Hadiah untuk Diri Sendiri

Kenaikan kelas, pembagian rapor seringkali satu diantara banyak momen yang kita jadikan ajang untuk memberikan hadiah pada anak sebagai apresiasi atas pencapaiannya dalam satu semester atau satu tahun ajaran. Mengetahui proses yang sudah dilewati anak dan melihat perkembangannya dalam periode tersebut membuat kita ingin memberikan sesuatu pada anak.

Akhir tahun, awal tahun menjadi momen pemberian hadiah pada karyawan atas apa yang dialami perusahaan dalam setahun terakhir. Dan anniversary seringkali juga menjadi momen saling memberi hadiah pada pasangan.

Lalu.. adakah momen tertentu yang dijadikan waktu khusus untuk mengapresiasi dan memberi hadiah pada diri sendiri? Atau mungkin dalam setiap pencapaian tertentu, kita memperhatikan progress diri sekecil apapun dan memberikan diri sendiri hadiah yang membuat hati senang?

Setiap orang –apapun bahasa cinta dominannya– tetaplah senang dengan hadiah. Seperti kata Rasulullah, “Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari)

Bukankah rasa cinta adalah kebalikan dari abai? Maka dari hadits tersebut, kita juga bisa mengambil hikmah bahwa hadiah mampu membuat kita saling mencinta dan menepis sikap abai.

Teman-teman mungkin pernah mendengar sebuah istilah yang belakangan ini banyak sekali dibahas: love yourself. Cintai dirimu sendiri.

Karena pribadi yang mencintai dirinya sendiri akan mampu menebar cinta pada sekitarnya. Berbeda dengan mereka yang belum sepenuhnya mencintai diri sendiri, akan cenderung memiliki sisi menuntut orang sekitar untuk memenuhi kekosongan cinta dalam hatinya.

Bagaimana mengukur apakah sudah mencintai diri sendiri atau belum? Ucapkan saja, “wahai diriku, aku mencintaimu.” atau “wahai (sebutkan nama anda) aku mencintaimu.” adakah bahagia menyeruak ataukah ada semacam ganjalan yang terasa?


Maka memberi hadiah sendiri adalah bagian dari mengupayakan cinta pada diri. Mengapresiasi progress yang kita jalani meski baru sedikit saja kemajuannya.

Ingat, walaupun sedikit hal itu tetaplah sebuah kemajuan. Walaupun selangkah, anda tetaplah sudah maju tak jalan di tempat.

Kalau kata seorang kawan, “practice makes progress.” Berlatih itu menghasilkan progress. Meskipun belum sampai tahap perfect tapi kita sudah berpindah tempat.

Hadiah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki makna pemberian (kenang-kenangan, penghargaan, penghormatan). Hal ini jelas bahwa hadiah untuk diri bisa merupakan penghargaan ataupun penghormatan untuk pribadi kita.

Seperti apa ya hadiah untuk diri sendiri? Ada banyak bentuk hadiah yang bisa kita berikan pada diri kita. Hal itu dapat disesuaikan dengan kesukaan atau kebutuhan kita.


  1. Benda-benda

Arcadians’ Buddy dapat mengecek jawaban dari pertanyaan berikut: “adakah benda yang sangat saya inginkan dan ada cukup uang untuk membelinya.

Kali ini karena teman-teman sedang berencana memberikan hadiah untuk diri sendiri, tolong jangan lirik dulu benda untuk anak-anak (baik itu pakaian, mainan atau keperluan lainnya).

  1. Waktu yang Berharga

Bekerja sebagai ibu pertanda waktu 24 jam akan cenderung digunakan untuk kebutuhan suami dan anak-anak. Terkadang, lupa bahwa diri perlu sesekali menyendiri atau sekadar meluangkan waktu untuk mengurus diri. Mandi dengan tenang atau makan tanpa interupsi misalnya.

  1. Makanan atau Minuman

Arcadians’ Buddy termasuk yang suka dengan kuliner? Tak ada salahnya memberi hadiah pada diri sendiri berupa makanan atau minuman kesukaan. Atau kuliner yang selama ini ingin dibeli tapi ditahan-tahan karena memprioritaskan hal lain. Kali ini, tak usah lirik hal lain dulu. Hadiah ‘kan hanya sesekali saja!


Saat memberikan hadiah untuk diri sendiri, rasakan kepercayaan diri yang meningkat dan rasa puas yang terus meluas.

Selamat berbahagia. Selamat mengapresiasi orang yang paling dekat dengan kita.

Jadi.. kapan momen terakhir teman-teman memberi hadiah pada diri sendiri?

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Facebooktwitterpinteresttumblrinstagram

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: