Kopdar Series LimesSTIFIn ke-4

❤ Kopdar Series LimesSTIFIn #4 ❤
Genetika Keluarga Bahagia

💘
Memahami pasangan membantu kita untuk lebih menerima dirinya apa adanya.

Tak cukup sampai disitu, kita perlu berkomitmen untuk tumbuh bersama pasangan. Sehingga tak hanya berhenti di “apa adanya” akan tetapi naik level menjadi pribadi yang tergembleng.

Agar dapat terus bersama hingga ke surga 😍

Dan semua itu bermula dari mengenali genetika diri dan pasangan.

Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Jodohmu Jawaban Doamu

Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yun waj’alna lilmuttaqina imama

Tak boleh berlebihan dalam berdoa adalah salah satu hikmah yang saya dapat dari berbagai literatur doa yang dicontohkan Rasulullah. Bahwasanya doa akan selalu dikabulkan itu benar.

Allah Ta’ala berfirman,

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al Mu’min: 60).

Tapi pengabulannya seperti apa, itu yang kita tidak memiliki pengetahuan atasnya. Dan disanalah keimanan mengambil peran keyakinan hati akan pengabulan doa.

Dan memohonlah lengkap dengan penghindaran dari keburukannya. Seperti saat memohon surga, lengkapi dengan berlindung dari neraka.

Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Mengenal Bahasa Cinta

Mengenali bahasa cinta setiap pribadi menjadi hal yang menarik kala kami mengenal konsep STIFIn. Perbedaan cara saya dan suami mengutarakan perasaan cinta tak ayal pernah jadi masalah baik dalam hubungan suami-istri maupun hubungan orang tua-anak.

Saya akan dengan sangat mudah mengumbar untaian kata cinta dan pelukan #jyaaa. Mudah saja bagi mengucapkan “ummi sayang Aa/Mamas” berkali-kali bahkan berpuluh kali dalam sehari meskipun kedua orangtua saya bukanlah tipikal yang suka mengucap cinta. Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Emosi itu Menular, Kenali Penyebab dan Solusinya

Emosi itu bervibrasi. Emosi itu menular. Saat ada kita marah, orang sekitar akan merasakan bahkan “tertular” kemarahan kita. Dan efek tertular itu bisa satu diantara 2 ekspresi: ikut marah atau terdiam dengan semacam rasa bersalah.

Pagi ini pesan sebuah layanan kirim barang online dan dapet driver yang sebenarnya wajar saja mengeluhkan kesulitannya diakibatkan sms patokan rute yang tak sampai. Saya sudah minta maaf dan menginformasikan bahwa tadi mengirim SMS berisi patokan dan rute (hanya saja ternyata gagal terkirim), namun sang driver masih saja melanjutkan mengulang-ulang keluhan yang sudah dipahami.

Intonasi menyebabkan kalimat itu kemudian terdengar seperti marah-marah dengan nada ancaman “bisa aja saya cancel orderan”. Hmm.. Padahal tak ada yang memaksa untuk mengambil orderannya. Dan kalaupun dicancel, bukankah saya bisa mendapatkan driver lain?

Kemudian saya jadi dapet pelajaran. Ini mirip dengan keluhan kita tentang beratnya hidup ini. Bisa jadi bukan susah nyari alamatnya yang jadi masalah karena jika memang itu masalahnya, seharusnya saat saya meminta maaf dan memberikan patokan lalu ikuti saja patokan itu hingga sampai di tujuan dan selesai kan? Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Perkembangan Manusia, Siklus Kedua Dan Seterusnya

Selama ini, seringkali kita fokus pada milestone perkembangan anak terutama bayi hingga balita. Jarang yang membahas versi pemuda apalagi milestone untuk orang dewasa. Dan ternyata ada lho tahapan pertumbuhan seseorang lengkap hingga usia senja. Dan ini cukup membantu (bagi saya secara pribadi) dalam mempersiapkan dan memahami “tumbuh kembang” orang-orang sekitar baik itu suami, orang tua maupun adik-adik.

Jika di postingan sebelumnya kita hanya berbicara mengenai siklus 9 tahunan periode awal anak-anak, maka di postingan ini kita akan berbicara tentang siklus kedua dan seterusnya (hingga siklus 9 tahunan periode keenam). Intisari dari perkembangan siklus kedua dan seterusnya ini disajikan dalam bentuk tabel di buku STIFIn Personality dan saya tuliskan ulang dalam bagan berupa tabel gambar dengan sedikit penjelasan. Meski demikian, inti dari fase tersebut insyaallah dapat dipahami dengan mudah.

Perkembangan yang terjadi pada siklus kedua dan seterusnya merupakan “pengulangan” sistematis dari siklus pertama. Perkembangan berikutnya ini diintisarikan berbentuk milestone yang membentuk sejarah hidup seseorang.

Tonggak ini berlaku secara umum untuk semua mesin kecerdasan karena dikaitkan pada proses pertumbuhan, regenerasi, dan penuaan sel otak. Setiap tahun aktivitasnya berpindah dengan siklus yang sama setiap sembilan tahun.

Dalam proses perkembangan personalnya, strata genetik terutama jenis kelamin, mesin kecerdasan dan drive tetap mengambil alih tindakan utama seseorang. Dan akan maksimal jika mendidik diri berdasarkan personaliti genetik. Adapun milestone yang disebutkan dalam bagan merupakan fase kecenderungan tindakan terbaik seseorang setiap tahunnya yang berpadu dengan kenaikan tingkat level personaliti seseorang dalam perjalanan memperoleh kemistrinya.

Siklus kedua perkembangan manusia: periode Remaja

Siklus kedua tumbuh kembang anak di usia 10 tahun mulai terbentuk mindset tentang tanggung jawab yang lebih matang dibanding usia sebelumnya. Berlanjut mulai mengenal dan tertarik dengan lawan jenis di usia 11 yang merupakan tanda munculnya libido awal pada anak.

Dengan berbagai pengalaman yang ia alami di fase sebelumnya, usia 12 tahun membuat anak memiliki pengetahuan dan sekaligus pengalaman sehingga ia tumbuh menjadi sosok yang ensiklopedik. Di usia 13 tahun ia mulai masuk fase peniruan maka lingkungannya harus tetap terjaga.

 

Usia 14 mulai mengenal percintaan. Berikan pondasi tentang bagaimana menghadapi lawan jenis dan rasa suka terhadap lawan jenis. Jangan sampai salah tindakan agar tidak berontak atau salah paham.

Usia 15 anak memasuki fase eksplorasi jati diri dan fase baligh yang kemudian dikokohkan dengan penemuan jati diri sesungguhnya di usia 16. Pastikan pondasinya sudah sangat kokoh di usia ini.

Usia 17 mulai memasuki persiapan menjadi dewasa, menjadi seorang pemuda yang lebih baik, bertanggung jawab dan tangguh. Kesempurnaan jati dirinya terbentuk saat menginjak usia 18 tahun.

Siklus Ketiga Perkembangan Manusia: Periode Pemuda

Di periode pemuda, seseorang mulai menginjakkan kaki di dunia kemandirian dengan kedewasaan yang matang sehingga saat usia 20 memasuki fase pernikahan mereka sudah ba-ah (mampu memberi nafkah lahir batin). Kemudian fase bersaing baik dengan teman sebaya atau semacamnya saat menginjak usia 21 membuat ia semakin belajar dewasa.

Maka di usia 22 umumnya seseorang sudah mulai memiliki kemahiran tertentu. Dan bila disejajarkan dengan proses lamanya pendidikan di Indonesia, usia ini merupakan tahun dimana seseorang sudah lulus sarjana atau minimal D3. Dilanjutkan dengan fase perjuangan untuk kemudian di usia 26 nanti dia menunjukkan eksistensi dirinya secara utuh.

Usia 24 tahun seseorang cenderung sudah berani melakukan tindakan pengambilan resiko sehingga dianggap nekad oleh beberapa pihak. Namun hal ini justru menjadi pijakan untuk langkah terobosan di tahun berikutnya hingga ketika menginjak usia 27 tahun, pemaknaan hidup yang ia pelajari sudah jauh lebih matang dan siap menuju periode berikutnya: menjadi dewasa.

Siklus Keempat Perkembangan Manusia: Periode Dewasa Awal

Memasuki periode dewasa awal, setiap orang mulai menginjakkan kaki dalam pertumbuhan diri yang lebih luas lagi. Idealnya, ketika memasuki fase baligh (sekitar 15 tahun) seseorang sudah memiliki pondasi yang mantap sebagaimana ditargetkan di 9 tahun awal pertumbuhan, pondasi itu sebaiknya sudah kokoh dan dikokohkan lagi di fase berikutnya sebelum akhirnya menginjak fase dewasa awal ini.

Usia-usia di siklus keempat bisa dikatakan sebagai usia produktif maksimal dari seseorang. Hal ini dapat dipahami karena ia sudah memiliki pengetahuan, pengalaman dan kebijaksanaan sehingga produktifitasnya sudah tidak lagi sekadar bekerja melainkan untuk kepentingan yang lebih menyebar.

Siklus Kelima Perkembangan Manusia: Periode Dewasa

Kemapanan pekerjaan, tingginya ilmu dan pemahaman, pengalaman yang semakin terasah membuat seseorang di fase periode dewasa sudah mulai memasuki tahapan cemerlang. Jika sebelumnya masih seputar diri dan sekitar, di periode ini kecenderungannya pada masyarakat yang lebih luas dan kepentingan yang lebih banyak dengan target akhir: kontribusi tiada batas.

Umumnya di usia 45 tahun, seseorang sedang sangat senang memberikan kontribusi besar. Hal ini kemudian akan lebih mudah dilaksanakan kala semua fase di usia sebelumnya sudah terpenuhi dengan baik.

Saat berkontribusi, ia sudah tak lagi khawatir dengan kekayaannya, keturunannya, hubungan sosial masyarakatnya karena sudah terbentuk sebelum fase ini aktif. Mungkin itu pula yang menjadi penyebab bahwa katanya “life begin at 40” 😀

Siklus Keenam Perkembangan Manusia: Periode Dewasa Akhir

Siklus Ketujuh Perkembangan Manusia: Periode Keemasan

Dengan mengetahui setiap tahapan milestone sejak lahir hingga usia senjanya, maka pemaksimalan peran dan penggemblengan potensi menjadi lebih terarah. Kita menjadi semakin paham cara menyikapi diri dan orang lain di setiap fasenya. Tahapan naik level personaliti genetiknya pun menjadi semakin matang dari tahun ke tahun. Hingga setiap langkah tindakan dan perannya di dunia ini dapat menjadi bekal untuk kelak di akhirat, insyaallah.

Wallahu a’lam..

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Cetak Biru Perkembangan Manusia – Periode Awal, Anak-anak

Mempelajari tumbuh kembang anak rasanya ga ada habisnya ya. Ada banyak teori bertebaran di luar sana. Belum lagi teori-teori parenting yang terus update.

Saat mempelajari konsep STIFIn, saya  menemukan sebuah teori cetak biru perkembangan manusia berdasarkan kronologis perkembangan kecerdasan anak (dan manusia pada umumnya) yang kemudian kala diperhatikan dengan seksama, benar terjadi setidaknya pada diri kami.

Aliran konsep perkembangan yang dianut oleh penemu STIFIn, Pak Farid Poniman ini adalah siklus sembilan tahunan dimana siklus ini akan senantiasa berulang setiap 9 tahun sekali dengan periode yang berbeda.

  1. Periode sembilan tahun pertama adalah periode anak-anak.
  2. Periode sembilan tahun kedua adalah periode remaja (meskipun dalam Islam, periode ini sebenarnya tidak ada melainkan periode ghulam dan fata)
  3. Periode sembilan tahun ketiga adalah periode pemuda.
  4. Periode sembilan tahun keempat adalah periode dewasa awal.
  5. Periode sembilan tahun kelima adalah periode dewasa.
  6. Periode sembilan tahun keenam adalah periode dewasa akhir.
  7. Periode sembilan tahun ketujuh adalah periode keemasan. Adapun di atas periode ini jika ada adalah periode usia lanjut.

Perkembangan Tahun Demi Tahun Tahapan Awal: Anak-anak

Adapun yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah 9 fase awal di periode pertama: fase anak-anak. 9 tahun pertama berharga anak insyaallah akan menjadi pondasi yang cukup baik bagi tumbuh kembangnya di masa mendatang. Termasuk memberikan bayangan tahapan tindakan dan pendidikan yang perlu orang tua perhatikan selama 9 tahun pondasi dasar tersebut.

Perkembangan Anak Tahun Pertama

Pada tahun pertama ini bagian otak yang tengah berkembang pesat di bagian otak kiri bagian dalam (neokorteks kiri dalam). Di fase ini, penting untuk memberikan pengetahuan tentang nama-nama. Perbanyak mengajaknya mengobrol dan berbicara karena otaknya sedang haus akan vocabulary baru.

Ketika anak di tahun pertama jarang diajak bicara, maka hal ini dapat memperlambat pertumbuhan otak kirinya dalamnya.

Perkembangan Anak Tahun Kedua

Pada tahun kedua pertumbuhan bayi, anak mulai belajar tentang perasaan dan kasih sayang. Di usia ini berikanlah limpahan kasih sayang yang cukup sebab bagian limbik kiri luarnya sedang tumbuh. Bentakan dan kekasaran pada usia 2 tahun akan membekas dan melukai hatinya.

Ajak atau biarkan anak lebih banyak berinteraksi dengan orang lain terutama yang sebaya. Kemampuan komunikasi non-verbal pada fase usia ini penting untuk pembesaran/perkembangan otaknya.

Perkembangan Anak Tahun Ketiga

Di tahun ketiga kehidupannya, anak sudah mulai lincah bergerak kesana kemari. Kecerdasan motorik kasarnya sedang meningkat. Perkembangan otak di usia ini ditekankan pada limbik kiri bagian dalam.

Dalam pergaulan sosialnya, ia seperti ingin memiliki segalanya sehingga oleh sebagian ahli disebut fase egosentris dimana tingkat keakuannya begitu tinggi dan rasa kepemilikannya tidak boleh diganggu gugat. Bahkan milik orang lain pun jika perlu, akan direbutnya atau merengek ingin dibelikan yang serupa.

Makannya mulai lahap karena memang pertumbuhan fisiknya terjadi paling drastis di umur tiga tahun ini. Di usia ini tepat untuk mulai memisahkan kamar dari orang tua sebab kemandirian mulai tumbuh di usia ini. Agar saat usia 7 atau 10 tahun sudah bisa betul-betul tidur di kamar terpisah. Jangan takuti dengan hal yang membuat anak takut untuk berpisah dari kamar orang tua.

Ajak anak bermain gerakan yang melatih motorik kasarnya seperti memanjat, ayunan (keseimbangan), mengayuh sepeda roda empat. Hal ini sangat diperlukan untuk anak tiga tahun.

Perkembangan Anak Tahun Keempat

Pada tahun keempat ini perkembangan otak anak masih berada di limbik kiri namun bagian luar. Kecerdasan motorik halusnya yang sedang berkembang pesat. Daya ingat anak di usia ini semakin lengkap. Berikan rangsangan berupa cerita pengantar tidur, mendengarkan lagu anak ataupun murattal, pengenalan huruf dan angka, keterampilan menjahit (di online shop banyak “puzzle” menjahit jika ingin yang simpel), bermain puzzle, keterampilan melipat (kertas misalnya), dan belajar mewarnai.

Anak usia 4 tahun sangat suka dibawa ke lapangan bermain apalagi jika arealnya luas dan lapang. Izinkan mereka bergerak dan eksplorasi “tanpa batas”. Lakukan gerakan yang lebih maju dibanding tahapan sebelumnya seperti belajar mengendarai sepeda roda dua, senam berirama, berlatih bela diri, bermain sepak bola, dan berenang.

Di usia empat tahun ini anak mulai mengerti kesenangan, mengenal selera masakan, dan memiliki kesadaran untuk bermanja-manjaan serta memerlukan perlindungan. Sifat dermawan juga mulai muncul sehingga dapat makin diperkenalkan dengan konsep sedekah dkk.

Perkembangan Anak Tahun Kelima

Tahun kelima perkembangan anak bertumpu pada perasaan dalamnya. Perkembangan isi kepala terjadi pada limbik kanan dalam.

Anak mulai memiliki rasa tanggung jawab, belajar lebih dewasa, meningkatkan kepahaman dalam komunikasi dan pandai merangkai kata dalam saat berkomunikasi. Mereka juga sudah lebih berani mengungkapkan isi hatinya dan memiliki kepekaan perasaan yang lebih tinggi.

Usia 5 tahun anak sudah mulai memiliki keperluan utama sehari-hari berupa belaian dan perhatian. Mereka sangat mengharapkan hal tersebut dari orang tua dan keluarga terdekatnya. Ia ingin disanjung, dipuji dan dilibatkan.

Saat bergaul dengan teman sebayanya, muncul rasa ingin memimpin. Intensitas pergaulannya pun semakin sering. Mereka mulai mengerti arti kehilangan, ditinggalkan dan dikucilkan. Sudah paham rasanya sakit hati, pandai berbicara suka dan tidak suka pada teman sebayanya. Bahkan sifat bossy mulai muncul juga karena ingin diakui sebagai orang baik dan layak dipuji.

Perkembangan Anak Tahun Keenam

Kreativitas mulai bertumbuh di usia keenam kehidupan anak. Mereka sudah mampu menjadi detektif cilik guna menyambungkan informasi yang terputus. Sudah mampu mencari siapa “dalang” dari keusilan teman sebayanya.

Umumnya di usia 6 tahun anak sudah mulai mengungkapkan khayalan dan cita-citanya, pikirannya mulai bisa meneropong ke masa depan. Otak kanan bagian luarnya sedang berkembang cepat di usia ini.

Cara berkomunikasi anak sudah mulai nampak gaya atraktifnya seperti memainkan bahasa tubuh. Meskipun masih terkesan seperti anak mami tapi kepercayaan tingginya sudah mulai tumbuh dan perasaan minder berkurang terutama jika kreativitasnya berkembang.

Cara anak melukis di usia ini sudah mulai muncul unsur seni, tak lagi sekadar mewarnai dan membentuk. Sudah ada improvisasi disana.

Anak mulai berani dan yakin dalam mengemukakan pendapat, perasaan ingin bebas dan memiliki privasi sudah tampak di umur ini.

Perkembangan Anak Tahun Ketujuh

Usia 7 merupakan tahun mencari identitas awal. Anak sudah mulai bangga dengan namanya, kesehariannya seperti mencoba mencari kesempurnaan. Sudah mulai mahir memasarkan idenya dan memiliki kemauan pantang mundur.

Keinginan untuk mendominasi teman-temannya muncul bersamaan dengan perannya yang ingin seperti pahlawan. Meski demikian, mereka sudah mulai bisa menerima alternatif yang lain. Keyakinan tinggi membuat mereka berani menerima tantangan dan persaingan. Tantangan inilah yang menjadi “makanan” untuk membesarkan otak kanan bagian dalamnya.

Interaksi dengan teman sebayanya ditandai dengan ikatan kemitraan dimana solidaritas kelompok mulai muncul. Ia bahkan sudah berani menetapkan misi tertentu bersama teman-temannya.

Tingkat keusilannya mulai tinggi karena dianggap sebagai penyaluran kreativitasnya. Ia mengharapkan keleluasaan dan kebebasan dari lingkungannya untuk mulai menyalurkan ekspresi dirinya.

Perkembangan Anak Tahun Kedelapan

Otak kiri bagian luar berkembang dengan pesat di usia 8 tahun. Pelajaran matematika sudah dapat dijejali pada mereka. Perhatiannya terhadap sekitar mulai meluas. Mereka mulai menunjukkan keinginan berkuasa dan mengendalikan keadaan, mulai pandai menetapkan prioritas, sudah mahir membuat langkah-langkah sistematis dan muncul keterampilan mengorganisasikan diri dan teman-temannya.

Jika mereka bermain sepakbola, sudah mulai pandat mengatur strategi bahkan saat menonton bola pun sudah bisa menganalisa permainan dalam skala sederhana. Pelajaran komputer di usia ini sudah sangat berguna.

Pertanyaan yang diajukan baik pada orang tua maupun guru sudah sangat kritis. Mereka juga memiliki kemandirian untuk mengelola segala sesuatu yang berkaitan dengan keperluan dirinya.

Perkembangan Anak Tahun Kesembilan

Fase terakhir dari siklus pertama perkembangan anak di tahun kesembilan. Perkembangan kecerdasan anak berada di otak tengah dan bawah yang ditandai dengan kepahaman tentang ketuhanan, ibadah, dan pengorbanan. Mereka seolah melengkapi apa yang belum cukup pada 8 tahun sebelumnya.

Kejujuran menjadi tuntutan dirinya untuk membuatnya menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab. Kepekaan untuk menolong orang susah makin terasah. Ia semakin senang membantu ibu, ayah dan melaksanakan tugas-tugas sederhana.

Di usia ini mereka sudah mulai mulai berani mengekspresikan reaksi marah secara terang-terangan (sehingga beberapa pihak mungkin menganggap anak mulai “nakal”). Sebetulnya karena mereka seolah ingin mengatakan bahwa dirinya anak kecil yang sudah sempurna, segala sesuatunya sudah lengkap dan siap melakukan keterampilan jenis apapun.

Kenali Fase Tumbuh Kembangnya, Aksi Sesuai Usia

Demikian siklus perkembangan 9 tahun pertama anak berdasarkan bagian otak mana yang aktif. Fase 9 tahunan ini berulang di 9 tahun berikutnya dengan periode yang berbeda. Ketika ada kebutuhan anak tak terpenuhi di periode tersebut, terkadang akan ada masa dimana anak “nagih” pemenuhannya di usia-usia berikutnya tanpa bisa ditebak. Jadi, ketika melirik daftar di atas kemudian sadar ada bagian yang terlewat (tidak terpenuhi) maka persiapkan diri saat “tagihannya” muncul. Perkuat kesabaran, mohonlah bantuan Allah untuk menghadapinya.

Barakallahu li wa lakum. wallahu a’lam.

 

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Tes STIFIn Untuk Apa?

​Tes STIFIn untuk apa sih teh Esa? 

Pertanyaan seperti itu seringkali masuk ke daftar FAQ saat saya nyentil istilah STIFIn. Nah, untuk menjawabnya agar nanti lebih mudah diakses ulang, saya coba tuliskan disini berdasarkan berbagai sumber dan pengalaman.

STIFIn sebagaimana dijelaskan pada postingan sebelumnya [klik] sebetulnya merupakan konsep pengembangan diri yang sejauh ini bagi saya dan klien-klien yang saya tes memang efektif.

STIFIn membuat kita tahu sifat genetik seseorang yang dibawa sejak lahir, bakat utama bawaan kita seperti apa dan mengetahui siapa diri yang sesungguhnya lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.

Tes STIFIn sendiri berbeda dengan paper test assesment. Cara pengambilan sampel dengan cukup men-scan kesepuluh jari kita. Tunggu 10-15 menit, hasilnya insyaallah sudah bisa dilihat. Makanya efektif juga untuk mengenali anak-anak sejak dini (untuk anak, idealnya tes dapat dilakukan mulai usia 2-3 tahun).

Kenali Diri Lebih Dalam

Banyak orang ternyata belum tahu pasti siapa dirinya, bakatnya apa, kelebihannya apa, kelemahannya apa. Kalaupun ada yang sudah menemukan dirinya, biasanya telah melewati berbagai hal guna mengenali jati dirinya.

Nah, tes STIFIn ini bisa jadi jalan pintas efektif untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Ketika kita tahu siapa diri ini, maka langkah yang dijalankan berikutnya menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Insyaallah.

Kita bisa mengoptimalkan kelebihan kita menjadi kekuatan yang luar biasa. Dan ketika tahu kelemahan kita, jadi bisa tahu bagaimana cara mengatasinya.

Tes ini penting bagi seluruh kalangan.

Bagi orang dewasa, pasangan suami istri misalnya, ternyata banyak suami istri yang belum paham betul sifat pasangannya. Apalagi untuk pasangan muda. Belum tahu persis siapa dan seperti apa sih pasangannya.

Jika sudah tahu seperti apa genetika pasangan kita, maka komunikasi insyaallah menjadi lebih mudah diperbaiki. Sehingga lebih mudah pula untuk saling mengerti. Karena yang diukur bagian genetiknya, bagian terdalam nam terpendam.

STIFIn memudahkan untuk mengetahui sifat dasar yang diberikan Allah sejak lahir. Dan tidak berubah.

Tes ini dapat pula diterapkan untuk tim kerja, sekolah, dan berbagai bidang karena sifatnya yang multi-angle field.

Sedangkan pentingnya tes ini untuk anak-anak, tentu agar kita tahu bakat anak sehingga dapat mengarahkannya ke bidang yang lebih sesuai. Tidak ada lagi anak dan ortu yang galau soal perbedaan pilihan jurusan misalnya, tidak bahagia karena dipaksa menjalankan hal yang tak disukai, dan orangtua tidak memaksa dia menyukai apa yang memang tidak disukainya. 

Ketahui bakat utama sang anak. Dan jadikan itu bekal menuju masa depannya. Insyaallah.

Tes STIFIn sekeluarga membantu pihak anggota keluarga untuk memahami karakter masing-masing, mengetahui pola komunikasi yang tepat dan bahkan pola parenting yang efektif diterapkan bagi setiap anak dimana orang tua tetap optimal menjadi dirinya sendiri. Nyaman di semua pihak.

Ada 3 Golden Rules STIFIn yang perlu diketahui agar teman-teman tidak salah kaprah menyikapi.

  1. Kelemahan yang dimiliki setiap MK tidak boleh jadi pembenaran.
  2. Tujuan memahami konsep STIFIn adalah untuk memudahkan hidup.
  3. Beri label positif pada diri sendiri dan orang lain

    So, sudah lebih terbayang ya manfaatnya? 

    Untuk melakukan tes STIFIn daerah Bandung Cimahi, bisa langsung kontak saya di 0878-2192-4595. Alhamdulillah saya dan suami sudah resmi menjadi Licensed Promotor STIFIn.

    Luar kota, silakan japri juga untuk dicarikan info promotor terdekat.

    Pastikan perkenalan dulu ya saat chat. Biar akrab gitu 😁

    Salam hangat, Esa Puspita
    Great Family Activator
    Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
    Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.