Menikmati Bakso Astagfirullah nan Nikmat

Beberapa kali berbincang tentang menikmati bakso astagfirullah nan nikmat membuat saya penasaran seperti apa sih bentuknya kok sampe dikasih nama seperti itu. Eh lebih tepatnya bukan dikasih nama sih, tapi dijuluki. Teman-teman bilang ini salah satu tempat recommended buat nyoba baso yang enak tapi ga biasa.

Ga biasanya gimana? Konon pesan satu porsi aja cukup. Bahkan, porsi terbaiknya bisa dinikmati oleh sampai 8 orang. Pan berarti gede banget. Mateng ga ya? haha..

Dan rasa penasaran itu akhirnya terobati saat secara tidak sengaja diajak teman untuk mampir di tempat tersebut sepulang pelatihan PPA di hotel Topas, Pasteur, Bandung. Pas diajak sih ga nyangka akan ke tempat itu. Cuma dibilang “hayuk lah kita nyoba sesuatu yang pasti semua suka”. Yep, bakso adalah makanan sejuta umat apalagi kaum hawa. Pengecualian: suamiku. Ya, pertama dia bukan kaum hawa, kedua memang doi ga terlalu suka bakso padahal adek saya yang cowok suka bakso 😀

Bakso Raksasa Bikin Ucap Astagfirullah Begitu Melihatnya

Usai training, bergeraklah kami menuju bakso Laman astagfirullah. Baso laman ini katanya udah lama ada dengan ciri khas bakso raksasa yang ditawarkan. Tempatnya sih biasa aja, tapi emang rame. Begitu lihat gerobak mamang penjualnya, ah ga gede-gede amat. Pas mau pesan, ternyata memang kita dah kehabisan yang jumbo dan tersisa yang kecil. Lirik ke gerobak, “hoo itu bakso kecilnya ya? Oke. Sanggup lah”. Maklum, di gerobak kan bakso yang belum direbus. Saya lupa tuh poin itu. Hwehehe.

Dipesankanlah masing-masing 1 porsi. Keisengan temen sih sebenernya. Dia sendiri pesen 1 porsi dan ngajak temen satunya buat barengan. Kayaknya dia udah sadar kalua ga akan habis.

Begitu disajikan, “astaghfirullah” reflek kami mengucap kalimat seperti itu. Ini ukuran baksonya semangkok tuh penuh. Bakso mangkok ini mah namanya. Baksonya segede mangkok. Pantesan pada nyebut bakso astagfirullah ya, lha pas nerima kita memang reflek mengucapkan kalimat itu (maklum, di Bandung pan mayoritas muslim).

Dimana sih Bakso Astagfirullah Lokasi Tepatnya?

Saat mendapat rekomendasi tempat makan bakso enak di Bandung, saya masih bingung. Dimana sih lokasi bakso astaghfirullah itu? Dulu ga sempat googling karena emang belum tahu kapan bisa kesana. Baru deh belakangan ini tahu alamat bakso astagfirullah Bandung ada di jalan Sukawarna no. 21. Wah, dimana itu? Kalau teman-teman tahu Pasteur atau BTC (Bandung Trade Center), nah lokasinya di belakang mall. Makanya beberapa orang menyebut bakso astaghfirullah BTC atau baso astaghfirullah Pasteur. Nama aslinya Bakso Laman Astagfirullah Aladzim Moro Seneng malah jarang ada yang tahu.

Bakso Laman astagfirullah buka mulai jam 10 pagi dan tutup sekitar jam 10 malam dengan range harga 25.000-150.000 per porsi. Harga yang cukup reasonable dengan apa yang disajikan. Kalau mau traktiran sampai 20 orang, insyaallah muat karena memang kapasitas tempatnya dapat menampung hingga 20 orang dewasa. Parkir motor dan mobil tersedia di sekitar lokasi bakso laman astagfirullah aladzim. Pastikan bawa uang cash sebab hanya menerima pembayaran tunai.

Opsi bakso yang tersedia mah standar tukang bakso pada umumnya: bisa pesan bakso saja, bakso plus bihun, mie bakso ataupun bakso campur mie dan bihun. Ini kembali ke selera masing-masing. Saya sendiri lebih suka bikin bakso. Nikmati dalam “kondisi” original. Lanjut tambahkan sedikit pedas, nikmati. Lanjut kasih saus dan kecap. Jadi sekali makan bisa menikmati 3 sensasi rasa berbeda.

Kalau teman-teman ingat keluarga di rumah, bisa juga kok dibungkus. Tenang saja, harga mah tetep sama kok. Bisa jadi kejutan untuk orang-orang tercinta. Apalagi jika mereka adalah penggemar bakso juga.

Bagaimana Rasa Bakso Astagfirullah?

Kalau saya, yang pertama kali dinikmati saat menyantap bakso adalah kuahnya. Jika kuahnya enak, bakso yang rasanya biasa bisa terobati. Nah, kalau bakso laman bandung ini sudah mah kuahnya enak, baksonya pun mantap. Endeus kata orang mah. Jadi menikmati sekali

Jika pertama kali datang ke bakso laman astagfirullah Bandung Bersama teman atau keluarga, baiknya pesan 1 porsi dulu saja. Bukan karena ragu jadi kudu nyicip rasa dulu, tapi lebih pada “siapa tahu ga sanggup menghabiskan baso astaghfirullah ini”. Hehehe..

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Nonton Film Bisa Bikin Cinta Tumbuh?

Konon, menonton film bisa memberikan inspirasi baru pada kehidupan kita. Ya, saya akui. Selalu ada insight berbeda bagi setiap orang terhadap satu film yang sama. Dan seseorang dapat mendapatkan inspirasi dari berbagai alur yang diputar.

Maka film bukan lagi sekadar hiburan semata. Ia juga bahkan bisa menjadi jawaban atau ide baru atas sesuatu.

Selama beberapa kali nonton film action, sepertinya baru kemarin mengalami. Tidak hanya larut dalam alur cerita dan konspirasi di dalamnya, tapi juga tentang kisah cinta di dalamnya yang mungkin terkesan ga romantis.

Di beberapa film aksi, kisah cinta kadang menjadi pemanis yang lumayan vulgar dengan pemain utama yang memang pandai merayu atau sedemikian menarik sehingga memperlihatkan sang jawara banya didekati wanita. Tapi tidak dalam film Iron Man 3 kemarin. Setidaknya itu yang saya tangkap. Bisa jadi teman-teman berbeda pendapat.

Di film IM3 ini, sosok Tony Stark sang Iron Man memang digambarkan sebagai lelaki yang tidaklah romantis. Ia mencoba romantis dengan memberikan sang kekasi, Pepper sebuah boneka beruang besar. Apakah Pepper suka? Entahlah, saya menangkap bahwa ia tidak terlalu menyukainya dengan alasan “ukurannya besar sekali. Memangnya masuk pintu?” Yang dijawab ‘dingin’ oleh Stark dengan “besok ada tukang kesini, bongkar pintu dan membuat boneka itu bisa masuk rumah”.

Adegan lain tentang kisah cinta sang pahlawan adalah saat ia menggantikan dirinya dengan robot M24 buatannya untuk menemui sang kekasih. Kenapa? Karena ia sendiri ada di ruang bawah tanah tengah mengerjakan hal yang dianggapnya sebagai “hobi, kerja sekaligus pengalihan isu”.

Pepper ternyata wanita yang cerdas. Menyadari yang mengobrol dengannya sejak datang ke rumah adalah robot (suaranya memang Stark yang berbicara), iapun turun ke ruang “kerja” Stark dan menegurnya. Sempat beradu argumen tapi ia mampu menundukkan egonya dan membuat Stark rela meninggalkan pekerjaannya untuk melanjutkan rencana kencan mereka.

Adegan-adegan komunikasi dan semua hal yang terjadi dalam hubungan Stark dan Pepper dalam IM3 bagi saya seperti sebuah reminder. Bahwa tidak semua lelaki mampu romantis dengan hadiah dan bunga. Tidak semua lelaki mendekati perempuan dengan cumbu rayu yang membuai.

Beberapa dari mereka bahkan kesulitan untuk mengungkapkan perasaan dan butuh bantuan untuk melatih dirinya agar mampu mengucapkan cinta. Tak jarang, mereka pun harus belajar menurunkan ego, menyadari kesalahan sikap atau ucapannya yang cuek dan terkesan dingin bin kaku. Lalu siapa yang akan mengajari ia melatih itu semua jika bukan sang kekasih yang mampu menyentuh hatinya dan bersabar terhadap dia apa adanya saat itu.

Karena hanya perempuan sabar dan tegar seperti Pepper-lah yang dapat meluluhkan sekaligus menemani perjuangan Stark. Seseorang yang memiliki jiwa, kata Stark pada mantan kekasihnya (yang menjadi musuh Stark di film ini).

Maka wahai para perempuan yang memiliki pasangan mirip seperti Tony Stark (sifatnya lho yaaa, wajahnya mirip juga ga apa-apa deh), mungkin perlu menonton film IM3 untuk melihat bagaimana Pepper bersikap pada Stark, dan Stark memperlakukan (serta mempertahankan) Pepper.

Meski kaku, Stark tetaplah seseorang yang mencintai kekasihnya dengan segenap hati. Selalu mencoba menjaga agar kekasihnya tidak mengalami bahaya. Dan ending kisah mereka di film ini jadi bahagia dengan alur yang menarik ☺

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.
inilah jihadku

Jangan Biarkan Kekuranganmu Menang

​#recommendedbook

Don’t let your ability win

Demikian salah satu penekanan isi buku “Inilah Jihadku” ini. Sebuah motivasi semangat sekaligus inspirasi mengenai bagaimana berdamai dengan segala kekurangan. Kekurangan bukan hanya dari sisi fisik tapi juga kekurangan lainnya yang menghambat kita berkembang ke titik terbaik.

Tak lupa ada keyakinan, keimanan dan peran orang tua disana untuk menguatkan. Tapi sisi terbaiknya memang anda harus membaca sendiri buku ini. Banyak pelajaran kehidupan termasuk “penjelasan ayat” yang sederhana tapi baru saya dapatkan di dalam buku ini.

inilah jihadku

Buku ini juga membahas sekilas bagaimana islam dan disabilitas, bagaimana Rasulullah benar-benar memperlakukan umatnya dengan sedemikian adil. Bukan melihat fisik tapi melihat kemampuan yang tersembunyi di dalamnya. Sebagaimana Ibnu Ummi Maktum yang tuna netra pernah ditunjuk jadi “PLT” pemerintahan kala Rasulullah harus bertugas meninggalkan kota sementara waktu. Seorang tuna netra dipercaya menjadi pemimpin pengganti sementara saat Rasulullah tugas ke luar kota. Luar biasa bukan? Dan masyarakat taat serta patuh pada keputusan tersebut. Ada kemampuan Ibnu Ummi Maktum yang tidak dimiliki sahabat lainnya dalam menggantikan kepemimpinan sementara, bukan berbicara tentang dia yang tak bisa melihat dunia.

Bahasa bukunya ringan meski sedikit agak nyastra. Tapi tetap tidak terlalu berat kok. Bisa dihabiskan dalam hitungan jam atau hari. Apalagi jika tahu bagaimana buku itu berhasil ditulis, tentu waktu yang kita habiskan untuk membaca buku ini jadi terasa tidak sebanding.

Dan hal yang paling ditekankan adalah: jangan sampai keterbatasan mengalahkanmu. Meski di buku ini fokus membahas keterbatasan para difabel, tapi sesungguhnya juga mengajarkan arti perjuangan untuk segala jenis keterbatasan (dalam arti fisik maupun non fisik).

Buku “Inilah Jihadku” pun memberikan gambaran perbandingan perlakuan difabel di Indonesia, Qatar dan Inggris. Yang kemudian rasanya jadi pe er untuk kita semua agar di negara kita, mereka yang memiliki keterbatasan diberi ruang yang sama untuk tumbuh maksimal dengan potensi dirinya sebagaimana di Qatar maupun Inggris. Bukan dibatasi dan “dikasihani”. Apalagi Indonesia adalah negara dengan mayoritas muslim yang semestinya lebih dalam lagi mempelajari bagaimana Allah dan Rasul-Nya mengajarkan bersikap adil terhadap semua orang, tak peduli fisik maupun keadaannya. Semua berhak mendapatkan hal yang setara.

Buku ini ditulis oleh seorang Asphyxia Neonatal. Gangguan sistem pernafasan yang berakibat kadar oksigen berkurang kemudian berdampak pada kondisi fisik dimana pertumbuhan lambat dan beberapa saraf tubuh tak berfungsi. Zulfikar, panggilannya. Dan saat ini ia tengah mengenyam pendidikan S3 di Manchester, Inggris. Menginjakkan kaki di #Inggris adalah salah satu mimpinya sejak kecil.

Perjalanan Fikar menuju Inggris memang tidak mulus. Tapi dari buku ini saya secara pribadi belajar, bahwa mimpi itu menjadi bahan bakar kehidupan kita. Pemahaman terhadap ayat-ayat Allah menjadi pondasi dan penguat. Dan percayalah, Allah senantiasa mencatat mimpi kita. Jika ia baik, meski berliku, maka kita akan tetap sampai pada mimpi itu. Luaskan mimpimu agar tidak hanya sekadar untuk pencapaian diri tapi juga kebermanfaatan pribadi.

Selamat menembus batas. Dengan syariat sebagai satu-satunya batas.

#asphyxianeonate #AsphyxiaNeonotorum #AsphyxiaNeonatal #Difabel #BukuBagus

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Karena Cinta Kadang Tak Disadari Adanya

Film Dear Love sepertinya menjadi film percintaan “remaja” pertama yang saya nonton. Di bioskop, sendirian dan justru setelah menikah. Heuheu. Eh ga sendirian juga sih, ada penonton lain disana 😀

Film bergenre romantik ini mendapat rating 8,6 di situs movie.co.id. Kisah cinta mengharukan besutan sutradara Dedy Syahputra ini berhasil membuat saya yang Feeling menangis di beberapa scene. Mm, ya terharu gimana gituh. Hehe.

Setidaknya ada beberapa tokoh yang saya garisbawahi. Anggap saja tokoh utama ya. Nico yang diperankan oleh Dimas Aditya, Mentari de Marelle sebagai Rayya dan Billy Davidson memainkan tokoh Addin.

dear-love-movie

Nico tinggal di seberang rumah Rayya. Pertemuan mereka “tidak disengaja” saat akhirnya keluarga keduanya menempati rumah di pemukiman yang sama. Bertemu ketika mereka masih anak-anak lalu bersahabat selama bertahun-tahun lamanya, bahkan belasan tahun.

Selama belasan tahun itu pula, Nico menjadi saksi atas setiap perjuangan Rayya dan sang ibu menghadapi penyakit yang diderita gadis kecil ini. Nico kemudian merasa harus melindungi Rayya. Sehingga ia akan menjadi orang pertama yang mendampingi Rayya dan ibunya jika terjadi sesuatu. Dan salah satu cara aneh yang dilakukannya adalah dengan “menjodohkan” Rayya.

Nico mencoba mempertemukan kembali Rayya dengan para mantannya. Berharap salah satu diantara para mantan itu dapat menjaga sang “adik”. Tindakan yang ternyata ada motif lain disana.

Setiap surat yang ditulis Rayya terhadap para mantan kekasihnya, tanpa diduga sampai di tangan masing-masing mantan. Mantan pertama yang terhubung kembali adalah Mike. Mike yang senang olahraga mengajak Rayya untuk jogging di pertemuan pertama mereka setelah bertahun-tahun tidak berjumpa. Rayya yang menderita jantung lemah akhirnya pingsan dan dilarikan ke UGD. Dan ada tindakan Mike lainnya yang membuat Nico marah sehingga meminta Rayya untuk tidak lagi berhubungan dengan Mike.

Mantan kedua, Cello. Usai mendapati kenyataan bahwa Rayya menderita jantung lemah, ia bagai hilang ditelan bumi. Tak ada kabar dan tak pernah lagi mencoba menemui Rayya. Hal ini membuat Rayya sempat putus asa.

Hingga segalanya berubah saat Addin muncul di hadapan Rayya. Dan dari scene inilah bagi saya yang membuat skenario menarik mulai asyik diikuti.

film-dear-love-2016

Sejak semula, scenenya dibuat nampak menarik dan memperlihatkan bahwa baik Nico maupun Rayya sebetulnya saling menyayangi satu sama lain. Akan tetapi kemudian saya sendiri sempat ragu, benarkah memang Nico mencintai Rayya atau sekadar rasa sayang sebagai kakak kepada adik, mengingat Nico pernah kehilangan seorang adik perempuan. Meskipun menjelang scene akhir ada momen saat Nico koma, ia menangis ketika Rayya membacakan sebuah surat padanya. Surat apakah itu? Dan kenapa Nico sampai koma? Tonton aja deh.

Sayangnya saya kehilangan kesempatan bertemu langsung dengan para pemainnya di Festival Citylink Bandung kemarin. Tapi bisa me time nonton sendiri aja udah hiburan banget. Beberapa “puisi” dan kalimat di filmnya inspiring. Sayangnya kok ya ga inget ngerekam. Padahal lumayan buat quote atau bikin surat cinta 😛

Secara alur cerita, saya suka. Satu diantara scene yang membuat saya seketika nangis adalah saat menjelang akhir cerita. Asli kece. Meskipun saya melihat akting Ikang Fawzi (memerankan ayah Nico) serasa kurang greget. Pokoknya di scene keluarga itu rasanya kurang “klik” gituh. Atau mungkin karena kisah tentang keluarga hanya sedikit saja yang diceritakan sehingga nampak seperti “tempelan” saja.

Ciri khas film Indonesia adalah pemukiman yang mewah dengan alur yang mudah sekali ditebak. Eh, itu pendapat saya sih. Meskipun alur itu baru bener-bener dapat ditebak setelah menjelang akhir film. Ga terlalu greget yang bikin penasaran. Tapi beberapa scene romantisnya okeh untuk diikuti. Kalau kamu pecinta film romansa, perlu dicoba juga nih. Jika diminta beri rating 0-5, saya memilih angka 4.

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Berlibur di Ubud Menikmati Bebek Tepi Sawah

Beberapa orang sudah bersiap menyambut libur panjang sekolah Desember nanti mulai dari sekarang. Ya tentu saja, agar nyaman dan mengasyikkan kita perlu bersiap jauh-jauh hari. Dari menyiapkan itinerary hingga segala kebutuhan perjalanannya nanti. Dan menikmati liburan bersama Traveloka merupakan hal yang seringkali menjadi pilihan menarik. Hanya berbekal aplikasi di gadget, kita bisa mempersiapkan itinerary dengan lebih mudah dengan harga terbaik.

Di grup kemarin ada tawaran untuk liburan bareng ke Bali. Mm, sebenarnya mungkin bukan liburan ya mengingat tanggal itu adalah tanggal anak-anak masih masuk sekolah. Tapi jika yang dimaksud adalah melakukan perjalanan refreshing berdua suami, kayaknya asyik juga 😀

Kali ini kita coba tuliskan deh apa saja kira-kira mau kemana saja kita selama berlibur ke Bali. Agar meski waktunya singkat, kita dapat mengefektifkan waktu sehingga tetap dapat berkunjung ke berbagai tempat yang direkomendasikan.

Tujuan kita kali ini adalah Ubud. Sebuah kawasan wisata yang sudah dikenal sejak tahun 1930an ini masuk ke dalam pemerintahan kabupaten Gianyar dimana terdapat banyak seniman berbakat. Bisa dibilang, Gianyar adalah pusat kesenian dan budaya di Bali terutama seni lukis, tari, patung, ukir dan seni musik tradisional Bali.

Source photo: Google - blacktomato.com
Source photo: Google – blacktomato.com

Lokasi Ubud masih sangat alami dengan kawasan hutan dan areal sawah yang diapit sungai dan jurang. Masyarakatnya yang masih kental dengan kesenian dan budaya Bali di keseharian mereka -karena memang menjadi sumber mata pencaharian-, membuat sebagian besar kawasan pinggir jalan Ubud banyak terdapat toko yang menjual hasil kerajinan lokal dan juga terdapat museum seni.

Di kawasan obyek wisata Ubud banyak terdapat hotel berbintang maupun penginapan dengan harga yang terjangkau. Bebek Tepi Sawah Villas and Spas salah satunya. Tempat yang asyik untuk menginap dan beristirahat dan strategis, dekat dengan berbagai lokasi wisata yang dapat dikunjungi. Dan selalu ada harga spesial dari Traveloka tentunya.

Ubud memiliki beragam obyek wisata yang wajib dinikmati. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Agung Rai Museum of Art
    Memulai wisata ke museum, kenapa tidak? Jaraknya dekat sekali dengan posisi Bebek Tepi Sawah Villas, hanya 1km atau sekitar 3 menit dengan menggunakan kendaraan, 13 menit berjalan kaki. Anggap saja sekadar jalan-jalan 😀
    Beberapa mengenal museum ini dengan sebutan Arma Ubud, dibandung di lahan yang berkontur tanah naik-turun. Desain kebunnya kental dengan nuansa budaya Bali. Tiket masuk dibandrol Rp. 80.000 per orang dan buka dari jam 09.00-18.00.
    Petunjuk arah bisa ikuti rute di google maps.
  2. Monkey Forest Ubud
    Berjarak sekitar 2,1km dari Bebek Tepi Sawah Villas dengan jarak tempuh sekitar 6 menit menggunakan kendaraan, atau 26 menit jika berjalan kaki. Anda dapat mengecek rute maps.
    Terletak di area hutan lindung nan asri, banyak kera yang tinggal disana. Meskipun kera-kera di Monkey Forest Ubud ini jinak, akan tetapi banyak petugas berjaga guna menjaga keamanan dan keselamatan pengunjung. Cocok saat mengajak putra-putri berlibur.
    Tiket masuk dewasa Rp. 40.000, anak 3-12 tahun Rp. 30.000.
  3. Istana Ubud
    Terletak tidak jauh dari Monkey Forest atau sekitar 13 menit berkendara dari Villa (kurang lebih 4km), Istana Kerajaan Ubud menarik untuk anda kunjungi.
    Tempat ini merupakan tempat tinggal  Tjokorde Gede Agung Sukawati, raja Ubud. Letaknya yang berada di sentral kawasan objek wisata Ubud menjadikannya begitu strategis. Apalagi hampir setiap malam disini ada pentas seni tari.
    Anda tidak perlu membayar tiket masuk untuk berkunjung ke Istana Kerajaan Ubud. Namun jika ingin menonton pertunjukannya, ada biaya tiket pertunjukan.
  4. The Blanco Renaissance Museum
    Jika anda ngefans berat pada karya lukis unik, The Blanco Museum dapat menjadi tujuan wisata anda selanjutnya. Di museum ini terdapat hasil karya-karya Don Antonio Blanco. Perjalanan dari villa sekiatar 15 menit menggunakan kendaraan berdasar informasi di peta. Tiket masuk Rp. 30.000 per orang.
  5. Tegenungan Waterfall
    Lelah berjalan-jalan dan ingin kembali ke alam untuk merasakan segarnya? Air terjun Tegenungan Kemenuh cantik banget untuk dikunjungi. Dengan tinggi air terjun mencapai 16m dan debit air yang turun sangat besar dan deras membuat air terjun ini memiliki daya tarik tersendiri. Ditambah lokasinya dekat dengan pasar seni Sukawati. Bisa sekalian belanja 😀
    Jaraknya sekitar 7-8km dari Villa (tergantung rute yang diambil). Tiket masuk Rp. 10.000 dewasa, anak Rp. 5.000. Ih asyik banget kan.
  6. Tagalong Rice Terrace
    Masih belum puas main di alam? Lanjut ke sawah terasering Tagalong yang berjarak sekitar 11km dari Villa. Sawah terasering yang terbentang dengan kemiringan cukup curam menjadi pemandangan unik. Apalagi ada cafe-cafe di pinggir jalan tepi sawah, menikmati pemandangan sambil bersantai. Tiket masuk di harga Rp. 10.000 per orang.
  7. Start Point Sobek Ayung Rafting
    Terakhir untuk sementara waktu. Habiskan suara anda di acara rafting melintasi sungai Ayung. Buka mulai pukul 10.00 dengan bandrol harga Rp. 350.000-400.000 per orang (sudah termasuk antar jemput dan makan siang). Cek map-nya ya. Cuma setengah jam.

So, sudah menentukan tujuan liburan? Jangan lupa untuk mengecek traveloka di hp anda ^_^

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Eksplorasi, Tumbuh Kembang dan Perlindungan Anak

Ahad 22 Mei lalu ada sebuah acara kece bertajuk parenting yang diadakan oleh Dancow Parenting Center di Hotel Trans Luxury Bandung. Bahasan parenting menjadi salah satu pertimbangan turut serta dalam acara tersebut karena bagi ibu dengan 2 putra berusia 3 dan 5,5 tahun, saya butuh input yang cukup guna menemani tumbuh kembang keduanya.

Dancow Parenting Center

Mengapa kemudian ilmu dalam mendidik dan menemani tumbuh kembang anak ini penting? Sebab kita tidak pernah belajar sebelumnya. Kita hanya belajar sekilas dari sekitar, hal yang mungkin di dalamnya masih butuh perbaikan. Dan karena perkembangan ilmu pengetahuan nan dinamis, ada yang perlu di-upgrade setiap waktu.

Acara Dancow Parenting Center ini bertajuk Tumbuh Kembang si Kecil Berawal dari Perlindungan yang Optimal. Saat acara akan dimulai, peserta mengisi data diri untuk kemudian lanjut mengikuti rangkaian materi di ballroom. Sementara di kidscorner diisi dengan kegiatan bercerita dan kegiatan anak lainnya.

Seminar terbagi ke dalam setidaknya 3 sesi utama yakni seputar cinta ayah bunda bersama bunda Ratih. Sesi berikutnya diisi oleh bunda Sari Sunda Bulan yang membahas kecukupan nutrisi si kecil. Dan materi terakhir bertemakan Stimulasi bagi si kecil. Seru karena ketemu banyak orang dan dapet banyak ilmu dan insight baru terutama tentang Stimulearn yang saya alihbahasakan dengan sebutah stimulasi pembelajaran anak dan belajar tentang stimulasi terhadap anak.

Sesi yang tak kalah menarik dari 3 sesi sebelumnya adalah cooking clas bersama chef Standbysteby. Membuat makanan lucu ternyata jadi mudah jika ada ilmunya ya. Bener-bener ilmu itu perlu untuk semua aspek kehidupan kita entah itu soal dunia parenting maupun keseharian 😀

Eh ada lagi, kaget pas dapet goodiebag segede gaban isinya susu yang pas banget buat 2 bocah: 2 kotak susu pertumbuhan yang 1 untuk 1-3 tahun, yang satu 3-5 tahun yang mengandung Excelnutri+ jadi Danisy dan Azam dapet masing-masing 1 box susu, tas lucu (bisa buat mudik ntar yeaayy), buku panduan tumbuh kembang yang dukung eksplorasinya anak-anak, plus buku notes cakep, majalah Nakita yang ada bahasan soal merencakan jenis kelamin bayi buat yang promil (ups), dan voucher dari Sodexo yang bisa digunakan untuk pemenuhan kebutuhan bulanan. Rejekinya ibu mertua nih, pas ke Bandung pas dapet voucher jadi voucher-nya bisa dipake buat bumer dan mamah belanja ^_^

Sedikit catatan dari materi yang disampaikan dalam acara Dancow Parenting Center.

Penuhi Nutrisi untuk Dukung Eksplorasi si Kecil

Indonesia memiliki tantangan tumbuh kembang tersendiri seperti adanya ancaman serangan penyakit, infeksi, ISPA, batuk pilek, diare dan sebagainya. Terjangkitnya anak oleh penyakit tersebut memang tidak sepenuhnya akibat sekitar tapi juga ada andil dari nutrisi yang didapat si anak.

Maka pemenuhan nutrisi pada anak menjadi salah satu cara memberikan perlindungan bagi tumbuh kembangnya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemenuhan nutrisi yakni nutrisi untuk kesehatan saluran cerna, nampak sepele tapi penting. Nutrisi tersebut meliputi kecukupan serat pangan (inulin), mempertahankan bakteri baik (strain spesifik, lactobacillus rhamnosus dan bifidobacterium), vitamin A, C dan E (terdapat pada sereal dan biji-bijian), mineral selenium dan zink.

Beberapa tips memenuhi kebutuhan nutrisi anak adalah dengan jadwal makan yang konsisten, jenis asupan makanan yang beragam dan jumlah makanan yang sesuai dengan usia anak. Masaklah masakan yang berbeda dalam periode 10 hari. Ajak anak berbelanja dan bahkan ajak terlibat dalam proses memasak. Hal ini selain membuat anak paham mengenai proses tersedianya makanan, juga mengajak mereka untuk eksplorasi seputar pasar, tukang sayur, bahan makanan, melatih kepekaan dan motorik mereka. Sambil tetap lindungi si petualan kecil dengan mengajarkan mereka mencuci tangan sebelum dan sesudah berkegiatan, membersihkan wadah dan menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sembarangan sampah sisa bahan masakan.

piramida makanan & pedoman gizi seimbang
Gunakan Pedoman Gizi Seimbang ini ya bun untuk asupan gizi si kecil maupun keluarga

Ajarkan anak tentang rasa lapar sejak kecil agar anak makan hanya pada saat dia benar-benar membutuhkan makanan. Tindakan seperti ini menghindarkan anak dari rasa lapar semu yang membuat anak over-makan sehingga bisa berakibat pada over-weight. Tips yang pernah saya dapat untuk mengajarkan anak lapar adalah, ketika anak meminta makan ajak dia minum air putih. Jika setelah minum ia masih merasakan lapar maka saat itu memang dia butuh makan. Jika setelah minum air putih dia merasa kenyang, maka sesungguhnya yang dia rasakan hanyalah haus yang sudah sampai pada titik “sangat haus”.

Saya secara pribadi tidak membiasakan anak makan pagi-siang-malam, tapi hanya menawarkan apakah akan makan sekarang atau tidak. Maka jika anak memang ingin makan, anak pasti makan. Meskipun sejak Danisy sudah mulai sekolah, saya menganjurkan dia makan di pagi hari meski sekadar buah-buahan maupun roti. Membiasakan anak makan ga harus selalu sama nasi. Meskipun emaknya mah belum bisa makan tanpa nasi 😀

Aspek Tumbuh Kembang Anak

Yang perlu dikembangkan dan diperhatikan dalam tumbuh kembang anak yakni,

  1. Kognisi
    mental dan cara berpikir anak
  2. Fisik
  3. Psikososial
    kemampuan bergaul dan bersosialisasi

Kognisi sendiri dapat diidentifikasi melalui 5 kemampuan, yakni

  1. Attention
    berupa kemampuan memberi perhatian terhadap suatu hal maupun terhadap seseorang. Ajarkan anak untuk fokus terhadap sesuatu yang dia perhatikan.
  2. Language
    kemampuan berbahasa, berbicara, berkomunikasi
  3. Memory
    kemampuan memori, mengingat sebuah kejadian, sebuah cerita maupun hal lainnya yang kemudian akan memancing anak untuk bercerita (menceritakan kembali versi bahasa mereka)
  4. Problem Solving
    kemampuan anak dalam memecahkan permasalahan yang mereka hadapi. Mendidik anak untuk mampu memecahkan permasalahan dengan permainan macam puzzle maupun membiasakan anak untuk mencari solusi melalui pancingan pertanyaan apa saja yang dapat dilakukan anak.
  5. Psychomotor

Cek kelima poin tersebut pada anak kita, jika sudah cukup terpenuhi maka anda boleh menarik nafas lega bahwa si kecil sudah cukup terpenuhi nutrisinya.

 

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Main Ke Taman Uncal di Bandung Yuk

Taman Uncal di Bandung? Emang ada? Ada..

Jika menyebut kata Bandung, ada banyak persepsi ya mengenai daerahnya. Misal, ketika disebut kata Lembang, orang luar Bandung akan tetap menyebut itu Bandung. Ya memang sih, memang sama-sama Bandung. Tapi secara pembagian daerah, beberapa tempat wisata ada yang lokasinya masih seputar kota Bandung, ada juga yang di luar kota Bandung alias sudah masuk Kabupaten. Nah, kabupaten sendiri ada 2, yakni kabupaten Bandung dan kabupaten Bandung Barat. Kalau Lembang mah masuknya kabupaten Bandung Barat atau sering disingkat KBB. Sementara kabupaten Bandung seringnya lebih dikenal dengan kata Soreang meskipun sebetulnya kabupaten Bandung ga cuma soreang tapi “ibukota”nya memang Soreang 😀

Oke, sudah ya pembukaan tentang wilayah Bandung. Di tulisan kali ini saya mau cerita mengenai salah satu tempat di kabupaten Bandung yang beberapa waktu lalu kami kunjungi. Sebetulnya tidak sengaja sih karena awalnya kami kesana hanya untuk menghadiri pernikahan salah satu klien kami yang memesan undangan di Aim Desain.

Pernikahan klien kami ini dilaksanakan di dalam area DPRD Kabupaten Bandung. Area yang lumayan luas. Ada 3 acara pernikahan disana, dan ternyata lokasi pernikahan Helia Willy tepat di depan Taman Uncal. Begitu sampai, anak-anak excited melihat banyak rusa disana.

Taman Uncal Kabupaten Bandung

Selesai menghadiri acara resepsi, kami mampir dulu ke Taman Uncal. Kebetulan saat itu sedang dibuka gerbangnya, entah sedang memperbaiki apa. Tapi kami tidak berani masuk khawatir tidak akan diizinkan. Alhamdulillah, melihat anak-anak asyik berceloteh tentang rusa, petugasnya memperbolehkan kami masuk. Aturannya boleh masuk atau ngga, saya tidak tahu. Tapi kesempatan bisa masuk ke dalam area rusa, tidak akan disia-siakan.

Oh iya, mungkin teman-teman bingung ya katanya Taman Uncal tapi kok ngomongin rusa. Yap, uncal adalah bahasa sunda dari rusa, semoga saya tidak salah karena ketika ngobrol ke mamah, mamah bilang rusa itu uncal, kalau kancil lebih kecil lagi dari uncal. Begitu. Clear ya.

Nah, ketika kami masuk ke Taman Uncal ini saya mah jujur takjub da. Banyak rusanya seperti di kebun binatang saja. Adek saya nyeletuk “ya kalau di Bandung ada yang kayak gini, kebun binatang ga akan laku atuh teh” iya juga ya. Secara itu kita masuk gratisan ga pake biaya parkir pula 😛

Danisy mendapat kesempatan dekat dengan rusa karena ada 2 rusa mendekat, tapi hanya satu saja yang benar-benar mendekat. Apalagi petugasnya memberikan ubi untuk diberikan pada sang rusa. Danisy tentu saja senang, sementara Azam belum berani memberi makan rusa.

Danisy Memberi Makan Uncal/Rusa
Danisy Memberi Makan Uncal/Rusa

Saya sendiri ya kagum bisa sedekat itu dengan rusa. Baru tahu juga ternyata tanduknya itu lembut ya, tidak seperti tanduk kambing atau sapi gituh.

Bagi teman-teman yang mau main ke Bandung (atau orang Bandung yang mau jalan-jalan) tapi udah bingung mau main dimana lagi yang lokasinya bisa terjangkau semua kendaraan tapi juga bayarnya ga mahal-mahal amat malah gratis, bisa nih mampir ke area DPRD Kabupaten Bandung. Cuma aturan aslinya musti tanya sama orang sana nih. Tapi ketika kemarin pindah ke Taman Anak yang lokasinya di sebrang Taman Uncal, ada banyak pengunjung juga jadi sepertinya memang dibuka untuk umum seperti taman-taman tematik di kota Bandung.

Taman Anak Sabilulungan

Kata adek saya yang memang aktif di karang taruna, program taman tematik pemkab Bandung ini memang kerjasama dengan kang Emil walikota Bandung. Cuma kalo di Bandung mah taman tematiknya nyebar, kalau ini terpusat di pemkab sebab lahan mereka juga luas. Termasuk tata area pemkabnya juga bagus da. Asri, rindang, sejuk. Kapan-kapan boleh lah main kesana ya. Dari rumah saya kesana mah sekitar 45 menit-1 jam. Pernah waktu macet banget kemarin perjalanannya 2 jam 😀

Azam sedang main di salah satu mainan yang berada di dalam arena Taman Anak
Azam sedang main di salah satu mainan yang berada di dalam arena Taman Anak

Oiya ada satu lagi taman yang kami kunjungi disana selain Taman Uncal yaitu Taman Anak. Di dalamnya ada berbagai permainan anak seperti perosotan lengkap dengan jalan berkayu, arena berputar, jungkat-jungkit dan ayunan. Ada juga arena pasir. Anak-anak paling betah di arena pasir.

Okeh segitu dulu bahas tentang Taman Uncal dan Taman Anak. Semoga bisa bermanfaat dan memberikan informasi tempat yang bisa dikunjungi di Bandung dan sekitarnya.

Mangga ah, bade leleson heula ^_^

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.