Menjaga Pertumbuhan Bibit Fitrah Genetika

Saat ke Depok kemarin, permisalan tentang bibit menjadi bertambah luas. Inspirasi seperti ini seringkali muncul justru saat membuat permisalan pada klien agar lebih paham.

Menumbuhkan Bibit

Terkait bawaan genetik, ia ibarat sebuah bibit yang ada pada diri seseorang. Bibit ini akan tumbuh jika ia dirawat.

“Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu semakin kuat, lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya, tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka, ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Fath 48: Ayat 29)

Maka bagaimana agar ia seperti benih yang tumbuh tunasnya lalu terus menguat dan menjadi besar, tegak lurus di atas batangnya sehingga menyenangkan hati penanamnya (kita)? Bermula dari mengetahui jenis bibitnya agar tahu treatment yang tepat dalam proses penumbuhannya. Setelah itu, lakukan perawatan.

  1. Taruh bibit tersebut di tanah yang sesuai agar ia tumbuh maksimal.
    Bagaimana jika jenis tanahnya tidak sesuai? Ia akan tetap tumbuh hanya saja mungkin tidak optimal.
  2. Setelah bibit disimpan di tanah yang sesuai, ia perlu disiram. Sirami dengan air yang sesuai, dengan air bersih atau yang memang diperlukan.
  3. Selain disirami, ia juga perlu diberi pupuk dengan jenis pupuk yang tepat dan kadar yang sesuai.
  4. Ketika tunasnya mulai tumbuh, ia perlu dijaga dari hama pengganggu seperti “binatang” yang mematuknya, serangga yang memakannya dsb.
  5. Bibit yang sedang mulai tumbuh itu juga perlu dijaga dari tanaman liar yang hadir di sekitarnya. Kita perlu menyingkirkan segala yang mengganggu dan akan menghambat pertumbuhannya.
  6. Letakkan di tempat yang sesuai, apakah perlu banyak sinar matahari atau cukup sesekali saja selebihnya simpan di tempat teduh atau bahkan di dalam rumah?
  7. Saat batangnya sudah menguat dan meninggi, daunnya lebat namun belum berbuah, ada kalanya kita perlu mengurusi kembali pohon ini agar berbuah. Memotong yang sekira menghambat pertumbuhan buahnya karena mungkin terlalu tersedot oleh dedaunan sehingga “energi dan sari makanan” yang semestinya tumbuh berupa buah malah teralihkan.

Begitu seterusnya hingga ia tumbuh proporsional dan optimal antara batang kuat, daun lebat dan buah manis. Dan Allah menjanjikan pada para orang tua (maupun pendidik) ampunan dan pahala yang besar selama kita memiliki keimanan dan mengerjakan kebaikan. Maka penting membekali diri dengan keimanan dan terus menerus mengerjakan kebaikan selama proses pengasuhan.

Selamat menemani tumbuhnya bibit-bibit masa generasi masa depan ^_^

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *