Menerima Pujian

Dear kawan, pernahkah satu ketika ada seseorang memuji diri atau anak-anak?

Biasanya, budaya yang terbentuk di sebagian besar wilayah Indonesia membuat orang di negeri ini dengan unggah-ungguhnya cenderung membuat kita merendah, ya? Misal, satu saat ada yang mengatakan “ih anaknya baik-baik ya. Pada nurut sama ibunya.

Kita yang tahu betul “aslinya” anak-anak yang tak selamanya akur dan penurut, umumnya reflek menjawab “ah, ngga juga Bu. Sama aja. Ada waktunya mereka ga nurut juga, ada waktunya mereka juga berantem. Sama aja lah kayak anak-anak ibu.

Saat menulis ini, saya tiba-tiba merenung. Jangankan mengapresiasi diri dan orang lain, menerima apresiasi saja kita nampaknya belum siap.

Padahal..

Menerima pujian dari orang lain dapat diibaratkan sebagai menerima dan mengakui kebaikan dari Allah yang kita dapatkan. Semacam menerima, mengakui bahwa Allah begitu banyak memberikan nikmat kepada kita termasuk anak-anak yang shalih/ah.

Semoga dengan kita menerimanya dengan hati yang tulus, lalu mengembalikan semuanya kepada Allah, ia menjadi wasilah terbentuknya kebaikan-kebaikan anak keturunan kita. Kebaikan yang banyak dan berkah.


Berterimakasihlah kepada Allah karena sudah menjadikan anak-anak kita tipe penurut meskipun mungkin itu “hanyalah” penilaian subyektif dari orang yang memuji. Semoga dengan mengucap hamdalah mengingat-Nya, ini menjadi sebab bertambahnya kebaikan. Bukankah ketika kita bersyukur maka akan Allah tambahkan nikmat-Nya?

Lalu dalam hati ucapkanlah istighfar, memohon ampun dan permakluman-Nya. Sebab bisa jadi kebaikan kita terlihat oleh orang lain karena Allah menutupi aib-aib kita di hadapan mereka.

Setelahnya, ucapkanlah Masyaallah. Sebab semua kebaikan terjadi atas izin-Nya. Kebaikan diri, pasangan, anak-anak dan bahkan pujian dari orang yang memuji.

Hadza min fadhli rabbi adalah ucapan nabi Sulaiman yang diabadikan Allah dalam surah An-Naml ayat 40. Sebuah kisah menakjubkan tentang bagaimana singgasana bisa berpindah dalam sekejap mata.


Merenungkan kisah Nabi Sulaiman memberikan kita pelajaran bahwa segala hal luar biasa yang terjadi pada diri kita sebenarnya atas nikmat dan karunia dari Allah. Sehingga ketika kita atau orang lain takjub akan kebaikan tersebut, kalimat hadza min fadhli rabbi (ini bagian dari keutamaan rabb-ku) menjadi pengingat bahwa sesungguhnya semua berasal dari kebaikannya Allah.

Maka demikian pun dengan anak keturunan yang diamanahkan kepada kita. Ia dapat menjadi nikmat dan ujian bagi kita dan pasangan.

Namun, anak yang berbakti kepada orang tuanya, anak yang penurut dan baik hati adalah nikmat yang tak diragukan lagi. Nikmat dunia dan akhirat.

Kehadiran Anak-anak

Mereka dihadirkan untuk menguji kita, apakah dengan karunia itu kita menjadi bersyukur atau malah sebaliknya? Apakah kita semakin tunduk kepada Allah, atau mendongakkan kepala tanda pongah nan congkak?

Mari kita melirik sejenak kalimat utuh yang Allah abadikan dalam al-quran terkait lanjutan kalimat hadza min fadhli rabbi:

هَٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّى لِيَبْلُوَنِىٓ ءَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ۖ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّى غَنِىٌّ كَرِيمٌ

“Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.

Lihatlah bagaimana pemilihan kalimat nabi Sulaiman yang Allah abadikan. Bahwa sesungguhnya ketika bersyukur, justru diri sedang bersyukur untuk kebaikan kita sendiri. Sementara saat kita ingkar, sesungguhnya hal itu takkan mengurangi kekayaan dan kemuliaan Allah. Kebaikan adalah dari sisi Allah yang Maha Kaya lagi Maha Mulia. Maka terimalah kebaikanNya dengan hati kaya dan penuh rasa dimuliakan.

Maka.. mulai saat ini, apa yang akan teman-teman lakukan saat mendapati orang lain memuji diri atau anak kita?

Selamat menerima kebaikan dengan hati yang lapang ya!

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Facebookinstagram

Tinggalkan komentar