Let’s Read

Membangun imajinasi anak di era digital bukanlah sesuatu yang sulit. Seharusnya.

Ada berbagai fasilitas bertebaran untuk dinikmati secara bebas.

Adapun value keluarga perlu “membatasi” kehausan anak akan berbagai hal di luaran sana. Agar ia tidak seenaknya mereguk milik orang, dan tidak pula serba diminum.
Secukupnya. Seadanya.

Berpetualang dalam imajinasi adalah kegiatan menarik yang sesungguhnya ada dan diperlukan oleh setiap diri manusia, hanya saja terlihat lebih bebas diekspresikan pada diri anak.

Tak banyak yang tahu, bahwa ketika anak membuka buku, yang dibacanya bisa jadi bukan teks melainkan gambarnya.

Maka memilih buku yang mampu menginterpretasikan isi teks ke dalam gambar adalah sebuah syarat penting untuk menarik imaji anak pada sesuatu yang lebih bermanfaat.

Apalagi jika ia bisa menceritakan kembali..

Berpetualang lewat membaca.
Itulah yang dilakukan oleh ketiga bocah di rumah.
Ya, setiap mereka punya ciri khas pilihan cerita dan cara.

Tak dipungkiri, hal yang sangat mungkin menjadi pertimbangan anak memilih sebuah cerita adalah ilustrasi menarik di dalamnya.

Bagaimana tidak, meski usia anak-anak bervariasi, 10, 7 dan 3, mereka tetap saja melihat dari “sampul”nya terlebih dahulu.

Meskipun keputusan akhir membuka cerita yang mana, akan berbeda tergantung ketertarikan si anak.

Si sulung yang sudah bisa baca, menambah pertimbangannya dengan membaca judul. Ditambah lagi, ia mulai suka eksplorasi bahasa.

Jika kedua adiknya murni berbahasa Indonesia, dia mulai tertarik membuka cerita dengan bahasa lain.

Belakangan, yang sedang sangat menikmati membaca di Let’s Read adl si anak bayi 3 tahun. Ketika pegang ponsel, dia bilang, “ayo baca buku”

Dan herannya, dia sedang di fase ga mau dibacain. “Dede bisa baca sendiri” ujarnya. Hihi, lucu kalo dah gitu.

Tapi kalo pas saya iseng tanya, dia biasanya jawab dengan imajinasinya berdasarkan yang ia lihat dari cerita.

Kadang.. Ia seperti berpetualang di rimba cerita menarik versi dirinya sendiri. Sesekali ia seperti membacakan buku untuk ummi. Masyaallah tabarakallah, nak.

Seperti umumnya anak2 seusianya, si kecil sering ia meminta dibacakan ulang cerita yang sama berulang kali. Antusias saat mendengarkan dan asyik berpetualang dengan berbagai kisah, tokoh, tempat dan peristiwa.

Hal menarik lain yang membuat saya menikmati Let’s Read adalah pemilihan kata positif, pengenalan kisah sehari2, bahasa yang mudah dipahami, teks yang nyaman dibaca dengan padu padan warna menarik di setiap ceritanya.

Tak khawatir anak akan sembarang membuka yang tak pantas atau tiba2 ada iklan tak baik yang semestinya tak muncul di aplikasi utk anak. Setiap cerita dapat dinikmati secara bebas. Ads free. Dan bisa sekalian belajar bahasa. Hihi..

Imajinasi dengan pemilihan tokoh membuat anak bisa asyik berjam2 menikmati karyanya..

Sebuah cerita berjudul Rudi sangat menarik perhatian anak bayi. Mulanya, sang kakak terkekeh karena nama si kuda persis dengan nama omnya. Tapi kisah sederhana di dalamnya, memberikan penegasan bahwa setiap kita ngerasa minder, inget, kita punya kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain.

Gambar yang ekspresif, pemilihan kata yang sangat baik dan alur cerita sederhana, sungguh membantu mamak2 tiga anak ini untuk menambah daftar buku cerita yang oke sebagai selingan.

Mudah mengganti bahasa teks hanya dengan dua kali klik. Sederhana pengoperasian, ringan ukuran, baik penampilan. Terima kasih sudah membuat aplikasi bermanfaat ini, dear The Asia Foundation. It helps me a lot!

Selamat berpetualang nak. Dalam indahnya kisah2 yang menguatkan langkah.

#LetsReadAsia
#AyoMembaca
#LetsReadxBloggerPerempuan
#BPxLetsRead
#LombaBlogBP• Let’s Read •

Membangun imajinasi anak di era digital bukanlah sesuatu yang sulit. Seharusnya.

Ada berbagai fasilitas bertebaran untuk dinikmati secara bebas.

Adapun value keluarga perlu “membatasi” kehausan anak akan berbagai hal di luaran sana. Agar ia tidak seenaknya mereguk milik orang, dan tidak pula serba diminum.
Secukupnya. Seadanya.

Berpetualang dalam imajinasi adalah kegiatan menarik yang sesungguhnya ada dan diperlukan oleh setiap diri manusia, hanya saja terlihat lebih bebas diekspresikan pada diri anak.

Tak banyak yang tahu, bahwa ketika anak membuka buku, yang dibacanya bisa jadi bukan teks melainkan gambarnya.

Maka memilih buku yang mampu menginterpretasikan isi teks ke dalam gambar adalah sebuah syarat penting untuk menarik imaji anak pada sesuatu yang lebih bermanfaat.

Apalagi jika ia bisa menceritakan kembali..

Berpetualang lewat membaca.
Itulah yang dilakukan oleh ketiga bocah di rumah.
Ya, setiap mereka punya ciri khas pilihan cerita dan cara.

Tak dipungkiri, hal yang sangat mungkin menjadi pertimbangan anak memilih sebuah cerita adalah ilustrasi menarik di dalamnya.

Bagaimana tidak, meski usia anak-anak bervariasi, 10, 7 dan 3, mereka tetap saja melihat dari “sampul”nya terlebih dahulu.

Meskipun keputusan akhir membuka cerita yang mana, akan berbeda tergantung ketertarikan si anak.

Si sulung yang sudah bisa baca, menambah pertimbangannya dengan membaca judul. Ditambah lagi, ia mulai suka eksplorasi bahasa.

Jika kedua adiknya murni berbahasa Indonesia, dia mulai tertarik membuka cerita dengan bahasa lain.

Belakangan, yang sedang sangat menikmati membaca di Let’s Read adl si anak bayi 3 tahun. Ketika pegang ponsel, dia bilang, “ayo baca buku”

Dan herannya, dia sedang di fase ga mau dibacain. “Dede bisa baca sendiri” ujarnya. Hihi, lucu kalo dah gitu.

Tapi kalo pas saya iseng tanya, dia biasanya jawab dengan imajinasinya berdasarkan yang ia lihat dari cerita.

Kadang.. Ia seperti berpetualang di rimba cerita menarik versi dirinya sendiri. Sesekali ia seperti membacakan buku untuk ummi. Masyaallah tabarakallah, nak.

Seperti umumnya anak2 seusianya, si kecil sering ia meminta dibacakan ulang cerita yang sama berulang kali. Antusias saat mendengarkan dan asyik berpetualang dengan berbagai kisah, tokoh, tempat dan peristiwa.

Hal menarik lain yang membuat saya menikmati Let’s Read adalah pemilihan kata positif, pengenalan kisah sehari2, bahasa yang mudah dipahami, teks yang nyaman dibaca dengan padu padan warna menarik di setiap ceritanya.

Tak khawatir anak akan sembarang membuka yang tak pantas atau tiba2 ada iklan tak baik yang semestinya tak muncul di aplikasi utk anak. Setiap cerita dapat dinikmati secara bebas. Ads free. Dan bisa sekalian belajar bahasa. Hihi..

Imajinasi dengan pemilihan tokoh membuat anak bisa asyik berjam2 menikmati karyanya..

Sebuah cerita berjudul Rudi sangat menarik perhatian anak bayi. Mulanya, sang kakak terkekeh karena nama si kuda persis dengan nama omnya. Tapi kisah sederhana di dalamnya, memberikan penegasan bahwa setiap kita ngerasa minder, inget, kita punya kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain.

Gambar yang ekspresif, pemilihan kata yang sangat baik dan alur cerita sederhana, sungguh membantu mamak2 tiga anak ini untuk menambah daftar buku cerita yang oke sebagai selingan.

Mudah mengganti bahasa teks hanya dengan dua kali klik. Sederhana pengoperasian, ringan ukuran, baik penampilan. Terima kasih sudah membuat aplikasi bermanfaat ini, dear The Asia Foundation. It helps me a lot!

Selamat berpetualang nak. Dalam indahnya kisah2 yang menguatkan langkah.

#LetsReadAsia
#AyoMembaca
#LetsReadxBloggerPerempuan
#BPxLetsRead
#LombaBlogBP

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Facebookinstagram

Tinggalkan komentar