Behind The Scenes

Sabtu lalu adik lelaki saya mengajak kami untuk berfoto bersama. Foto keluarga setelah acara wisudanya.

Bada zhuhur kami berangkat menuju lokasi foto yang disepakati. Nomor antrian didapat setelah berdiskusi paket foto yang akan diambil. Jam 2 siang. Dan baru kebagian foto menjelang maghrib 😁

Tiba giliran foto, bayi sudah nampak tidak nyaman sementara sang balita yang sedang dalam proses penyembuhan memang tidak terlalu bersemangat. 
#HasnaAA udah keburu capek jadi agak rewel. Digendong sejak pagi, di mall sejak jam 2 baru foto maghrib. Pengen rebahan dia. Plus rewel mungkin karena benerin bando pindah sana sini 😅

#AzamKN udah keburu bete fotonya kok lama karena nunggu adek siap foto. Efek lagi agak demam juga sih dari Jumat jadi sabtunya masih lemes.

Yang enjoy mah Aa #MDanisyFI heuheu. Urusan ke-Sensing-annya udah terpenuhi: makan, jajan dan fun. 

Hikmah di balik lamanya antrian adalah akang suami bisa lebih tenang beresin kerjaan buat ngecek progress proyek dan bayaran yang kerja.

Di balik foto yang bagus, ada perjuangan dari pihak yang terlibat: pemotret (fotografer), yang dipotret (keluarga) dan editor foto 😁
🔛🔛🔛

Begitu pula dalam keseharian. Apa yang kita lihat dari seseorang atau sebuah keluarga hanyalah tampilan luar yang mungkin sudah diedit sedemikian rupa. Bukan diada-ada, hanya cukup hal baik atau cerita seru yang diperlihatkan. 

Sehingga.. 

Tak banyak yang tahu perjuangan di balik “hadirnya gambar itu”.
Mungkin, di balik keceriaan yang nampak di depan umum adalah cara mereka menyembunyikan luka. 

Atau.. 

Di balik kesedihan yang nampak, sudah diupayakan sedemikian rupa agar tak sepayah perasaan sebenarnya. 

Bisa juga.. 

Di balik kalimat senyumannya, mereka sekeluarga sedang berjuang menyelesaikan segala tantangan yang tengah dihadapi. 

Sebab tidak semua “behind the scenes” harus dipublikasikan bukan? 😉
Maka.. 

⚠ Jangan menghakimi 

⚠ Jangan membandingkan diri dengan orang lain.

Setiap orang memiliki ujiannya masing-masing. Adalah sebuah pilihan apakah ujian itu akan diceritakan atau tidak.

⚠ Rumput tetangga memang selalu nampak lebih hijau, tapi kita belum melihat keseluruhan proses dalam mengurus dan menjaganya.

Maka belajarlah melihat secara menyeluruh agar tak hanya bisa iri melainkan mengupayakan hal serupa agar rumput milik kita juga nampak kehijauannya. 

⚠ Hargai diri dan keluarga sendiri. 

⌛Hargai proses. Sabar menjalaninya. Selalu ada “foto bagus” setelahnya. 
Jadi..

Hayuuu kita foto #eh 😄
📷 foto diambil oleh @faniamahardika 

🎓 dalam rangka foto wisuda om @rudisughandi 

📍lokasi foto: Jonas Citylink

Bandung, dini hari usai memenuhi panggilan dari bayi 29 hari dan anak 4 tahun yang kehausan.

Esa Puspita @ Festival Citylink

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *