Cetak Biru Perkembangan Manusia – Periode Awal, Anak-anak

Mempelajari tumbuh kembang anak rasanya ga ada habisnya ya. Ada banyak teori bertebaran di luar sana. Belum lagi teori-teori parenting yang terus update.

Saat mempelajari konsep STIFIn, saya  menemukan sebuah teori cetak biru perkembangan manusia berdasarkan kronologis perkembangan kecerdasan anak (dan manusia pada umumnya) yang kemudian kala diperhatikan dengan seksama, benar terjadi setidaknya pada diri kami.

Aliran konsep perkembangan yang dianut oleh penemu STIFIn, Pak Farid Poniman ini adalah siklus sembilan tahunan dimana siklus ini akan senantiasa berulang setiap 9 tahun sekali dengan periode yang berbeda.

  1. Periode sembilan tahun pertama adalah periode anak-anak.
  2. Periode sembilan tahun kedua adalah periode remaja (meskipun dalam Islam, periode ini sebenarnya tidak ada melainkan periode ghulam dan fata)
  3. Periode sembilan tahun ketiga adalah periode pemuda.
  4. Periode sembilan tahun keempat adalah periode dewasa awal.
  5. Periode sembilan tahun kelima adalah periode dewasa.
  6. Periode sembilan tahun keenam adalah periode dewasa akhir.
  7. Periode sembilan tahun ketujuh adalah periode keemasan. Adapun di atas periode ini jika ada adalah periode usia lanjut.

Perkembangan Tahun Demi Tahun Tahapan Awal: Anak-anak

Adapun yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah 9 fase awal di periode pertama: fase anak-anak. 9 tahun pertama berharga anak insyaallah akan menjadi pondasi yang cukup baik bagi tumbuh kembangnya di masa mendatang. Termasuk memberikan bayangan tahapan tindakan dan pendidikan yang perlu orang tua perhatikan selama 9 tahun pondasi dasar tersebut.

Perkembangan Anak Tahun Pertama

Pada tahun pertama ini bagian otak yang tengah berkembang pesat di bagian otak kiri bagian dalam (neokorteks kiri dalam). Di fase ini, penting untuk memberikan pengetahuan tentang nama-nama. Perbanyak mengajaknya mengobrol dan berbicara karena otaknya sedang haus akan vocabulary baru.

Ketika anak di tahun pertama jarang diajak bicara, maka hal ini dapat memperlambat pertumbuhan otak kirinya dalamnya.

Perkembangan Anak Tahun Kedua

Pada tahun kedua pertumbuhan bayi, anak mulai belajar tentang perasaan dan kasih sayang. Di usia ini berikanlah limpahan kasih sayang yang cukup sebab bagian limbik kiri luarnya sedang tumbuh. Bentakan dan kekasaran pada usia 2 tahun akan membekas dan melukai hatinya.

Ajak atau biarkan anak lebih banyak berinteraksi dengan orang lain terutama yang sebaya. Kemampuan komunikasi non-verbal pada fase usia ini penting untuk pembesaran/perkembangan otaknya.

Perkembangan Anak Tahun Ketiga

Di tahun ketiga kehidupannya, anak sudah mulai lincah bergerak kesana kemari. Kecerdasan motorik kasarnya sedang meningkat. Perkembangan otak di usia ini ditekankan pada limbik kiri bagian dalam.

Dalam pergaulan sosialnya, ia seperti ingin memiliki segalanya sehingga oleh sebagian ahli disebut fase egosentris dimana tingkat keakuannya begitu tinggi dan rasa kepemilikannya tidak boleh diganggu gugat. Bahkan milik orang lain pun jika perlu, akan direbutnya atau merengek ingin dibelikan yang serupa.

Makannya mulai lahap karena memang pertumbuhan fisiknya terjadi paling drastis di umur tiga tahun ini. Di usia ini tepat untuk mulai memisahkan kamar dari orang tua sebab kemandirian mulai tumbuh di usia ini. Agar saat usia 7 atau 10 tahun sudah bisa betul-betul tidur di kamar terpisah. Jangan takuti dengan hal yang membuat anak takut untuk berpisah dari kamar orang tua.

Ajak anak bermain gerakan yang melatih motorik kasarnya seperti memanjat, ayunan (keseimbangan), mengayuh sepeda roda empat. Hal ini sangat diperlukan untuk anak tiga tahun.

Perkembangan Anak Tahun Keempat

Pada tahun keempat ini perkembangan otak anak masih berada di limbik kiri namun bagian luar. Kecerdasan motorik halusnya yang sedang berkembang pesat. Daya ingat anak di usia ini semakin lengkap. Berikan rangsangan berupa cerita pengantar tidur, mendengarkan lagu anak ataupun murattal, pengenalan huruf dan angka, keterampilan menjahit (di online shop banyak “puzzle” menjahit jika ingin yang simpel), bermain puzzle, keterampilan melipat (kertas misalnya), dan belajar mewarnai.

Anak usia 4 tahun sangat suka dibawa ke lapangan bermain apalagi jika arealnya luas dan lapang. Izinkan mereka bergerak dan eksplorasi “tanpa batas”. Lakukan gerakan yang lebih maju dibanding tahapan sebelumnya seperti belajar mengendarai sepeda roda dua, senam berirama, berlatih bela diri, bermain sepak bola, dan berenang.

Di usia empat tahun ini anak mulai mengerti kesenangan, mengenal selera masakan, dan memiliki kesadaran untuk bermanja-manjaan serta memerlukan perlindungan. Sifat dermawan juga mulai muncul sehingga dapat makin diperkenalkan dengan konsep sedekah dkk.

Perkembangan Anak Tahun Kelima

Tahun kelima perkembangan anak bertumpu pada perasaan dalamnya. Perkembangan isi kepala terjadi pada limbik kanan dalam.

Anak mulai memiliki rasa tanggung jawab, belajar lebih dewasa, meningkatkan kepahaman dalam komunikasi dan pandai merangkai kata dalam saat berkomunikasi. Mereka juga sudah lebih berani mengungkapkan isi hatinya dan memiliki kepekaan perasaan yang lebih tinggi.

Usia 5 tahun anak sudah mulai memiliki keperluan utama sehari-hari berupa belaian dan perhatian. Mereka sangat mengharapkan hal tersebut dari orang tua dan keluarga terdekatnya. Ia ingin disanjung, dipuji dan dilibatkan.

Saat bergaul dengan teman sebayanya, muncul rasa ingin memimpin. Intensitas pergaulannya pun semakin sering. Mereka mulai mengerti arti kehilangan, ditinggalkan dan dikucilkan. Sudah paham rasanya sakit hati, pandai berbicara suka dan tidak suka pada teman sebayanya. Bahkan sifat bossy mulai muncul juga karena ingin diakui sebagai orang baik dan layak dipuji.

Perkembangan Anak Tahun Keenam

Kreativitas mulai bertumbuh di usia keenam kehidupan anak. Mereka sudah mampu menjadi detektif cilik guna menyambungkan informasi yang terputus. Sudah mampu mencari siapa “dalang” dari keusilan teman sebayanya.

Umumnya di usia 6 tahun anak sudah mulai mengungkapkan khayalan dan cita-citanya, pikirannya mulai bisa meneropong ke masa depan. Otak kanan bagian luarnya sedang berkembang cepat di usia ini.

Cara berkomunikasi anak sudah mulai nampak gaya atraktifnya seperti memainkan bahasa tubuh. Meskipun masih terkesan seperti anak mami tapi kepercayaan tingginya sudah mulai tumbuh dan perasaan minder berkurang terutama jika kreativitasnya berkembang.

Cara anak melukis di usia ini sudah mulai muncul unsur seni, tak lagi sekadar mewarnai dan membentuk. Sudah ada improvisasi disana.

Anak mulai berani dan yakin dalam mengemukakan pendapat, perasaan ingin bebas dan memiliki privasi sudah tampak di umur ini.

Perkembangan Anak Tahun Ketujuh

Usia 7 merupakan tahun mencari identitas awal. Anak sudah mulai bangga dengan namanya, kesehariannya seperti mencoba mencari kesempurnaan. Sudah mulai mahir memasarkan idenya dan memiliki kemauan pantang mundur.

Keinginan untuk mendominasi teman-temannya muncul bersamaan dengan perannya yang ingin seperti pahlawan. Meski demikian, mereka sudah mulai bisa menerima alternatif yang lain. Keyakinan tinggi membuat mereka berani menerima tantangan dan persaingan. Tantangan inilah yang menjadi “makanan” untuk membesarkan otak kanan bagian dalamnya.

Interaksi dengan teman sebayanya ditandai dengan ikatan kemitraan dimana solidaritas kelompok mulai muncul. Ia bahkan sudah berani menetapkan misi tertentu bersama teman-temannya.

Tingkat keusilannya mulai tinggi karena dianggap sebagai penyaluran kreativitasnya. Ia mengharapkan keleluasaan dan kebebasan dari lingkungannya untuk mulai menyalurkan ekspresi dirinya.

Perkembangan Anak Tahun Kedelapan

Otak kiri bagian luar berkembang dengan pesat di usia 8 tahun. Pelajaran matematika sudah dapat dijejali pada mereka. Perhatiannya terhadap sekitar mulai meluas. Mereka mulai menunjukkan keinginan berkuasa dan mengendalikan keadaan, mulai pandai menetapkan prioritas, sudah mahir membuat langkah-langkah sistematis dan muncul keterampilan mengorganisasikan diri dan teman-temannya.

Jika mereka bermain sepakbola, sudah mulai pandat mengatur strategi bahkan saat menonton bola pun sudah bisa menganalisa permainan dalam skala sederhana. Pelajaran komputer di usia ini sudah sangat berguna.

Pertanyaan yang diajukan baik pada orang tua maupun guru sudah sangat kritis. Mereka juga memiliki kemandirian untuk mengelola segala sesuatu yang berkaitan dengan keperluan dirinya.

Perkembangan Anak Tahun Kesembilan

Fase terakhir dari siklus pertama perkembangan anak di tahun kesembilan. Perkembangan kecerdasan anak berada di otak tengah dan bawah yang ditandai dengan kepahaman tentang ketuhanan, ibadah, dan pengorbanan. Mereka seolah melengkapi apa yang belum cukup pada 8 tahun sebelumnya.

Kejujuran menjadi tuntutan dirinya untuk membuatnya menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab. Kepekaan untuk menolong orang susah makin terasah. Ia semakin senang membantu ibu, ayah dan melaksanakan tugas-tugas sederhana.

Di usia ini mereka sudah mulai mulai berani mengekspresikan reaksi marah secara terang-terangan (sehingga beberapa pihak mungkin menganggap anak mulai “nakal”). Sebetulnya karena mereka seolah ingin mengatakan bahwa dirinya anak kecil yang sudah sempurna, segala sesuatunya sudah lengkap dan siap melakukan keterampilan jenis apapun.

Kenali Fase Tumbuh Kembangnya, Aksi Sesuai Usia

Demikian siklus perkembangan 9 tahun pertama anak berdasarkan bagian otak mana yang aktif. Fase 9 tahunan ini berulang di 9 tahun berikutnya dengan periode yang berbeda. Ketika ada kebutuhan anak tak terpenuhi di periode tersebut, terkadang akan ada masa dimana anak “nagih” pemenuhannya di usia-usia berikutnya tanpa bisa ditebak. Jadi, ketika melirik daftar di atas kemudian sadar ada bagian yang terlewat (tidak terpenuhi) maka persiapkan diri saat “tagihannya” muncul. Perkuat kesabaran, mohonlah bantuan Allah untuk menghadapinya.

Barakallahu li wa lakum. wallahu a’lam.

 

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram
3 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *