Karena Cinta Kadang Tak Disadari Adanya

Film Dear Love sepertinya menjadi film percintaan “remaja” pertama yang saya nonton. Di bioskop, sendirian dan justru setelah menikah. Heuheu. Eh ga sendirian juga sih, ada penonton lain disana 😀

Film bergenre romantik ini mendapat rating 8,6 di situs movie.co.id. Kisah cinta mengharukan besutan sutradara Dedy Syahputra ini berhasil membuat saya yang Feeling menangis di beberapa scene. Mm, ya terharu gimana gituh. Hehe.

Setidaknya ada beberapa tokoh yang saya garisbawahi. Anggap saja tokoh utama ya. Nico yang diperankan oleh Dimas Aditya, Mentari de Marelle sebagai Rayya dan Billy Davidson memainkan tokoh Addin.

dear-love-movie

Nico tinggal di seberang rumah Rayya. Pertemuan mereka “tidak disengaja” saat akhirnya keluarga keduanya menempati rumah di pemukiman yang sama. Bertemu ketika mereka masih anak-anak lalu bersahabat selama bertahun-tahun lamanya, bahkan belasan tahun.

Selama belasan tahun itu pula, Nico menjadi saksi atas setiap perjuangan Rayya dan sang ibu menghadapi penyakit yang diderita gadis kecil ini. Nico kemudian merasa harus melindungi Rayya. Sehingga ia akan menjadi orang pertama yang mendampingi Rayya dan ibunya jika terjadi sesuatu. Dan salah satu cara aneh yang dilakukannya adalah dengan “menjodohkan” Rayya.

Nico mencoba mempertemukan kembali Rayya dengan para mantannya. Berharap salah satu diantara para mantan itu dapat menjaga sang “adik”. Tindakan yang ternyata ada motif lain disana.

Setiap surat yang ditulis Rayya terhadap para mantan kekasihnya, tanpa diduga sampai di tangan masing-masing mantan. Mantan pertama yang terhubung kembali adalah Mike. Mike yang senang olahraga mengajak Rayya untuk jogging di pertemuan pertama mereka setelah bertahun-tahun tidak berjumpa. Rayya yang menderita jantung lemah akhirnya pingsan dan dilarikan ke UGD. Dan ada tindakan Mike lainnya yang membuat Nico marah sehingga meminta Rayya untuk tidak lagi berhubungan dengan Mike.

Mantan kedua, Cello. Usai mendapati kenyataan bahwa Rayya menderita jantung lemah, ia bagai hilang ditelan bumi. Tak ada kabar dan tak pernah lagi mencoba menemui Rayya. Hal ini membuat Rayya sempat putus asa.

Hingga segalanya berubah saat Addin muncul di hadapan Rayya. Dan dari scene inilah bagi saya yang membuat skenario menarik mulai asyik diikuti.

film-dear-love-2016

Sejak semula, scenenya dibuat nampak menarik dan memperlihatkan bahwa baik Nico maupun Rayya sebetulnya saling menyayangi satu sama lain. Akan tetapi kemudian saya sendiri sempat ragu, benarkah memang Nico mencintai Rayya atau sekadar rasa sayang sebagai kakak kepada adik, mengingat Nico pernah kehilangan seorang adik perempuan. Meskipun menjelang scene akhir ada momen saat Nico koma, ia menangis ketika Rayya membacakan sebuah surat padanya. Surat apakah itu? Dan kenapa Nico sampai koma? Tonton aja deh.

Sayangnya saya kehilangan kesempatan bertemu langsung dengan para pemainnya di Festival Citylink Bandung kemarin. Tapi bisa me time nonton sendiri aja udah hiburan banget. Beberapa “puisi” dan kalimat di filmnya inspiring. Sayangnya kok ya ga inget ngerekam. Padahal lumayan buat quote atau bikin surat cinta 😛

Secara alur cerita, saya suka. Satu diantara scene yang membuat saya seketika nangis adalah saat menjelang akhir cerita. Asli kece. Meskipun saya melihat akting Ikang Fawzi (memerankan ayah Nico) serasa kurang greget. Pokoknya di scene keluarga itu rasanya kurang “klik” gituh. Atau mungkin karena kisah tentang keluarga hanya sedikit saja yang diceritakan sehingga nampak seperti “tempelan” saja.

Ciri khas film Indonesia adalah pemukiman yang mewah dengan alur yang mudah sekali ditebak. Eh, itu pendapat saya sih. Meskipun alur itu baru bener-bener dapat ditebak setelah menjelang akhir film. Ga terlalu greget yang bikin penasaran. Tapi beberapa scene romantisnya okeh untuk diikuti. Kalau kamu pecinta film romansa, perlu dicoba juga nih. Jika diminta beri rating 0-5, saya memilih angka 4.

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *