Iman Akan Diuji

Dapat melihatmu terlelap menjadi satu hal lain yang kusyukuri.

Di tengah lelahmu yang tak dapat kubayangkan, setidaknya Allah masih mengizinkanmu beristirahat sejenak. Dan semoga itu dapat melepas penat.

Sayang, aku paham bahwa bebanmu tak ringan. 

Episode yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya adalah tantangan naik kelas yang luar biasa. 

Sudah menjadi takdir Allah yang ditetapkan dalam kehidupan kita. 

Jika benar ada iman kepada qadha dan qadar, maka disinilah pemantapannya. 

Dan Ia menakdirkan ini semata karena tahu bahwa kita sanggup untuk melewatinya.

Meski sesekali ada rasa ingin menyerah, tapi Ia kembali mengingatkan tentang bagaimana seharusnya seorang muslim berserah.

Semoga Allah menganugerahkan kesabaran dan kekuatan, hidayah dan keimanan pada semua pihak yang terlibat.

Sebab, Allah SWT berfirman:

اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْۤا اَنْ يَّقُوْلُوْۤا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا  يُفْتَـنُوْنَ “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, Kami telah beriman dan mereka tidak diuji?” (QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 2)

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Izin Sejenak

Sore di tengah hiruk pikuk keseharian, engkau mengizinkanku merebahkan diri di pelukanmu. 

Aku tahu engkau lelah

Tapi isi hatiku harus tercurah 

Meski sempat takut engkau akan mengelak

Namun aku tetap memberanikan diri untuk berucap

Lega setelah kau tutup pertanyaanku dengan kalimat sederhana “buat apa marah?”

Dan jawaban “ya” kala aku mengajukan izin untuk rehat sejenak.

Mencoba mengambil jarak atas rutinitas harian yang tak bisa ditebak beberapa waktu ke belakang. 

Bukan soal aku saja, tapi memang untuk kita dan anak-anak. 

Ya, menjaga emosi bagi seorang istri dan ibu adalah sebuah hal kecil yang dapat berdampak besar. 

Bukan melarikan diri. Hanya waktu sejenak untuk kembali menyegarkan pikiran dan hati. 

Terima kasih sudah bersedia membersamaiku untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Terima kasih atas cinta dan kesabaran yang engkau miliki.

Mengingatkanku untuk bersyukur kembali. Bahwa Ia tetap membersamai kita dalam ikatan ini. 

Barakallah fik, jawzy..

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Aku Juga Ingin Dipeluk

Menjadi kakak adalah dunia baru bagi seorang anak kala adiknya lahir.

Sebelumnya ia berperan sebagai anak tunggal atau adik, sosok yang disayangi semua orang berikut perhatian banyak tercurah padanya.

Sama seperti para orang tua baru, mereka pun beradaptasi dengan kehadiran sesosok mungil yang mencuri perhatian banyak orang.

Maka sesekali si “kakak baru” ini mencoba mengambil perhatian sekitar dengan pikiran sederhananya.

Terkadang berupa pamer berharap orang tua akan memuji dan memperhatikan.

Kadang berupa rengekan atau serentet keisengan yang akhirnya membuat orang sekitar sesekali kesal dan kelabakan.

Dan seringkali inilah yang paling sering berhasil menarik perhatian.

Usianya balitanya terkadang tak dapat membedakan. Ia hanya anak yang baru saja belajar jadi kakak. 

Beradaptasi dengan anggota baru yang menyandang gelar “adik”.

Hingga kemudian ia mengakui, “aku juga ingin dipeluk. Makanya aku menangis”

Meski ayah sering memeluk, tapi ia ingin kembali mendapat pelukan ibu. Maka sapalah sang kakak baru. Peluk ia dan berbisiklah: “ibu sayang kakak. Terima kasih ya”

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Pernikahan Surga

Bertautnya dua hati semata karena ada cinta yang Ia titipkan pada dua insan yang bersanding dalam ikatan pernikahan. 

Di dalamnya Ia jadikan rasa itu tumbuh mekar menjadi tak sekadar rasa suka tapi meluas menjadi tanggung jawab dan kasih sayang. 

Keduanya belajar tentang arti saling melengkapi kelebihan dan kekurangan.

Tak sekadar “menerima apa adanya”.

Tak sekadar menerima kecocokan tapi juga menyikapi ketidakcocokan. 

Maka pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan sebagai pasangan.

Pernikahan menyatukan dua visi yang sejalan agar sampai di akhir yang membahagiakan: surga nan diidamkan.

#CatatanEsa

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Maka Berdoalah

Ada masa iman tengah goyah. 

Diri rasa ingin berteriak dan menyerah.. Tapi kemudian Allah menegur dengan menghadirkan mereka yang mengingatkan tentang bagaimana seharusnya bersikap. 

Banyak guru kehidupan yang Allah kirimkan, hanya untuk hadir meski sesaat kala putus asa mendera. 

Tiba-tiba saja ada status lewat.

Tiba-tiba saja sedang live.

Bahkan..

Tiba-tiba saja ada chat masuk ke whatsapp. Curhat!

Bukan kebetulan. Semua sudah Allah tetapkan.

Bahkan mereka yang datang memberikan kepercayaan untuk mendengar kisah yang ia alami, semua sudah diaturNya. 

Seringkali setelah itu mungkin ada rasa malu bergelayut di hati dan pikiran.

Maka berdoalah:

Rabbi, mohon kuatkan hati kami melewati setiap episode yang singgah.

Kami berlindung padaMu dari sikap putus asa.

Dan kami mengharap pertolonganMu selamanya..

La hawla wa la quwwata illa billah..

#CatatanEsa #PolaPertolonganAllah

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Bukti KeMahaCinta-anNya

Cara Allah mencintai seseorang seringkali tak dapat dijangkau oleh akal. 

Karena akal terbatas, maka dibutuhkan hati yang terbuka untuk membaca pesan cintaNya

Seorang ayah kadang menegur anaknya kala ia mendekati ujung jalan

Seorang ibu kadang mencegah anaknya kala dilihatnya hal itu dapat membahayakan

Dan cinta Allah melebihi cinta orang tua pada anaknya.

Maka jika hidupmu terasa sesak, mungkin Ia tengah mencegahmu dari bahaya

Sebab Ia tahu keterbatasan akal pikiran kita 

Mohonlah kemampuan dan kelembutan hati untuk dapat mengenali hikmah di balik musibah

Mohonlah kepekaan rasa untuk dapat mengenali keMahaLembutanNya

Agar setiap luka yang dirasa, kita sikapi dengan syukur dan bahagia 

Agar setiap kesulitan yang mendera, kita sikapi dengan lapang dada 

Agar kala Ia menjadikan rasa perih sebagai penghapus dosa, senyum terkembang karena bahagia 

Sebab Allah tak akan pernah menyakiti hambaNya

Sebab rahman rahim-Nya adalah bukti keMahaCinta-anNya yang tak berbatas

#CatatanEsa

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Berkacalah dan Katakan: Kamu Hebat! 

Terkadang kehidupan tidak selalu memberikan rasa manis di hati.

Sesekali dada sesak meski hanya disebabkan oleh suatu hal yang kecil.

Allah menciptakan air mata menetes bukan hanya untuk tangis kesedihan, tapi juga ekspresi kebahagiaan.

Maka, pandangilah sosok di cermin yang nampak itu. Lalu katakan padanya,

“KAMU HEBAT! 

Allah menitipkan beban di pundakmu karena Ia tahu KAMU BISA!”

Mohonlah kekuatan padaNya untuk melewati duka dan suka dalam kesyukuran.

Agar hati yang sesak akan terlerai, mata yang sembab kembali bersinar dan bibir tetap mampu membentuk senyum terkembang.

Segala yang terjadi dalam kehidupan seseorang, semua sudah tertulis lengkap dengan rincian rasa.

Maka..

Jika engkau ingin menangis, menangislah. 

Tapi secukupnya saja. 

Lalu tengadahkan tangan, angkat kepala, nikmati oksigen yang masuk ke paru-paru dan tersenyumlah.

Hidup akan tetap berjalan, maka nikmatilah setiap episodenya dalam keridhaan.. .

Esa Puspita

Bandung 9 Agustus 2017

Menjelang shubuh

#CatatanEsa

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.