Tiket Surga Bagi Istri

Di kajian rutin wali murid bulan ini, kembali diingatkan bahwa “untuk dapetin tiket surga bagi istri itu mudah. Cukup melaksanakan ibadah wajib plus suami ridho”. Seketika muncul lintasan pikiran. Betul, sederhana sekali.

Tapi lalu teringat juga bahwa yang namanya “berhadiah surga” itu maka otomatis jalannya tidak disukai hawa nafsu. Menggarisbawahi “tidak disukai nafsu” itu berarti perjuangannya adalah melawan nafsu untuk menapaki jalan tersebut 😀 Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Ibu-ibu Zaman Now

TELAAH 26 Januari 2018

Ibu Zaman Now

Ibu yang satu ini benar-benar mendikte dan mencereweti. Ibu yang rutin dan terjadwal. Heboh dengan printilan. Latah dengan yang sedang hits. Anak-anaknya jadi korban kursus sana-sini. Selagi anak kursus ibunya nge-mall.

Ibu yang kedua ini akan membiarkan anaknya mandiri. Karena ibunya sibuk seminar atau training. Ia hanya memastikan aturan dipatuhi. Itupun dari jauh via gadget. Selebihnya anak-anak diasumsikan sepintar dirinya.

Sementara ibu jenis ketiga akan membawa anaknya terbang ke masa depan. Sampai lupa bahwa anaknya perlu dilayani pada hal-hal kecil. Catering jadi pilihan padahal anaknya ngarep dibekali masakan ibunya. Rempong dengan tas berisi buku-buku mahal untuk menaikkan level dirinya dan level anaknya. Gak perlu sering ketemu yang penting kualitas. Waktu ibunya habis mengejar mimpinya.

Ibu yang keempat ini lebay dan over protektif. Anaknya tidak boleh disalahkan. Memanjakan anaknya dan memenuhi semua permintaannya tanpa pikir panjang. Heboh melayani kalau anaknya sakit. Semua yang dilakukan untuk anaknya gak pake tangan sendiri. Bikin pasukan. Ibunya sibuk chatting.

Jenis ibu yang kelima, ini jenis ibu terakhir, yang kadang peduli dan kadang mengabaikan. Bersedia pake tangan sendiri melayani anaknya. Tapi begitu capek dengan aktivitas sosialnya anak jadi korban naik pitamnya. Jadi pusing kalau sudah menemani bikin PR anaknya atau jenis keruwetan lainnya. Dekatin anak melalui makan-makan. Seringnya masak sendiri.

Ibu zaman now. Sebenarnya dari dulu juga begitu.

Farid Poniman
Penemu STIFIn

Apa pendapat teman-teman tentang tulisan di atas? Sepertinya akan muncul pro kontra seperti yang saya alami kala membagikan tulisan itu. Subhanallah. Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Mempelajari Adab Menuntut Ilmu

Memasuki tahun 2018, Allah menggerakkan saya untuk bergabung dengan sebuah komunitas belajar mengenai dunia ibu, anak dan keluarga. Di dalamnya, sejak pra-kelas mindset saya terus diperbaiki. Dan qadarullah selaras sekali dengan target tahun ini yang fokus pada keluarga. Bagaimana menjadi istri shalihah yang mendukung sepak terjang suami, juga menjadi ibu shalihah yang menjadi tonggak pendidikan anak-anak agar tumbuh sebagai pribadi-pribadi madani. Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Mengenal Bahasa Cinta

Mengenali bahasa cinta setiap pribadi menjadi hal yang menarik kala kami mengenal konsep STIFIn. Perbedaan cara saya dan suami mengutarakan perasaan cinta tak ayal pernah jadi masalah baik dalam hubungan suami-istri maupun hubungan orang tua-anak.

Saya akan dengan sangat mudah mengumbar untaian kata cinta dan pelukan #jyaaa. Mudah saja bagi mengucapkan “ummi sayang Aa/Mamas” berkali-kali bahkan berpuluh kali dalam sehari meskipun kedua orangtua saya bukanlah tipikal yang suka mengucap cinta. Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Maafkan Diri dan Orang Tua

Teman..
Jika kedua orang tua masih ada, cobalah untuk mengucapkan sayang, memeluk dan berterimakasih pada mereka.

Jika hal tersebut sulit dilakukan, mungkin ada luka yang tak sengaja mereka torehkan.

Tapi percayalah, semua orang tua senantiasa menyayangi anaknya. Meski cara mereka mengungkap cinta tak selalu sesuai dengan bahasa cinta kita.

Agar luka tak berulang, pahami bahasa cinta diri, pasangan, anak dan orang tua kita.

Saat luka berangsur mereda, rasakanlah bahagia yang sedemikian membuncah kala diri sudah bisa kembali menikmati mengucapkan cinta pada orang tua tanpa ada ganjalan luka.

#CatatanEsa
Cc: Esa Epugi Puspita

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Aku Bukan Ibu Yang Baik

Pernah satu ketika, saya merasa bahwa saya bukanlah ibu yang baik untuk anak-anak. Dengan segala hal yang terjadi dan akibat berbagai pencetus..

Teman-teman pernah mengalami atau merasakannya juga?

Saking merasa sedihnya, tiba-tiba melintas pikiran itu, bisikan pun datang..

“Kamu memang bukan ibu yang baik untuk mereka” Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.