Jangan Biarkan Anakmu Mengalah

Egosentris adalah salah satu sifat yang lazim ada pada periode tumbuh kembang anak terutama di usia balita. Pada fase ini anak belajar mengenai sifat ke-aku-an, mengenal kepemilikan barang dan nantinya berujung pada sikap berbagi jika diapresiasi dengan benar pada fasenya.

belajar dari anak

Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Anakku Bukan Malaikat

“Selamat ya atas kehadiran malaikat kecilnya”
Sebuah ucapan selamat yang mungkin sudah tak asing lagi kita dengar. Ya, seperti ungkapan kebahagiaan tiada tara atas kelahiran putra/putri kita ke dunia.

Ah, mereka memang nampak polos tanpa cela. Anak yang selama ini ditunggu telah hadir di dunia. Kehidupan pasangan suami istri pun banyak yang berubah. Dan tentu diliputi kebahagiaan yang nampak makin sempurna. Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Biarkan Anakmu Bermimpi

Biarkan Anakmu Bermimpi
#CatatanEsa
#CatatanUntukmuNak

Membiarkan anak dengan mimpinya selama mimpi itu adalah mimpi yang baik dan menuju kebaikan yang tidak dilarang Allah, adalah sebuah tindakan yg tak mudah.

Kita seringkali membenturkan mimpi anak dengan “kenyataan” saat ini sehingga mimpi mereka dipangkas agar tak tumbuh.

Padahal, siapa tahu mimpi mereka kelak terwujud karena kuatnya keinginan mereka mewujudkan mimpi itu tanpa dipaksa menghapus mimpinya.

Ini adalah gambar #Danisy tentang rumah impiannya. Rumah 2 lantai di dekat pantai yg dilengkapi kolam renang dan 2 ekor kucing piaraan. Ia juga bermimpi ingin memiliki peternakan kuda dan peternakan kelinci.

Saya sempat sanksi, ah jauh sekali mimpimu Nak. Tapi kemudian sy ditegur atas pikiran itu. Kemudian.. Hei, Allah Mahakaya dan Maha Berkehendak, jika itu menjadi jalan keridhaan Allah turun padanya, maka kenapa sy harus menghentikannya?

Maka jika anakmu memiliki mimpi, arahkanlah Ia untuk mendekati Allah dan memohon untuk mimpi itu. Jika anakmu memiliki mimpi yang tinggi, jangan jatuhkan ia, tapi angkatlah ke hadapan Allah dan biarkan ia meminta pada-Nya.

Semoga Allah senantiasa menjagamu, Nak. Di jalan-Nya, dalam agama-Nya, dengan keridhaan dan cinta-Nya

Bandung, 11 Juli di penghujung Ramadhan.
*tulisan ini dipublikasikan pertama kali di akun Instagram @esapg semalam.

Barakallahu li wa lakum 🙂

doa

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Catatan Sapih Azam

Beberapa hari kemarin mendengarkan ceramah ustadz Yusuf Mansur (UYM) yang salah satu bahasannya adalah Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus. Bahasan mengenai tahapan ini berlaku untuk hampir semua ikhtiar.

Setelah diingat-ingat, dulu pernah dinasihati juga tentang urutan Doa-Ikhtiar-Tawakal. Allah dulu, ikhtiar, Allah lagi dan begitu selanjutnya Allah terus. Tahapan yang kemudian sering saya lupakan. Astagfirullah.

breastfeed weaning Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Wall Art Gallery

Pagi ini seperti baru melihat, rasanya takjub melihat salah satu sudut dinding rumah. Sudut rumah itu nampak tak biasa bagi saya pagi ini.

Ya, sudut rumah di bagian dinding dekat pintu kamar memang disediakan untuk menempel semua hasil karya anak sulung kami, Danisy (4 tahun 7 bulan). Suami “memberikan” bagian tembok itu untuk ditempeli apapun dan digambari apapun. Sedangkan bagian sudut sebelahnya adalah area suami, jadi anak-anak harus izin jika mau menempel atau melakukan sesuatu pada sudut abinya. Kecuali bagi Azam, dia belum sepenuhnya mengerti mengenai itu 😀

Danisy Art Gallery Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Mitos Me Time

Teman-teman mungkin sudah sering mendengar istilah Me Time ini ya? Entah cuma sekadar “baru mendengar”, “baru tahu” bahkan ada yang sudah sangat tahu. Apapun itu, kita kali ini, eh saya kali ini akan bercerita tentang Me Time.

Kenapa judulnya mitos Me Time? Ya, bisa jadi Me Time ini sekadar mitos, yang mau dijalani atau tidak itu tergantung anda. Bener ga ya pengertian mitos ala saya? Hehe..

timeme

Ya, yang pasti tak sedikit orang juga yang menyangsikan mengenai Me Time ini di saat banyak (terutama ibu-ibu muda kekinian) yang menganggap Me Time itu WAJIB hukumnya. Oke mari kita tengok sejenak mengenai Me Time ini. Apakah benar se-wajib itu atau sekadar sunnah atau mubah atau malah makruh? 😀 Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Asyiknya Naik Turun Tangga

Ketika usianya menjelang 2 tahun, anak biasanya mulai senang menaiki tangga dan mencoba turun (meski terkadang mereka tak bisa turun karena tangga yang dinaikinya terlalu tinggi). Ada respons sikap yang mungkin berbeda dari setiap orang tua. Salah satu yang baik adalah dengan membiarkan anak tetap naik turun dengan pengawasan dan pendampingan orang tua.

Sebaiknya biarkan anak naik turun karena di usia balita anak sedang masa eksplorasi, masa belajar yang menyenangkan. Sambil naik turun, orang tua mungkin dapat sekaligus mengenalkan angka dengan menghitung setiap anak tangga yang dinaiki dan menghitung setiap anak tangga ketika turun. Bisa juga sambil mendendangkan lagu, naik-naik ke puncak gunung misalnya.

Dengan naik turun tangga sambil berhitung atau sambil bernyanyi, secara tidak langsung kita tengah memperkenalkan banyak keterampilan baru sekaligus. Mempertajam pendengaran, memperkuat otot, memperkenalkan angka dan konsep berhitung, dan meningkatkan kepercayaan diri anak.

Jika anak sudah berulang kali naik turun tangga, anak akan cenderung semakin percaya diri untuk naik ke tangga yang lebih tinggi. Tentu harus dalam pengawasan orang tua.

Sebagai awal, orang tua dapat mengajarkan anak naik turun tangga cukup 3 anak tangga saja. Biarkan anak naik sendiri, dan ketika dia kesulitan turun, bantulah secukupnya jangan gendong anak untuk turun. Mungkin saat anak ragu ketika turun, orang tua dapat menuntunnya menuruni anak tangga.

Naik turun tangga juga bisa menjadi sarana untuk mengajarkan anak tentang keselamatan. Ajarkan ia untuk hati-hati ketika menaiki tangga, pun ketika ia menuruni anak tangga. Anak senang, orang tua juga ikut senang meski harus sabar karena deg-degan ketika anak berusaha keras naik maupun turun dari tangga.

Melalui proses naik turun tangga, anak juga belajar tentang konsep naik dan turun. Anak belajar mandiri dan merasa dipercaya untuk bisa naik turun sendiri. Naik turun tangga dapat menjadi proses anak belajar koordinasi motorik kasar.

Selama proses belajar ini, orang tua harus selalu ada di sampingnya untuk mengawasi dan memastikan keselamatannya. Kalaupun anak ingin dibiarkan sendiri, pastikan orang tua tetap ada di sekitarnya untuk mengintip bahwa anak tidak melakukan hal yang berbahaya. Penting untuk memberi tahu anak tindakan apa saja yang mungkin berbahaya atau tidak baik dilakukan selama proses naik turun tangga.

buku tangga

Jadi jika anda menemukan balita senang naik turun tangga, mungkin karena memang fasenya dan anak balita sedang mengumpulkan banyak informasi tentang dunia sekitarnya, melatih dirinya sekaligus memenuhi rasa ingin tahunya terhadap sesuatu.

*jika tidak ada tangga di rumah, bisa manfaatkan tangga di tempat lain atau dengan menumpuk benda membentuk tangga, misal tumpukan buku atau dus. Pastikan tangga buatannya aman dan kuat dinaiki anak.

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.