Berlibur di Ubud Menikmati Bebek Tepi Sawah

Beberapa orang sudah bersiap menyambut libur panjang sekolah Desember nanti mulai dari sekarang. Ya tentu saja, agar nyaman dan mengasyikkan kita perlu bersiap jauh-jauh hari. Dari menyiapkan itinerary hingga segala kebutuhan perjalanannya nanti. Dan menikmati liburan bersama Traveloka merupakan hal yang seringkali menjadi pilihan menarik. Hanya berbekal aplikasi di gadget, kita bisa mempersiapkan itinerary dengan lebih mudah dengan harga terbaik.

Di grup kemarin ada tawaran untuk liburan bareng ke Bali. Mm, sebenarnya mungkin bukan liburan ya mengingat tanggal itu adalah tanggal anak-anak masih masuk sekolah. Tapi jika yang dimaksud adalah melakukan perjalanan refreshing berdua suami, kayaknya asyik juga 😀

Kali ini kita coba tuliskan deh apa saja kira-kira mau kemana saja kita selama berlibur ke Bali. Agar meski waktunya singkat, kita dapat mengefektifkan waktu sehingga tetap dapat berkunjung ke berbagai tempat yang direkomendasikan.

Tujuan kita kali ini adalah Ubud. Sebuah kawasan wisata yang sudah dikenal sejak tahun 1930an ini masuk ke dalam pemerintahan kabupaten Gianyar dimana terdapat banyak seniman berbakat. Bisa dibilang, Gianyar adalah pusat kesenian dan budaya di Bali terutama seni lukis, tari, patung, ukir dan seni musik tradisional Bali.

Source photo: Google - blacktomato.com
Source photo: Google – blacktomato.com

Lokasi Ubud masih sangat alami dengan kawasan hutan dan areal sawah yang diapit sungai dan jurang. Masyarakatnya yang masih kental dengan kesenian dan budaya Bali di keseharian mereka -karena memang menjadi sumber mata pencaharian-, membuat sebagian besar kawasan pinggir jalan Ubud banyak terdapat toko yang menjual hasil kerajinan lokal dan juga terdapat museum seni.

Di kawasan obyek wisata Ubud banyak terdapat hotel berbintang maupun penginapan dengan harga yang terjangkau. Bebek Tepi Sawah Villas and Spas salah satunya. Tempat yang asyik untuk menginap dan beristirahat dan strategis, dekat dengan berbagai lokasi wisata yang dapat dikunjungi. Dan selalu ada harga spesial dari Traveloka tentunya.

Ubud memiliki beragam obyek wisata yang wajib dinikmati. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Agung Rai Museum of Art
    Memulai wisata ke museum, kenapa tidak? Jaraknya dekat sekali dengan posisi Bebek Tepi Sawah Villas, hanya 1km atau sekitar 3 menit dengan menggunakan kendaraan, 13 menit berjalan kaki. Anggap saja sekadar jalan-jalan 😀
    Beberapa mengenal museum ini dengan sebutan Arma Ubud, dibandung di lahan yang berkontur tanah naik-turun. Desain kebunnya kental dengan nuansa budaya Bali. Tiket masuk dibandrol Rp. 80.000 per orang dan buka dari jam 09.00-18.00.
    Petunjuk arah bisa ikuti rute di google maps.
  2. Monkey Forest Ubud
    Berjarak sekitar 2,1km dari Bebek Tepi Sawah Villas dengan jarak tempuh sekitar 6 menit menggunakan kendaraan, atau 26 menit jika berjalan kaki. Anda dapat mengecek rute maps.
    Terletak di area hutan lindung nan asri, banyak kera yang tinggal disana. Meskipun kera-kera di Monkey Forest Ubud ini jinak, akan tetapi banyak petugas berjaga guna menjaga keamanan dan keselamatan pengunjung. Cocok saat mengajak putra-putri berlibur.
    Tiket masuk dewasa Rp. 40.000, anak 3-12 tahun Rp. 30.000.
  3. Istana Ubud
    Terletak tidak jauh dari Monkey Forest atau sekitar 13 menit berkendara dari Villa (kurang lebih 4km), Istana Kerajaan Ubud menarik untuk anda kunjungi.
    Tempat ini merupakan tempat tinggal  Tjokorde Gede Agung Sukawati, raja Ubud. Letaknya yang berada di sentral kawasan objek wisata Ubud menjadikannya begitu strategis. Apalagi hampir setiap malam disini ada pentas seni tari.
    Anda tidak perlu membayar tiket masuk untuk berkunjung ke Istana Kerajaan Ubud. Namun jika ingin menonton pertunjukannya, ada biaya tiket pertunjukan.
  4. The Blanco Renaissance Museum
    Jika anda ngefans berat pada karya lukis unik, The Blanco Museum dapat menjadi tujuan wisata anda selanjutnya. Di museum ini terdapat hasil karya-karya Don Antonio Blanco. Perjalanan dari villa sekiatar 15 menit menggunakan kendaraan berdasar informasi di peta. Tiket masuk Rp. 30.000 per orang.
  5. Tegenungan Waterfall
    Lelah berjalan-jalan dan ingin kembali ke alam untuk merasakan segarnya? Air terjun Tegenungan Kemenuh cantik banget untuk dikunjungi. Dengan tinggi air terjun mencapai 16m dan debit air yang turun sangat besar dan deras membuat air terjun ini memiliki daya tarik tersendiri. Ditambah lokasinya dekat dengan pasar seni Sukawati. Bisa sekalian belanja 😀
    Jaraknya sekitar 7-8km dari Villa (tergantung rute yang diambil). Tiket masuk Rp. 10.000 dewasa, anak Rp. 5.000. Ih asyik banget kan.
  6. Tagalong Rice Terrace
    Masih belum puas main di alam? Lanjut ke sawah terasering Tagalong yang berjarak sekitar 11km dari Villa. Sawah terasering yang terbentang dengan kemiringan cukup curam menjadi pemandangan unik. Apalagi ada cafe-cafe di pinggir jalan tepi sawah, menikmati pemandangan sambil bersantai. Tiket masuk di harga Rp. 10.000 per orang.
  7. Start Point Sobek Ayung Rafting
    Terakhir untuk sementara waktu. Habiskan suara anda di acara rafting melintasi sungai Ayung. Buka mulai pukul 10.00 dengan bandrol harga Rp. 350.000-400.000 per orang (sudah termasuk antar jemput dan makan siang). Cek map-nya ya. Cuma setengah jam.

So, sudah menentukan tujuan liburan? Jangan lupa untuk mengecek traveloka di hp anda ^_^

Salam hangat, Esa Puspita
Family Development Enthusiast
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Eksplorasi, Tumbuh Kembang dan Perlindungan Anak

Ahad 22 Mei lalu ada sebuah acara kece bertajuk parenting yang diadakan oleh Dancow Parenting Center di Hotel Trans Luxury Bandung. Bahasan parenting menjadi salah satu pertimbangan turut serta dalam acara tersebut karena bagi ibu dengan 2 putra berusia 3 dan 5,5 tahun, saya butuh input yang cukup guna menemani tumbuh kembang keduanya.

Dancow Parenting Center

Mengapa kemudian ilmu dalam mendidik dan menemani tumbuh kembang anak ini penting? Sebab kita tidak pernah belajar sebelumnya. Kita hanya belajar sekilas dari sekitar, hal yang mungkin di dalamnya masih butuh perbaikan. Dan karena perkembangan ilmu pengetahuan nan dinamis, ada yang perlu di-upgrade setiap waktu.

Acara Dancow Parenting Center ini bertajuk Tumbuh Kembang si Kecil Berawal dari Perlindungan yang Optimal. Saat acara akan dimulai, peserta mengisi data diri untuk kemudian lanjut mengikuti rangkaian materi di ballroom. Sementara di kidscorner diisi dengan kegiatan bercerita dan kegiatan anak lainnya.

Seminar terbagi ke dalam setidaknya 3 sesi utama yakni seputar cinta ayah bunda bersama bunda Ratih. Sesi berikutnya diisi oleh bunda Sari Sunda Bulan yang membahas kecukupan nutrisi si kecil. Dan materi terakhir bertemakan Stimulasi bagi si kecil. Seru karena ketemu banyak orang dan dapet banyak ilmu dan insight baru terutama tentang Stimulearn yang saya alihbahasakan dengan sebutah stimulasi pembelajaran anak dan belajar tentang stimulasi terhadap anak.

Sesi yang tak kalah menarik dari 3 sesi sebelumnya adalah cooking clas bersama chef Standbysteby. Membuat makanan lucu ternyata jadi mudah jika ada ilmunya ya. Bener-bener ilmu itu perlu untuk semua aspek kehidupan kita entah itu soal dunia parenting maupun keseharian 😀

Eh ada lagi, kaget pas dapet goodiebag segede gaban isinya susu yang pas banget buat 2 bocah: 2 kotak susu pertumbuhan yang 1 untuk 1-3 tahun, yang satu 3-5 tahun yang mengandung Excelnutri+ jadi Danisy dan Azam dapet masing-masing 1 box susu, tas lucu (bisa buat mudik ntar yeaayy), buku panduan tumbuh kembang yang dukung eksplorasinya anak-anak, plus buku notes cakep, majalah Nakita yang ada bahasan soal merencakan jenis kelamin bayi buat yang promil (ups), dan voucher dari Sodexo yang bisa digunakan untuk pemenuhan kebutuhan bulanan. Rejekinya ibu mertua nih, pas ke Bandung pas dapet voucher jadi voucher-nya bisa dipake buat bumer dan mamah belanja ^_^

Sedikit catatan dari materi yang disampaikan dalam acara Dancow Parenting Center.

Penuhi Nutrisi untuk Dukung Eksplorasi si Kecil

Indonesia memiliki tantangan tumbuh kembang tersendiri seperti adanya ancaman serangan penyakit, infeksi, ISPA, batuk pilek, diare dan sebagainya. Terjangkitnya anak oleh penyakit tersebut memang tidak sepenuhnya akibat sekitar tapi juga ada andil dari nutrisi yang didapat si anak.

Maka pemenuhan nutrisi pada anak menjadi salah satu cara memberikan perlindungan bagi tumbuh kembangnya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemenuhan nutrisi yakni nutrisi untuk kesehatan saluran cerna, nampak sepele tapi penting. Nutrisi tersebut meliputi kecukupan serat pangan (inulin), mempertahankan bakteri baik (strain spesifik, lactobacillus rhamnosus dan bifidobacterium), vitamin A, C dan E (terdapat pada sereal dan biji-bijian), mineral selenium dan zink.

Beberapa tips memenuhi kebutuhan nutrisi anak adalah dengan jadwal makan yang konsisten, jenis asupan makanan yang beragam dan jumlah makanan yang sesuai dengan usia anak. Masaklah masakan yang berbeda dalam periode 10 hari. Ajak anak berbelanja dan bahkan ajak terlibat dalam proses memasak. Hal ini selain membuat anak paham mengenai proses tersedianya makanan, juga mengajak mereka untuk eksplorasi seputar pasar, tukang sayur, bahan makanan, melatih kepekaan dan motorik mereka. Sambil tetap lindungi si petualan kecil dengan mengajarkan mereka mencuci tangan sebelum dan sesudah berkegiatan, membersihkan wadah dan menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sembarangan sampah sisa bahan masakan.

piramida makanan & pedoman gizi seimbang
Gunakan Pedoman Gizi Seimbang ini ya bun untuk asupan gizi si kecil maupun keluarga

Ajarkan anak tentang rasa lapar sejak kecil agar anak makan hanya pada saat dia benar-benar membutuhkan makanan. Tindakan seperti ini menghindarkan anak dari rasa lapar semu yang membuat anak over-makan sehingga bisa berakibat pada over-weight. Tips yang pernah saya dapat untuk mengajarkan anak lapar adalah, ketika anak meminta makan ajak dia minum air putih. Jika setelah minum ia masih merasakan lapar maka saat itu memang dia butuh makan. Jika setelah minum air putih dia merasa kenyang, maka sesungguhnya yang dia rasakan hanyalah haus yang sudah sampai pada titik “sangat haus”.

Saya secara pribadi tidak membiasakan anak makan pagi-siang-malam, tapi hanya menawarkan apakah akan makan sekarang atau tidak. Maka jika anak memang ingin makan, anak pasti makan. Meskipun sejak Danisy sudah mulai sekolah, saya menganjurkan dia makan di pagi hari meski sekadar buah-buahan maupun roti. Membiasakan anak makan ga harus selalu sama nasi. Meskipun emaknya mah belum bisa makan tanpa nasi 😀

Aspek Tumbuh Kembang Anak

Yang perlu dikembangkan dan diperhatikan dalam tumbuh kembang anak yakni,

  1. Kognisi
    mental dan cara berpikir anak
  2. Fisik
  3. Psikososial
    kemampuan bergaul dan bersosialisasi

Kognisi sendiri dapat diidentifikasi melalui 5 kemampuan, yakni

  1. Attention
    berupa kemampuan memberi perhatian terhadap suatu hal maupun terhadap seseorang. Ajarkan anak untuk fokus terhadap sesuatu yang dia perhatikan.
  2. Language
    kemampuan berbahasa, berbicara, berkomunikasi
  3. Memory
    kemampuan memori, mengingat sebuah kejadian, sebuah cerita maupun hal lainnya yang kemudian akan memancing anak untuk bercerita (menceritakan kembali versi bahasa mereka)
  4. Problem Solving
    kemampuan anak dalam memecahkan permasalahan yang mereka hadapi. Mendidik anak untuk mampu memecahkan permasalahan dengan permainan macam puzzle maupun membiasakan anak untuk mencari solusi melalui pancingan pertanyaan apa saja yang dapat dilakukan anak.
  5. Psychomotor

Cek kelima poin tersebut pada anak kita, jika sudah cukup terpenuhi maka anda boleh menarik nafas lega bahwa si kecil sudah cukup terpenuhi nutrisinya.

 

Salam hangat, Esa Puspita
Family Development Enthusiast
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Main Ke Taman Uncal di Bandung Yuk

Taman Uncal di Bandung? Emang ada? Ada..

Jika menyebut kata Bandung, ada banyak persepsi ya mengenai daerahnya. Misal, ketika disebut kata Lembang, orang luar Bandung akan tetap menyebut itu Bandung. Ya memang sih, memang sama-sama Bandung. Tapi secara pembagian daerah, beberapa tempat wisata ada yang lokasinya masih seputar kota Bandung, ada juga yang di luar kota Bandung alias sudah masuk Kabupaten. Nah, kabupaten sendiri ada 2, yakni kabupaten Bandung dan kabupaten Bandung Barat. Kalau Lembang mah masuknya kabupaten Bandung Barat atau sering disingkat KBB. Sementara kabupaten Bandung seringnya lebih dikenal dengan kata Soreang meskipun sebetulnya kabupaten Bandung ga cuma soreang tapi “ibukota”nya memang Soreang 😀

Oke, sudah ya pembukaan tentang wilayah Bandung. Di tulisan kali ini saya mau cerita mengenai salah satu tempat di kabupaten Bandung yang beberapa waktu lalu kami kunjungi. Sebetulnya tidak sengaja sih karena awalnya kami kesana hanya untuk menghadiri pernikahan salah satu klien kami yang memesan undangan di Aim Desain.

Pernikahan klien kami ini dilaksanakan di dalam area DPRD Kabupaten Bandung. Area yang lumayan luas. Ada 3 acara pernikahan disana, dan ternyata lokasi pernikahan Helia Willy tepat di depan Taman Uncal. Begitu sampai, anak-anak excited melihat banyak rusa disana.

Taman Uncal Kabupaten Bandung

Selesai menghadiri acara resepsi, kami mampir dulu ke Taman Uncal. Kebetulan saat itu sedang dibuka gerbangnya, entah sedang memperbaiki apa. Tapi kami tidak berani masuk khawatir tidak akan diizinkan. Alhamdulillah, melihat anak-anak asyik berceloteh tentang rusa, petugasnya memperbolehkan kami masuk. Aturannya boleh masuk atau ngga, saya tidak tahu. Tapi kesempatan bisa masuk ke dalam area rusa, tidak akan disia-siakan.

Oh iya, mungkin teman-teman bingung ya katanya Taman Uncal tapi kok ngomongin rusa. Yap, uncal adalah bahasa sunda dari rusa, semoga saya tidak salah karena ketika ngobrol ke mamah, mamah bilang rusa itu uncal, kalau kancil lebih kecil lagi dari uncal. Begitu. Clear ya.

Nah, ketika kami masuk ke Taman Uncal ini saya mah jujur takjub da. Banyak rusanya seperti di kebun binatang saja. Adek saya nyeletuk “ya kalau di Bandung ada yang kayak gini, kebun binatang ga akan laku atuh teh” iya juga ya. Secara itu kita masuk gratisan ga pake biaya parkir pula 😛

Danisy mendapat kesempatan dekat dengan rusa karena ada 2 rusa mendekat, tapi hanya satu saja yang benar-benar mendekat. Apalagi petugasnya memberikan ubi untuk diberikan pada sang rusa. Danisy tentu saja senang, sementara Azam belum berani memberi makan rusa.

Danisy Memberi Makan Uncal/Rusa
Danisy Memberi Makan Uncal/Rusa

Saya sendiri ya kagum bisa sedekat itu dengan rusa. Baru tahu juga ternyata tanduknya itu lembut ya, tidak seperti tanduk kambing atau sapi gituh.

Bagi teman-teman yang mau main ke Bandung (atau orang Bandung yang mau jalan-jalan) tapi udah bingung mau main dimana lagi yang lokasinya bisa terjangkau semua kendaraan tapi juga bayarnya ga mahal-mahal amat malah gratis, bisa nih mampir ke area DPRD Kabupaten Bandung. Cuma aturan aslinya musti tanya sama orang sana nih. Tapi ketika kemarin pindah ke Taman Anak yang lokasinya di sebrang Taman Uncal, ada banyak pengunjung juga jadi sepertinya memang dibuka untuk umum seperti taman-taman tematik di kota Bandung.

Taman Anak Sabilulungan

Kata adek saya yang memang aktif di karang taruna, program taman tematik pemkab Bandung ini memang kerjasama dengan kang Emil walikota Bandung. Cuma kalo di Bandung mah taman tematiknya nyebar, kalau ini terpusat di pemkab sebab lahan mereka juga luas. Termasuk tata area pemkabnya juga bagus da. Asri, rindang, sejuk. Kapan-kapan boleh lah main kesana ya. Dari rumah saya kesana mah sekitar 45 menit-1 jam. Pernah waktu macet banget kemarin perjalanannya 2 jam 😀

Azam sedang main di salah satu mainan yang berada di dalam arena Taman Anak
Azam sedang main di salah satu mainan yang berada di dalam arena Taman Anak

Oiya ada satu lagi taman yang kami kunjungi disana selain Taman Uncal yaitu Taman Anak. Di dalamnya ada berbagai permainan anak seperti perosotan lengkap dengan jalan berkayu, arena berputar, jungkat-jungkit dan ayunan. Ada juga arena pasir. Anak-anak paling betah di arena pasir.

Okeh segitu dulu bahas tentang Taman Uncal dan Taman Anak. Semoga bisa bermanfaat dan memberikan informasi tempat yang bisa dikunjungi di Bandung dan sekitarnya.

Mangga ah, bade leleson heula ^_^

Salam hangat, Esa Puspita
Family Development Enthusiast
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Pengejar Angin, Sebuah Film Drama Berlatar Sumatera

Pengejar Angin

Film ini sekilas mirip dengan cerita Laskar Pelangi dengan konflik yang agak sedikit berbeda. Berlatar belakang tanah Sumatera yang terkenal dengan wataknya yang keras dan sekaligus juga membuat saya bergidik ketika mendengar cerita dari teman asli daerah sana. Scene dimulai dari perampokan sebuah bus lintas Jawa Sumatera yang memasuki area hutan paling rawan di Lahat.

Konfliknya tidak terlalu menegangkan atau berliku tapi cukup seru untuk ditonton. Menggambarkan kekuatan pencapaian mimpi dari seorang anak lelaki keluarga sederhana bernama Dapunta atau sering dipanggil Dapun.

Impian Dapun sederhana saja, ia ingin melanjutkan kuliah. Sayangnya, sang ayah yang merupakan ketua dari sindikat perampok Bajing Loncat itu, bersikeras tidak mengizinkannya. Sang ayah yang diperankan oleh Mathias Mucus ingin Dapun menjadi jawara melanjutkan kepemimpinannya.

Dapunta Pengejar Angin

Meskipun ayah Dapun adalah perampok, tapi ia adalah “orang baik”. Semua hasil rampok untuk membantu orang sekitarnya. Ia juga tak segan membela orang yang terancam dengan kemampuan beladiri yang luar biasa. Bahkan menjelang akhir cerita, sang ayah masuk koran karena menyelamatkan anak kecil dari ancaman seorang lelaki depresi dengan hanya beberapa gerakan saja. Sikap jawara sang ayah juga terbukti dari beberapa kejadian dimana saat kelompoknya hampir kalah, ia akan turut tangan tidak hanya menyaksikan dari kejauhan. Di scene akhir, ayahnya tertangkap karena ketika turun tangan usai pasukannya kalah, anggota pasukan yang dilumpuhkan itu diancam dengan pistol sehingga ayah Dapun pun menyerahkan dirinya dan dipenjara.

Konflik di sekolah berkutat seputar permasalahan yang mungkin terjadi juga pada sekolah pinggiran meskipun ia berlabel negeri. Dapun yang merupakan murid cerdas itu berkesempatan mengikuti olimpiade sains di Jepang dan kuliah dengan jalur undangan. Sayangnya slot jalur undangan yang dimiliki pihak sekolah ternyata sudah diberikan pada siswa lain oleh kepala sekolah. Sementara kepergiannya ke Jepang terancam batal karena sekolah tidak memiliki dana dan tidak memungkinkan untuk mengumpulkan dana dari siswa sebab di awal scene, ada bagian yang menceritakan salah satu wali murid memprotes sekolah atas sumbangan pekan olah raga.

Pak Damar diperankan oleh Lukman Sardi merupakan satu-satunya guru yang memperjuangkan Dapunta. Ia memiliki teman dekat yang merupakan seorang Coach di bidang olah raga bernaa Ferdi diperankan oleh Agus Kuncoro, dan sedang mencari calon atlit Sea Games. Damar memperkenalkan Dapun pada Ferdi dan takjub akan kemampuan Dapun dalam berlari. Di pertandingan lari antar sekolah se-provinsi Dapun akhirnya memenangkan posisi satu dan berhasil meraih rekor baru.

Sebelum pertandingan, Dapun menemui sang ayah di penjara. Ayah Dapun bercerita tentang asal mula ia diberi nama Dapunta yang merupakan nama raja pendiri kerajaan Sriwijaya. Ayahnya ingin Dapunta tumbuh menjadi seperti raja Dapunta, raja yang besar dan dicintai rakyat.

Ada scene dimana saking kesalnya dengan semua kejadian di sekolah yang puncaknya ia diminta untuk keluar dari sekolah setelah seluruh sekolah tahu bahwa Dapun adalah anak seorang perampok, Dapun memutuskan untuk melanjutkan jejak ayahnya yang dipenjara. Saat ia sudah bersiap memimpin pasukan merampok kendaraan yang lewat, Yusuf yang merupakan teman sekolah sekaligus musuh besarnya datang memberitahukan bahwa ibu Dapun masuk rumah sakit sehingga rencana perampokan perdana Dapun urung dilakukan dan ia berbalik menuju rumah sakit tempat ibunya dirawat.

Nasihat-nasihat yang diberikan sang ibu menjadi pelajaran tersendiri bagi saya. Pun nasihat sang ayah yang memegang teguh nilai jawara dimana Dapun tidak boleh menggunakan kemampuan beladirinya jika berhadapan dengan yang tidak memiliki kemampuan yang setara. Hal ini ditegaskan di scene saat Dapun dikeroyok teman sekolahnya setelah diketahui Dapun anak perampok.

Akhir cerita ditutup dengan diterimanya Dapun di Universitas Indonesia dan memenangkan juara lomba lari tingkat provinsi. Sang ibu yang sempat kehilangan nafas akhirnya berhasil selamat dan kembali hidup. Sementara sang ayah yang melarikan diri dari penjara, tidak jelas apakah memang meninggal saat lompat ke jurang dan ditembak polisi atau berhasil menyelamatkan diri dan kembali ke rumah karena ketika Dapun pulang ke rumah, ada sosok harimau di bawah air terjun dekat rumah dan Dapun berteriak “Bapung” (ayah).

Hikmah yang dapat saya ambil dari film ini:

  1. Seorang ayah, bagaimanapun memiliki peran penting dalam tumbuh kembang seorang anak baik kemampuan maupun cara berpikirnya.
  2. Peran ibu sudah tidak diragukan lagi. Ia mampu menjadi penyeimbang sang ayah. Sang ibu tetap menanamkan nilai kebaikan dan mendukung anaknya selama mimpi itu adalah hal yang baik.
  3. Dalam pencapaian mimpi, pengorbanan sudah pasti. Ini merupakan salah satu quote yang ada dalam filmnya: semakin tinggi mimpimu, semakin besar pengorbanan yang harus kau lakukan.
  4. Bahwa takdir buruk semata karena kita tidak dapat melihat apa yang akan terjadi Tetaplah dalam kebaikan agar kita dipertemukan pada takdir baik yang mungkin menjadi kado di balik permasalahan.
  5. Peran seorang guru yang bijak dan mampu melihat kelebihan dari sang murid adalah dukungan yang juga tidak bisa dianggap sepele.
  6. Peran sahabat juga menjadi hal yang menarik dalam film ini sebagaimana di film Laskar Pelangi
  7. Tak lupa selain peran ibu, ada peran perempuan yang bisa menjadi penyejuk, penyeimbang sifat berapi-api Dapun. Perempuan itu bernama Nyimas yang di film ini merupakan gadis yang disukai Dapun, putri seorang dokter (yang tidak saya ceritakan disini)

Film Pengejar Angin diproduksi oleh Putaar Production bekerjasama dengan Pemprov Sumatera Selatan. Disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan Hestu Saputra. Dirilis pada 3 November 2011.

Semoga makin banyak film Indonesia berlatar belakang asli Indonesia yang beredar. Meskipun tidak ada di televisi, setidaknya ada di situs-situs film (eh film Pengejar Angin ini ada di UseeTV).

Salam hangat, Esa Puspita
Family Development Enthusiast
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Tips Perawatan Acer One 10

Setelah sebelumnya Acer Aspire hijau saya tak terselamatkan karena LCDnya entah kenapa tiba-tiba ada layar hitam menggurat dan terus membesar, Acer One 10 jangan sampai memiliki nasib yang sama: terbengkalai dan ga sempat service.
Eh sebetulnya yang Aspire One itu bukan terbengkalai sih, memang waktu itu ga sengaja layarnya pecah. Coba cari info, biaya memperbaikinya sampai 1,5 jutaan. Kata suami: mending beli lagi aja 😀

image
My Acer One

Oke, kembali ke Acer One 10 (AO10) ya. Kalau ga salah tipe ini disebut notebook hybrid karena selain jadi notebook juga dapat dijadikan tablet. Meski awalnya saya agak bingung juga sih mengingat sistem operasi si AO10 ini kan Windows ya. Sementara tablet biasanya berbasis Android.

Sedari awal beli, bermasalah sama USB cable untuk charging. Slotnya seperti longgar sehingga butuh trik tertentu supaya bisa charging. Waktu itu tidak terlalu dipedulikan.

Kemudian seringkali kerjaan terganggu karena seolah-olah layar lepas sendiri. Maksudnya gimana? Jadi ketika layar dicopot dari keyboard, otomatis akses ke memori di keyboard (memori D) tidak bisa dilakukan. Hanya bisa akses memori di C. Menyebalkan karena kadang bikin ga bisa save (saya punya kebiasaan ketika rehat pasca update file atau dokumen, langsung save untuk memastikan perubahan tersimpan segera, tidak menunda selesai semuanya).

Sampai suatu ketika, keyboard nya mulai macet. Ga terlalu saya anggap masalah karena masih dominan menggunakan mouse dan ada keyboard virtual. Sayangnya kemudian yang sangat mengganggu adalah ketika si notebook mulai ngaco. Seolah ada tombol yang ditekan terus menerus atau fungsi yang berjalan sendiri.

Dan puncaknya adalah ketika keyboard virtual ga bisa dipake, “tombol berjalan sendiri” makin mengganggu karena sulit akses program maupun Windows Explorer. Ah ini mah fix kudu di-service.

Puncak kerusakan itu Desember. Baru service Maret kemarin. Itupun ga sengaja 😀
Alhamdulillah notebook masuk ruang operasi saat masih ada garansi sehingga ia keluar “rumah sakit” hanya perlu membayar 44.000 rupiah saja. Itupun untuk beli kabel USB baru. Nah, hal-hal yang saya perhatikan dan info yang saya dapat terkait unit AO10 akan coba di-list disini.

1. Kabel USB
Ketika pertama kali menerima kabel baru, saya coba cek. Perasaan sama aja. Sampai akhirnya saya nemu satu hal berbeda: gigi kabel. Yang kayak gimana sih?

image
Gigi USB Kabel

Coba perhatikan gambar di atas. Yang dimaksud gigi adalah bagian yang saya lingkari. Bagian yang membuat charger “klik” saat dimasukkan ke slot USB charge adalah tonjolan yang seperti gigi di foto bawah. Foto atas adalah kabel lama sedangkan foto bawah adalah kabel baru. Sekarang charging ga ada masalah. Jadi kalau ada masalah kabel longgar, cek giginya lalu belilah yang baru. Kabelnya aja, head-nya ga perlu beli lagi.

2. Lid sering “terlepas”
Hal ini menyebabkan seolah layar dan keyboard terpisah (dicopot) padahal nggak. Sehingga akses ke D terputus. Repot nih kalo pas pake source file yang disimpan di D. Ini penyebabnya adalah kabel sambungan yang longgar di layar, kata CS. Jadi ya sebaiknya begitu sering terjadi “copot tanpa dilepas” itu langsung ke service center aja.

3. Permasalahan keyboard stuck
Menurut CS, karena saat melepas layar dari keyboard (dipisahkan) tidak di-eject terlebih dahulu. Itu saya baru tahu sih. Tapi sebelumnya jarang lepas-lepasin layar kecuali ya pas “lid seolah lepas” musti dicopot dulu layarnya, pasang lagi. Baru deh bisa berjalan seperti semula (bisa pake keyboard, mouse dan akses D).
Jadi bagi yang menggunakan Acer One 10, saat akan mencopot layar, eject dulu ya. Cek di status bar (kanan bawah) bagian logo USB (Safely Remove Hardware and Eject Media. Klik disana lalu “Eject USB3.0 SATA Bridge” di bawahnya ada keterangan nama direktori kita.

image

4. Keyboard virtual tidak berfungsi
Ini saya ga dapet penjelasan tapi sepertinya karena keyboard utama terganggu, sehingga mengganggu sistem dan begitulah.

Oke, itu saja tips dari permasalahan yang saya alami. Sempat bertemu dengan pemilik AO10 yang mendapat masalah Blue Screen padahal usia notebook-nya baru 3 bulan. Itu mah langsung ke service center aja sepertinya ya. Karena 1 tahun punya AO10 saya ga alami blue screen.

Terima kasih sudah membaca tulisan saya. Semoga bermanfaat ^_^

Salam hangat, Esa Puspita
Family Development Enthusiast
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

PADI Yang Bermanfaat

Belajarlah pada ilmu padi. Semakin berisi, semakin merunduk

Satu ketika saat berbincang tentang anak di obrolan ibu-ibu sebuah grup, tersirat pertanyaan “adakah buku islami yang lengkap membahas pendidikan anak dalam kacamata Islam?” Salah satu teman menjawab buku PADI.

PADI? Ih, becanda ya?

Beneran PADI. Pendidikan Anak Dalam Islam atau judul aslinya Tarbiyatul Aulad fil Islam. Subhanallah, bisa ya singkatannya pas banget.

buku Pendidikan Anak dalam Islam (Tarbiyatul Aulad fil Islam)

Buku Pendidikan Anak Dalam Islam ini sudah agak lama saya dengar. Tapi dulu rasanya sulit menemukan buku itu. Ternyata bukan sulit tapi memang ga niat. Pas temen nawarin pas ga bisa beli. Duh jaman dulu mah yaa. Qeqeqe. Masih sering mikir beli buku mahal. Sekarang alhamdulillah sudah diberi hidayah buat tobat 😀

Akhirnya setelah punya 2 anak dan tantangan semakin berat, diingatkan lagi tentang pendidikan yang dilakukan Rasulullah dan dipandu oleh Islam. Cari buku PADI, tanya teman yang dulu menawarkan, hasilnya tak jelas. Kemudian dapatlah buku PADI di sebuah toko online karena setiap kali mau ke toko buku ga bisa aja -_-

Setelah buka buku, baca daftar isi. Deg. Ya Allah, ini dulu aja deh tuntasin. Bismillah. Buat dasar pengetahuan sembari belajar.

Karena sudah dapat materi soal adab ilmu, maka mau tidak mau saya memaksa diri membaca mukaddimah dari penulis. Lampiran yang seringkali saya lewat

Jadi maklum ya kalo bacanya agak lama. 31 halaman buat pengantar doang.

Selain selesaikan mukaddimah, juga mencerna kalimatnya yang seperti sastra. Mungkin karena terjemahan. Tapi sebenarnya enak sih bahasanya.

Kembali ke bahasan buku. Yang ga biasa baca mukaddimah, ayo mulai dibiasakan. Mukaddimah buku PADI yang segambreng itu rupanya bukan sekadar “ucapan terima kasih penulis” tapi menjabarkan isi buku sekaligus mengobarkan semangat kenapa buku ini ada. Padahal baru mukaddimah lho.

Menarik karena buku ini membahas pendidikan jauh sebelum anak lahir, yakni sebelum sepasang suami istri menikah. Rasanya takjub terhadap perhatian Islam dalam membangun sebuah keluarga.

Beranjak ke daftar isi, ini adalah list-nya:

  1. Bagian Pertama terdiri dari 4 pasal
    1. Pernikahan yang Ideal dan Kaitannya dengan Pendidikan
    2. Perasaan Psikologis Terhadap Anak
    3. Hukum-hukum yang berkaitan dengan Kelahiran
    4. Sebab-sebab Terjadinya Kenakalan pada Anak dan Penanggulangannya
  2. Bagian Kedua, Tanggung Jawab Para Pendidik terdiri dari 7 pasal
    1. Tanggung Jawab Pendidikan Iman
    2. Tanggung Jawab Pendidikan Moral
    3. Tanggung Jawab Pendidikan Fisik
    4. Tanggung Jawab Pendidikan Akal
    5. Tanggung Jawab Pendidikan Kejiwaan
    6. Tanggung Jawab Pendidikan Sosial
    7. Tanggung Jawab Pendidikan Seks
  3. Bagian Ketiga (terakhir) terdiri dari 3 pasal
    1. Metode dan Sarana Pendidikan yang Berpengaruh pada Anak
    2. Kaidah-kaidah Asasi dalam Pendidikan
    3. Sarana Pendidikan

Subhanallah.  Cukup lengkap untuk dasar ilmu parenting ya. Tinggal dilanjut (atau bisa dibarengi) ilmu parenting lainnya sebagai pelengkap dan peluas khazanah ilmu parenting. Baca buku ini seperti tersambung dengan bahasan 3 ibu penggiat Homeschooling Muslim yakni teh Kiki Barkiah, teh Patra dan bu Ida di seminar yang diadakan oleh Sabumi beberapa waktu lalu. Referensi yang insyaallah terjamin sahih. Dan benar kata mereka, Islam itu pada dasarnya sudah meletakkan fondasi pendidikan yang fundamental bagi pendidikan dan tumbuh kembang anak.

Segitu dulu review saya terhadap buku ini. Bagi yang mau membeli secara Online bisa cari di Tokopedia. Sementara untuk area Bandung, saya sarankan beli di Gelap Nyawang aja. Saya berlangganan buku di Toko Buku Tazkia (pas belokan mau ke Salman). Kiosnya kecil, tapi harga bersaing karena biasanya ada diskon. Hehe. Ritel di Online sama dengan di TB, Cuma di TB ada diskon dan tanpa ongkos kirim.

Salam hangat, Esa Puspita
Family Development Enthusiast
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Coba-coba Beralih ke Menspad

Jaman semakin modern tapi gaya hidup dalam perhatian saya sedang kembali ke “alam”. Seperti kembali ke masa kehidupan jaman dahulu kala saat orang-orang tua kita serba memanfaatkan alam tanpa tergantung pada kebanyakan barang yang diproduksi. Termasuk dalam penggunaan popok kain yang kemudian merambat pada penggunaan pembalut dari kain.

Ingatan saya terlempar pada masa SMP. Kala itu teman perjalanan saya, saya menyebut demikian karena dia adalah teman yang selalu barengan saat berangkat dan pulang sekolah, dia bercerita bahwa dirinya tidak menggunakan pembalut sekali pakai. Alasan dia saat itu sederhana saja, karena tidak ada uang untuk membeli pembalut. Sehingga setiap kali haid, dia menggunakan sobekan kain sinjang (biasa digunakan untuk jarik atau gendongan) yang dilipat. Jika sudah sekian jam, ia ganti dan kain itu dicucinya.

Saya yang mendengar cerita itu sesaat merasa bingung. Musti rajin kalau begitu ya. Gimana kalau ga kering? Padahal kain sinjang sendiri mudah kering. Pernah juga dia bercerita tentang insiden yang cukup bikin saya nyengir. Ah, pikiran anak-anak sekali karena saat itu memang belum mengalami.

Teringat akan kisah itu, saat kemudian mengalami masa-masa haid, saya berpikir sebenarnya teman SMP saya –yang sekarang entah ada dimana- benar-benar rajin. Tak terbayang harus berganti sekian jam sekali, mencuci dan memakainya lagi. Sesaat saat berpikir, agak jijik juga.

Hingga saat saya memiliki anak, pertama kali saya berkenalan dengan popok kain modern (dikenal dengan clodi) di usia anak pertama menginjak 6 bulan. Meski anak pertama menggunakan popok tali tradisional di 3 bulan kelahirannya, tapi saat bepergian ia sudah mengenal popok sekali pakai (pospak). Alhamdulillah keluarga masih termasuk yang berpikiran “ga apa cucian popok banyak, kasihan kalau pakai pospak masih bayi”. Ya meskipun kemudian hukum itu tidak berlaku di anak kedua. Hehe

Orang yang tahu saya membeli clodi sebagian mengernyitkan dahi, “ih mahal banget”. Iya sih memang. Clodi saat itu mahal pake banget. Kalau sekarang mah sudah pada sering banting harga. Meskipun secara performa, harga tidak berbohong. Hoho..

Tapi selentingan macam itu ga terlalu saya pedulikan. Sama saja ketika saya memilih membeli pompa ASI, coolerbag dan botol kaca untuk stok ASI Perah si sulung agar tetap mendapat ASI kala saya tinggalkan untuk kuliah dan ketika saya harus ke luar kota untuk mengurusi sisa-sisa pekerjaan yang belum selesai.

Meski sudah mengenal clodi, tapi saya lupa kapan tepatnya pertama kali saya mendengar istilah pembalut kain (atau dikenal dengan menspad). Hanya saja seingat saya, menspad saya kenal ketika anak pertama berusia sekitar 1 tahun. Saat itu belum tertarik menggunakan menspad meski anak sudah menggunakan clodi dan merasakan sendiri hemat dan capek ber-clodi 😀 eh saya jujur lho. Capek karena kan cucian bertambah. Hehehe..

Ketika akan beralih dari pembalut sekali pakai ke menspad, saya ragu. Bagaimana kalau susah mencucinya? Kan itu noda darah. Ah nanti saja deh beralihnya. Dan qadarullah hamil anak kedua. Sayangnya saat nifas saya malah beralih pada pembalut herbal, memang nyaman juga.

Sampai akhirnya tahun ini memilih beralih setelah melirik produk jualan yang tidak pernah saya promokan karena belum difoto-foto. Hahaha.. Awalnya terpaksa, tapi setelah mencoba ternyata oke juga.

menspad anannda

Menspad Anannda menjadi menspad pertama yang saya pakai. Model menspad-nya sendiri beda dari menspad lain yang pernah saya temui. Jika menspad lain seperti pembalut dengan wing pada umumnya, maka menspad Anannda lebih mirip celana dalam dengan gesper karet di bagian pinggang.

Pun untuk segi ukuran, jika menspad lain ukuran reguler dan maxi disesuaikan dengan kemampuan menampung volume cairan, maka ukuran pada menspad Anannda lebih pada ukuran tubuh penggunanya. Sebenarnya ukuran ini disesuaikan dengan kemampuan menampung juga, tapi bagi saya akan lebih akurat jika disesuaikan dengan bobot tubuh pengguna.

Ribet? Iya banget ribet. Harus punya banyak menspad? Antara iya dan tidak. Tapi kalau punya banyak juga harga menspad tidak semahal clodi kok. Hehehe..

Ribet karena setelah ganti sebaiknya dicuci. Atau kalaupun tanggung, bisa direndam air saja lalu dicuci setelah menumpuk sekalian supaya memudahkan juga saat dikeringkan pada spinner mesin cuci. Jika tidak memiliki mesin cuci, memang lebih lama keringnya tapi dibanding insert clodi, menspad tetap lebih cepat kering.

Saya baru memegang bahan 2 merk menspad: Anannda dan GG. Dua-duanya memiliki bahan yang lembut dan hampir sama sehingga kemungkinan mencucinya pun sama mudah sehingga noda darah insyaallah bisa mudah hilang asal begitu ganti langsung direndam air. Jika noda sulit hilang, gunakan sabun batang atau sabun pencuci piring.

Hanya saja dari segi warna, GG lebih menarik. Bahan outer (yang menahan agar tak mudah tembus) memiliki warna-warna soft dan bagian dalam berwarna putih polos. Model mirip pembalut biasa tapi ada tambahan wing untuk dipasang pada celana dalam.

Menspad Anannda sendiri memiliki warna outer (dan ada yang motif) yang bisa dibilang agak norak. Tapi bagian dalamnya cenderung gelap sehingga noda darah tidak terlalu nampak.

menspad
Foto ini saya ambil dengan mode terbalik. Bagian inner yang berwarna merah, outer yang warna hitam. Karet elastisnya yg di atas itu, warna hitam

Bagi saya, ukuran maxi lebih enak digunakan sementara ukuran reguler jadinya ngepas banget. Jadi jika teman-teman ingin menggunakan menspad Anannda, saya sarankan konsul dulu sama penjualnya ya, bobot tubuh.

Saya sendiri owner Belanja Keluarga yang merupakan Agen produk Anannda. Hanya saja lebih sering menggunakan sistem PO produksi terutama untuk reseller. Antrian produksi biasanya 2 minggu setelah PO ditutup.

Sudah dulu ah catatannya. Yang pasti setelah berulang kali menggunakan menspad, masih nyaman dan sudah tidak mengeluarkan dana untuk membeli pembalut sekali pakai ^_^

Salam hangat, Esa Puspita
Family Development Enthusiast
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.