Menjadi Guru Perlu Mengasah Diri

Menjadi Guru Perlu Mengasah Diri

Saat mengisi sesi WSLP (Workshop STIFIn Licensed Promotor) ada sebuah insight yang saya dapat mengenai hubungan sosial atau yang dikenal dengan istilah hubungan segilima STIFIn. Teori ini didasarkan dari sebuah hadits riwayat Ahmad no hadits 11805,

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا الْعَوَّامُ بْنُ حَوْشَبٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الْأَرْضَ جَعَلَتْ تَمِيدُ فَخَلَقَ الْجِبَالَ فَأَلْقَاهَا عَلَيْهَا فَاسْتَقَرَّتْ فَتَعَجَّبَتْ الْمَلَائِكَةُ مِنْ خَلْقِ الْجِبَالِ فَقَالَتْ يَا رَبِّ هَلْ مِنْ خَلْقِكَ شَيْءٌ أَشَدُّ مِنْ الْجِبَالِ قَالَ نَعَمْ الْحَدِيدُ قَالَتْ يَا رَبِّ هَلْ مِنْ خَلْقِكَ شَيْءٌ أَشَدُّ مِنْ الْحَدِيدِ قَالَ نَعَمْ النَّارُ قَالَتْ يَا رَبِّ هَلْ مِنْ خَلْقِكَ شَيْءٌ أَشَدُّ مِنْ النَّارِ قَالَ نَعَمْ الْمَاءُ قَالَتْ يَا رَبِّ فَهَلْ مِنْ خَلْقِكَ ش

َيْءٌ أَشَدُّ مِنْ الْمَاءِ قَالَ نَعَمْ الرِّيحُ قَالَتْ يَا رَبِّ فَهَلْ مِنْ خَلْقِكَ شَيْءٌ أَشَدُّ مِنْ الرِّيحِ قَالَ نَعَمْ ابْنُ آدَمَ يَتَصَدَّقُ بِيَمِينِهِ يُخْفِيهَا مِنْ شِمَالِهِ

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun berkata, telah mengabarkan kepada kami Al Awwam bin Hausyab dari Sulaiman bin Abu Sulaiman dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Ketika Allah telah menciptakan bumi, bumi bergoncang, maka Allah menciptakan gunung-gunung yang dipancangkan di atasnya hingga menjadi kukuh. Maka malaikat merasa kagum dengan penciptaan gunung, mereka kemudian bertanya; ‘Wahai Rabb, apakah ada ciptaan-Mu yang lebih keras (tangguh, hebat) dari gunung? ‘ Allah menjawab; ‘Ya, yaitu besi! ‘ Lalu mereka bertanya; ‘Wahai Rabb, apakah ada ciptaan-Mu yang lebih keras dari besi? ‘ Allah menjawab; ‘Ya, yaitu api! ‘ Lalu mereka bertanya; ‘Wahai Rabb, apakah ada ciptaan-Mu yang lebih keras dari api? ‘ Allah menjawab; ‘Ya, yaitu air! ‘ Lalu mereka bertanya; ‘Wahai Rabb, apakah ada ciptaan-Mu yang lebih keras dari air? ‘ Allah menjawab; ‘Ya, yaitu angin! ‘ Lalu mereka bertanya; ‘Wahai Rabb, apakah ada ciptaan-Mu yang lebih keras dari angin? ‘ Allah menjawab; ‘Ya, yaitu anak Adam, jika ia bersedekah dengan tangan kanannya hingga tangan kirinya tidak mengetahuinya.’’

Dalam konsep STIFIn, Sensing merupakan unsur bumi dan angin, Thinking besi, Intuiting gunung (kayu, pohon), Feeling api, Insting air. Dan berdasarkan teori segilima STIFIn sebagaimana nampak pada gambar, S menaklukkan In, In menaklukkan F, F menaklukkan T, T menaklukkan I, I menaklukkan S. Siklus tertutup.

Saat belajar mengenai teori menaklukkan-ditaklukkan, meskipun ini berlaku umum, tapi saya mendapati ini tidak serta merta akan langsung begitu apa adanya. Secara naluriah orang Thinking takluk, segan atau ngefans banget pada orang Feeling karena F menaklukkan T. Akan tetapi, setelah berinteraksi bisa jadi tidak lagi demikian sebab ada variabel lain. Misal, ternyata orang F ini lebih sering ga jaga hati sehingga dia cenderung menjadi F yang “tidak cerdas” alias mentahan. Ibaratnya, dia masih api kuning yang nyalanya seperti menakutkan tapi tidak mematangkan dengan baik.

Tidak Sembarang Menaklukkan

Bagaimana agar kayu dapat dirapikan, dibentuk dengan baik menjadi sesuai harapan atau kebutuhan? Misal dimulai dari penebangan hingga pembentukan menjadi sesuatu yang indah seperti kayu untuk hiasan. Apakah bisa hanya besi biasa yang masih batangan? Jawabannya, tentu saja tidak bisa menggunakan besi batangan biasa. Yang dibutuhkan adalah kapak atau gergaji.

Bagaimana agar besi dapat menjadi kapak atau gergaji? Maka besi perlu terlebih dahulu diasah dan diubah bentuknya menjadi kapak atau gergaji.

Bagaimana membentuk besi? Bukankah ia begitu kuat? Jawabannya adalah dengan menggunakan api. Api dapat melelehkan besi yang dingin dan kaku. Akan tetapi, apakah api dari korek api bisa melelehkan lalu membentuk besi? Tentu saja tidak bisa. Butuh api biru dengan volume cukup banyak untuk bisa membentuk besi.

Tapi perlu dicatat bahwa untuk membentuk besi, api biru pun dibutuhkannya hanya sebentar saja saat pembentukan besi menjadi kapak. Ditempa, dipukul dan dipanaskan kembali ke atas api hingga ia berbentuk kapak yang tajam. Setelah itu, api dipadamkan.

Api biru terbentuk melalui cara yang khas. Melewati proses menyalakan api yang butuh ilmu. Tidak bisa sekadar api dari pemantik.

  • Sensing (bumi/angin) menaklukkan Insting (air).
    Jika airnya banyak, maka untuk bisa menguapkan (alias mengalahkan) air tersebut diperlukan angin yang banyak dan tidak sembarang angin. Termasuk dibutuhkan bumi/tanah yang banyak dan gembur untuk bisa menampung air agar bisa menjadi air tanah yang bermanfaat bagi kehidupan. Tanah yang kotor akan berpengaruh pada kualitas air tanah yang ditampungnya.
  • Thinking (besi) menaklukkan Intuiting (kayu). Hanya besi yang sudah memiliki bentuk dan berfungsi tajam yang bisa membentuk kayu menjadi indah.
  • Intuiting (gunung/kayu) menaklukkan Sensing (bumi/tanah/angin).
    Tidak sembarang kayu dapat menggemburkan tanah. Ia butuh dibentuk menjadi pembajak sawah misalnya.
  • Feeling (api) menaklukkan Thinking (besi).
    Api biru yang jumlahnya tidak terlalu menyala-nyala dapat digunakan untuk membentuk besi.
  • Insting (air) menaklukkan Feeling (api).
    Air yang dingin, sejuk dan kapasitasnya cukup yang dapat mematikan api. Ia selalu harus di atas besarnya kobaran api jika memadamkannya.

Didiklah Diri

Inti dari insight itu sebenarnya satu aja sih, bahwa saat kita mencoba mendidik orang lain jangan pernah lupa kalau diri kita juga perlu diasah, ditempa dan terus diperbaiki. Didik diri agar menjadi pribadi tergembleng sehingga pantas menyandang guru yang baik. Bahkan jika “sekadar” menjadi guru anak-anak kita.

Jangan pernah berhenti belajar.

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: