Ibu Rumah Tangga Sejati

– Ibu Rumah Tangga Sejati –

Demikian sepotong kalimat yang muncul dalam sebuah diskusi beberapa waktu lalu.

SEMUA PEREMPUAN yang sudah menikah adalah IBU RUMAH TANGGA SEJATI, entah ia memiliki kegiatan lain di luar (aktivitas maupun bekerja) ataupun kegiatan sepenuhnya di rumah membersamai suami dan anak.

Tapi.. ada nada malu, gelisah, tak PeDe yang saya baca dalam ungkapan kalimat itu. Seolah ibu rumah tangga sejati adalah sebuah profesi yang tak memiliki prestisius sedikitpun.

Teh Esa ga salah ngetik? Ibu rumah tangga itu profesi? 

Yap, dalam konsep STIFIn, Profesi haruslah memenuhi 3 syarat:

  1. Pilihan peran tertentu
    Seorang ibu rumah tangga memiliki hak dan kewajiab tersendiri, membutuhkan penguasaan ilmu/pengetahuan khusus dalam mengelola rumah tangga.
  2. Panggilan hidup
    Peran ini dipilih secara sadar dan dijalankan sepenuh hati.
  3. Sumber penghasilan hidup
    Memperoleh hak berupa nafkah dari suami untuk dikelola

So, apakah teman-teman sepakat bahwa ibu rumah tangga memenuhi ketiga poin tersebut? Sehingga, menjalankannya pun tentu haruslah profesional (colek IIP ah).

Ibu Rumah Tangga, Kenali Lagi

Sejatinya, Allah menciptakan HAWA untuk MENDAMPINGI ADAM. Allah menciptakan perempuan untuk mendampingi laki-laki.

Allah ciptakan istri untuk mendampingi suami.

Dan kala hadir anak-anak dalam pernikahan keduanya, tak lantas menggeser fitrah seorang perempuan sebagai istri, sehingga membesarkan suami dan anak SEOLAH menjadi 2 hal yang HANYA bisa dipilih salah satunya.

Tidak pula kedua amanah tersebut MENGGESER fitrahnya secara lengkap yang membutuhkan AKTUALISASI guna bersama menebar manfaat untuk sesama.

Seorang IRT adalah manusia. Fitrah rasanya tetap ada. Fitrah bakatnya pun tak lantas hilang.

Meskipun ada prioritas lain saat sudah memutuskan untuk menikah dan memiliki keturunan.

Maka seorang lelaki bernama suami perlu tetap menjaga istrinya BAHAGIA SEBAGAI DIRINYA. Setelah istri mengikuti sepenuhnya perintah suami, ada baiknya suami MEMBERIKAN WAKTU sejenak untuk sang istri melakukan sosialisasi dan aktualisasi. Tanpa mengabaikan tugas utamanya. Dan tak harus selalu keluar rumah.

Ini bukan perkara feminisme. Sebab SEMUA PEREMPUAN pada dasarnya akan MENIKMATI PERAN dan nalurinya sebagai ISTRI dan IBU.

Pastikan ia tetap perform sebagai dirinya di kala ia tengah menjadi permaisuri rumah. Agar berlian dalam dirinya makin muncul, menyinari dan memperindah rumah tangga yang ia bangun bersama suami dan anak-anaknya.

Sebab PEREMPUAN YANG BAHAGIA akan mampu MENULARKAN KEBAHAGIAAN yang jauh LEBIH BESAR sebagai BAHAN BAKAR pertumbuhan suami dan anak-anaknya.

Selamat berbahagia menjadi ibu rumah tangga sejati, teman. Peluk hangat dari Cimahi.

Esa Puspita

Family Development Enthusiast

esapuspita.com

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *