Insyaallah

Insyaallah

*Disadur dari Status*

Lelah setelah berkutat dengan 8 dus undangan untuk dikirim ke Palembang terbayar dengan rumah yang berantakan ‪#‎eh 😂

“De, nanti foto ya semuanya”
“Iya” lupa bilang insyaallah.
Sortir hasil kerjaan tim, hitung, bersihkan yang sedikit kotor, siapkan dus, masukkan ke dalam dus, ngepas-pasin dengan dusnya, hingga adzan maghrib berkumandang.
Bergegas menyodorkan lemon tea ke bapak dan suami.

Lanjut packing bareng lagi.
Tepat 18.40 semua dus sudah dikirim, suami yang bolak-balik anterin pake motor. Alhamdulillah di pickup Indah Cargo dan nunggu depan jalan raya (maklum rumahnya masuk gang)

Setelah selesai, saat itu sisa 2 dus lagi.
“Eh, A. Belum difoto” dan lupa minta maaf
“Ya udah foto seadanya aja. Untuk dokumentasi”

insyaAllah

=====
Petikan hikmah kali ini adalah,
Allah dan Rasul-Nya menganjurkan ucapan “insyaallah” dalam setiap janji ataupun rencana karena semua hanya akan terjadi atas izin Allah. Insyaallah bermakna “jika Allah mengizinkan“. Ini bukan sembarang kata melainkan memiliki maksud. Selain agar kita senantiasa melibatkan Allah dalam setiap tindakan, juga agar kita sadar bahwa kita tidak bisa memprediksi masa depan meski nampak pasti. Maka apakah sesuatu itu kelak benar-benar terjadi atau tidak, semua murni kehendak Allah 🙂

Dan ketika terjadi kelalaian, jangan lupa ber-istighfar dan meminta maaf pada pihak yang bersangkutan. Istighfar yang sebenar-benarnya mengakui dan menyesali kesalahan sebagai permintaan maaf kita pada Allah atas alfanya kita mengingat-Nya dan lalai terhadap anjuran yang diberikan.
Alhamdulillah bini’matihi tatimmushshalihat..

Bandung, Jumat 5 Ramadhan, 10 Juni
Di tengah samar terdengar shalawat menjelang Isya.

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: