Homemade Dough (Plastisin Buatan Sendiri)

Membuat Dough sendiri.

Dough di kita dikenal sebagai plastisin, atau “malam” jika dalam bahasa Sunda. Ada banyak versi dalam pembuatan dough ini. Tapi saya baru coba 2 cara yang ada di buku Slow and Steady Get Me Ready dari June R Oberlander. Sebenarnya penasaran pengen coba dough glow in the dark, tapi coba buka Pinterest belum bisa aja nih. Kecepatan internet melemah karena kuota batasnya sudah habis 😀

Dalam buku terjemahan Slow and Steady Get Me Ready ini dough diartikan sebagai Lempung. Tanah lempung itu tanah liat kan ya? Hehe..

Cara pertama:

Bahan:

  • 2 cangkir tepung terigu
  • ½ cangkir garam
  • 1 cangkir air
  • Pewarna makanan

Cara membuat:

Campurkan terigu dengan garam. Tambahkan air secara perlahan hingga adonan terlihat cukup kalis (ini yang saya agak ceroboh saat mencoba, airnya langsung nyebur semua. Hoho). Setelah itu tambahkan pewarna makanan, adoni hingga tercampur rata. Tambahkan peppermint atau aroma esens lain agar memikat. Sayangnya pewarna makanan, peppermint atau aroma esens tak ada di rumah. Heuheu..

Hasil dari cara pertama ini bisa dibilang gagal karena kurang kalis (sepertinya karena kebanyakan air. haha). Jadi kalau dimainkan anak-anak nanti akan lengket dan belepotan nempel di tangan dan di berbagai tempat. Eerrrr..

Cara kedua:

Bahan:

  • 1 cangkir tepung terigu
  • ½ cangkir garam
  • 1 sdm minyak sayur (saya menggunakan minyak goreng. Sama aja ya? hehe)
  • 1 cangkir air
  • 2 sdt Cream of tartar (ini saya tidak tahu bahan apa dan saya ga pake di adonan dough yang saya buat)
  • Pewarna makanan

Cara membuat:

Campurkan semua adonan dalam panci, aduk rata lalu panaskan di atas api sedang sambil terus diaduk. Pastikan alat aduknya kuat karena semakin ke sini, adonan semakin lengket dan padat jadi agak berat lumayan. Meski untuk adonan sejumlah itu menggunakan sendok tipis saja pun sudah cukup. Ketika mengaduk-aduk, adonan akan menempel di sendok alat aduk. Anda dapat melepaskannya dan memasukkannya ke dalam adonan atau membiarkannya.

Pastikan anda terus mengaduk adonan terutama bagian bawah karena akan menempel pada panci. Aduk terus hingga kena ke bagian bawah dekat dasar panci. Aduk rata semua bagian hingga nantinya adonan akan menggumpal dengan sendirinya. Jika dirasa sudah cukup, anda dapat mengangkatnya dari kompor lalu uleni hingga lembut. Tempatkan hasil adonan homemade dough ini ke dalam wadah tertutup. Saya menggunakan wadah bekal makan plastik.

Hasil dari cara kedua ini lebih liat (dan lebih mirip dough dari Play Dough yang kami punya), di bukunya juga ditulis begitu. Bagi saya cara ini juga lebih aman untuk anak karena adonannya “matang” sebab proses pembuatannya kan “dimasak” sehingga jika tak sengaja dimakan, tak terlalu jadi masalah. Mungkin sebagian bisa dijadikan adonan makanan juga 😛

Selamat mencoba. Anak-anak pasti suka.

Foto utama diambil dari dough buatan saya yang polos banget karena bahan-bahan yang membuat dough-nya menarik, tidak ada. Xixixi.

36476ac2198e73aaf3e583fde0ac7530

*update
Sore ini kesampaian beli pewarna makanan. Beli beberapa merk dan saya lebih merekomendasikan merk Koepoe-koepoe. Selain warnanya cerah, tidak terlalu pekat (sehingga ga terlalu nempel bekasnya di tangan) juga karena ada logo Halal juga 🙂

image
Hasil penambahan pewarna makanan

Membuat dough sendiri selain lebih hemat, bisa banyak, aman dan disesuaikan warnanya, juga menjadi kegiatan menarik bagi anak saat mewarnai dough-nya. Serunya dobel deh..
image

Semoga bisa lebih baik lagi 😀

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *