Jodoh Logis

Berbicara tentang jodoh, kata ini sering digandengkan dengan sesuatu yang akan melekat atau dekat. Di masyarakat (di tatar Sunda misalnya) ketika kita kehilangan sesuatu, maka kalimat yang terlontar adalah “belum jodoh”. Sementara ketika kita sedang mengharapkan sesuatu, maka kalimat yang diucapkan adalah “siapa tahu jodoh”. Jadi, kita sepakati dulu ya bahwa kata “jodoh” tak melulu berbicara tentang pasangan hidup (suami/istri) tapi juga hampir banyak hal dalam kehidupan kita.

Bahasan mengenai logis ini saya sandarkan pada sebuah istilah yang dikenal dengan logical decision. Istilah ini saya dapat di 3 kelas dengan basis keilmuan yang sama, NLP.

logissMenariknya, bahasan mengenai logical decision ini bagi saya seolah memperjelas tentang perbedaan menyegerakan dengan terburu-buru. Jika menyegerakan adalah hasil sebuah keputusan logis, sementara terburu-buru adalah murni urusan emosional, urusan rasa tanpa pertimbangan logis.

Lalu apa yang ingin saya sampaikan dengan judul jodoh logis? Ini semacam istilah untuk mencatatkan bahwa dalam mengambil setiap keputusan maka keputusan itu haruslah yang sudah dipertimbangkan dengan matang. Dan pertimbangan yang matang itulah yang saya pahami sebagai pilihan logis.

Sebagaimana saya tulis di awal, jodoh bukanlah hanya sekadar tentang pasangan hidup. Maka saya memaknai jodoh logis adalah semua keputusan final rasional untuk memilih. Entah itu memilih rumah, memilih pasangan, memilih pekerjaan, memilih jurusan kuliah, memilih proses kelahiran dan lain sebagainya.

Saya sendiri sedang dihadapkan pada sebuah pilihan: mencari rumah. Masa kontrakan rumah saat ini sudah hampir habis sementara kami sudah lama tinggal di sini. Ingin suasana baru.

Mencari rumah juga adalah sebuah proses memilih apakah akan tetap tinggal di sini dengan segala pertimbangannya atau pindah ke tempat lain. Mempertimbangkan apakah akan tetap di sini atau mencari rumah lain dengan harapan menemukan suasana baru dan lebih baik.

Saat ini kami sudah mendapatkan beberapa opsi. Ada kurang dan lebihnya memang, tapi lagi-lagi jika kita membahas jodoh logis, maka kami –saya terutama- harus mempertimbangkan dengan logis keputusan-keputusan itu.

logis

Saya sendiri mengakui, perempuan memang sering kali mendahulukan rasa. Ya, pokoknya pengen pindah aja. Rumahnya cukup oke kok tinggal dirombak dikit, inSyaAllah akan nyaman ditinggali. Daripada nanti keduluan sama yang lain seperti rumah sebelumnya.

Tapi suami beda lagi, beliau dengan tenang minta tangguhan waktu 3 hari untuk mempertimbangkan apakah akan mengambil rumah tersebut atau tidak. Ya, itu lah kenapa perempuan memang sudah selayaknya bersanding dengan laki-laki agar saling melengkapi untuk memutuskan dengan seimbang: rasa dan akal.

Kemudian saya flashback kepada keputusan di masa lalu. Ketika memilih pekerjaan, ketika memilih kuliah bahkan ketika memutuskan menerima pinangan. Mengingat kembali mana dari semua pilihan itu yang dipertimbangkan dengan baik dan mana yang emosional. Ya, saya menemukan perbedaan yang kentara entah di hasil maupun di prosesnya.

logical decision

Di sini kemudian saya paham tentang istikharah. Mengapa dalam Islam, istikharah menempati posisi penting ketika kita dihadapkan pada sebuah pilihan.

Ada beberapa pendapat mengenai istikharah. Ada yang berpendapat untuk semua pilihan, ada pula yang berpendapat jika sudah mentok dengan pertimbangan akal kita dan ga yakin-yakin dengan pilihan kita.

Tapi kalau berdasarkan hadits yang saya dapat, istikharah adalah sebuah cara untuk meminta petunjuk Allah atas keputusan kita apakah benar atau tidak. Apalagi jika dihadapkan pada pilihan-pilihan yang memiliki urgensi yang sama pentingnya.

Di sini jelas, pertimbangannya logis. Tidak sekadar mempertimbangkan rasa, tapi juga kemungkinan akibat yang akan muncul di kemudian hari. Dan dengan istikharah, kita memasrahkan hasil usaha kita dalam penemuan jodoh ini agar ditunjukkan pada keputusan yang lebih baik.

Baiklah.. mari pertimbangkan dan istikharah. Semoga Allah pertemukan dengan jodoh terbaik entah itu rumah, pasangan, kendaraan, pekerjaan, sekolah dan yang lainnya. –Semoga Allah pertemukan dengan rumah terbaik bagi kami sekeluarga. Aamiin 😀

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari para sahabatnya untuk shalat istikharah dalam setiap urusan, sebagaimana beliau mengajari surat dari Alquran. Beliau bersabda, “Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua rakaat selain shalat fardhu, kemudian hendaklah ia berdoa:

 

Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (sebut nama urusan tersebut) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.

 

Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku (atau baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, dan palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah yang terbaik untukku apapun keadaannya dan jadikanlah aku ridha dengannya. Kemudian dia menyebut keinginannya” (HR. Ahmad, Al-Bukhari, Ibn Hibban, Al-Baihaqi dan yang lainnya).

Salam hangat, Esa Puspita
Family Development Enthusiast
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

One thought on “Jodoh Logis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *