Jauh

Saat di perjalanan kemarin, sebuah lintasan pikiran tiba-tiba muncul. Melewati jalan-jalan yang dulunya sempat saya komentari: “jauh”. Qadarullah tempat-tempat itu kini justru dilewati hampir setiap kali saya pergi.

Jauh.

Makna kata jauh bisa berubah seiring dengan sejauh apa perjalanan yang kita tempuh.

Bahkan menurut KBBI sendiri, jauh memiliki makna beragam. Yang menarik, makna nomor 3: belum sampai pada makna yang dimaksudkan (ditetapkan). Sebab seketika saya ingat tentang mimpi. Dream.

Bermimpilah Lalu Bangunlah, Melangkahlah

Saat berbicara tentang impian, kadang ketika menetapkannya, rasanya impian itu teramat jauh. Seolah semuanya akan sangat melelahkan ataupun sulit dicapai.

Kesuksesan, kebahagiaan, ketenangan, dll. Semua yang ingin kita capai dalam hidup ini, rasanya terseok untuk menggapainya.

Nyatanya tidak. Saat kita mulai melangkah, langkah demi langkah membuat kita semakin dekat dengan terwujudnya impian.

Sama seperti saat kita berpikir lokasi tujuan begitu jauh. Tatkala langkah pertama mulai ditetapkan, mengikuti peta menuju tempat yang ingin dicapai, perlahan kita semakin mendekatinya. Bahkan pada akhirnya, kita hidup dalam mimpi yang mewujud nyata.

Pernikahan yang harmonis, anak-anak yang shalihin, teman-teman shalihin, keluarga yang seiring sejalan, tim yang solid, dll. Dan saat itu terjadi, ketakjuban meliputi diri.

Wahai, jika kita betul-betul menapaki dengan seksama, semua hal jauh yang ditargetkan sesungguhnya mulai hampir mewujud nyata. Maka cukuplah Allah sebagai penolong. Yang mempertemukan kita dengan hamba-hamba terbaikNya. Yang membawa kita pada satu per satu pencapaian kesuksesan yang dulu kita anggap jauh nan sukar

*menyelesaikan tulisan yang tertunda hampir setahun lamanya, MasyaAllah..

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and STIFIn Trainer
Follow instagram @esapuspitaFacebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: