Lampu Rusak

Lampu ruang tengahnya mati. Yak, akhirnya setelah beberapa waktu berjuang (baca: kedap-kedip) si lampu wafat juga 😀

Apa yang ada di pikiran teman-teman ketika salah satu lampu di rumah mati? Lalu apa yang akan dilakukan setelah lampunya mati?

Apalah, Esa. Kalau mati ya berarti lampunya rusak. Satu-satunya cara ya ganti dong, beli lampu baru. Ngapain juga ngarepin lampu rusak buat nyala lagi. Ga mungkin atuh sa.

Hihi, iya ya.. itu juga yang saya dan suami pikirkan ketika lampu di ruang tengah akhirnya tak bertahan. Sepulang kursus, saya diminta belikan lampu baru sama suami. Begitu sampai rumah, bekerja sama memasang lampu sebab agak susah menjangkau lokasi lampu yang tinggi.

Setelah lampu terpasang, coba nyalakan saklar dan taraaaa.. GA NYALA! Yap, ruang tengah tetap gelap.

lampu kehidupan

Terganggu tentu saja sebab disana tempat kami bekerja. Apalagi rumah kami memang kurang dimasuki cahaya matahari sehingga ketika redup sedikit saja, sore misalnya, lampu harus menyala agar tetap nyaman bekerja.

Nah, dari sini sudah tahu ya tebakan berikutnya yang rusak dimana? Kemungkinan besar di rangkaian alur listriknya entah tempat lampu, kabel atau saklarnya yang rusak. Tebakan ke arah sana sebab dulu di rumah sebelumnya colokan kami sempat bermasalah dan akhirnya tidak berfungsi dikarenakan ada banyak pasir, sepertinya sih sarang semut atau memang dari tembok bangunan yang merapuh. Bukan hati ya yang rapuh 😀

Tambah lagi di kasus rumah kami sekarang, saklar panas jadi seperti ada semacam pertanda sesuatu yang ga beres. Ya, mirip tubuh kita lah, ketika ada yang ga beres pasti demam. Demam kan pertanda ada sesuatu di dalam tubuh yang ga biasa kan.

Keyakinan bahwa jalur listriknya yang bermasalah ketika lampu bekas di ruang tengah yang kami duga rusak itu, saya minta suami coba pasang di dapur. Tahu apa yang terjadi? Lampunya nyala dengan baik. Ga kedip-kedip dan ga redup. Terang benderang. Alhamdulillah, hikmahnya dapur jadi terang kembali setelah beberapa waktu lalu gelap karena si lampu dipindah ke ruang tengah yang lampunya rusak.

Nah, kemudian tiba-tiba kepikiran. Rezeki dan kehidupan kita secara umum juga begitu kali ya. Kadang kita mengalami kesulitan, serasa hidup ini merana gituh. Coba ganti pekerjaan, coba ganti usaha, rasanya kok ya tetep susah.

Jika belajar dari matinya lampu itu, “matinya” kehidupan kita saat ini bisa jadi bukan karena usaha tau pekerjaannya yang salah (kecuali yang jelas-jelas haram mah kudu dijauhin yak) melainkan pipanya, jalurnya. Lalu jalur yang seperti apa?

Dalam pandangan saya setidaknya ada 2 jalur:

  1. Diri kita pribadi sebagai tentu saja perantara rejeki sampai ke diri kita. Ibaratnya dalam rangkaian listrik, diri kita adalah saklar. Kita menentukan apakah on sehingga aliran listrik masuk ke dalam kabel kemudian sampai ke lampu dan nyala menerangi ruangan. Ataukah kita memutuskan untuk off sehingga lampunya padam. Dan on-off nya kita ini yang menjadi penentu aliran rejeki baik on-off nya disengaja ataupun tidak.
    Mengenai diri ini, meliputi segala hal tentang diri entah itu mindset, mental, tindakan, respon, dan sebagainya. Ada banyak hal yang membuat saklar tidak bisa on. Entah pasir yang menghalangi, entah tombolnya yang macet, atau hal lain yang perlu diperbaiki. Pun dengan diri kita. Yang menyebabkan kita tidak on bisa banyak hal seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya.
  2. Ikhtiar kita dalam menjemput rejeki yang telah ditetapkan, saya permisalkan sebagai kabel. Yap, ikhtiar ini hanya penyalur saja. Ujung-ujungnya ya tergantung pada saklar juga 😀
    Tapi jika saklar on, kemudian kabelnya bocor alias ga bagus, bisa saja aliran listrik juga malah merusak. Rejeki yang seharusnya menjadi sebuah nikmat malah berbalik jadi musibah. Itulah jika dalam ikhtiar ada hal yang tidak benar, cara yang tidak halal atau usaha yang tidak baik. Istilahnya, nanti rejeki yang kita dapat, uang yang kita miliki, rumah dan kendaraan yang kita peroleh, tidak memiliki nilai berkah di dalamnya. Berkurang atau bahkan hilang nilai kebaikannya.

Maka saya pun kemudian merenung, banyak hal yang harus saya perbaiki. Dan saya harus fokus untuk perbaikan itu. Jika tidak, ruang tengah akan gelap tidak se-terang jika ada lampu. Dan kehidupan saya harus diperbaiki agar dapat berbagi terang dengan yang lain.

Ayo sa semangat!

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Pengabulan Doa Bagi Anak

“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan aku kabulkan (doa) bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’” (Q.S Al-mu’min/Ghafir: 60)

Malam ini saya belajar tentang esensi sebuah doa dari Danisy, putra sulung kami. Usai shalat Isya Danisy merengek lapar dan minta mie instan. Kan udah lama Aa ga makan mie kuah, rajuknya. Ya, Aa tahu harus bagaimana kan, jawab saya sambil menuntunnya berdoa dan bershalawat.

Alasan yang saya dan suami kemukakan tentang tidak mengizinkan bikin mie kuah itu karena Danisy masih batuk. Tapi bingung juga nyari makanan karena ga ada nasi sebab satu dan lain hal 😀

Oke, selesai berdoa dan belum ada tanda izin mie instan turun akhirnya Danisy memilih ke kamar dan hampir saja tertidur. Jika bukan karena saya ingat dia belum minum obat, mungkin ga akan dibangunkan juga.

Dengan setengah merajuk, Danisy mulai beranjak ke ruang depan untuk memenuhi permintaan ummi minum obat. Dia tetap minta dibelikan mie instan. Tak lama terdengar ada suara tok-tok-tok. Yes, gayung bersambut.

“Coba cek, A. Itu tukang baso tahu bukan?” pinta saya pada Danisy.

“Iya baso tahu itu mah,” kata suami

Danisy bergegas membuka pintu dan mengecek apakah benar yang lewat adalah tukang baso tahu atau bukan.

“Iya mi, tukang baso tahu. Aa mau” Danisy setengah teriak mendekati saya.

Oke, kita beli baso tahu aja ya. Abis itu minum obat. Alhamdulillah ga usah beli mie instan dan rajukan berhenti.

Saat tukang baso tahu mempersiapkan pesanan kami, ada perbincangan singkat dengan si sulung. Perbincangan yang spontan.

“A, Aa ingat tadi berdoa sama Allah?”

“Iya, Aa inget. Aa minta makan, tapi Aa pengen mie kuah” ujar Danisy agak sedih

“terus kenapa yang dateng tukang baso tahu dan abi nyuruh Aa beli?”

“Ga tau. Tapi Aa mau baso tahu juga”

“Karena Allah tahu apa yang lebih baik buat Aa. Mie kuah itu ga terlalu bagus. Baso tahu masih mendingan. Allah pasti akan mengabulkan doa Aa. Tapi, tidak semua doa yang dikabulkan Allah itu harus sama dengan yang kita minta. Kadang sama Allah diganti dengan yang lebih baik.

Coba Aa pikirkan, siapa yang ngirim tukang baso tahu itu ke rumah? Padahal udah lama ga lewat kan ya?”

“Iya. Allah yang ngirim” jawab Danisy.

“Karena Allah tahu apa yang lebih baik buat Aa. Dan ga perlu pergi ke warung, tukang dagangnya lewat depan rumah. Enak kan?”

Danisy menyambut ucapan saya dengan sumringah. Baso tahunya habis lumayan banyak meski masih ada sisa. Lanjut minum obat dan bersiap tidur.

Percakapan singkat itu tanpa sadar keluar dari mulut saya seolah mengingatkan bahwa saya sendiri masih sering mendikte Allah untuk urusan doa. Apa yang saya minta, ya itu yang harus dikabulkan. Jika belum dikabulkan rasanya kok ya Allah ga juga ngabulin doa. Padahal bisa saja doanya sudah dikabulkan tapi dalam bentuk lain yang lebih baik menurut Allah untuk kita.

doa

Terkadang, anak kecil lebih baik dalam urusan doa dan tawakkal. Ia ikhlas, bersungguh-sungguh, dan husnuzhan pada Allah. Kalo saya pribadi kadang masih setengah yakin pengabulannya, terburu-buru ingin segera dikabulkan doanya, tidak menyerahkan sepenuhnya pada Allah (tawakkal) dan ikhtiarnya ga maksimal.

Meskipun ya ada juga doa yang tidak dikabulkan, semisal doa keburukan, makanan dan minuman yang masuk haram, syirik, lalai terhadap kewajiban, dsb. Ini bisa dianggap sebuah bentuk penolakan doa atau ditahannya doa karena ada penghalang antara doa dan pengabulannya.

Secara umum kita sudah tahu ada setidaknya 3 jenis pengabulan doa: dikabulkan tepat sesuai doanya meski kadang waktu dan detilnya tidak sama persis, dikabulkan tapi tidak sesuai dengan permohonan, dan ditangguhkan sebagai catatan di akhirat kelak.

Oke, segitu dulu catatan malam ini. Alhamdulillah dapet peringatan lagi dari anak-anak tentang hal-hal yang mungkin sudah lama dilupakan.

Selamat rehat teman-teman. Selamat menikmati akhir pekan sesuai dengan agenda masing-masing.

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Matrix Boston, Ilmu Baru Bagi Saya tentang Kuadran Bisnis

Pertemuan kemarin banyak sekali hal yang didapat. Enak ya ketemu teman yang banyak ilmunya papalagi dengan mesin kecerdasan (MK) Intuiting yang sudah terasah. Kemistri Kata (ilmu)nya dapet banget. Selalu begitu setiap kali ketemu dengan coach Monde Ariezta.

Ceritanya sih kemaren jenguk suami yang sakit dan ada beberapa hal yang lebih enak diobrolkan secara langsung katanya. Pertemuan dari maghrib berakhir sekitar jam setengah 10 malam.

Dari mulai ngobrolin ebook Job From Heaven kenapa akhirnya berbentuk ebook bukan buku cetak, ngomongin konsep STIFIn yang aplikatif sampai ngomongin soal online learning dan bisnis. Dari obrolan itu salah satu yang menarik adalah ketika pembahasan matrix Boston.

Bermula dari suami yang menyodorkan “jawaban” dari “tugas” yang terdapat pada ebook Job From Heaven yang membahas pekerjaan/profesi sesuai dengan personality genetik (PG). Jawaban suami ada 2: menjadi pebisnis di dunia percetakan dan tetap exciting dengan dunia properti yang memang Thinking banget dan sekaligus linier dengan latar belakang pendidikannya sebagai sarjana Arsitektur.

Matrix Boston dari penjelasan Monde sederhana sekali dan mudah dimengerti oleh orang awam seperti saya sekalipun. Terdiri dari 4 kuadran atau 4 pengelompokan bisnis yakni Bisnis Star, Bisnis Sapi Perah, Bisnis Pet dan Bisnis Tanda tanya. Versi Inggris-nya adalah seperti gambar:

Matrix Boston

Penjelasan sederhananya:

Bisnis sapi perah (Cash Cow) adalah yang sering kita kenal dengan bisnis yang memberikan hasil harian ya sebagaimana sapi perah yang kita perah susunya hampir setiap hari. Meski hasilnya sedikit tapi kontinyu dan jadi andalan pemasukan harian. Dalam bisnis suami, percetakan undangan ada di kuadran ini. Saat ini kami “hidup” dari pemesanan undangan yang alhamdulillah selalu ada setiap bulannya.

Bisnis Star adalah bisnis yang menjadi impian. Sekali dapet, bisa banyak nominalnya dengan kepuasan yang luar biasa. Disinilah bisnis properti bisa diletakkan. Apalagi setelah beberapa waktu lalu suami mulai closing penjualan properti yang meskipun ga besar tapi bagi beliau jadi awal yang cukup menggairahkan. Sebelum di bisnis properti, beliau sudah menjadi freelance arsitek yang jika deal, bisa dipake buat bayar kontrakan alhamdulillah. Cuma ya itu, mungkin karena ga diseriusi atau apalah, setahun paling 1 kontrak renovasi rumah 😀

Bisnis Tanda tanya (Question Marks/Problem Children) merupakan bisnis yang mungkin sebelumnya tidak kita persiapkan atau tidak pernah terbayang akan dilaksanakan. Tapi di pertengahan jalan bisnis ini kemudian dilihat nampak prospektif.

Bisnis Pet (Dog) menurut penjelasan yang saya terima kemarin adalah diibaratkan kita memiliki binatang piaraan. Kita senang sih terhadap kucing yang dipunya, terus ngurusi dia dan memberi dia makan, tapi si kucing tidak menghasilkan apapun. Dalam bisnis, ini dianggap sebagai usaha yang terus-terusan kita ngeluarin uang untuk usaha ini. Boleh sih, macam bisnis hobi, tapi sebaiknya tidak dijadikan utama dan malah dihilangkan. Bisnis ini bukan sociopreneur juga karena sociopreneur ada banyak jenis dan penjelasannya tidak sesederhana kata-nya.

Dari keempat bisnis itu, bisa saja Cash cow akan jadi bisnis Star atau bisnis Tanda tanya yang jadi bisnis Star. Atau keduanya jadi jalan menuju pencapaian bisnis Star. Karena tidak dipungkiri, bisnis yang menghasilkan besar juga memiliki persiapan, kebutuhan dan resiko yang besar pula. Sehingga bisnis Sapi perah dan Tanda tanya ini bisa jadi sandaran pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan sekaligus jadi jalan pengumpulan modal persiapan mencapai bisnis Star.

Jika mengambil penjelasan dari beberapa literasi di web, penjelasan keempat jenis kuadran dalam Matrix Boston sebagaimana digambarkan pada gambar yang saya selipkan di atas yakni terkait pertumbuhan pasar dan serapan pasar (market growth rate, relative market share). Market share yang tinggi dianggap selaras dengan pendapatan yang besar sehingga semakin tinggi market share maka kemungkinan menghasilkan uang juga lebih besar. Sedangkan market growth reflects mencirikan keaktifan penyerapan pasar yang kita ketahui bersama sebagai sebanyak apa produk/jasa kita dapat terjual. Saya coba tuliskan disini sebagai bahan tambahan.

Bisnis Pet (dog) menggambarkan masalah pada penyerapan pasar yang rendah dan pertumbuhan pasarnya kecil. Bisnis ini menyerap uang lebih banyak dibandingkan menghasilkan uang dan berkembang di industri yang pertumbuhannya memang lambat.

Bisnis Sapi perah (cash cows) berada pada kuadran penyerapan pasar tinggi tapi pertumbuhan pasar rendah. Bisnis di kuadran ini biasanya menghasilkan uang yang rutin tapi sayangnya kesempatan investasinya terbatas terkait dengan rendahnya pertumbuhan pasar.

Bisnis Tanda tanya (question mark/problem children) merupakan bisnis yang produknya menyerap sumber daya yang cukup tinggi dan tumbuh dengan cepat tapi menghasilkan uang yang tidak terlalu banyak karena rendahnya daya serap pasar. Bisnis ini memiliki kesempatan untuk tumbuh dan menaikkan penyerapan pasar maupun menghasilkan uang ketika beralih ke posisi star atau cash cow ketika pertumbuhan pasar rendah. Tapi bisnis ini juga bisa jadi bisnis Pet/dog karena hasil yang sedikit atau bahkan investasi yang tersia-sia. Itulah kenapa ia disebut dengan question mark alias tanda tanya karena kita harus betul-betul menganalisa bisnis jenis ini apakah memang berpotensi untuk berinvestasi dan mampu menaikkan daya serap pasar atau tidak.

Bisnis Star mencirikan kombinasi ideal dari sebuah perusahaan yakti penyerapan pasar tinggi dengan pertumbuhan pasar yang juga pesat. Dua elemen yang menghasilkan uang sekaligus memberikan kesempatan investasi jangka panjang.

Matrix Boston ini membantu kita menetapkan mana produk/unit yang akan dipertahankan dan mana yang musti disingkirkan. Setidaknya ada 4 cara yang dikutip dari Oxford Learning Lab dalam memutuskan mempertahankan atau menyingkirkan yakni:

  1. Bangun penyerapan pasar yang nantinya ini akan jadi investasi masa depan
  2. Pertahankan atau perbaiki keadaan kuadran bisnis yang sama
  3. Kurangi investasi, naikkan cash flow (pendapatan harian) dan maksimalkan profit
  4. Singkirkan bisnis Pet dan berinvestasi pada unit lain semisal Tanda tanya dan Star.

Dengan demikian, kita jadi lebih paham bagaimana melihat peluang dan mengidentifikasi dimana investasi terbaik kita akan dimaksimalkan baik itu berupa sumber daya finansial, waktu dan tenaga.

=====

Dari pembicaraan kemarin, saya baru tahu bahwa gaya berbicara, mengajar dan menulis orang Feeling memang lebih ke cerita. Baru ngeh banget, itu kenapa saya lebih senang bercerita atau menceritakan kembali dibandingkan tulisan runut dan detil. Di artikel ini aja ketahuan banget kan ya mana yang saya nulis tanpa nyontek 😀

Ada pembahasan lain tentang siklus perkembangan otak yang menarik banget dan bikin saya mikir, luar biasa ya konsep manusia ini. Cuma ketawa-ketawa tapi takjub ketika dapet penjelasan mengenai orang tua kami yang sudah menginjak usia 54 tahun. Katanya yang sedang aktif adalah otak tengah sehingga sifatnya jadi seperti Insting (apapun MKnya) dan membahas suami yang menginjak usia 30 tahun dimana otak yang sedang aktif sekali adalah limbik kiri dalam alias seperti orang Sensing Introvert sehingga memang saat ini fisiknya yang jadi fokus. Tapi itu mah dibahas di lain waktu lah ya insyaallah.

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Khalid bin Walid, Pedang Allah yang Terhunus

Adalah Khalid merupakan putra dari Walid bin Mughirah, salah satu bangsawan Quraisy di jaman Jahiliyah. Khalid merupakan jagoan dan pemuda pilihan di Mekah. Di usia mudanya ia sudah memiliki kedudukan di jajaran pemuka Quraisy.

Walid sang ayah sangat memusuhi Islam kala itu. Tapi kemudian ia meninggal dan digantikan oleh Khalid. Tentu saja orang-orang Quraisy berharap Khalid tetap berada di jajaran mereka. Apalagi Hamzah bin Abdul Muthalib dan Umar bin Khaththab sudah masuk Islam.

Pada peperangan pertama antara kaum muslimin dan musyrikin, Perang Badr, Khalid menjadi pemimpin pasukan musyrikin. Pun dengan saudaranya Walid bin Walid yang kemudian berhasil ditawan oleh Rasulullah.

Nabi memberikan 2 pilihan: memeluk Islam atau bebas dengan tebusan yang dibayar oleh keluarganya. Khalid memutuskan untuk menebus saudaranya dan membawanya pulang.

Setibanya di Mekah, Walid justru membuat Khalid kaget dengan secara terang-terangan mengumumkan keislamannya di hadapan orang-orang kafir Quraisy. Khalid penasaran, kenapa Walid bersikap demikian. Walid dengan tenang menjawab, “aku melihat sendiri perlakuan baik kaum muslimin padaku yang tak pernah kudapatkan dari kerabat terdekatku sekalipun. Jika aku masuk Islam di Madinah, aku khawatir kaum muslimin menganggap keislamanku hanya karena aku takut ditawan.” Khalid semakin menentang Islam karena ini.

Pada perang Uhud, Khalid menjadi pimpinan pasukan berkuda kaum musyrikin. Pada perjanjian Hudaibiyah, ia pun bersama pasukannya bermaksud menghalangi Rasulullah dan kaum muslimin yang hendak mengunjungi Masjidil Haram. Dan saat momen inilah terjadi sesuatu yang membuat hati Khalid bergetar. Kala itu, Khalid mendapati Rasulullah dan kaum muslimin sedang melaksanakan shalat berjamaah.

Tak lama, Rasulullah mengutus Walid menemui saudaranya Khalid untuk mengajak Khalid masuk Islam dan menitip salam serta memberitahunya bahwa Rasulullah selalu menanyakan dirinya. Akhirnya Khalid menghadap Rasulullah dan menyatakan keislamannya. Hal ini terjadi sebelum Fat-hu Makkah. Khalid berkata, “Ya Rasulullah, aku pernah di posisi memerangi Islam, maka berdoalah kepada Allah agar Dia mengampuniku”. Guna menenangkan hati Khalid, Rasulullh menjawab, “Islam akan menghapus dosa yang telah berlalu, wahai Khalid”. Tapi Khalid terus memohon agar Rasulullah memintakan ampunan. Maka Rasulullah pun berdoa, “Ya Allah, ampunilah Khalid atas segala perbuatannya yang menghalangi manusia dari jalan-Mu.”. Sejak saat itu Khalid berubah dari komandan pasukan musyrikin menjadi komandan pasukan muslimin.

Perang Mu’tah

Pada perang Mu’tah, Rasulullah menunjuk Zaid bin Haritsah sebagai pemimpin pasukan. Apabila Zaid gugur, hendaknya dilanjutkan oleh Ja’far bin Abu Thalib, dan jika Ja’far gugur maka digantikan oleh Abdullah bin Rawahah. Hingga kemudian ketiganya gugur, maka kaum muslimin mencari orang yang akan memimpin selanjutnya. Mereka sepakat memilih Khalid bin Walid.

Jumlah pasukan muslimin lebih sedikit dari pasukan Romawi berlipat-lipat bedanya. Romawi 2.000an sementara kaum muslim 300an. Khalid memilih menarik mundur pasukan dengan pertimbangan kerugian minimal. Pasukan muslim pun mundur dan kembali ke Madinah.

Keputusan ini dicela oleh masyarakat Madinah karena dianggap lari dari peperangan. Namun Rasulullah menghargai keputusan Khalid dan bersabda, “Sesungguhnya mereka itu akan kembali (melakukan penyerangan) dengan izin Allah dan sekali-kali mereka bukanlah orang yang lari dari peperangan. Adapun Khalid, dia tetap menjadi pedang Allah.”

Khalid bin Walid the sword of Allah

Penaklukkan Makkah dan Peperangan Berikutnya

Khalid turut serta dalam peperangan untuk menaklukkan kota Makkah. Ia ditunjuk Rasulullah untuk menjadi komandan pasukan muslim dan memasuki Makka dari sisi kanan. Meski sempat mendapat hadangan, tapi kaum musyrik berhasil dikalahkan dan pasukan Khalid memasuki Makkah dari sisi kanan.

Setelah Rasulullah Wafat, para shahabat sepakat mengangkat Abu Bakar sebagai khalifah pada Rabiul Awwal 13H. Permasalahan yang muncul usai Rasulullah wafat, orang-orang munafik kembali pada kekafiran, beberapa enggan membayar zakat dan ada yang mengaku sebagai nabi seperti Musailamah al-Kadzdzab, Aswad al-Ansi, dan Thulaihah al-Asadi.

Peperangan melawan kaum yang murtad, enggan membayar zakat dan mengaku nabi mulai disusun. Khalid memimpin pasukan untuk memerangi Thulaihah al-Asad yang mengaku nabi sehingga kaum Asad berpaling padanya.

Thulaihah menyiapkan 40.000 pasukan untuk menghadapi Khalid. Pertempuran sengit pun terjadi. Pasukan Khalid berhasil mengalahkan musuh sehingga mereka pun kalah lari tunggang langgang. Akan tetapi Khalid beserta pasukannya berhasil mengejar mereka dan menunaikan perintah Khalifah Abu Bakar untuk menumpas para pemberontak itu.

Khalid dan pasukannya kemudian berlanjut ke tempat Malik bin Nuwairah yang menjadi provokator penduduk agar tidak membayar zakat. Mengetahui Khalid dan pasukannya akan datang, Malik bin Nuwairah ketakutan dan melarikan diri serta meninggalkan kampungnya.

Mendapati daerah itu kosong, Khalid melakukan pengejaran dan berhasil menangkap Malik bin Nuwairah beserta sukunya. Khalid membunuh Malik dan penduduknya bertaubat serta kembali pada Islam. Mereka bersedia membayar zakat dengan sukarela.

– kelanjutannya akan ditulis di artikel selanjutnya senin depan, insyaallah –

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Membersihkan Pandangan

Hari ini, saya belajar dari sebuah ponsel. Tentang perangkat penyimpanannya dan tampilan layarnya.

Ponsel ini nampak butek tak enak dipandang. Sejak awal saya menerima Lumia 535 ini memang sudah begitulah. Maklum lungsuran dari suami.

Makanya selain karena sering loncat sendiri, juga karena tampilan layar yang tidak jelas. Suka tetiba seperti menekan tombol dengan sendirinya tapi bukan acara horor kok. Mengetik tak karuan, lebih cepat dari tarian jari saya di atas tuts layar. Duh ga enak banget makenya. Cuma karena namanya juga butuh ya dipake aja.

Sampai kemudian suatu hari karena sering ngetik sendiri itu, saya coba lepaskan antigoresnya. Ngetik langsung via layar sentuh ponsel tanpa antigores dan semua baik-baik saja. Sayangnya saat itu saya tidak memutuskan untuk melepas total antigores tersebut sebab khawatir layarnya tergores sementara belum tahu kapan beli antigores lagi 😀

Oke, hanya karena satu keisengan malah jadi terpecahkan semua masalah pada ponsel. Layar aslinya masih jernih dan enak dipandang, proses pengetikan dan pemilihan menu pun jadi lebih mudah.

Ada satu lagi permasalahan pada ponsel ini yakni SD Card katanya penuh. Karena lebih familiar dengan tampilan android dibanding windows phone, membersihkan file pun agak kesulitan dan penyakit males googling sedang melanda jadi dibiarkan begitu saja. Mungkin karena saya masih belum menganggap itu perlu sebab ponsel android masih bekerja dengan baik, berbeda ketika drop beberapa waktu lalu.

Ketika mencoba memasang flashdisk, di windows phone tidak terdeteksi padahal flashdisk ini membantu sekali untuk bebersih atau pindahan file dari ponsel android. Mungkin WP punya saya belum support OTG 😛

Setelah sekian lama berkutat dengan masalah tersebut, hari ini akhirnya berkesempatan juga mencari antigores baru. Memasangnya di ponsel dan taraaa semuanya nyaman kembali. Alhamdulillah.

Sesampainya di rumah, pasang ponsel ke laptop dan pindahkan semua file. Meskipun memori internal masih tetap hanya tersisa 600an MB, tapi memori external masih tersisa 1Gban. Heran juga saya tahan sama memori external 2gb ya. Di android yang 16GB aja rasanya masih kurang. Hihi.

Dari kejadian ini pula lah saya kemudian belajar, kadang kita ini sering asyik berkutat dengan permasalahan yang sebenarnya solusinya sederhana saja dan bahkan mungkin kita sudah tahu solusinya. Hanya saja kita sering abai dan tidak bersegera menyelesaikannya.

Memori yang full, tidak kita cek apakah semua data memang diperlukan atau malah berisi file-file tidak penting. Otak kita udah sering hang sama memori ga penting, mungkin ada baiknya data itu dipindah saja ke laptop. Karena jika memori kepenuhan data, dia tidak dapat menyimpan data baru lagi yang bisa saja lebih berguna. Pun dengan memori di otak kita, mungkin perlu ada pembersihan secara berkala ya biar terus bisa menerima ilmu baru dan menyimpan serta memanfaatkannya. Andai saja pemindahan dan penghapusannya semudah menyambungkan ponsel ke laptop 😀

pandangan

Kadang kita tidak jernih memandang sesuatu. Berprasangka yang belum tentu benar, seperti buramnya tampilan layar. Kita lupa, bisa jadi yang buram itu bukan pemandangan layar aslinya melainkan buramnya, kotornya si antigores yang bisa dimisalkan dengan diri kita sendiri. Mungkin yang buruk bukan orang lain tapi justru hati kita yang menjadi perantara pikir terhadap orang lain.

Pengorbanan sebentar (dan tidak seberapa) mungkin agak sulit di awal ketika masih berupa niat. Mengeluarkan uang, mengeluarkan tenaga, dsb. Tapi jika sudah dilakukan, kita akan memperoleh hasil yang lebih baik. Dan dengan hasil yang lebih baik ini, mungkin akan ada timbal balik atas pengorbanan kita di awal untuk memperbaiki semuanya.

Oke, segitu aja deh curcolnya. Masih belajar nulis. Semoga bisa terus lebih baik lagi ^_^

Selamat beristirahat dan selamat mempersiapkan hari senin 😉

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Main Ke Taman Uncal di Bandung Yuk

Taman Uncal di Bandung? Emang ada? Ada..

Jika menyebut kata Bandung, ada banyak persepsi ya mengenai daerahnya. Misal, ketika disebut kata Lembang, orang luar Bandung akan tetap menyebut itu Bandung. Ya memang sih, memang sama-sama Bandung. Tapi secara pembagian daerah, beberapa tempat wisata ada yang lokasinya masih seputar kota Bandung, ada juga yang di luar kota Bandung alias sudah masuk Kabupaten. Nah, kabupaten sendiri ada 2, yakni kabupaten Bandung dan kabupaten Bandung Barat. Kalau Lembang mah masuknya kabupaten Bandung Barat atau sering disingkat KBB. Sementara kabupaten Bandung seringnya lebih dikenal dengan kata Soreang meskipun sebetulnya kabupaten Bandung ga cuma soreang tapi “ibukota”nya memang Soreang 😀

Oke, sudah ya pembukaan tentang wilayah Bandung. Di tulisan kali ini saya mau cerita mengenai salah satu tempat di kabupaten Bandung yang beberapa waktu lalu kami kunjungi. Sebetulnya tidak sengaja sih karena awalnya kami kesana hanya untuk menghadiri pernikahan salah satu klien kami yang memesan undangan di Aim Desain.

Pernikahan klien kami ini dilaksanakan di dalam area DPRD Kabupaten Bandung. Area yang lumayan luas. Ada 3 acara pernikahan disana, dan ternyata lokasi pernikahan Helia Willy tepat di depan Taman Uncal. Begitu sampai, anak-anak excited melihat banyak rusa disana.

Taman Uncal Kabupaten Bandung

Selesai menghadiri acara resepsi, kami mampir dulu ke Taman Uncal. Kebetulan saat itu sedang dibuka gerbangnya, entah sedang memperbaiki apa. Tapi kami tidak berani masuk khawatir tidak akan diizinkan. Alhamdulillah, melihat anak-anak asyik berceloteh tentang rusa, petugasnya memperbolehkan kami masuk. Aturannya boleh masuk atau ngga, saya tidak tahu. Tapi kesempatan bisa masuk ke dalam area rusa, tidak akan disia-siakan.

Oh iya, mungkin teman-teman bingung ya katanya Taman Uncal tapi kok ngomongin rusa. Yap, uncal adalah bahasa sunda dari rusa, semoga saya tidak salah karena ketika ngobrol ke mamah, mamah bilang rusa itu uncal, kalau kancil lebih kecil lagi dari uncal. Begitu. Clear ya.

Nah, ketika kami masuk ke Taman Uncal ini saya mah jujur takjub da. Banyak rusanya seperti di kebun binatang saja. Adek saya nyeletuk “ya kalau di Bandung ada yang kayak gini, kebun binatang ga akan laku atuh teh” iya juga ya. Secara itu kita masuk gratisan ga pake biaya parkir pula 😛

Danisy mendapat kesempatan dekat dengan rusa karena ada 2 rusa mendekat, tapi hanya satu saja yang benar-benar mendekat. Apalagi petugasnya memberikan ubi untuk diberikan pada sang rusa. Danisy tentu saja senang, sementara Azam belum berani memberi makan rusa.

Danisy Memberi Makan Uncal/Rusa
Danisy Memberi Makan Uncal/Rusa

Saya sendiri ya kagum bisa sedekat itu dengan rusa. Baru tahu juga ternyata tanduknya itu lembut ya, tidak seperti tanduk kambing atau sapi gituh.

Bagi teman-teman yang mau main ke Bandung (atau orang Bandung yang mau jalan-jalan) tapi udah bingung mau main dimana lagi yang lokasinya bisa terjangkau semua kendaraan tapi juga bayarnya ga mahal-mahal amat malah gratis, bisa nih mampir ke area DPRD Kabupaten Bandung. Cuma aturan aslinya musti tanya sama orang sana nih. Tapi ketika kemarin pindah ke Taman Anak yang lokasinya di sebrang Taman Uncal, ada banyak pengunjung juga jadi sepertinya memang dibuka untuk umum seperti taman-taman tematik di kota Bandung.

Taman Anak Sabilulungan

Kata adek saya yang memang aktif di karang taruna, program taman tematik pemkab Bandung ini memang kerjasama dengan kang Emil walikota Bandung. Cuma kalo di Bandung mah taman tematiknya nyebar, kalau ini terpusat di pemkab sebab lahan mereka juga luas. Termasuk tata area pemkabnya juga bagus da. Asri, rindang, sejuk. Kapan-kapan boleh lah main kesana ya. Dari rumah saya kesana mah sekitar 45 menit-1 jam. Pernah waktu macet banget kemarin perjalanannya 2 jam 😀

Azam sedang main di salah satu mainan yang berada di dalam arena Taman Anak
Azam sedang main di salah satu mainan yang berada di dalam arena Taman Anak

Oiya ada satu lagi taman yang kami kunjungi disana selain Taman Uncal yaitu Taman Anak. Di dalamnya ada berbagai permainan anak seperti perosotan lengkap dengan jalan berkayu, arena berputar, jungkat-jungkit dan ayunan. Ada juga arena pasir. Anak-anak paling betah di arena pasir.

Okeh segitu dulu bahas tentang Taman Uncal dan Taman Anak. Semoga bisa bermanfaat dan memberikan informasi tempat yang bisa dikunjungi di Bandung dan sekitarnya.

Mangga ah, bade leleson heula ^_^

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Pengejar Angin, Sebuah Film Drama Berlatar Sumatera

Pengejar Angin

Film ini sekilas mirip dengan cerita Laskar Pelangi dengan konflik yang agak sedikit berbeda. Berlatar belakang tanah Sumatera yang terkenal dengan wataknya yang keras dan sekaligus juga membuat saya bergidik ketika mendengar cerita dari teman asli daerah sana. Scene dimulai dari perampokan sebuah bus lintas Jawa Sumatera yang memasuki area hutan paling rawan di Lahat.

Konfliknya tidak terlalu menegangkan atau berliku tapi cukup seru untuk ditonton. Menggambarkan kekuatan pencapaian mimpi dari seorang anak lelaki keluarga sederhana bernama Dapunta atau sering dipanggil Dapun.

Impian Dapun sederhana saja, ia ingin melanjutkan kuliah. Sayangnya, sang ayah yang merupakan ketua dari sindikat perampok Bajing Loncat itu, bersikeras tidak mengizinkannya. Sang ayah yang diperankan oleh Mathias Mucus ingin Dapun menjadi jawara melanjutkan kepemimpinannya.

Dapunta Pengejar Angin

Meskipun ayah Dapun adalah perampok, tapi ia adalah “orang baik”. Semua hasil rampok untuk membantu orang sekitarnya. Ia juga tak segan membela orang yang terancam dengan kemampuan beladiri yang luar biasa. Bahkan menjelang akhir cerita, sang ayah masuk koran karena menyelamatkan anak kecil dari ancaman seorang lelaki depresi dengan hanya beberapa gerakan saja. Sikap jawara sang ayah juga terbukti dari beberapa kejadian dimana saat kelompoknya hampir kalah, ia akan turut tangan tidak hanya menyaksikan dari kejauhan. Di scene akhir, ayahnya tertangkap karena ketika turun tangan usai pasukannya kalah, anggota pasukan yang dilumpuhkan itu diancam dengan pistol sehingga ayah Dapun pun menyerahkan dirinya dan dipenjara.

Konflik di sekolah berkutat seputar permasalahan yang mungkin terjadi juga pada sekolah pinggiran meskipun ia berlabel negeri. Dapun yang merupakan murid cerdas itu berkesempatan mengikuti olimpiade sains di Jepang dan kuliah dengan jalur undangan. Sayangnya slot jalur undangan yang dimiliki pihak sekolah ternyata sudah diberikan pada siswa lain oleh kepala sekolah. Sementara kepergiannya ke Jepang terancam batal karena sekolah tidak memiliki dana dan tidak memungkinkan untuk mengumpulkan dana dari siswa sebab di awal scene, ada bagian yang menceritakan salah satu wali murid memprotes sekolah atas sumbangan pekan olah raga.

Pak Damar diperankan oleh Lukman Sardi merupakan satu-satunya guru yang memperjuangkan Dapunta. Ia memiliki teman dekat yang merupakan seorang Coach di bidang olah raga bernaa Ferdi diperankan oleh Agus Kuncoro, dan sedang mencari calon atlit Sea Games. Damar memperkenalkan Dapun pada Ferdi dan takjub akan kemampuan Dapun dalam berlari. Di pertandingan lari antar sekolah se-provinsi Dapun akhirnya memenangkan posisi satu dan berhasil meraih rekor baru.

Sebelum pertandingan, Dapun menemui sang ayah di penjara. Ayah Dapun bercerita tentang asal mula ia diberi nama Dapunta yang merupakan nama raja pendiri kerajaan Sriwijaya. Ayahnya ingin Dapunta tumbuh menjadi seperti raja Dapunta, raja yang besar dan dicintai rakyat.

Ada scene dimana saking kesalnya dengan semua kejadian di sekolah yang puncaknya ia diminta untuk keluar dari sekolah setelah seluruh sekolah tahu bahwa Dapun adalah anak seorang perampok, Dapun memutuskan untuk melanjutkan jejak ayahnya yang dipenjara. Saat ia sudah bersiap memimpin pasukan merampok kendaraan yang lewat, Yusuf yang merupakan teman sekolah sekaligus musuh besarnya datang memberitahukan bahwa ibu Dapun masuk rumah sakit sehingga rencana perampokan perdana Dapun urung dilakukan dan ia berbalik menuju rumah sakit tempat ibunya dirawat.

Nasihat-nasihat yang diberikan sang ibu menjadi pelajaran tersendiri bagi saya. Pun nasihat sang ayah yang memegang teguh nilai jawara dimana Dapun tidak boleh menggunakan kemampuan beladirinya jika berhadapan dengan yang tidak memiliki kemampuan yang setara. Hal ini ditegaskan di scene saat Dapun dikeroyok teman sekolahnya setelah diketahui Dapun anak perampok.

Akhir cerita ditutup dengan diterimanya Dapun di Universitas Indonesia dan memenangkan juara lomba lari tingkat provinsi. Sang ibu yang sempat kehilangan nafas akhirnya berhasil selamat dan kembali hidup. Sementara sang ayah yang melarikan diri dari penjara, tidak jelas apakah memang meninggal saat lompat ke jurang dan ditembak polisi atau berhasil menyelamatkan diri dan kembali ke rumah karena ketika Dapun pulang ke rumah, ada sosok harimau di bawah air terjun dekat rumah dan Dapun berteriak “Bapung” (ayah).

Hikmah yang dapat saya ambil dari film ini:

  1. Seorang ayah, bagaimanapun memiliki peran penting dalam tumbuh kembang seorang anak baik kemampuan maupun cara berpikirnya.
  2. Peran ibu sudah tidak diragukan lagi. Ia mampu menjadi penyeimbang sang ayah. Sang ibu tetap menanamkan nilai kebaikan dan mendukung anaknya selama mimpi itu adalah hal yang baik.
  3. Dalam pencapaian mimpi, pengorbanan sudah pasti. Ini merupakan salah satu quote yang ada dalam filmnya: semakin tinggi mimpimu, semakin besar pengorbanan yang harus kau lakukan.
  4. Bahwa takdir buruk semata karena kita tidak dapat melihat apa yang akan terjadi Tetaplah dalam kebaikan agar kita dipertemukan pada takdir baik yang mungkin menjadi kado di balik permasalahan.
  5. Peran seorang guru yang bijak dan mampu melihat kelebihan dari sang murid adalah dukungan yang juga tidak bisa dianggap sepele.
  6. Peran sahabat juga menjadi hal yang menarik dalam film ini sebagaimana di film Laskar Pelangi
  7. Tak lupa selain peran ibu, ada peran perempuan yang bisa menjadi penyejuk, penyeimbang sifat berapi-api Dapun. Perempuan itu bernama Nyimas yang di film ini merupakan gadis yang disukai Dapun, putri seorang dokter (yang tidak saya ceritakan disini)

Film Pengejar Angin diproduksi oleh Putaar Production bekerjasama dengan Pemprov Sumatera Selatan. Disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan Hestu Saputra. Dirilis pada 3 November 2011.

Semoga makin banyak film Indonesia berlatar belakang asli Indonesia yang beredar. Meskipun tidak ada di televisi, setidaknya ada di situs-situs film (eh film Pengejar Angin ini ada di UseeTV).

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.