Blender Minder

Entah kenapa, sedari kecil seringkali rasa minder muncul. Dan sikap itu terbawa hingga beranjak dewasa.

Ketika kemarin membuat status tentang minder di FB, ternyata banyak yang komen samaan. Wah, asyik nih banyak temennya #eh 😀

Malu dalam artian al-haya dalam Islam, tetap harus dipelihara karena sejatinya dengan rasa haya itulah seorang muslim berhati-hati, menjaga kehormatan dirinya dari berlaku yang tidak pantas. Lalu jika berbicara minder, ia biasanya justru memiliki makna negatif.

Minder identik dengan rasa rendah diri, merasa dirinya lebih rendah dari yang lain dan ga pantes bergaul bersama mereka. Minder dianggap wajar selama kadarnya masih dalam batas normal. Tapi jika berlebihan sampe membuat kita tidak bisa bergaul dengan orang lain, tentu harus dibabat.

Cara membabat rasa minder itu sendiri beragam. Tapi disini yang dituliskan adalah versi saya tentunya. Versi yang saya beri nama: Blender Minder. Apa itu blender minder?

image

Mengambil filosofi acak dari sebuah blender, kita bisa perhatikan dari gambar ilustrasi di atas. Ibaratkan minder sebagai objek yang akan kita haluskan. Maka untuk blender ini bekerja kita butuh: steker (colokan listrik), listrik, blender dan operator blender.

Dalam mengatasi rasa minder, pertama kita harus yakini bahwa pada dasarnya setiap orang sudah dibekali blender minder agar halus sesuai peruntukan 😀
Bahwa setiap diri sudah dibekali kemampuan untuk mengatasi minder agar tidak naik level menjadi sifat yang membuat kita menarik diri dari pergaulan. Kenali pula penyebab minder.

Operator blender adalah kita sendiri. Apakah kita bersedia menggunakan blender itu untuk menghaluskan si minder? Supaya kadarnya haluuusss sekali.

Blender memiliki kabel untuk dicolokkan pada steker. Inilah penghubung mesin blender kita ke sumber listrik yang dengan bantuan sumber listrik itulah blender kita bekerja.

Kemudian ada steker yang menjadi perantara terhubungnya aliran listrik dan mengalir melalui kabel lalu menggerakkan blender setelah operator menekan tombol on atau kecepatan.

Maka dari cerita itu kita kemudian belajar menghaluskan minder.

1. Diri kita sebagai operator sudah seharusnya mencari tahu dimana letak steker yang memiliki aliran listrik. Yap, steker tanpa aliran listrik tidak akan berguna karena tidak dapat menjalankan blender. Disinilah peran lingkungan. Carilah lingkungan yang dapat memberikan energi positif pada diri kita. Bisa berupa grup online, komunitas, pelatihan, seminar, kopdar, workshop dan masih banyak lagi.

2. Kemudian menyambungkan kabel blender adalah mempertemukan diri dengan lingkungan tersebut. Bergaul dan berkontribusi di lingkungan positif. Menyambungkan diri dengan lingkungan yang baik.

3. Setelah tersambung, saatnya menekan tombol on, mengatur kecepatan blender. Tekan tombol on (konsisten dan semangat untuk berubah) guna menggerakkan si blender agar dapat menghaluskan minder. Semakin kita belajar, semakin kita banyak bergaul dengan lingkungan positif, semakin kepercayaan diri kita meningkat dan minder kian tak kuat.

So, kamu masih minder? Coba diblender ^_^

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

One thought on “Blender Minder

  1. Hihihi bahasan berat yang dikemas dalam balutan ringan kata-kata..
    Ayoo mak diblenderrr itu minderrnya yang membuat diri malu tampil di muka. Sebagai founder….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *