Belajar Bahagia Dari Anak

Seringkali orang dewasa mendefinisikan bahagia dengan syarat tertentu.
Seolah untuk bahagia begitu sulit didapatkan.

Padahal, bahagia terletak pada sucinya jiwa. Mengenal sekecil apapun kebaikan yang Allah berikan.

Maka akan mudah kita dapati kebahagiaan pada diri seorang anak. Tanpa syarat. Sederhana.

Sebab jiwa mereka masih suci.
Terbuka pada sekecil apapun kebahagiaan yang menghampiri.

Sesederhana kebahagiaan saat melewati tugu yang sebetulnya sering kami lewati. Hanya saja baru kali ini kami berhenti di persimpangan.

Bergegas ia meminta Ummi untuk mengambil foto dirinya.
Tak pernah terbayangkan bahwa hal itu ternyata bisa membuatnya tersenyum.
Merekah indah.

Membawa keceriaan pada seluruh anggota keluarga. Mengajak adik-adiknya merasakan kebahagiaan yang membuncah.

MasyaAllah tabarakallah.

Tumbuhlah menjadi pribadi bahagia, ya nak. Agar mudah engkau mensyukuri nikmat dari Tuhanmu. Pandai mensyukuri sekecil apapun pemberian Allah.

#CatatanEsa

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: