Buatlah Target dan Tetaplah Bersyukur

Buatlah Target dan Tetaplah Bersyukur

Menjelang akhir tahun, biasanya beranda sosial media akan diramaikan dengan berbagai hal tentang target tahun ini, resolusi tahun depan, dan semacamnya. Ada hal menarik yang saya dapat terkait target atau capaian yang ingin digapai.

Satu ketika saya mendengar sebuah kalimat unik, “Ah, jadi orang mah syukuri aja apa yang ada. Ga usah target-targetan. Nanti bakal terus aja nyari yang lebih, akhirnya ga puas-puas.”.

Bener juga ya. Ya ga?

Sekilas nampak seperti benar. Tapi kalimat tersebut seolah menganggap bahwa menargetkan sesuatu itu selalu kontra dengan rasa syukur seseorang.

Mungkin saja sih untuk jadi kontra. Tapi sesungguhnya bagi seorang muslim, memiliki target adalah sesuatu yang Rasulullah anjurkan. Bahkan Allah sendiri mengisyaratkan melalui kalamNya.

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.
(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 18)

Ga tanggung-tanggung, bukan cuma nyiapin target setahun tapi seumur hidup! Buat apa? Buat upaya mempersiapkan hidup di akhirat nanti.

Visi Misi

Ada banyak pengertian visi misi betebaran di luaran sana. Nah, pengertian kali ini saya ambil dari Family Coaching-nya komunitas HEbAT Baraya (Home Education Based on Akhlak and Talent Bandung Raya) yang dibawakan oleh Pak Lakso.

Misi: Tugas keluarga kita di bumi, peran apa yang akan diambil.

Biasanya misi ini unik. Dapat dilakukan dengan mudah, menyenangkan, hasilnya keren dan banyak manfaat.

Kegiatan yang dipilih sesuai misi adalah hal-hal yang menyelesaikan permasalahan umat tertentu sesuai dengan potensi unik keluarga.

Di dalamnya mengandung kalimat kata kerja, mencantumkan target pencapaian.

Sedangkan visi adalah cita-cita keluarga ketika menjalankan misinya.

Berupa pandangan ke depan tentang apa yang akan dicapai dalam rentang waktu tertentu ketika keluarga menjalankan misinya.

Visi haruslah realistis dan relevan sesuai dengan misi. Bisa lebih dari satu dan berupa kondisi atau kata sifat.

Semoga dengan adanya pengertian ini, teman-teman dapat setidaknya memperoleh gambaran ya tentang visi-misi.

Maka jika berbicara tentang target, berarti kita sedang menyiapkan visi. Sedangkan target itu sendiri mesti sesuai dengan misi penciptaan kita di dunia. Allah ingin kita bergerak di bidang apa sih?

Memiliki target adalah sebuah ekspresi kepercayaan diri seseorang bahwa ia paham betul Allah sesuai prasangka hambaNya dan bahwa Allah Mahabesar. Target ini ia masukkan ke dalam ikhtiar. Ikhtiar yang dijalankan diawali dengan basmalah dan tawakal kepada Allah di sepanjang perjalanannya.

Cita-cita adalah..

Ketika target kita 10, ikhtiar kita 10, hasil 8 tak masalah.

Disanalah sikap bersungguh-sungguh dan tawakal jalan beriringan.

Esa Puspita.

Ketika kita sedang mencoba mencapai target utama, ingat selalu untuk mensyukuri sekecil apapun rezeki dari Allah. Baik berupa kesehatan, capaian-capaian “kecil”, tabungan epos (energi positif), dll.

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS Ibrahim ayat 7)

Sebab dengan syukur itu, siapa tahu Allah bukakan jalan menuju capaian-capaian besar di masa mendatang. Sebab jika kita tidak bisa mensyukuri yang kecil, niscaya sulit mensyukuri hal yang besar. Dan semoga dengan bertambah syukur, bertambah nikmat Allah, bertambah mudah tercapainya target bahkan melampaui target.

Jangan sampai kalimat di awal paragraf keluar dari mulut kita sebagai upaya menutupi kekurangan diri berupa rasa malas berikhtiar maksimal, rasa minder atau iri terhadap orang lain, dan perasaan-perasaan negatif lainnya. Mari kita cek hati kita. Benarkah maksud kalimat yang diutarakan tersebut adalah sebuah bentuk tawadhu atau justru sebaliknya?

Wallahu a’lam.

Ingin mengundang saya untuk berbagi materi ON – Bagaimana membuat hidup Anda lebih ON dengan 4 ON: visiON, passiON, ActiON dan CollaboratiON? Hubungi 0822-1874-2325.

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and STIFIn Trainer
Follow instagram @esapuspita Facebooktwitterpinteresttumblrinstagram

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: