Mengajarkan Anak Makan Dengan Sumpit

Mengajarkan Anak Makan Dengan Sumpit

Ketika sampai di rumah, kami mendapati bungkusan dari sebuah restoran fast food. Makanan yang tersaji dari resto yang khas menjual makanan Jepang ini langsung saya buka. Ada 2 bento untuk anak dan 1 porsi yang sepertinya diperuntukkan bagi saya #geer

Tumben nih suami bawain makanan macam itu. Karena kami sendiri belum pernah makan disana sekeluarga sebab anak-anak jarang memilih tempat tersebut. Sepertinya habis janjian dengan klien dan melihat bento kids-nya ada hadiah jam tangan kodok maka beliau tertarik memesan dan membawa pulang ke rumah.

Bagi anak yang terbiasa makan dengan menggunakan sendok, garpu atau tangan kosong ternyata agak sulit belajar makan pake sumpit. Hihi. Saat Danisy melihat saya asyik makan pake sumpit, dia takjub “ih ummi kok bisa?” Bisa dong, jawab saya pede.

Ternyata dia tertarik belajar. Alhasil saya coba ajarkan dia makan dengan sumpit. Sekali coba, ga bisa. 2x coba, bisa tapi sedikit yang bisa diambil. Sampai kemudian dia bisa makan agak banyak tapi berujung dengan sumpitnya dijadikan colokan macam makan bakso tusuk 😀

Saya mengajarkan dengan gaya yang saya tahu.

  1. Tahan sumpit dengan menggunakan telunjuk dan jempol (ibu jari)
  2. Gerakkan sumpit menggunakan telunjuk dengan tetap bertumpu pada telunjuk dan jempol 
  3. Jari tengah menahan salah satu sumpit 

Nah, setelah mencari di internet ada beberapa gambar yang bisa dicoba juga sebagai referensi baik untuk anak maupun dewasa yang belum bisa makan menggunakan sumpit.

Saya ga kayak gitu megangnya. Huhu. Tapi ada mirip-miripnya lah 😀

Mungkin semacam perbedaan madzhab. Cara megang pensil aja beda-beda, wajar dong kalo ada gaya megang sumpit yang berbeda juga antara satu dan lainnya. Hehe..

Kalau lihat gambar berikut, jadi inget gayanya Danisy. Setelah beberapa kali nyoba dia kemudian menggunakan caranya sendiri yang ya ternyata ada di gambar #eh

Coba bandingkan dengan foto ini:

Ish ish beda ding. Salah juga. Haha..

Tapi intinya, akan selalu ada awal untuk belajar sesuatu yang baru. Kesulitan beradaptasi dengan gaya yang berbeda adalah wajar selama masih ada keinginan dan kemauan untuk belajar. Jangan hakimi anak dan merendahkannya hanya karena ia belum bisa melakukan dengan baik sebab baru belajar. Tetap dampingi dengan damai dan santai. Kalau anak tidak mau melanjutkan, ya sudah. Woles aja. Kapan-kapan coba lagi.

Semoga gambarnya bermanfaat 😁

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: