka meskipun sekarang udah pada pisah tapi sebagian besar dari kami tetap berkecimpung di dunia yang sama.

Alhamdulillah meskipun ga lulus SPMB, tapi saya kembali ke UI dalam satu dunia yang saya anggap sama: PENDIDIKAN. Yap, bagi saya BeKel adalah salah satu bagian pendidikan non formal. Dan saya bahagia menjadi bagian dari BeKel.

image
Foto didapat dari internet, tapi belum pernah lihat gerbang ini 😁

Wahai Allah, terima kasih atas kesempatan ini 🙂
Lindungi dan sayangi kami di jalanMu. Aamiin.

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.