Our Simple Time

Our Simple Time

Siang ini menjemput Danisy tanpa bawa Azam. Diajak beli eskrim, duduk berdua di emperan ruko untuk menghabiskan eskrim (ummi beli teh aja). Menikmati pemandangan jalanan yang macet.

Lalu mendadak memutuskan belok untuk makan bakso di tengah perjalanan.

Dan secara tiba-tiba, berujung dengan potong rambut.

Me and son time.

Tanpa gadget, lupakan sejenak pekerjaan. Hanya berdua saja.

wp-image-533650802jpeg.jpeg

Tiba-tiba ide berduaan itu melintas. Mengingat Danisy di usia 2,5 tahun sudah harus berbagi karena Azam lahir.

Rasanya, kami tidak sering-sering mengkhususkan waktu untuk dia seorang. Maka, ketika sesekali kami pergi bertiga: Danisy, abi dan ummi, ia nampak begitu manja. Seperti menikmati kebersamaan.

Ya, kadang perlu menyengajakan waktu untuk pergi hanya berdua. Tanpa yang lainnya. Just two of us.

Dulu saya pikir, setiap pergi kemana itu harus barengan agar setiap orang merasa adil diperlakukan. Tapi ternyata tidak selalu demikian. Ada kalanya kita perlu hanya berdua saja.

Istri dan suami.

Ibu dan anak pertama.

Ibu dan anak kedua.

Ayah dengan anak pertama.

Ayah dengan anak kedua.

Dst.

“Me time” 🙂

#CatatanEsa #CatatanBersamaAnak

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: