Membuat Playdough/Plastisin Sendiri, Anak Asyik Berkreasi

Setelah sebelumnya pernah menulis cara membuat dough sendiri dengan cara berbeda disini, kali ini kami mencoba cara lain yang terdapat di buku Play Time! Cara membuatnya sederhana dan mudah. Bahkan anak tidak membutuhkan bantuan orang tua dalam pembuatannya (kecuali di 1 langkah, nanti diinfo) 😀

Dough atau plastisin merupakan salah satu mainan yang baik bagi anak karena membantu mereka berkreasi dengan mudah dan murah bahkan untuk balita. Meski aman, tetap jangan sampai dimakan ya karena bahannya mentah semua.

Setelah sehari sebelumnya minta ummi siapkan bahan seperti yang ada di buku, akhirnya keesokan hari ummi yang “memaksa” Danisy menyiapkan sendiri semua bahannya. Karena kondisi memang lagi betul-betul lemah hari itu sebab sejak shubuh sudah terpaksa mengeluarkan isi lambung yang belum terisi apapun 😅

Danisy dan adiknya, Azam tiba-tiba mengangkut pewarna makanan yang memang letaknya terjangkau. Lanjut angkut minyak goreng dan garam yang letaknya ya di situ-situ juga. Plus wadah-wadah yang dibutuhkan.

Perjuangan terberat (yang ummi sempat khawatir) adalah mengambil terigu yang saya taruh di bagian atas lemari makan. Setelah mencoba menggunakan ember bekas cat ga bisa (ga nyampe), akhirnya kepikiran naik galon. Dan BERHASIL! 😁 Ngeri-ngeri sedep sebab luka khitannya belum betul-betul sembuh. Khawatir jatuh. Tapi harus percaya kalau dia bisa. Dan alhamdulillah terbukti.

Bisa dibilang ini dough alias plastisin atau di sunda disebut MalemMaleman pertama buatan Danisy yang murni sedari persiapan awal sampe jadi dough dia buat sendiri. Kecuali bagian nambahin air, karena harus perlahan, jadi ummi yang masukin perlahan dengan pesan “diaduk sampe kayak malemmaleman. Aa tau kan? Nanti kasih tau ummi ya kalo sudah kayak malem”. Danisy pun semangat memulai.

Bahan untuk membuat plastisin sendiri

  • 2 cup terigu
  • 3/4 cup garam
  • sebatas bawah cup minyak goreng (sekitar 1/4 cup)
  • air secukupnya 
  • pewarna makanan sesuai kebutuhan/selera

Resep asli di bukunya:

  • 250gr terigu
  • 125gr garam 
  • 50ml minyak goreng 
  • 100ml air
  • Pewarna makanan

Cara membuat plastisin sendiri untuk berkreasi

  1. Campur terigu dan garam hingga merata.
  2. Tambahkan minyak goreng, aduk hingga merata (sudah tidak ada lagi gumpalan, sekilas seperti sedang membuat pasir kinetik). Aduk terus selama 3-5 menit.
  3. Tambahkan air secara perlahan, aduk rata hingga kalis (anak-anak yang biasa main dough, bisa diingatkan: sampai kerasa kayak dough ya)
  4. Bentuk adonan jadi bulatan-bulatan, lalu tekan bagian tengahnya untuk memudahkan pemberian warna.
  5. Teteskan warna yang diinginkan pada bagian tengah tersebut.
  6. Ratakan warna pada dough dengan menutup bagian tengah lalu diremas-remas hingga semua warna rata.

Pencampuran warna kami lakukan dengan meneteskan warna A dan B baru dicampur rata dengan dough-nya. Dari sekitar 4 warna jadi warna-warna seperti di foto.

Sedangkan untuk wadah yang kami siapkan:

  • Cup takar dadakan (cup untuk pudding mini)
  • Baskom kecil atau piring lodor
  • Wadah dengan tutup untuk menyimpan dough

Karena sudah dicoba, percayalah bahwa anak bisa membuatnya sendiri. Ibu dan ayah cukup berikan kepercayaan padanya.

Dough buatan ini setelah jadi atau setelah selesai dimainkan sebaiknya disimpan ke dalam lemari es agar lebih tahan lama. Kalo dibiarkan di ruang terbuka, paling hanya tahan 1-2 hari saja.

Oh iya, karena ini sifatnya permainan dan permainan sejatinya harus fun, maka jangan paksa anak jika semisal ia belum tertarik membuatnya sendiri. Azam misalnya, ia termasuk anak yang agak berhati-hati jika harus mengotori tangannya. Maka, ia hanya terlibat dalam persiapan, dokumentasi, dan jadi cheerleader Aa-nya 😁 ga apa-apa. Dia tetap melihat kok. Ujungnya dia mau juga mainin dough-nya. Dibuat berbagai bentuk.

Selamat mencoba ya. Salam untuk si kecil 🙂

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Selamatkan Kepiting dari Es!

#MDanisyFI memainkan penyelamatan kepiting dari es supaya ga kedinginan.

Dengan bantuan air garam, ulekan dan obeng, semua kepiting berhasil diselamatkan

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Berkreasi dengan Pasir Buatan

Pasir buatan..
Bisa belajar cetak-cetak sekaligus belajar percampuran warna.

pasir buatan

#MDanisyFI “meracik” pasir ini sendiri kecuali takaran tepung dan minyak. Anak-anak pasti suka

Dapet dari grup #Sabumi tapi takarannya ga ngikutin

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Boneka Kertas Buatan

‪#‎PaperPuppet‬ ‪#‎PaperStickPuppet‬

Persiapan membuat boneka kertas
Boneka Stik Kertas

  • Alat dan Bahan:
    – Print out Animal (untuk gambar persis seperti foto, silahkan download free di www.ActivityVillage.co.uk)
  • – Kertas karton tebal
  • – Double tape
  • – Gunting
  • – Pulpen

Asyik Buat Cat Lukis Sendiri

Tanggal 16 Juni lalu, Alhamdulillah –puji hanya untuk Allah- kami berkesempatan menghadiri Playdate Sabumi. Sabumi sendiri adalah sebuah komunitas Homeschooling (HS). Kami belum menerapkan HS secara penuh akan tetapi tetap tertarik dengan kegiatan semacam ini.

Di acara playdate ini ada berbagai rangkaian acara. Acara dimulai dengan saling berkenalan setelah playdate dibuka. Kemudian “workshop” membuat cat warna sendiri. Danisy cukup tertarik membuat cat warna sendiri ini. Meski hasil awalnya tidak terlalu bagus. Hehe.. Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Cut And Stick ala Danisy

Kreasi cut-and-stick merupakan kreasi yang melatih motorik sekaligus sensorik anak. Melatih kemampuan indra dan ketelitian serta fokus.

Kegiatan ini “tak sengaja” disodorkan ketika menemukan sebuah sumber gambar memperlihatkan kreasi kertas. Beberapa mengenal kertas tersebut sebagai kertas origami.

Cut and Stick ala Danisy

Saya sodorkan beberapa gambar pada sulung kami Danisy, “Aa mau bikin ini?” iya katanya semangat sambil memilih gambar gajah. Usai sahur Danisy bersiap mengambil beberapa lembar kertas polos yang tersedia di lemari buku. Karena tidak punya kertas berwarna/kertas origami Danisy berinisiatif untuk menyiapkan crayon, kertasnya diwarnai menggunakan crayon. Sementara lingkaran dibuat dengan menggunakan jangka. Oke, kita langsung tulis langkah-langkahnya saja ya. Langkah ini yang kami gunakan. Dapat dimodifikasi sesuai kondisi dan kebutuhan.

  1. Siapkan perlengkapannya:
    1. Jangka,
    2. kertas,
    3. gunting,
    4. double tape,
    5. Crayon
  2. Buat lingkaran menggunakan jangka dengan berbagai ukuran. Ukuran lingkaran dikira-kira perbandingannya sesuai gambar contoh. Di sini anak belajar menggunakan jangka, melatih motorik sekaligus fokus.
  3. Setelah jadi, tulisi pada setiap lingkaran mana bagian untuk kaki, badan, telinga, belalai dan kepala. Sementara untuk ekor diambil dari sisa potongan.
  4. Biarkan anak menggunting setiap potongan yang diberi tanda. Biarkan saja jika anak menggunting lingkarannya tidak rapi sesuai bentuk.
  5. Untuk bagian setengah lingkaran Danisy lebih memilih memotong langsung setengah lingkaran baru mewarnainya. Biarkan anak menggunting sesuka hati saja, Bu 😀
  6. Setelah lingkarannya dipotong, warnai dengan menggunakan Crayon. Anak belajar mewarnai lingkaran dengan berbagai ukuran termasuk ukuran paling kecil (bagian kaki berukuran setengah lingkaran).
  7. Setelah selesai diwarnai, pasangi double tape di sisi-sisi yang akan ditempel. Di sini anak belajar menggunting, memasang double tape dan melepas double tape agar dapat ditempel.
    1. Untuk bagian badan pasangi di 4 titik atau di tengah-tengah, ditempel di kertas alas.
    2. Pasang kepala di atas badan, double tape dipasang di 1 sisi saja sudah cukup yang menempel di badan gajah. Jika dirasa perlu, bisa dipasangi di 4 sisi juga.
    3. Pasang double tape pada bagian kaki, telinga dan belalai sama seperti bagian lainnya. Pasang sesuai urutan atau sesuai keinginan anak.
    4. Untuk bagian mata, Danisy memilih menggambarnya dengan Crayon.

Satu kegiatan cut-and-stick ini dapat membantu anak belajar lebih dari satu hal. Mulai dari mencocokkan gambar dengan hasil potongan, mengenal bentuk dan warna, menempel, memotong, mewarnai, fokus, ketelitian, dan menambah daya imajinasi anak.

Yuk coba Bun ^_^

 

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Homemade Dough (Plastisin Buatan Sendiri)

Membuat Dough sendiri.

Dough di kita dikenal sebagai plastisin, atau “malam” jika dalam bahasa Sunda. Ada banyak versi dalam pembuatan dough ini. Tapi saya baru coba 2 cara yang ada di buku Slow and Steady Get Me Ready dari June R Oberlander. Sebenarnya penasaran pengen coba dough glow in the dark, tapi coba buka Pinterest belum bisa aja nih. Kecepatan internet melemah karena kuota batasnya sudah habis 😀

Dalam buku terjemahan Slow and Steady Get Me Ready ini dough diartikan sebagai Lempung. Tanah lempung itu tanah liat kan ya? Hehe..

Cara pertama:

Bahan:

  • 2 cangkir tepung terigu
  • ½ cangkir garam
  • 1 cangkir air
  • Pewarna makanan

Cara membuat:

Campurkan terigu dengan garam. Tambahkan air secara perlahan hingga adonan terlihat cukup kalis (ini yang saya agak ceroboh saat mencoba, airnya langsung nyebur semua. Hoho). Setelah itu tambahkan pewarna makanan, adoni hingga tercampur rata. Tambahkan peppermint atau aroma esens lain agar memikat. Sayangnya pewarna makanan, peppermint atau aroma esens tak ada di rumah. Heuheu..

Hasil dari cara pertama ini bisa dibilang gagal karena kurang kalis (sepertinya karena kebanyakan air. haha). Jadi kalau dimainkan anak-anak nanti akan lengket dan belepotan nempel di tangan dan di berbagai tempat. Eerrrr..

Cara kedua:

Bahan:

  • 1 cangkir tepung terigu
  • ½ cangkir garam
  • 1 sdm minyak sayur (saya menggunakan minyak goreng. Sama aja ya? hehe)
  • 1 cangkir air
  • 2 sdt Cream of tartar (ini saya tidak tahu bahan apa dan saya ga pake di adonan dough yang saya buat)
  • Pewarna makanan

Cara membuat:

Campurkan semua adonan dalam panci, aduk rata lalu panaskan di atas api sedang sambil terus diaduk. Pastikan alat aduknya kuat karena semakin ke sini, adonan semakin lengket dan padat jadi agak berat lumayan. Meski untuk adonan sejumlah itu menggunakan sendok tipis saja pun sudah cukup. Ketika mengaduk-aduk, adonan akan menempel di sendok alat aduk. Anda dapat melepaskannya dan memasukkannya ke dalam adonan atau membiarkannya.

Pastikan anda terus mengaduk adonan terutama bagian bawah karena akan menempel pada panci. Aduk terus hingga kena ke bagian bawah dekat dasar panci. Aduk rata semua bagian hingga nantinya adonan akan menggumpal dengan sendirinya. Jika dirasa sudah cukup, anda dapat mengangkatnya dari kompor lalu uleni hingga lembut. Tempatkan hasil adonan homemade dough ini ke dalam wadah tertutup. Saya menggunakan wadah bekal makan plastik.

Hasil dari cara kedua ini lebih liat (dan lebih mirip dough dari Play Dough yang kami punya), di bukunya juga ditulis begitu. Bagi saya cara ini juga lebih aman untuk anak karena adonannya “matang” sebab proses pembuatannya kan “dimasak” sehingga jika tak sengaja dimakan, tak terlalu jadi masalah. Mungkin sebagian bisa dijadikan adonan makanan juga 😛

Selamat mencoba. Anak-anak pasti suka.

Foto utama diambil dari dough buatan saya yang polos banget karena bahan-bahan yang membuat dough-nya menarik, tidak ada. Xixixi.

36476ac2198e73aaf3e583fde0ac7530

*update
Sore ini kesampaian beli pewarna makanan. Beli beberapa merk dan saya lebih merekomendasikan merk Koepoe-koepoe. Selain warnanya cerah, tidak terlalu pekat (sehingga ga terlalu nempel bekasnya di tangan) juga karena ada logo Halal juga 🙂

image
Hasil penambahan pewarna makanan

Membuat dough sendiri selain lebih hemat, bisa banyak, aman dan disesuaikan warnanya, juga menjadi kegiatan menarik bagi anak saat mewarnai dough-nya. Serunya dobel deh..
image

Semoga bisa lebih baik lagi 😀

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.