Jodohmu Jawaban Doamu

Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yun waj’alna lilmuttaqina imama

Tak boleh berlebihan dalam berdoa adalah salah satu hikmah yang saya dapat dari berbagai literatur doa yang dicontohkan Rasulullah. Bahwasanya doa akan selalu dikabulkan itu benar.

Allah Ta’ala berfirman,

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al Mu’min: 60).

Tapi pengabulannya seperti apa, itu yang kita tidak memiliki pengetahuan atasnya. Dan disanalah keimanan mengambil peran keyakinan hati akan pengabulan doa.

Dan memohonlah lengkap dengan penghindaran dari keburukannya. Seperti saat memohon surga, lengkapi dengan berlindung dari neraka.

Adalah janji Allah itu pasti. Ia akan selalu mengabulkan doa, dengan 3 cara.

« ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ »

Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” (HR. Ahmad 3/18, dari Abu Sa’id; derajat hasan)

Jodohmu Jawaban Doamu

Maka perkara jodoh pun tak jauh dari pengabulan doa. Hanya saja karena keterbatasan pemahaman kita maka terkadang tak siap dengan prosesnya atau tak ridho dengan pengabulannya.

Satu ketika saya dan suami berbincang. Kenapa ya kita dijodohkan Allah? Perasaan dulu pertimbangan milih tuh karena begini begitu, tapi kok perjalanannya berat sekali dan justru malah kerasa sebaliknya. Belum lagi diuji dengan apa yang pernah kita sepakati di awal dan apa yang saya takutkan.

Setelah berkontemplasi, kami sadar bahwa baik saya maupun suami adalah jodoh yang pernah kami minta dalam doa. Saya pernah berdoa, “ya Allah, saya ingin suami yang sangat mencintai saya.” beneran dikabulkan lho. Dalam konsep STIFIn, ada yang namanya score of love yang menggambarkan skor cinta seseorang pada orang lain (termasuk pasangan).

Sedangkan suami saya pernah berdoa, “berikanlah jodoh yang dapat melengkapi kekurangan saya” dan betul dikabulkan. Lagi-lagi konsep STIFIn menjawab teka-teki pengabulan doa itu. Itulah kenapa kami jatuh cinta pada konsep ini. STIFIn tidak hanya berbicara tentang minat bakat saja, tidak hanya membahas tentang personality saja, tapi sampai ke hubungan sosial dan menemukan visi, menguatkan misi.

Mengenali Tipe Pasangan

Suami saya tipe Thinking introvert. Tipe yang sangat cuek dan kurang peka pada perasaan. Sehingga ketika beliau dipertemukan dengan saya, beliau langsung jatuh cinta dan merasa saya bisa melengkapi dirinya.

Secara teori memang terjawab. Saya tipe Feeling extrovert.

Sebetulnya Feeling melengkapi Thinking karena keduanya berada dalam posisi diagonal alias bersebrangan (tapi memang melengkapi). Tambah lagi beliau memiliki drive introvert sedangkan saya extrovert.

Teman-teman dapat melihat bahwa sisi “lemah” suami saya yang Thinking (20% di F) justru adalah kekuatan saya yang Feeling (100%). Begitu pun sebaliknya.

Dan ini tantangan untuk kami berdua. Bertolak belakang banget sifat kami.

Memaknai Sekufu

Satu ketika curhatan masuk. Mempertanyakan kelakuan pasangannya yang ternyata sudah terjadi bahkan sebelum mereka menikah “seingatku aku ga pernah melakukan perbuatan seperti itu. Tapi kenapa dia jadi pasanganku? Bukannya kata Allah yang baik hanya untuk yang baik?

Memang benar, seorang lelaki dan perempuan yang disatukan dalam ikatan pernikahan adalah sekufu alias selevel. Pada saat ijab kabul dilaksanakan. Mungkin kita belum pernah melakukan dosa zina, sedangkan pasangan kita ternyata pernah berzina. Lantas kenapa kita dijodohkan dengan dia? Jawaban sederhananya sih, ya karena dia yang terbaik untuk kita. Dia jawaban doa kita. Dia yang “pantas” untuk kita. Dan dia yang sanggup mendampingi dan kita dampingi.

Bagaimana dengan dosa yang ia lakukan? Mungkin itu ujian bagi kita. Tapi bisa juga tamparan untuk memaksa kita mengecek kembali masa lalu dengan lebih teliti. Adakah dosa yang mungkin saja kita lakukan dan setara dengan dosa pasangan kita?

Pun dengan kebaikan. Tak sedikit teman yang minder pada pasangannya. Seolah ia tak pantas menjadi pendamping dari pasangannya. Padahal mereka menikah atas dasar saling ridho 😅

Ah, lagi-lagi keimanan kita perlu dipertanyakan nih kalo gini. Hehe.

Ketika kita dipasangkan, maka itulah yang terbaik bagi kita. Apapun keadaannya. Ya namanya juga sudah menikah. Berarti udah jodohnya.

Yang kemudian perlu kita ikhtiarkan adalah bagaimana agar level kita terus naik, barengan dengan pasangan. Ketika perjalanan pernikahan penuh ujian, maka yang pertama sadar-lah yang perlu berubah lebih dulu.

Jaga diri dari godaan jin dan syetan. Jangan tergoda untuk tergesa. Sebab jin level tertinggi justru bertugas memisahkan pasangan suami istri. Bentengi diri dan keluarga dengan keimanan agar lebih peka.

Bantu pasangan untuk mengikhtiarkan perubahan. Lakukan yang terbaik yang dapat diberikan. Doakan kebaikannya. Doakan agar ia terhindar dari keburukan.

Jika masih jodoh maka pasangan pun perlahan akan ikut berubah -biidznillah-. Jika ternyata tak berubah, maka ikatan kuat itu akan terputus dengan sendirinya. Sebab ruh yang sama akan bertemu, dan ruh yang berbeda pasti akan terpisah.

Ruh-ruh adalah junud mujannadah, yang saling mengenal akan akrab bersatu dan yang saling bertolak belakang akan berbeda (berpisah).

HR. Muslim

Siapkah dengan pengabulan doa-doa kita sendiri? Sebab setiap keputusan selalu dibarengi dengan konsekuensi.

Sumber rujukan

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *