Asyiknya Naik Turun Tangga

Ketika usianya menjelang 2 tahun, anak biasanya mulai senang menaiki tangga dan mencoba turun (meski terkadang mereka tak bisa turun karena tangga yang dinaikinya terlalu tinggi). Ada respons sikap yang mungkin berbeda dari setiap orang tua. Salah satu yang baik adalah dengan membiarkan anak tetap naik turun dengan pengawasan dan pendampingan orang tua.

Sebaiknya biarkan anak naik turun karena di usia balita anak sedang masa eksplorasi, masa belajar yang menyenangkan. Sambil naik turun, orang tua mungkin dapat sekaligus mengenalkan angka dengan menghitung setiap anak tangga yang dinaiki dan menghitung setiap anak tangga ketika turun. Bisa juga sambil mendendangkan lagu, naik-naik ke puncak gunung misalnya.

Dengan naik turun tangga sambil berhitung atau sambil bernyanyi, secara tidak langsung kita tengah memperkenalkan banyak keterampilan baru sekaligus. Mempertajam pendengaran, memperkuat otot, memperkenalkan angka dan konsep berhitung, dan meningkatkan kepercayaan diri anak.

Jika anak sudah berulang kali naik turun tangga, anak akan cenderung semakin percaya diri untuk naik ke tangga yang lebih tinggi. Tentu harus dalam pengawasan orang tua.

Sebagai awal, orang tua dapat mengajarkan anak naik turun tangga cukup 3 anak tangga saja. Biarkan anak naik sendiri, dan ketika dia kesulitan turun, bantulah secukupnya jangan gendong anak untuk turun. Mungkin saat anak ragu ketika turun, orang tua dapat menuntunnya menuruni anak tangga.

Naik turun tangga juga bisa menjadi sarana untuk mengajarkan anak tentang keselamatan. Ajarkan ia untuk hati-hati ketika menaiki tangga, pun ketika ia menuruni anak tangga. Anak senang, orang tua juga ikut senang meski harus sabar karena deg-degan ketika anak berusaha keras naik maupun turun dari tangga.

Melalui proses naik turun tangga, anak juga belajar tentang konsep naik dan turun. Anak belajar mandiri dan merasa dipercaya untuk bisa naik turun sendiri. Naik turun tangga dapat menjadi proses anak belajar koordinasi motorik kasar.

Selama proses belajar ini, orang tua harus selalu ada di sampingnya untuk mengawasi dan memastikan keselamatannya. Kalaupun anak ingin dibiarkan sendiri, pastikan orang tua tetap ada di sekitarnya untuk mengintip bahwa anak tidak melakukan hal yang berbahaya. Penting untuk memberi tahu anak tindakan apa saja yang mungkin berbahaya atau tidak baik dilakukan selama proses naik turun tangga.

buku tangga

Jadi jika anda menemukan balita senang naik turun tangga, mungkin karena memang fasenya dan anak balita sedang mengumpulkan banyak informasi tentang dunia sekitarnya, melatih dirinya sekaligus memenuhi rasa ingin tahunya terhadap sesuatu.

*jika tidak ada tangga di rumah, bisa manfaatkan tangga di tempat lain atau dengan menumpuk benda membentuk tangga, misal tumpukan buku atau dus. Pastikan tangga buatannya aman dan kuat dinaiki anak.

Salam hangat, Esa Puspita
Family Development Enthusiast
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *