Ahli Strategi

Saya.. Dulunya adalah seseorang yang impiannya seringkali sederhana. Tak jauh dari kenyamanan diri dan membahagiakan orang tua.
Bahkan sesederhana “pengin kerja di area yang membuat saya bisa tahu jalur lengkap Damri Cicaheum Leuwipanjang” 😅

Hingga saya dipertemukan dengan seseorang yang secara mendadak membuat saya berubah status dari anak menjadi calon ibu.

Bertahun-tahun menjadi pendampingnya, banyak impian dimana terkadang membuat diri tak percaya bahwa sebenarnya saya tipe yang mampu jauh melihat ke masa depan.

Banyak dari obrolan kami, berujung dengan strategi yang ia susun.
Ketika memutuskan untuk ikut kelas atau pelatihan, maka beliau yang akan dengan sigap menyusun itinerary perjalanan.
Memperhatikan izin kelas mana saja yang perlu saya ikuti.
Bahkan mempersiapkan pembagian kelas yang perlu kami ikuti.

“Workshop ini ade yang ikut ya.”

“Tema-tema yang perlu disebarluaskan lagi, ade yang ikut. Karena penyampaian ade lebih baik.
Tema yang lebih bertumpu pada strategi atau semacamnya, Aa yang ikut.”

Begitu diantara strategi yang beliau buat. Untuk saya, untuk kami, untuk anak-anak, dan untuk kebermanfaatan yang lebih luas InsyaAllah.

Beliau paham betul apa yang akan membuat saya -biidznillah- bisa paham dengan baik.
Kelas yang isinya teori, strategi dan yang butuh dicerna lebih jauh adalah kelas yang agak berat bagi saya. Maka masuknya beliau ke kelas seperti itu akan lebih baik sebab beliau akan menceritakan hasil analisanya pada saya. Saya cukup mendengarkan dan nanti menyebarkan ulang 😁

Sejujurnya.. Ini diantara hal yang tak pernah terbayangkan bahwa pernikahan bisa jadi seperti ini.
Ada visi keluarga yang menjadi patokan setiap anggotanya.

Dulu.. Saya hanya anak cupu. Tahunya sekolah – rumah. Keluar rumah untuk keliling jualan. Sesekali main sambil ngasuh adik.

Tak pernah terbayang bahwa kelak saya akan mendampingi anak dengan cara yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Mencarikan anak guru-guru di tempat yang tak dikenali sebelumnya. Tinggal di luar kota kelahiran. Mengenal banyak orang dari tempat dan latar belakang berbeda. Mendampingi orang lain menemukan diri dan bintang terangnya.

Hidup saya jauh dari apa yang pernah saya kira.
Dan pencapaian saya, jauh dari apa yang dulu sempat terpikirkan.

Maka seyogyanya pernikahan adalah sebuah jalan yang perlu ditempuh dengan ilmu. Agar peradaban yang lahir di dalamnya, mengajar dengan baik dan tumbuh rindang memberikan buah yang manis pada sekitar.

Alhamdulillah.
Inilah saya.
Yang sudah lebih mengenal dan berdamai dengan diri.
Sudah lebih diperkenalkan pada Ilahi.
Sudah lebih bergairah menjalani hari.
Menjadi istri yang terus berusaha lebih baik.
Menjadi ibu yang berikhtiar mengantarkan anak kembali pada tuhanNya kelak dalam kondisi terbaik.
Menjadi partner, teman bagi banyak orang.
Mendampingi banyak keluarga.

Dan kini..
Dalam perjalanan meminta izin pada Allah agar memiliki kader yang diharapkan pahala jariyahnya.

Yang kesemuanya bermuara pada satu tujuan: Semoga Allah Ridha..
InsyaAllah..

Semoga Allah memudahkan teman-teman.

Mohon titip doa untuk saya agar terjaga hati dan niatnya.

Barakallah fikum 😍

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *