Doa yang Diulang

Teman, sadarkah bahwa dalam keseharian kita sebagai muslim, ada doa yang terus menerus kita ulang. Berkali-kali. Entah kita pahami atau tidak tapi pasti diucapkan berulang kali.

Doa itu terdapat dalam surah alquran yang paling sering kita baca: alfatihah. Setiap hari, setidaknya 17x sehari dalam shalat wajib. Ya?

Lalu apa arti ayat-ayat pada surah alfatihah? Benarkah ada doa disana?

Teman-teman boleh buka quran terjemahnya. Di awal-awal ayat, Allah terus yang disebut.  Sampai kemudian kita mulai ucapan: ihdinash shiratal mustaqim. Shiratalladzina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhubi ‘alaihim waladh dhallin..

Tunjukilah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalannya mereka yang Engkau murkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.

Kira-kira.. siapa sih yang disebut “orang-orang yang telah engkau beri nikmat” itu?

Coba cek surah an-nisa ayat 69, ada kalimat: fa-ulaika ma’alladzina an’amallah dst. Ada siapa saja yang disebutkan disana?

“Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama dengan orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah. yaitu para nabi, para shiddiqiin, para syuhada dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya”

Ada yang aneh?

Jalan orang yang diberi nikmat itu seperti apa sih? Nikmat banget ya sepertinya, sampai disebutkan dalam alQuran. Atau ada yang mau berpendapat lain?

Coba kita ingat-ingat bagaimana perjalanan para nabi, syuhada, orang-orang shiddiq, dan orang-orang shalih. Perjalanan mereka secara zhahir jarang sekali yang mulus lancar penuh kenikmatan dalam kacamata umum ya kan? Kehidupan mereka diisi dengan hal yang tak mudah. Entah itu kesulitan, penolakan, cemoohan atau hal serupa lainnya.

Bayangkan, setidaknya 17 kali dalam sehari kita meminta agar ditunjukkan jalan orang-orang seperti itu. Adakah kita kemudian berharap kehidupan kita nyaman lancar mulus sejahtera? Padahal yang kita minta adalah jalan yang mereka lalui, jalan yang mungkin penuh semak berduri, ada tanjakan, ada turunan, kadang mulus kadang berbatu. Sanggup? Kalo ga sanggup ya jangan berdoa seperti itu diulang-ulang dong. Kalo diulang-ulang bukannya potensi dikabulkannya doa tersebut jadi semakin besar? Apalagi diawali dengan memuji-muji Allah dulu 😀

Tapi ada yang perlu diingat. Akhir perjalanannya. Keindahan yang Allah janjikan disana. Itulah nikmat yang dimaksud. Mereka-mereka yang lulus dan disebutkan dalam alQuran ini menempuh lelahnya perjuangan selama perjalanan kehidupan mendapat nikmat besar dari Allah. Hal yang kita anggap menyakitkan secara zhahir, dapat mereka rasakan sebagai sebuah kenikmatan.

Masih ingat kisah para istri pembesar saat mengiris jari tangan mereka kala melihat ketampanan Yusuf? Tidakkah mereka merasakan sakit kala itu?

Bayangkan, ketampanan Yusuf saja sudah bisa jadi kenikmatan yang membuat para perempuan tidak merasa sakit akan luka sayatan. Bagaimana lagi jika kita benar-benar yakin tentang janji kenikmatan dari Allah?
*reminder banget nih buat saya yang masih sering ga nyadar dengan janji-janji Allah.

Ibarat perjalanan mencapai puncak tertinggi. Teringat sebuah film tentang para pendaki puncak Everest. Apa sih sebenarnya yang mereka cari? Kepuasan? Entahlah. Yang pasti mereka memiliki misi: menaklukkan puncak gunung tertinggi. Di film itu dikisahkan tentang perjuangan yang harus dilalui dalam perjalanan mereka menuju puncak Everest. Belum lagi perbekalan, pengetahuan (meskipun ada pemandunya), cuaca yang tiba-tiba berubah, kondisi pegunungan dan lain sebagainya.

Maka ketika misi keluarga kita adalah surga, mau tidak mau perjalanannya akan berat. Berat karena sudah jelas disebutkan bahwa dunia ini penjara bagi kaum muslim. Sebab terikat berbagai aturan yang sebetulnya untuk kebaikan kita sendiri.

Wallahu a’lam..

*baca lanjutan bahasannya di tulisan ini.

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

One thought on “Doa yang Diulang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *