Kala Egonya Terluka

Kala Egonya Terluka

Tak banyak yang seorang perempuan pahami tentang gejolak yang terjadi pada diri seorang lelaki. Ia hanya tahu, ada sesuatu yang tak beres.

Kadang, respon perempuan tak tepat sesuai harapan. Namun, bukan disengaja. Melainkan emosinya tengah dikoyak.

Maka menjeda diri dan menahan kata adalah sikap yang sepatutnya diambil oleh seorang wanita, yang mendapati lelakinya ternyata tengah terluka.

Ia, lelaki, tak pernah diajarkan bagaimana caranya menangis. Ia diciptakan untuk menyelesaikan masalahnya seorang diri. Tak pernah belajar menyelami rasa untuk kemudian mengambil mutiara di dalamnya. Bersama.

Siang ini, sebuah pelajaran Allah berikan. Kala seucap kata dilontarkan, “bolehkah kupinjam kendaraanmu?”

Sebagai seorang istri, hal ini rancu di telinga. Bukankah sudah menjadi kesepakatan bahwa kendaraan yang hanya satu itu, adalah untuk digunakan bersama?

Namun ketika ia menjauh menuju tempat jihadnya di luar kota, kusadari sesuatu. Sikapnya yang berbeda adalah upaya ia menutupi egonya yang terluka.

Ah.. Lelaki. Meski banyak bahasan tentang seperti apa lelaki itu, tapi lelaki itulah yang banyak mengajarkanku tentang dunia lelaki dalam keseharian yang tak terduga.

Maka seiring suara kendaraannya menghilang, kupanjatkan doa untuk kebaikannya. Semoga setiap luka yang tertoreh di masa lalunya, dan masa laluku, Allah sembuhkan dengan kesembuhan yang tiada berbekas lagi tak kembali. Aamiin.

Teruntuk para istri, Allah berikan hati yang lembut, kasih sayang yang menggunung, sebab Ia tahu sesungguhnya ada lelaki yang membutuhkan pelukan penuh cinta kala tak seorang pun paham yang ia rasa.

Sebagaimana ibunda Khadijah hanya berkata sepatah kalimat lalu menyelimuti nabi kita Muhammad, hingga rasa takut yang mendera sampai ke seluruh persendian, mereda seketika.

Ada seorang penuh cinta untuk ia kembali ke rumah..

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and STIFIn Trainer
Follow instagram @esapuspita Facebooktwitterpinteresttumblrinstagram

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: