Membersihkan Pandangan

Hari ini, saya belajar dari sebuah ponsel. Tentang perangkat penyimpanannya dan tampilan layarnya.

Ponsel ini nampak butek tak enak dipandang. Sejak awal saya menerima Lumia 535 ini memang sudah begitulah. Maklum lungsuran dari suami.

Makanya selain karena sering loncat sendiri, juga karena tampilan layar yang tidak jelas. Suka tetiba seperti menekan tombol dengan sendirinya tapi bukan acara horor kok. Mengetik tak karuan, lebih cepat dari tarian jari saya di atas tuts layar. Duh ga enak banget makenya. Cuma karena namanya juga butuh ya dipake aja.

Sampai kemudian suatu hari karena sering ngetik sendiri itu, saya coba lepaskan antigoresnya. Ngetik langsung via layar sentuh ponsel tanpa antigores dan semua baik-baik saja. Sayangnya saat itu saya tidak memutuskan untuk melepas total antigores tersebut sebab khawatir layarnya tergores sementara belum tahu kapan beli antigores lagi 😀

Oke, hanya karena satu keisengan malah jadi terpecahkan semua masalah pada ponsel. Layar aslinya masih jernih dan enak dipandang, proses pengetikan dan pemilihan menu pun jadi lebih mudah.

Ada satu lagi permasalahan pada ponsel ini yakni SD Card katanya penuh. Karena lebih familiar dengan tampilan android dibanding windows phone, membersihkan file pun agak kesulitan dan penyakit males googling sedang melanda jadi dibiarkan begitu saja. Mungkin karena saya masih belum menganggap itu perlu sebab ponsel android masih bekerja dengan baik, berbeda ketika drop beberapa waktu lalu.

Ketika mencoba memasang flashdisk, di windows phone tidak terdeteksi padahal flashdisk ini membantu sekali untuk bebersih atau pindahan file dari ponsel android. Mungkin WP punya saya belum support OTG 😛

Setelah sekian lama berkutat dengan masalah tersebut, hari ini akhirnya berkesempatan juga mencari antigores baru. Memasangnya di ponsel dan taraaa semuanya nyaman kembali. Alhamdulillah.

Sesampainya di rumah, pasang ponsel ke laptop dan pindahkan semua file. Meskipun memori internal masih tetap hanya tersisa 600an MB, tapi memori external masih tersisa 1Gban. Heran juga saya tahan sama memori external 2gb ya. Di android yang 16GB aja rasanya masih kurang. Hihi.

Dari kejadian ini pula lah saya kemudian belajar, kadang kita ini sering asyik berkutat dengan permasalahan yang sebenarnya solusinya sederhana saja dan bahkan mungkin kita sudah tahu solusinya. Hanya saja kita sering abai dan tidak bersegera menyelesaikannya.

Memori yang full, tidak kita cek apakah semua data memang diperlukan atau malah berisi file-file tidak penting. Otak kita udah sering hang sama memori ga penting, mungkin ada baiknya data itu dipindah saja ke laptop. Karena jika memori kepenuhan data, dia tidak dapat menyimpan data baru lagi yang bisa saja lebih berguna. Pun dengan memori di otak kita, mungkin perlu ada pembersihan secara berkala ya biar terus bisa menerima ilmu baru dan menyimpan serta memanfaatkannya. Andai saja pemindahan dan penghapusannya semudah menyambungkan ponsel ke laptop 😀

pandangan

Kadang kita tidak jernih memandang sesuatu. Berprasangka yang belum tentu benar, seperti buramnya tampilan layar. Kita lupa, bisa jadi yang buram itu bukan pemandangan layar aslinya melainkan buramnya, kotornya si antigores yang bisa dimisalkan dengan diri kita sendiri. Mungkin yang buruk bukan orang lain tapi justru hati kita yang menjadi perantara pikir terhadap orang lain.

Pengorbanan sebentar (dan tidak seberapa) mungkin agak sulit di awal ketika masih berupa niat. Mengeluarkan uang, mengeluarkan tenaga, dsb. Tapi jika sudah dilakukan, kita akan memperoleh hasil yang lebih baik. Dan dengan hasil yang lebih baik ini, mungkin akan ada timbal balik atas pengorbanan kita di awal untuk memperbaiki semuanya.

Oke, segitu aja deh curcolnya. Masih belajar nulis. Semoga bisa terus lebih baik lagi ^_^

Selamat beristirahat dan selamat mempersiapkan hari senin 😉

Salam hangat, Esa Puspita
Family Development Enthusiast
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

One thought on “Membersihkan Pandangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *