Kepercayaan Diri Anak Bekal Jadi Pribadi Bermanfaat

Kepercayaan Diri Anak Bekal Jadi Pribadi Bermanfaat

Membangun kepercayaan diri anak dimulai dari orang tua. Sesungguhnya setiap anak lahir dalam keadaan terbaik, berbekal segala fitrah yang mendukungnya tumbuh menjadi khalifah terbaik di bumi, di bidangnya masing-masing.

Adapun menjadi tugas orang tua dalam hal penjagaan orang tua terhadap fitrah tersebut. Fitrah belajar dimana anak pada dasarnya senang belajar (belajar tidak harus selalu berarti sekolah ya), fitrah keimanan dimana anak memiliki bekal iman dalam hatinya, fitrah seksualitas yang merupakan dasar untuk mengetahui dirinya sebagai lelaki kah atau peremuan, fitrah bakat yang belum tentu sama antara satu anak dengan anak lainnya sehingga tidak semua harus memiliki profesi yang sama, fitrah perkembangan yang terkadang berbeda antara satu anak dengan yang lainnya.

Maka ketika seorang anak hadir dalam pernikahan kita, kita pun terlahir menjadi orang tua. Menjadi orang tua perlu ilmu. Ilmu untuk menyadari kesemua fitrah itu dan memperlakukan anak-anak secara adil. Adil bermakna sesuai, bukan sama rata.

Kepercayaan Diri Anak

Percaya diri ada salah satu sifat yang secara alami dimiliki anak-anak. Ingat ketika dengan begitu pe-de-nya anak belajar berjalan meski berulang kali jatuh? Bagaimana saat ia dengan begitu pe-de-nya mau memanjat pagar? Yang dengan pe-de-nya dia memegang gelas berisi air panas. Dan masing banyak lagi.

Bagaimana respon kita sebagai orang tua saat hal-hal tersebut terjadi? Marah kah? Atau mendekatinya secara lembut seraya mengatakan, “panas ya nak? Ayok cuci tangannya menggunakan air dingin. Atau kita olesi madu. Bunda senang kamu segera melepaskan gelasnya. Isi gelasnya ada air panas. Lain kali pastikan dulu apakah aman atau tidak ya.” mengapresiasi, memberi solusi, memberi informasi dan memberi pelajaran.

Kepercayaan orang tua terhadap anak merupakan salah satu bekal anak untuk tumbuh percaya diri. Ibu perlu percaya bahwa ia mau belajar ketika menawarkan diri untuk mencuci piringnya sendiri, ayah perlu percaya ketika anak meminta untuk bantu cucikan mobil. Izinkan anak belajar life skill yang akan menjadi bekalnya kelak. Maka penting bagi orang tua melihat segala sesuatu bukan dari kacamata saat ini dan masa lalu. Melainkan saat ini dan bagaimana di masa depan.

Termasuk ketika anak mendapatkan perlakuan tidak baik dari temannya. Ajak anak untuk menghadapi masalah itu, dan temani ia menyelesaikannya. Bukan kita yang turun tangan menjadi malaikat untuk menyelesaikan setiap permasalahannya.

Karakter Beragam Anak

Karakter anak itu beragam. Bahasa cinta mereka pun tak sama. Ada yang butuh pujian dan apresiasi, ada yang butuh sentuhan dan pelukan, ada yang perlu hadiah secara konkrit, ada yang ingin kesempatan berkreasi aneh-aneh, dan ada yang berharap hidupnya selalu damai. Penting orang tua memperhatikan hal ini agar dapat membersamai mereka secara maksimal.

Terkadang kita mengukur orang lain dengan kacamata diri. Kita senang diberi hadiah, maka kita memberikan hadiah pada anak. Mungkin anak senang, tapi bisa jadi di dalam hati terdalamnya anak mengharapkan pujian, apresiasi, ucapan “ayah bangga sama kamu, ibu bangga sama kamu”.

Biasakan untuk melakukan obrolan dengan anak. Lakukan family time, dating time (kencan berdua dengan anak, secara bergiliran), dan bonding lainnya. Hal ini penting agar kepercayaan diri anak terjaga bahkan meningkat.

Membangun Bonding

Bonding penting dilakukan agar anak tahu, “ibu sayang aku”. Bonding penting dilakukan agar anak yakin “ibu sayang aku”. Hal ini menjadi bekal ia percaya bahwa dirinya berharga.

Kepercayaan bahwa diri berharga akan menjadi bekal ia tumbuh menjadi pribadi yang menghargai dirinya sehingga sanggup dan bersedia memberikan yang terbaik untuk diri, keluarga, agama dan bangsa.

Selamat menjadi orang tua hebat!

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: