Saya Warga Kampoeng

Berbicara tentang kegiatan belakangan, ternyata asyik ya tergabung di grup-grup yang kita benar-benar fokus di grup itu. Dulu tergabung juga sih, di grup-grup kece dengan ember ribuan. Tapi kemudian jarang nengok lagi karena adanya di grup FB.

Nah, baru setahunan ini mungkin ya tergabung di berbagai grup WhatsApp dengan bermacam keilmuan yang dibahas. Jujur, dulu masuk ya cuma masuk aja. Semacam “sekadar mengamankan kesempatan”. Masih kesulitan mengatur waktu untuk mempelajari dan mempraktekkan. Rasanya sibuk ga jelas juntrungan deh kalau seperti itu.

Tapi kemudian saya belajar sedikit demi sedikit fokus setidaknya di beberapa grup ilmu. Salah satunya grup kepenulisan yang baru dibuat sekitar awal tahun ini yang oleh founder-nya diberi nama Kampoeng Kata-kata.

Dari Kampoeng Kata-kata saya belajar banyak hal, utamanya mengenai tulisan apalagi harus setor tulisan sebulan sekali. Ditambah ada kuis-kuis yang mengasah kemampuan menulis entah itu pembiasaan menulis ataupun kreativitas dan spontanitas menulis.

Web ini saya dapatkan sebagai apresiasi, hadiah dari turut sertanya saya dalam lomba #15HariMenulis yang diselernggarakan di Kampoeng Kata-kata. Penyedia kuisnya memberikan hadiah web gratis pada peserta yang mampu bertahan setidaknya memberikan 80% setoran tulisan harian (dari 15 hari, minimal 12 hari setor).

Ketika ada kuis resensi buku, saya yang semula sudah mundur akhirnya terdaftar tidak sengaja. Mulanya saat kuis buku berlangsung, ada kuis dadakan yaitu lomba menyelesaikan membaca novel. Yang paling cepat menyelesaikan novelnya dan dapat menceritakan kembali isi novel tersebut berhak mendapat hadiah. Saya sebenarnya mendaftar untuk lomba menyelesaikan baca novel tersebut. Namun karena ada lomba resensi, kemudian melontarkan pertanyaan “bisa buat resensi juga kan ya? Jadi sekalian.” hihi. Rupanya saya gagal menyelesaikan tantangan baca novel itu karena belum sempat mencari novelnya sudah keburu ada yang menang.

Kuis yang diadakan disepakati tak jauh dari dunia menulis. Baru-baru ini (tepatnya 2 hari lalu) ada kuis menyambung cerita. Penyedia kuis memberikan cerita awal, lalu warga Kampoeng lainnya berhak melanjutkan cerita tersebut. Hasil ceritanya berhasil membuat warga Kampoeng terkekeh-kekeh dengan semua keanehan ide cerita sambungan yang muncul. Menjadi sebuah kisah utuh yang tak terduga. Bermula dari rencana mengukur jalanan, hingga pemilihan lurah, satral, berpindah roh dan perjodohan. Dua toko utama yang disodorkan pemberi ide kuis tentu harus ada di keseluruhan cerita.

Kebersamaan dan kekeluargaan di Kampoeng terasa begitu akrab layaknya sebuah perkampungan. Obrolan ngalor ngidulnya pun tetap penuh ilmu. Alhamdulillah dipertemukan dengan grup yang anggotanya memang orang-orang yang berpengalaman dan mumpuni dalam kepenulisan plus memiliki keilmuan lain yang luar biasa sehingga selalu ada saja ilmu baru yang didapat. Minimal anggotanya suka membaca buku sehingga khazanah ke-buku-an pun bertambah.

Di Kampoeng ada banyak yang dipelajari. Belajar bahasa Inggris, belajar bahasa Arab, belajar tentang resensi, belajar tentang pemerintahan (bukan gosip pemerintah ya), belajar tentang tips menulis, belajar tentang anak, belajar tentang bisnis, tentang keimanan, tentang pemahaman keislaman, tentang pernikahan, dan masih banyak lagi bahasan yang bermanfaat. Saling menyemangati dalam menulis sudah pasti jadi salah satu agenda yang tak perlu diragukan keampuhannya.

Menjadi bagian dari grup yang di dalamnya ada berbagai profesi menjadi kelebihan lainnya. Teman berbagai profesi dengan semangat menulis dan berbagi yang cukup tinggi. Alhasil, selain tersemangati untuk menulis, juga tersemangati untuk terus menggali ilmu. Masyaallah. Barakah untuk semua warga Kampoeng ^_^

kampoeng kata

Salam hangat, Esa Puspita
Family Development Enthusiast
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Parfum Custom, Parfum Gue

Sejak ikut acara Workshop STIFIn Level 1 (WSL1), saya sudah penasaran dengan sebutan sebuah parfum “Custom” saat pemiliknya memperkenalkan diri di sesi perkenalan peserta WSL1. Seperti apa sih parfum Custom itu. Konon menurut perkenalan pemiliknya, parfum itu disesuaikan dengan tanggal lahir.

Beberapa waktu sejak acara WSL1, saya bahkan sudah hampir lupa mau menanyakan mengenai parfum ini. Kemudian di grup alumni WSL1, ada yang mempromosikan parfum Custom ini. Karena penasaran, saya inbox lah si pengiklan yang merupakan agen dari parfum Custom yang membuat saya penasaran tersebut.

Kang Chuba namanya, nama panggilan tapi memang dikenal dengan nama itu. Saya kirim pesan WhatsApp ke kang Chuba untuk menanyakan perihal parfum Custom yang diberi Merck “Parfum Gue”.

Kenapa disebut Parfum Gue? Karena katanya akan jadi parfum unik bagi setiap orang. Parfum ini diracik sesuai dengan “perhitungan” mengenai si pemesan. Pemesan sendiri akan diminta data berisi:

  • Nama lengkap
  • Tanggal lahir
  • Golongan darah
  • Jenis kelamin

Saya yang jarang sekali menggunakan parfum karena belum menemukan yang cocok akhirnya memesan satu untuk saya sendiri. Sekadar ingin tahu dulu apakah cocok atau tidak.

Dulu pernah sih dapet parfum yang cocok waktu awal nikah, tapi terus lupa namanya jadi ga pernah beli lagi. Hehe.

Setelah dipikir-pikir, sepertinya suami juga butuh parfum. Saya ga terlalu cocok dengan parfum yang beliau beli di supermarket. Maka saya pesankan satu untuk suami. Judulnya sih biar sepasang gituh parfumnya. Xixixi.

Sekitar 1 apa 2 minggu ya, parfumnya sudah siap. Begitu sampai rumah, dicoba deh parfumnya. Hmm.. awal mencium sih kok kayak parfum cowok ya. Apa jangan-jangan ketuker.

Setelah suami coba, kata suami ga ketuker ah. Dan beliau suka dengan parfumnya. Sementara saya sendiri, karena jarang pake parfum jadinya nanya sama suami: “Aa suka ga sama parfum ade?” Alhamdulillah beliau bilang suka, cocok sama saya. Begitu testimoninya.

Lama kelamaan, ternyata memang nyaman menggunakan parfum itu. Wanginya khas. Cuma ya namanya parfum jangan sampe berlebihan biar ga malah menyengat.

Parfum Gue

1 paket parfum terdiri dari packaging eksklusif Parfum Gue dengan botol khas bertuliskan sama, Parfum Gue. Ditambah ada sebuah Family Card yang berisi biodata pemesan berikut rangkaian bahan yang menjadi komposisi parfum pemesan. Di Family Card juga tertera “tebakan” sifat si pemesan. Beberapa cocok, beberapa ya namanya juga perhitungan manusia berdasarkan data kebanyakan. Tipe parfumnya sendiri Eau de toilette. Segera banget digunakan setelah mandi.

Dan ingat, untuk perempuan sebaiknya digunakan di dalam rumah saja ya. Boleh sih dipake saat keluar, tapi sebisa mungkin jangan terlalu tercium wanginya ^_^

 

Oiya lupa, kontak kang Chuba: 0881-9583-134. Langsung kontak beliau aja ya 😉

Salam hangat, Esa Puspita
Family Development Enthusiast
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Training Public Speaking Bareng GPS

Apa sih yang pertama kali anda pikirkan ketika mendengar “Public Speaking”? Jika anda menanyakan hal tersebut pada saya, maka saya akan menjawab dengan sederhana: ngomong depan umum.

Ya, meskipun “pengertian sebenarnya” tidak tepat seperti itu. Ketika suami menawarkan saya untuk ikut training public speaking, jawaban saya selalu sama: “tidak, terima kasih”. Karena ketika itu saya pikir “buat apa lah.. toh kan cuma ibu rumah tangga, ga kerja, ga perlu tampil depan umum juga.”

Ya sebenarnya bukan hanya itu alasan saya menolak. Diantara penyebabnya adalah karena lembaga yang ditawarkan suami adalah lembaga yang saya kenal. Di saat orang lain senang karena kalau kenal sama lembaganya berarti dapat dipercaya, saya malah sebaliknya. Bukan karena saya tidak percaya pada lembaganya tapi lebih pada rasa malu saya. Malu ah ketemu mereka, tim dari Ganesha Public Speaking (GPS) Bandung. Apalagi mereka teman-teman suami. Ih ngga banget deh.

Alasan lain yang sering saya kemukakan tentu sudah bisa ditebak. Urusan dana. Yang namanya training profesional begitu, tak mungkin gratis kan? Masuk akal ya alasan saya?

Hingga suatu hari, suami hanya mengatakan begini pada saya: “De, nanti tanggal 9-10 dan 16-17 Mei ikut pelatihan public speaking ya di Tubagus.” Eh, kok tiba-tiba. Menyebalkan sekali kalau sudah begini. Itu berarti suami sudah mendaftarkan saya ke training itu dan mau tidak mau harus mau dong. Kalau ngga, kan bisa hangus uangnya. Huhu..

Tiba saatnya pelatihan. Ada yang aneh? Ada. Mereka disana. Ya iya lah.. Tim GPS pasti disana. Aarrrggghhh.. pengen lari aja rasanya waktu itu. Tapi baiklah. Demi uang yang sudah dikeluarkan. Heuheu.

Ketika kelas dimulai, kaget karena banyak hal tak terduga yang saya dapatkan. Benar-benar di luar dugaan. Dan saya menikmati 3 hari kelas plus 1 hari final presentation yang mendebarkan.

Jadi ada apa aja sih di training Public Speaking Basic-nya GPS? Kok Esa sampai-sampai heboh sekali sepertinya. Mmm, begini ya. Ini saya catat berdasar pengamatan saya saja:

  • Pertama, peserta kelas dibatasi demi efektifitas. Waktu itu kami 6 orang saja.
  • Kedua, kelas diikuti tidak hanya oleh orang Bandung, tapi juga dari luar kota. Teman “sekelas” saya ada dari Jakarta, Tangerang dan Kebumen. Seru kan..
  • Ketiga, dominasi praktek. Ide prakteknya kreatif pula. Apa aja? Rahasia ah. Ikut aja deh trainingnya.
  • Keempat, ada yang namanya “Final Presentation” di dalam Graha Ganesha yang dihadiri oleh puluhan audiens karena setiap peserta diharuskan membawa minimal 3 orang. Kelas Basic Weekday dan Basic Weekend digabung untuk presentasi.
    Ngapain aja di Final Presentation? Nyanyi. Haha.. serius lho disana disuruh bernyanyi. Ditambah mempresentasikan apapun yang dapat disampaikan.
    Syarat ikut Final Presentation harus mengikuti keseluruhan sesi kelas. Bolong satu saja, harus mengulang di training berikutnya.
    FYI: 1 hari dibagi ke dalam 2 sesi. Jadi total 6 sesi pertemuan plus 1 sesi Final Presentation.
  • Kelima, tarif training yang kece menurut para peserta (testimoni langsung dari yang memilih training di GPS setelah membandingkan). Setelah mendengar testimoni teman-teman dari luar kota, rasanya jadi gimana gitu. Ternyata ya harga segitu bagi yang membutuhkan adalah harga yang paling menarik saat saya menganggap harga itu bagi saya mahal 😀
  • Keenam, karena salah satu pembuat kurikulumnya bergerak di dunia NLP, ada sesi “hipnosis”nya juga lho di akhir sesi pertemuan terakhir.
  • Ketujuh, bisa seat-in alias mengulang training di angkatan berikutnya dan angkatan berapapun, bebas. Asal harus komitmen untuk hadir full.
  • Kedelapan, Tempat training memang ruangan yang tidak terlalu luas. Tapi cukup kok sesuai kuota. Nyaman dan ber-AC. Letaknya di tengah kota (jalan Tubagus Ismail)
  • Kesembilan, Bisa dapet copy video penampilan kita. Jadi tahu perkembangan kita per sesi. Kadang malu sendiri dan kadang bangga sendiri. Hehe.
  • Kesepuluh, ada grup alumni
  • Kesebelas, ada gathering alumni bulanan lho. Sharing dan refresh. Bisa dapat ilmu baru, memantapkan ilmu yang sudah didapat, menambah koneksi bahkan dapat free Lele kriuk (hihi, ini sih “gift” saat gathering Ramadhan kemarin)
  • Keduabelas, ada grup per kelas
  • Ketigabelas Trainer yang ramah dan bisa diajak diskusi
  • Keempatbelas mendapatkan masukan dan pesan yang tak terduga di sesi awal. Apa itu? Ikut aja deh.
  • Kelimabelas, bisa dapet kesempatan “pengecekan” tulisan tangan dari direkturnya yang juga seorang trainer graphology.
  • Keenambelas, Ikut paket kelas Basic dan Advance sekaligus, ada harga spesial <3
  • Ketujuhbelas, bisa memilih ikut jadwal di hari kerja atau akhir pekan.

Ada 2 tingkatan kelas dalam training Public Speaking yang diadakan oleh GPS: Basic dan Advance. Di kelas Advance konon diajarkan tentang rahasia tips trik tampil yang kece badai. Kelas Basic khusus untuk yang ingin belajar tampil di khalayak ramai, sementara Advance untuk mereka yang ingin meningkatkan “performa” tampilan mereka seperti tips berpakaian, tips slide presentasi, dan hal lain yang lebih advance.

Itu yang saya rasakan sendiri. Untuk kelebihan dan info lengkap tentang training Public Speaking bisa langsung cek ke webnya saja www.gpssbandung.com dan untuk tanya-tanya, baiknya langsung ke kantor PT. Ganesha Sentra Perubahan/GSP (nama perusahaannya) di Jalan Tubagus Ismail no. 5D lantai 2 untuk mendapatkan presentasi lengkap mengenai training ini ^_^

-paragraf pembukanya panjang banget ya. Hehe. Tak apa lah. Saya masih senang bercerita jadi begitulah.

Begitu aja kesan saya terhadap training Public Speaking Basic yang diadakan oleh Ganesha Public Speaking. Jika teman-teman tertarik tahu lebih jauh, di atas sudah saya sebutkan kontaknya ya 😉

Ganesha Public Speaking Bandung

SStt.. Denger-denger ada GPS Cabang Cirebon juga lho.. Makin sukses deh buat GPS dan PT. GSP ^_^

Salam hangat, Esa Puspita
Family Development Enthusiast
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Resensi Buku Baby-led Weaning

Identitas Buku    : Baby-led Weaning

Penulis                 : Gill Rapley & Tracey Murkett

Alih Bahasa         : Adhya Utami Pramono Larasati

Penyunting          : Setyaningrum

Penerbit               : Pustaka Pelajar

Cetakan               : I, 2011

Tebal                    : xxiv+388 halaman (hardcover)

ISBN                     : 978-602-9033-53-3

buku blwUlasan buku

Buku Baby-led Weaning, Cara Baru melatih bayi menyapih dirinya sendiri, Membimbing bayi menyukai masakan sehat ini merupakan terjemahan dari buku berbahasa Inggris dengan judul Baby-led Weaning: Helping your baby to love good food, ISBN 9780091923808 terbutan Vermilion, London. Baby-led Weaning lebih dikenal singkatan BLW. Buku ini direkomendasikan untuk para orang tua yang ingin menerapkan BLW pada bayi mereka.

BLW sendiri merupakan sebuah metode MPASI yang belakangan booming di Indonesia. Meski demikian, praktek BLW ini sebenarnya sudah lama dilakukan hanya saja belum menggunakan istilah BLW. Lalu apa sih BLW itu? BLW jika diterjemahkan secara bebas adalah membiarkan anak makan sendiri dengan semua kesempatan dan kepercayaan yang diberikan padanya segera setelah anak memasuki usia MPASI. Metode ini membiarkan bayi menggunakan nalurinya untuk meniru orang tua dan saudaranya untuk membangun keterampilan makannya secara alami dan menyenangkan. Tidak menggunakan spoon-feeding (menyuapi) secara penuh.

Ketika mendengar kata BLW untuk memulai MPASI anak, banyak orang tua yang masih kontra karena menganggap metode ini berbahaya bagi bayi. Salah satu yang paling sering mencuat adalah bahaya tersedak yang mungkin terjadi jika anak dibiarkan makan sendiri. Buku ini membahas “mitos-mitos” terkait BLW tersebut.

Melalui buku ini, para orang tua juga dapat belajar secara menyeluruh mengenai BLW. Terdapat setidaknya 8 bab bahasan, dan bahasan utama mengenai bagaimana memulai BLW mulai dibahas di bab 3. Akan tetapi anda tetap harus membacanya dari halaman pertama agar pemahaman anda lengkap secara menyeluruh.

Di buku ini anda akan belajar tentang bagaimana mempersiapkan diri dan anak untuk BLW, kapan saatnya “makan”, bahasan finger Food berikut aturan mengenai finger food ini, sebanyak apa yang diberikan pada anak, bagaimana jika anak menolak makanan, perlengkapan yang dibutuhkan, dan bagaimana agar BLW sukses sesuai harapan. Di dalamnya juga dibahas mengenai prinsip-prinsip dasar BLW, makanan yang boleh dan tidak boleh alias harus dihindari, mengecek apakah makanan yang disodori memicu alergi, bahasan mengenai kandungan gizi pada makanan termasuk bahasan lemak dan serat agar kebutuhan utama makanan anak tetap terpenuhi, makanan yang sesuai dengan usia anak, snack dan bekal ketika dibawa akan di luar.

Sebagai patokan apakah anak memiliki kemajuan atau tidak, buku ini pun membahas mengenai kemajuan kemampuan bayi, mengajarkan tentang langkah-langkah pemilihan tekstur makanan, kapan anak mulai belajar makanan encer, membedakan saat bayi lapar dan tidak, minuman yang disarankan dan salah satu yang menarik ada bahasan tentang mengurangi susu (termasuk ASI) di usia tertentu sehingga kelak diharapkan anak yang akan memutuskan menyapih dirinya sendiri. Tanpa memaksa anak berhenti ASI.

Buku BLW juga membahas mengenai jadwal makan, Table Management, peralatan makan dan saat anak dibawa ke luar. Dengan BLW kita dapat menyediakan makanan buatan rumah yang sehat dan tetap sesuai umur.

Selain membahas mengenai BLW, buku ini pun membahas tentang menu sehat keluarga. Sebuah nilai tambah yang cukup menarik mengingat ini adalah buku bahasan tentang cara makan bayi. Rupanya dengan menerapkan metode BLW ini, anak dibiasakan makan dengan cara dan bahan yang sehat. Pun pihak keluarga akan secara perlahan mengubah cara makannya menjadi cara yang lebih sehat karena jika keluarga tidak mengubah cara makannya, anak akan cenderung sulit diajak makan sehat. Anak akan cenderung lebih tertarik dengan makanan orang tuanya sehingga dengan menerapkan BLW, orang tua akan secara perlahan memilih untuk mengubah gaya makannya sendiri agar anak dapat sukses BLW dengan baik.

Di bab terakhir dibahas pula mengenai panduan dasar gizi anak dan keluarga secara umum. Juga terdapat cara mendapatkan yang terbaik dari makanan yang dibeli.

Sebagai gambaran tentang BLW, ada pula cerita-cerita mengenai BLW dan aturan dasar keamanan makanan. Jadi, apakah anda ragu menerapkan BLW karena keamanannya? Baca buku ini secara lengkap dan dapatkan sebuah ilmu baru yang menarik.

Kelengkapan bahasan mengenai BLW berikut semua “tanya-jawab” mengenai BLW dan mitos yang beredar menjadi kelebihan dari buku ini. Pun adanya bahasan panduan gizi anak dan keluarga berikut tips mengenai makanan menjadi nilai tambah yang menarik. Sayangnya semua dicetak dalam hitam putih sehingga gambar-gambar di dalamnya pun hitam putih dan edisi hardcover ini sudah tidak dicetak. Cetakan terbaru sudah beralih penerbit, diterbitkan oleh Gramedia dalam jilid softcover dengan ukuran buku yang lebih kecil tapi harga lebih terjangkau.

Demikian sedikit catatan tentang buku Baby-led Weaning. Semoga bermanfaat ^_^

Salam hangat, Esa Puspita
Family Development Enthusiast
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.