Mengenali Potensi dan Bakat Sejak Dini

Mengenali Potensi dan Bakat Sejak Dini

Belakangan materi mengenali potensi dan bakat anak sejak dini begitu semarak. Adakah diantara teman-teman ada yang bersedia bercerita, kenapa ingin mengetahui potensi dan bakat anak sejak dini?

Bagi saya pribadi, mengetahui potensi dan bakat anak sejak dini bukan untuk diikutsertakan dalam les disana sini yang sesuai bakatnya, akan tetapi menjadi patokan “tipikal seperti apakah anak ini dan kelak bidang apa saja yang insyaAllah dia akan dapat memberikan kontribusi peran yang maksimal pada agama”.

Mengetahui potensi dan bakat anak sejak dini bisa jadi merupakan upaya para orang tua jaman now untuk memperoleh generasi yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Apalagi profesi di masa mendatang bisa jadi belum ada di masa kita saat ini sehingga yang perlu diketahui adalah “jenis bunga apakah anak yang diamanahkan dan bagaimana menyirami serta mengurusnya?”

Dengan mengetahui dasarnya, kita dapat menyiapkan lingkungan dan treatment yang leb ih tepat. Lingkungan dan treatment yang tepat ini selain membantu “bunga” kita tumbuh baik juga membuat kita pemiliknya tidak tebak-tebakan dan enjoy mengurusnya.

Manfaat Mengetahui Jenis Diri

Apakah dengan tahu “jenis bunga” lantas kita ongkang-ongkang kaki? Tentu saja tidak bukan.

Setelah kita tahu jenis bunganya, kita perlu mencari tahu: pupuk apa yang sesuai, berapa kali menyiram, tanah apa yang cocok, apa manfaat dari bunga tersebut, harus dijemur di bawah sinar matahari dalam waktu berapa lama, dan masih banyak lagi.

Dan mengetahui jenis itu bisa sejak kita “memiliki bibitnya”. Saat bunga kita mulai tumbuh, kita perlu menjaganya agar tanaman liar tak merusak atau benih yang baru muncul itu dipatuk ayam.

Ketika sang bunga mulai memperlihatkan batang dan bunga cantiknya, kita tetap perlu berikhtiar menjaganya. Hingga saatnya ia “panen” lalu bertemu dengan “pemilik”nya.

Seperti halnya percaya pada kurir yang kita harapkan menjaga barang titipan dengan baik dan mengirimkannya pada penerima, Allah pun pasti menitipkan anak-anak pada kita karena Ia percaya kita dapat menjaga amanahNya dengan baik untuk sampai pada peran penciptaan yang sesungguhnya.

Tahapan Optimalisasi Anak

Sebelum berbicara lebih jauh mengenai mengenal potensi dan bakat anak sejak dini, saya ingin bertanya beberapa hal.

Seberapa banyak teman2 mempelajari teori parenting?

Seberapa banyak teman2 mempelajari teori pernikahan?

Seberapa banyak teman2 mempelajari teori tentang individu, lelaki dan perempuan?

Kenapa saya malah bertanya poin-poin di atas?

Karena tanpa disadari, kita sering lompat pada bahasan anak tapi melewati poin penting yang sering pula terlupakan oleh banyak orang tua.

Ada ga disini yang ketika marah ke suami, yang kena imbas (tanpa disadari) adalah anak?

Ada ga ketika kita kecewa pada hal lain, eh teori parenting yang udah dipelajari berantakan karena kita sedang bad mood?

Adakah diantara teman-teman yang ga selaras antara keinginan kita dalam parenting dengan keinginan pasangan? Akhirnya malah lebih banyak cekcoknya (atau lebih banyak saling memendam). Alhasil anak bingung harus gimana, harus nurut sama siapa. Bahkan kita sendiri bingung bagaimana mendidik anak sesuai “target” jika kondisinya seperti itu.

Dari kajian bersama ustadz Bendri, ada setidaknya 3 tahapan penting untuk dapat mendidik anak-anak dengan baik:

  1. Perbaiki kualitas diri
  2. Perbaikan hubungan dengan pasangan
  3. Perbaikan komunikasi/cara mendidik anak

Maka, sebelum melangkah pada potensi dan bakat anak, akan lebih baik jika di saat yang bersamaan kita juga belajar dan mengenali potensi bakat diri dan pasangan. Saat masing-masing sudah mengenali dan saling menghormati keadaan pasangannya, maka insyaAllah akan lebih mudah menyamakan langkah.

Lalu bagaimana mengetahui potensi dan bakat anak sejak dini?

Cara sederhananya:

  • Mengetahui passion: perhatikan saat-saat seperti apa saja anak begitu antusias. Matanya berbinar dan ia bersemangat melaksanakannya. Tak kenal waktu, tak kenal keadaan.
  • Mengetahui potensi: perhatikan saat-saat anak mampu tampil hebat melampaui teman-temannya. Atau kemampuannya meningkat pesat dalam waktu relatif singkat.
  • Mengetahui bakat: perhatikan saat-saat anak mampu mengulang kehebatan-kehebatan yang pernah ia lakukan secara konsisten baik kualitas maupun kuantitas.

Senantiasa catat ketiga hal di atas. Lalu kelak ibu dapat mengerucutkannya.

Sedangkan cara shortcut-nya, saya menggunakan konsep personaliti STIFIn Genetic Intelligence. Semakin paham jenis personaliti seperti apa sih saya, suami dan anak-anak.

Tentu di atas itu semua yang perlu diperbaiki adalah selalu berdoa agar ditunjukkan potensi diri, pasangan, anak dan keluarga. Mohon ditunjukkan agar dapat menemukan bidang dimana setiap kita bisa berkontribusi untuk umat. Perbaiki terus hubungan kita dengan Allah. Ketika energi positif kita meningkat, jangan heran jika energi yang didapat anak pun meningkat sehingga mereka semakin melesat. InsyaAllah.

Wallahu a’lam.

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: