Catatan Parenting: Ikhtiar Kita, Bukan Segalanya

Pernah denger hasil ga akan mengkhianati proses? Saya pribadi sering mendengar atau membacanya dalam berbagai kesempatan.

Namun, pastikan kalimat itu tidak dimaknai: kalo prosesnya maksimal, pasti berhasil! Sebab jika demikian, maka sama saja kita menjadikan proses yang dilalui sebagai Tuhan baru, yang Maha Menentukan.

Lagipula, kepastian dari sebuah ikhtiar akan membawa pada ketakutan dan ketidakpuasan ketika hasilnya ternyata tidak sesuai harapan. Padahal.. proses adalah sebuah bagian dari upaya kita mengejar satu per satu targetan. Hanya saja, ada variabel lain yang perlu kita berikan ruang. Ia adalah PELUANG.


Bukankah tak semua proses akan berakhir sesuai ekspektasi. Itulah kenapa peluang memberikan hati kita tempat untuk hadirnya realita. Sehingga hidup kita tidak akan merasakan jomplangnya ekspektasi dan realita.

Jika semua proses selalu pasti hasilnya, maka tak akan ada lagi harapan, tak ada lagi doa, tak berguna lagi impian masa depan. Semua sudah terlalu pasti.

Jika buruk pasti hancur, jika baik pasti berhasil. Ketika mendapati ada sesuatu yang buruk maka tak bisa jadi lebih baik, dan yang baik pasti tidak akan tergelincir. Padahal belum tentu akan demikian.

Yang sebaiknya kita lakukan adalah melakukan proses dan ikhtiar semaksimal mungkin, the best we can seperti saat kita melakukan sebuah kebiasaan baru. Lalu serahkan hasilnya pada sebenar-benar Dzat Yang Maha Menentukan. Sebab Allah memerintahkan kita untuk demikian.

Berharap Allah ridho karena kita melaksanakan perintahNya untuk berusaha maksimal. Jika Allah ridho, pasti Ia berikan yang terbaik dengan cara yang baik.

Tawakal, Kapan?

Adapun tawakal mesti mengiringi sejak awal kita berniat melakukan sesuatu hingga hasilnya kelak kita dapat. Sehingga.. apapun hasilnya nanti, fahuwa hasbuh. Pasti dicukupi Allah. Baik cukup secara kebutuhan, maupun hati yang cukup. Sebab Allah berfirman,

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

…Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.” (QS. At-Talaq 65: Ayat 3)

Maka dalam mendidik diri dan keluarga pun (termasuk anak) kita perlu terus mengilmui diri dengan upaya semaksimal yang dimampu, namun tetap bertakwa dan bertawakal pada Allah.

Sehingga saat mendapati “sesuatu yang tak sesuai harapan” pada diri anak, kita tidak mudah panik apalagi sampai tidak terkontrol. Melainkan selalu merasa Allah temani dan cukupi..

Wallahu a’lam.

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Facebookinstagram

Tinggalkan komentar