Daftar bpjs kesehatan – pageinsurancelive.com

Ingin Daftar BPJS Kesehatan? Begini Prosesnya

Bicara soal jaminan kesehatan di Indonesia, tentu tak lepas dari BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan. Ya, program layanan kesehatan yang hadir sejak tahun 2014 ini memang sengaja diluncurkan pemerintah untuk membawa angin segar bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Meskipun mungkin dalam perjalanannya program ini masih terbilang rumit dan banyak kekurangan, pemerintah beserta semua pihak yang terkait terus berusaha memperbaiki sistem yang ada agar nantinya masyarakat bisa memperoleh layanan kesehatan yang mudah dan tidak merepotkan. Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Mudah Download Video YouTube dengan Add-on Firefox

Saat mendapatkan bonus 10GB dari registrasi nomor ponsel Simpati yang harus habis dalam 3 hari, itu kayak reality show Uang Kaget kesukaan mamah (saya sendiri baru nonton sekali pas di rumah mamah). Rasanya otak kok jadi kepikir untuk “boros kuota” ya. Hihi.

Setelah bingung mau dihabiskan untuk apa, baru sore ini teringat: kenapa ga download video aja? Kan bisa “menghabiskan kuota” tapi long lasting. Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

WPS Office Program Office Gratisan Yang Enak Digunakan

Menjalani aktifitas sehari-hari di depan komputer membutuhkan aplikasi yang mendukung untuk memudahkan pekerjaannya. Bagi saya yang “hanya” membutuhkan 3 jenis aplikasi guna mendukung kinerja saya, maka bisa dikatakan bahwa WPS Office menjadi pilihan tepat. 3 aplikasi itu: Writer (Word, Document), Presentation (Powerpoint) dan Spreadsheet (Excel). Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Menikmati Bakso Astagfirullah nan Nikmat

Beberapa kali berbincang tentang menikmati bakso astagfirullah nan nikmat membuat saya penasaran seperti apa sih bentuknya kok sampe dikasih nama seperti itu. Eh lebih tepatnya bukan dikasih nama sih, tapi dijuluki. Teman-teman bilang ini salah satu tempat recommended buat nyoba baso yang enak tapi ga biasa.

Ga biasanya gimana? Konon pesan satu porsi aja cukup. Bahkan, porsi terbaiknya bisa dinikmati oleh sampai 8 orang. Pan berarti gede banget. Mateng ga ya? haha..

Dan rasa penasaran itu akhirnya terobati saat secara tidak sengaja diajak teman untuk mampir di tempat tersebut sepulang pelatihan PPA di hotel Topas, Pasteur, Bandung. Pas diajak sih ga nyangka akan ke tempat itu. Cuma dibilang “hayuk lah kita nyoba sesuatu yang pasti semua suka”. Yep, bakso adalah makanan sejuta umat apalagi kaum hawa. Pengecualian: suamiku. Ya, pertama dia bukan kaum hawa, kedua memang doi ga terlalu suka bakso padahal adek saya yang cowok suka bakso 😀

Bakso Raksasa Bikin Ucap Astagfirullah Begitu Melihatnya

Usai training, bergeraklah kami menuju bakso Laman astagfirullah. Baso laman ini katanya udah lama ada dengan ciri khas bakso raksasa yang ditawarkan. Tempatnya sih biasa aja, tapi emang rame. Begitu lihat gerobak mamang penjualnya, ah ga gede-gede amat. Pas mau pesan, ternyata memang kita dah kehabisan yang jumbo dan tersisa yang kecil. Lirik ke gerobak, “hoo itu bakso kecilnya ya? Oke. Sanggup lah”. Maklum, di gerobak kan bakso yang belum direbus. Saya lupa tuh poin itu. Hwehehe.

Dipesankanlah masing-masing 1 porsi. Keisengan temen sih sebenernya. Dia sendiri pesen 1 porsi dan ngajak temen satunya buat barengan. Kayaknya dia udah sadar kalua ga akan habis.

Begitu disajikan, “astaghfirullah” reflek kami mengucap kalimat seperti itu. Ini ukuran baksonya semangkok tuh penuh. Bakso mangkok ini mah namanya. Baksonya segede mangkok. Pantesan pada nyebut bakso astagfirullah ya, lha pas nerima kita memang reflek mengucapkan kalimat itu (maklum, di Bandung pan mayoritas muslim).

Dimana sih Bakso Astagfirullah Lokasi Tepatnya?

Saat mendapat rekomendasi tempat makan bakso enak di Bandung, saya masih bingung. Dimana sih lokasi bakso astaghfirullah itu? Dulu ga sempat googling karena emang belum tahu kapan bisa kesana. Baru deh belakangan ini tahu alamat bakso astagfirullah Bandung ada di jalan Sukawarna no. 21. Wah, dimana itu? Kalau teman-teman tahu Pasteur atau BTC (Bandung Trade Center), nah lokasinya di belakang mall. Makanya beberapa orang menyebut bakso astaghfirullah BTC atau baso astaghfirullah Pasteur. Nama aslinya Bakso Laman Astagfirullah Aladzim Moro Seneng malah jarang ada yang tahu.

Bakso Laman astagfirullah buka mulai jam 10 pagi dan tutup sekitar jam 10 malam dengan range harga 25.000-150.000 per porsi. Harga yang cukup reasonable dengan apa yang disajikan. Kalau mau traktiran sampai 20 orang, insyaallah muat karena memang kapasitas tempatnya dapat menampung hingga 20 orang dewasa. Parkir motor dan mobil tersedia di sekitar lokasi bakso laman astagfirullah aladzim. Pastikan bawa uang cash sebab hanya menerima pembayaran tunai.

Opsi bakso yang tersedia mah standar tukang bakso pada umumnya: bisa pesan bakso saja, bakso plus bihun, mie bakso ataupun bakso campur mie dan bihun. Ini kembali ke selera masing-masing. Saya sendiri lebih suka bikin bakso. Nikmati dalam “kondisi” original. Lanjut tambahkan sedikit pedas, nikmati. Lanjut kasih saus dan kecap. Jadi sekali makan bisa menikmati 3 sensasi rasa berbeda.

Kalau teman-teman ingat keluarga di rumah, bisa juga kok dibungkus. Tenang saja, harga mah tetep sama kok. Bisa jadi kejutan untuk orang-orang tercinta. Apalagi jika mereka adalah penggemar bakso juga.

Bagaimana Rasa Bakso Astagfirullah?

Kalau saya, yang pertama kali dinikmati saat menyantap bakso adalah kuahnya. Jika kuahnya enak, bakso yang rasanya biasa bisa terobati. Nah, kalau bakso laman bandung ini sudah mah kuahnya enak, baksonya pun mantap. Endeus kata orang mah. Jadi menikmati sekali

Jika pertama kali datang ke bakso laman astagfirullah Bandung Bersama teman atau keluarga, baiknya pesan 1 porsi dulu saja. Bukan karena ragu jadi kudu nyicip rasa dulu, tapi lebih pada “siapa tahu ga sanggup menghabiskan baso astaghfirullah ini”. Hehehe..

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Nonton Film Bisa Bikin Cinta Tumbuh?

Konon, menonton film bisa memberikan inspirasi baru pada kehidupan kita. Ya, saya akui. Selalu ada insight berbeda bagi setiap orang terhadap satu film yang sama. Dan seseorang dapat mendapatkan inspirasi dari berbagai alur yang diputar.

Maka film bukan lagi sekadar hiburan semata. Ia juga bahkan bisa menjadi jawaban atau ide baru atas sesuatu.

Selama beberapa kali nonton film action, sepertinya baru kemarin mengalami. Tidak hanya larut dalam alur cerita dan konspirasi di dalamnya, tapi juga tentang kisah cinta di dalamnya yang mungkin terkesan ga romantis.

Di beberapa film aksi, kisah cinta kadang menjadi pemanis yang lumayan vulgar dengan pemain utama yang memang pandai merayu atau sedemikian menarik sehingga memperlihatkan sang jawara banya didekati wanita. Tapi tidak dalam film Iron Man 3 kemarin. Setidaknya itu yang saya tangkap. Bisa jadi teman-teman berbeda pendapat.

Di film IM3 ini, sosok Tony Stark sang Iron Man memang digambarkan sebagai lelaki yang tidaklah romantis. Ia mencoba romantis dengan memberikan sang kekasi, Pepper sebuah boneka beruang besar. Apakah Pepper suka? Entahlah, saya menangkap bahwa ia tidak terlalu menyukainya dengan alasan “ukurannya besar sekali. Memangnya masuk pintu?” Yang dijawab ‘dingin’ oleh Stark dengan “besok ada tukang kesini, bongkar pintu dan membuat boneka itu bisa masuk rumah”.

Adegan lain tentang kisah cinta sang pahlawan adalah saat ia menggantikan dirinya dengan robot M24 buatannya untuk menemui sang kekasih. Kenapa? Karena ia sendiri ada di ruang bawah tanah tengah mengerjakan hal yang dianggapnya sebagai “hobi, kerja sekaligus pengalihan isu”.

Pepper ternyata wanita yang cerdas. Menyadari yang mengobrol dengannya sejak datang ke rumah adalah robot (suaranya memang Stark yang berbicara), iapun turun ke ruang “kerja” Stark dan menegurnya. Sempat beradu argumen tapi ia mampu menundukkan egonya dan membuat Stark rela meninggalkan pekerjaannya untuk melanjutkan rencana kencan mereka.

Adegan-adegan komunikasi dan semua hal yang terjadi dalam hubungan Stark dan Pepper dalam IM3 bagi saya seperti sebuah reminder. Bahwa tidak semua lelaki mampu romantis dengan hadiah dan bunga. Tidak semua lelaki mendekati perempuan dengan cumbu rayu yang membuai.

Beberapa dari mereka bahkan kesulitan untuk mengungkapkan perasaan dan butuh bantuan untuk melatih dirinya agar mampu mengucapkan cinta. Tak jarang, mereka pun harus belajar menurunkan ego, menyadari kesalahan sikap atau ucapannya yang cuek dan terkesan dingin bin kaku. Lalu siapa yang akan mengajari ia melatih itu semua jika bukan sang kekasih yang mampu menyentuh hatinya dan bersabar terhadap dia apa adanya saat itu.

Karena hanya perempuan sabar dan tegar seperti Pepper-lah yang dapat meluluhkan sekaligus menemani perjuangan Stark. Seseorang yang memiliki jiwa, kata Stark pada mantan kekasihnya (yang menjadi musuh Stark di film ini).

Maka wahai para perempuan yang memiliki pasangan mirip seperti Tony Stark (sifatnya lho yaaa, wajahnya mirip juga ga apa-apa deh), mungkin perlu menonton film IM3 untuk melihat bagaimana Pepper bersikap pada Stark, dan Stark memperlakukan (serta mempertahankan) Pepper.

Meski kaku, Stark tetaplah seseorang yang mencintai kekasihnya dengan segenap hati. Selalu mencoba menjaga agar kekasihnya tidak mengalami bahaya. Dan ending kisah mereka di film ini jadi bahagia dengan alur yang menarik ☺

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.
inilah jihadku

Jangan Biarkan Kekuranganmu Menang

​#recommendedbook

Don’t let your ability win

Demikian salah satu penekanan isi buku “Inilah Jihadku” ini. Sebuah motivasi semangat sekaligus inspirasi mengenai bagaimana berdamai dengan segala kekurangan. Kekurangan bukan hanya dari sisi fisik tapi juga kekurangan lainnya yang menghambat kita berkembang ke titik terbaik.

Tak lupa ada keyakinan, keimanan dan peran orang tua disana untuk menguatkan. Tapi sisi terbaiknya memang anda harus membaca sendiri buku ini. Banyak pelajaran kehidupan termasuk “penjelasan ayat” yang sederhana tapi baru saya dapatkan di dalam buku ini.

inilah jihadku

Buku ini juga membahas sekilas bagaimana islam dan disabilitas, bagaimana Rasulullah benar-benar memperlakukan umatnya dengan sedemikian adil. Bukan melihat fisik tapi melihat kemampuan yang tersembunyi di dalamnya. Sebagaimana Ibnu Ummi Maktum yang tuna netra pernah ditunjuk jadi “PLT” pemerintahan kala Rasulullah harus bertugas meninggalkan kota sementara waktu. Seorang tuna netra dipercaya menjadi pemimpin pengganti sementara saat Rasulullah tugas ke luar kota. Luar biasa bukan? Dan masyarakat taat serta patuh pada keputusan tersebut. Ada kemampuan Ibnu Ummi Maktum yang tidak dimiliki sahabat lainnya dalam menggantikan kepemimpinan sementara, bukan berbicara tentang dia yang tak bisa melihat dunia.

Bahasa bukunya ringan meski sedikit agak nyastra. Tapi tetap tidak terlalu berat kok. Bisa dihabiskan dalam hitungan jam atau hari. Apalagi jika tahu bagaimana buku itu berhasil ditulis, tentu waktu yang kita habiskan untuk membaca buku ini jadi terasa tidak sebanding.

Dan hal yang paling ditekankan adalah: jangan sampai keterbatasan mengalahkanmu. Meski di buku ini fokus membahas keterbatasan para difabel, tapi sesungguhnya juga mengajarkan arti perjuangan untuk segala jenis keterbatasan (dalam arti fisik maupun non fisik).

Buku “Inilah Jihadku” pun memberikan gambaran perbandingan perlakuan difabel di Indonesia, Qatar dan Inggris. Yang kemudian rasanya jadi pe er untuk kita semua agar di negara kita, mereka yang memiliki keterbatasan diberi ruang yang sama untuk tumbuh maksimal dengan potensi dirinya sebagaimana di Qatar maupun Inggris. Bukan dibatasi dan “dikasihani”. Apalagi Indonesia adalah negara dengan mayoritas muslim yang semestinya lebih dalam lagi mempelajari bagaimana Allah dan Rasul-Nya mengajarkan bersikap adil terhadap semua orang, tak peduli fisik maupun keadaannya. Semua berhak mendapatkan hal yang setara.

Buku ini ditulis oleh seorang Asphyxia Neonatal. Gangguan sistem pernafasan yang berakibat kadar oksigen berkurang kemudian berdampak pada kondisi fisik dimana pertumbuhan lambat dan beberapa saraf tubuh tak berfungsi. Zulfikar, panggilannya. Dan saat ini ia tengah mengenyam pendidikan S3 di Manchester, Inggris. Menginjakkan kaki di #Inggris adalah salah satu mimpinya sejak kecil.

Perjalanan Fikar menuju Inggris memang tidak mulus. Tapi dari buku ini saya secara pribadi belajar, bahwa mimpi itu menjadi bahan bakar kehidupan kita. Pemahaman terhadap ayat-ayat Allah menjadi pondasi dan penguat. Dan percayalah, Allah senantiasa mencatat mimpi kita. Jika ia baik, meski berliku, maka kita akan tetap sampai pada mimpi itu. Luaskan mimpimu agar tidak hanya sekadar untuk pencapaian diri tapi juga kebermanfaatan pribadi.

Selamat menembus batas. Dengan syariat sebagai satu-satunya batas.

#asphyxianeonate #AsphyxiaNeonotorum #AsphyxiaNeonatal #Difabel #BukuBagus

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Karena Cinta Kadang Tak Disadari Adanya

Film Dear Love sepertinya menjadi film percintaan “remaja” pertama yang saya nonton. Di bioskop, sendirian dan justru setelah menikah. Heuheu. Eh ga sendirian juga sih, ada penonton lain disana 😀

Film bergenre romantik ini mendapat rating 8,6 di situs movie.co.id. Kisah cinta mengharukan besutan sutradara Dedy Syahputra ini berhasil membuat saya yang Feeling menangis di beberapa scene. Mm, ya terharu gimana gituh. Hehe.

Setidaknya ada beberapa tokoh yang saya garisbawahi. Anggap saja tokoh utama ya. Nico yang diperankan oleh Dimas Aditya, Mentari de Marelle sebagai Rayya dan Billy Davidson memainkan tokoh Addin.

dear-love-movie

Nico tinggal di seberang rumah Rayya. Pertemuan mereka “tidak disengaja” saat akhirnya keluarga keduanya menempati rumah di pemukiman yang sama. Bertemu ketika mereka masih anak-anak lalu bersahabat selama bertahun-tahun lamanya, bahkan belasan tahun.

Selama belasan tahun itu pula, Nico menjadi saksi atas setiap perjuangan Rayya dan sang ibu menghadapi penyakit yang diderita gadis kecil ini. Nico kemudian merasa harus melindungi Rayya. Sehingga ia akan menjadi orang pertama yang mendampingi Rayya dan ibunya jika terjadi sesuatu. Dan salah satu cara aneh yang dilakukannya adalah dengan “menjodohkan” Rayya.

Nico mencoba mempertemukan kembali Rayya dengan para mantannya. Berharap salah satu diantara para mantan itu dapat menjaga sang “adik”. Tindakan yang ternyata ada motif lain disana.

Setiap surat yang ditulis Rayya terhadap para mantan kekasihnya, tanpa diduga sampai di tangan masing-masing mantan. Mantan pertama yang terhubung kembali adalah Mike. Mike yang senang olahraga mengajak Rayya untuk jogging di pertemuan pertama mereka setelah bertahun-tahun tidak berjumpa. Rayya yang menderita jantung lemah akhirnya pingsan dan dilarikan ke UGD. Dan ada tindakan Mike lainnya yang membuat Nico marah sehingga meminta Rayya untuk tidak lagi berhubungan dengan Mike.

Mantan kedua, Cello. Usai mendapati kenyataan bahwa Rayya menderita jantung lemah, ia bagai hilang ditelan bumi. Tak ada kabar dan tak pernah lagi mencoba menemui Rayya. Hal ini membuat Rayya sempat putus asa.

Hingga segalanya berubah saat Addin muncul di hadapan Rayya. Dan dari scene inilah bagi saya yang membuat skenario menarik mulai asyik diikuti.

film-dear-love-2016

Sejak semula, scenenya dibuat nampak menarik dan memperlihatkan bahwa baik Nico maupun Rayya sebetulnya saling menyayangi satu sama lain. Akan tetapi kemudian saya sendiri sempat ragu, benarkah memang Nico mencintai Rayya atau sekadar rasa sayang sebagai kakak kepada adik, mengingat Nico pernah kehilangan seorang adik perempuan. Meskipun menjelang scene akhir ada momen saat Nico koma, ia menangis ketika Rayya membacakan sebuah surat padanya. Surat apakah itu? Dan kenapa Nico sampai koma? Tonton aja deh.

Sayangnya saya kehilangan kesempatan bertemu langsung dengan para pemainnya di Festival Citylink Bandung kemarin. Tapi bisa me time nonton sendiri aja udah hiburan banget. Beberapa “puisi” dan kalimat di filmnya inspiring. Sayangnya kok ya ga inget ngerekam. Padahal lumayan buat quote atau bikin surat cinta 😛

Secara alur cerita, saya suka. Satu diantara scene yang membuat saya seketika nangis adalah saat menjelang akhir cerita. Asli kece. Meskipun saya melihat akting Ikang Fawzi (memerankan ayah Nico) serasa kurang greget. Pokoknya di scene keluarga itu rasanya kurang “klik” gituh. Atau mungkin karena kisah tentang keluarga hanya sedikit saja yang diceritakan sehingga nampak seperti “tempelan” saja.

Ciri khas film Indonesia adalah pemukiman yang mewah dengan alur yang mudah sekali ditebak. Eh, itu pendapat saya sih. Meskipun alur itu baru bener-bener dapat ditebak setelah menjelang akhir film. Ga terlalu greget yang bikin penasaran. Tapi beberapa scene romantisnya okeh untuk diikuti. Kalau kamu pecinta film romansa, perlu dicoba juga nih. Jika diminta beri rating 0-5, saya memilih angka 4.

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.