Hujan

Hujan

Ketika teriknya mentari menaikkan air laut lalu terkumpul di awan.

Ketika awan mulai merasa berat atas terkumpulnya air laut.

Ketika itulah hujan turun membasahi bumi.

Rahmat. Demikian Rasulullah menyebut hujan.
Allahumma shayyiban nafi’an.

➖➖➖➖➖
Maka demikianlah ketika kita merasa takdir yang “panas” berhasil membuat tenaga menguap.

Lalu rasa sesak akhirnya membuat dada terasa berat.
Hingga turunlah air mata, deras tak tertahan.

Ialah rahmat Allah mengiringi.

Maka jika ingin menangis, menangislah. Ada rasa lega menanti di ujung sana. Sebagaimana awan pun menjadi lebih ringan usai melepaskan hujan.

Dan ibarat hujan yang menumbuhkan tanaman. Langit berubah cerah saat gue reda.
Semoga air mata yang tertumpah, mampus menumbuhkan tanaman cinta. Pada Ia Sang Mahacinta.

Dan dunia kita seketika menjadi cerah usai air mata mereda.

Semoga..

#CatatanEsa

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and STIFIn Trainer
Follow instagram @esapuspita Facebooktwitterpinteresttumblrinstagram

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: