Menikmati Bakso Astagfirullah nan Nikmat

Beberapa kali berbincang tentang menikmati bakso astagfirullah nan nikmat membuat saya penasaran seperti apa sih bentuknya kok sampe dikasih nama seperti itu. Eh lebih tepatnya bukan dikasih nama sih, tapi dijuluki. Teman-teman bilang ini salah satu tempat recommended buat nyoba baso yang enak tapi ga biasa.

Ga biasanya gimana? Konon pesan satu porsi aja cukup. Bahkan, porsi terbaiknya bisa dinikmati oleh sampai 8 orang. Pan berarti gede banget. Mateng ga ya? haha..

Dan rasa penasaran itu akhirnya terobati saat secara tidak sengaja diajak teman untuk mampir di tempat tersebut sepulang pelatihan PPA di hotel Topas, Pasteur, Bandung. Pas diajak sih ga nyangka akan ke tempat itu. Cuma dibilang “hayuk lah kita nyoba sesuatu yang pasti semua suka”. Yep, bakso adalah makanan sejuta umat apalagi kaum hawa. Pengecualian: suamiku. Ya, pertama dia bukan kaum hawa, kedua memang doi ga terlalu suka bakso padahal adek saya yang cowok suka bakso 😀

Bakso Raksasa Bikin Ucap Astagfirullah Begitu Melihatnya

Usai training, bergeraklah kami menuju bakso Laman astagfirullah. Baso laman ini katanya udah lama ada dengan ciri khas bakso raksasa yang ditawarkan. Tempatnya sih biasa aja, tapi emang rame. Begitu lihat gerobak mamang penjualnya, ah ga gede-gede amat. Pas mau pesan, ternyata memang kita dah kehabisan yang jumbo dan tersisa yang kecil. Lirik ke gerobak, “hoo itu bakso kecilnya ya? Oke. Sanggup lah”. Maklum, di gerobak kan bakso yang belum direbus. Saya lupa tuh poin itu. Hwehehe.

Dipesankanlah masing-masing 1 porsi. Keisengan temen sih sebenernya. Dia sendiri pesen 1 porsi dan ngajak temen satunya buat barengan. Kayaknya dia udah sadar kalua ga akan habis.

Begitu disajikan, “astaghfirullah” reflek kami mengucap kalimat seperti itu. Ini ukuran baksonya semangkok tuh penuh. Bakso mangkok ini mah namanya. Baksonya segede mangkok. Pantesan pada nyebut bakso astagfirullah ya, lha pas nerima kita memang reflek mengucapkan kalimat itu (maklum, di Bandung pan mayoritas muslim).

Dimana sih Bakso Astagfirullah Lokasi Tepatnya?

Saat mendapat rekomendasi tempat makan bakso enak di Bandung, saya masih bingung. Dimana sih lokasi bakso astaghfirullah itu? Dulu ga sempat googling karena emang belum tahu kapan bisa kesana. Baru deh belakangan ini tahu alamat bakso astagfirullah Bandung ada di jalan Sukawarna no. 21. Wah, dimana itu? Kalau teman-teman tahu Pasteur atau BTC (Bandung Trade Center), nah lokasinya di belakang mall. Makanya beberapa orang menyebut bakso astaghfirullah BTC atau baso astaghfirullah Pasteur. Nama aslinya Bakso Laman Astagfirullah Aladzim Moro Seneng malah jarang ada yang tahu.

Bakso Laman astagfirullah buka mulai jam 10 pagi dan tutup sekitar jam 10 malam dengan range harga 25.000-150.000 per porsi. Harga yang cukup reasonable dengan apa yang disajikan. Kalau mau traktiran sampai 20 orang, insyaallah muat karena memang kapasitas tempatnya dapat menampung hingga 20 orang dewasa. Parkir motor dan mobil tersedia di sekitar lokasi bakso laman astagfirullah aladzim. Pastikan bawa uang cash sebab hanya menerima pembayaran tunai.

Opsi bakso yang tersedia mah standar tukang bakso pada umumnya: bisa pesan bakso saja, bakso plus bihun, mie bakso ataupun bakso campur mie dan bihun. Ini kembali ke selera masing-masing. Saya sendiri lebih suka bikin bakso. Nikmati dalam “kondisi” original. Lanjut tambahkan sedikit pedas, nikmati. Lanjut kasih saus dan kecap. Jadi sekali makan bisa menikmati 3 sensasi rasa berbeda.

Kalau teman-teman ingat keluarga di rumah, bisa juga kok dibungkus. Tenang saja, harga mah tetep sama kok. Bisa jadi kejutan untuk orang-orang tercinta. Apalagi jika mereka adalah penggemar bakso juga.

Bagaimana Rasa Bakso Astagfirullah?

Kalau saya, yang pertama kali dinikmati saat menyantap bakso adalah kuahnya. Jika kuahnya enak, bakso yang rasanya biasa bisa terobati. Nah, kalau bakso laman bandung ini sudah mah kuahnya enak, baksonya pun mantap. Endeus kata orang mah. Jadi menikmati sekali

Jika pertama kali datang ke bakso laman astagfirullah Bandung Bersama teman atau keluarga, baiknya pesan 1 porsi dulu saja. Bukan karena ragu jadi kudu nyicip rasa dulu, tapi lebih pada “siapa tahu ga sanggup menghabiskan baso astaghfirullah ini”. Hehehe..

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *