Kecerdasan Rasa

Kecerdasan Rasa

Di tulisan sebelumnya sudah sedikit dibahas mengenai empati. Empati berkaitan erat dengan Emotional Quotien (EQ) karena memang empati ini bagian dari EQ. Dalam ilmu Psikologi, Daniel Goleman menjelaskan bahwa jika kita tidak mampu mengelola dengan baik aspek perasaan atau emosi, maka kita tidak akan mampu menggunakan aspek kecerdasan konvensional/kognitif (IQ/Intellectual Quotient) dengan efektif. Penjelasan ini dibahas dalam buku Emotional Intelligence.

Goleman mengatakan bahwa kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20% sementara 80% sisanya ditentukan oleh berbagai faktor kecerdasan emosional. EQ ini berperan sangat penting dalam keberhasilan hidup seseorang dalam hampir semua aspek keseharian. –saya kemudian terpikir, itu kenapa Rasulullah ajarannya luar biasa ya, memperhatikan semua aspek kecerdasan-

Goleman memformulasikan gagasannya dalam sebuah kerangka kecakapan emosi yang mencakup kecerdasan interpersonal dan intrapersonal. Intrapersonal Intelligence merupakan kecakapan mengenali perasaan dalam diri kita sendiri, sementara Interpersonal Intelligence adalah kecakapan dalam bermuamalah dengan orang lain.

Interpersonal Intelligence terdiri dari:

  • -Kesadaran Diri (Self Awareness): memahami emosi diri, penilaian pribadi dan kepercayaan diri
  • -Pengaturan Diri (Self Regulation): pengendalian diri (emosi), dapat dipercaya, waspada adaptif dan inovatif
  • -Motivasi Diri (Self Motivation): dorongan berprestasi, komitmen, inisiatif dan optimis

Orang-orang yang memiliki kemampuan interpersonal yang baik akan mampu melewati masa-masa sulit seperti depresi, perasaan tidak berdaya (yang negatif), Moody, cemburu, penyesalan, dan hal yang membuatnya tidak bahagia. Bahasan ini di luar bahasan traumatik ya, karena beberapa depresi bisa jadi karena trauma di masa kecil baik disengaja atau tidak, disadari atau tidak.

Interpersonal Intelligence terdiri dari:

  • -Empati (empathy): memahami orang lain, melayani, mengembangkan orang lain, mengatasi keragaman dan kesadaran politis.
  • -Kemampuan Sosial (Social Skill): pengaruh, komunikasi, kepemimpinan, katalisator perubahan, manajemen konflik, pengikat jaringan, kolaborasi, dan kerja sama tim.

Orang-orang yang memiliki kemampuan interpersonal yang baik akan lebih efektif dalam bermuamalah dan bekerja sama dengan orang lain meskipun melewati keadaan yang sulit. Mereka mampu lebih sukses dalam kehidupannya.

Orang yang memiliki EQ tinggi dapat hidup lebih bahagia. –dan teringat lagi, betapa Islam hadir dengan semua kesempurnaannya-

eq

Bahasan mengenai EQ di diskusi kemarin sampai di sini. Lalu berlanjut random chat yang kece banget. Masih membahas EQ juga sih tapi lebih ke aplikatif keseharian. Hehe. Nah, tulisan setelah ini akan mencatatkan apa saja isi chat random yang kece badai itu karena salah satu ember grup ternyata tesisnya bahas tentang EQ dan bahasan chat randomnya luar biasa!

Sampai ketemu di tulisan berikutnya ya ^_^

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Facebookinstagram

Tinggalkan komentar