Pahlawan

image
Selamat hari Pahlawan

Postingan status teman-teman di beranda Facebook saya penuh berisi tentang Pahlawan. Ketika saya ingat-ingat, ouw rupanya hari ini tanggal 10 November. Hari Pahlawan. Tapi bukan tanggal merah meskipun akhirnya saya meminta si sulung untuk ga sekolah 😀

Berbagai status terkait peringatan hari pahlawan berseliweran. Tapi sepertinya status tentang arti pahlawan belum ada. Saya sendiri bahkan tidak tahu makna atau arti sebenarnya dari pahlawan itu sendiri.

Jika sudah tahu maknanya, enak kan untuk mengembangkan pemaknaan berikutnya.

Seumur-umur memperingati Hari Pahlawan, sepertinya baru kali ini saya mencari tahu arti pahlawan. Itupun via mesin pencari 😀

Pahlawan rupanya berasal dari bahasa Sansakerta. Maklum lah, bahasa nenek moyang kita yang paling banyak menjadi serapan dalam bahasa Indonesia adalah bahasa Sansakerta.

Asal kata pahlawan dari phala-wan. Mungkin dalam bahasa saat ini, phala adalah pahala. Jika dalam bahasa dulu, mungkin dibaca “pala”. Sehingga dari asal kata ini, kita artikan pahlawan adalah mereka yang menghasilkan buah yang berkualitas. Dari pengertian luasnya bisa diartikan sebagai orang yang gemar mencari pahala.

Dan sempat terpikir, jika awal katanya phala-wan, maka itu khusus kaum lelaki. Sementara kaum perempuan seharusnya jadi pahlawati 😀
Abaikan bagian ini. Hehe.

Kembali ke bahasan Pahlawan. Dari pengertian tentang pahala, maka pahlawan memiliki arti yang amat luas. Dan bahwa setiap orang bahkan bisa jadi pahlawan di posisinya masing-masing.

Seorang lelaki adalah pahlawan bagi istri dan anak-anaknya. Seorang perempuan adalah pahlawati bagi suami dan anak-anaknya. Dan karena berkaitan dengan pahala, maka setiap kegiatan tentu harus berlandaskan kebaikan, kebenaran dan ketaatan kepada Allah. Sehingga tujuan pencapaian pahalanya dapat dipenuhi dengan baik.

Setiap orang punya kesempatan menjadi pahlawan dan mendapat pahala selama jalannya benar. Dan pastikan bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri tapi juga bagi sekitar.

Dan mencapai pahala adalah sebuah tindakan yang butuh banyak pengorbanan. Perjuangan yang bisa jadi tak mudah. Tapi ketika sampai pada tujuan, maka tak heran jika kemudian pahalanya berlipat hingga akhir hayat.

Selamat hari Pahlawan. Semoga kita bisa meneladani bagaimana orang-orang terdahulu begitu produktif memanfaatkan waktu dan kesempatan. Dan bagaimana seorang muslim dididik untuk mengorbankan segalanya demi Allah dan perjuangan Islam.

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Tantangan Itu Perlu

Tulisan ini sebenarnya saya buat sebagai tulisan perdana dari tantangan 7 hari menulis yang diadakan oleh Writer Rangers. Haha. Namanya dulu WordPress Rangers karena bahas tentang WordPress. Tapi akhirnya disepakati deh, siapapun boleh masuk asal punya blog atau minimal mau menulis.

Nah, kembali ke soal tantangan. Salah satu kelemahan saya adalah mengingat tanggal. Jarang banget lirik kalender entah itu di hape ataupun kalender fisik. Hari ini harusnya sudah jadi hari kedua dari tantangan tersebut. Tapi saya lupa. Jadi sepertinya harus rapel.

Kualitas menulis? Ya, ujung-ujungnya yang penting kewajiban sudah tunai. Hehe.

Soal ide? Lagi ga ada ide nulis. Tadi siang sempat ada ide tapi lupa ga dicatet dulu jadi aja harus ngecek dulu pikiran bawah sadar. Hahay, lebay sekaleh.

Dan baru ngeh ini tanggal 10 November justru karena banyak postingan tentang hari Pahlawan. Aha! Ternyata. Terima kasih facebook dan teman-teman di dalamnya. Terima kasih sudah mengingatkan tanggal hari ini yang sekaligus membuat saya mengingat tanggal terakhir bayar arisan.

Well, saya jadi ingat kalau tadi mau menulis tentang pahlawan. Kita coba di postingan berikutnya yaa.. see you ^_^

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Cerita dan Berkreasi

Karena ga ada kegiatan, akhirnya tercetus ide “bikin gambar yuk. Potong trus kita cerita pake tokoh yang dibuat.” Ide kali ini bercerita tentang penyerangan pasukan gajah untuk menghancurkan ka’bah.

image

Semua #MDanisyFI lakukan sendiri dari gambar sampai gunting. #AzamKN hanya memperhatikan. Mungkin di pikirannya: “Aa lagi apa ya”
Manfaat kegiatan seperti ini jadi banyak.
1. Melatih kemampuan gambar
2. Melatih menggunting gambar yang dibuat
3. Menceritakan kembali apa yang sudah pernah didengar
4. Mengingat ulang surah/ayat terkait kejadian tersebut sekaligus menghafalkannya. Dalam cerita ini, surah yang dibaca adalah al-Fiil. Emaknya kudu hafal berikut terjemahan ayat agar anak semakin paham kenapa surah ini yang nyambung sama cerita.
5. Belajar dengan cara yang fun.

Jadi ga usah lagi mikir “kudu cari gambar dimana? Kudu print ini itu” karena ternyata dengan seperti ini saja anak senang. Ibunya juga kan jadi kecipratan seneng, hemat dan multimanfaat 😍

image

#KreasiBocah #BelajarBersama #DuniaAnak #IbuDanAnak #BerkreasiBersama #TipsAsyikBelajarQuran

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Duh, Malu

:(Duh, Malu:o

image

Mau kesana, pengen kenalan tapi mereka mau ga ya? Aku tuh pengen hebat kayak mereka.
Tapi mereka kan sudah terkenal. Gimana belajarnya ya biar kayak mereka?

***
Teteh makasih ya udah diizinkan gabung sama grupnya. Tapi saya malu. Ga ada yang saya kenal. Dan mereka hebat-hebat.

***
Teh, gimana saya jualan produk saya ini? Harganya nanti bakalan mahal gituh. Memangnya ada yang mau beli?

***
Dan masih banyak contoh kalimat lainnya yang serupa. Ragu pada diri atau kreativitas diri.

Padahal…

Kalau kamu dipertemukan dengan orang-orang hebat tuh, jangan minder.
PeDe aja lagi.
Bisikkan ke diri kamu, “hei, kamu bisa ada diantara mereka berarti kamu setara sama mereka. Kamu diterima di lingkungan mereka.
Kalau kamu diterima itu artinya…
Mereka menganggap kamu itu layak ada disana.

Dan…

Kamu sama hebatnya dengan mereka. Atau kamu bisa mencapai kehebatan yang sama seperti mereka. Hanya saja mungkin kamu belum sadar potensimu dimana”

Maka…

Manfaatkan kesempatan berada di sekeliling mereka untuk belajar dan tumbuh bersama. Gali dan pelajari kemudian berterimakasih lah bahwa telah dipertemukan dengan orang hebat di saat yang lain masih mencari cara untuk bisa bertemu dengan mereka.

Karena ruh akan dipertemukan dengan ruh yang sama.

**
Regards,
Esa
Teampreneur
Feeling extrovert

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Fitrah Jiwa Pemimpin

-Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya-
🌸

image

Penggalan hadits ini sudah sering kita dengar ya. Saya sendiri memahami hadits ini seperti yang sering disampaikan oleh para guru.
🍁

Pagi ini ketika berkoordinasi dengan tim @belajarkelompok baik di grup #Mentor maupun #KetuaKelas saya memperhatikan bahwa hadits ini betul-betul memberitahukan kepada kita bahwa memang pada dasarnya setiap orang memiliki jiwa kepemimpinan. Hanya masalah diasah atau tidak.

Ketika menginstruksikan para Ketua Kelas untuk memilih tim guna mempermudah kinerja grup, setiap ketua kelas dengan gaya kepemimpinan masing-masing membentuk timnya. Gaya tentu saja menentukan cara.
🌺

Dan jika dikaitkan dengan konsep #STIFIn bahwasanya setiap MK memiliki gaya kepemimpinan tersendiri, ini pun semakin menegaskan kebenaran hadits yang disampaikan oleh Rasulullah bahwa seseorang adalah pemimpin. Tentu saja secara otomatis dapat dimaknai bahwa setiap kita memiliki jiwa pemimpin. Minimal untuk dirinya sendiri.
🌻

Jadi, jika dirimu saja belum bisa kau pimpin, jelas sudah menyalahi potensi dasar yang diberikan Allah.

Padahal salah satu cara mensyukuri nikmat adalah dengan memanfaatkan sebaik-baiknya.
🍂

Maka sebagai orang tua atau pendidik, salah satu tugas kita adalah menjaga fitrah kepemimpinan pada diri anak agar ia dapat tumbuh menjadi orang hebat.
🍀

Masih ragu bisa memimpin atau tidak? Buktikan saja sendiri 😉
🌾

#CatatanPagi #CatatanEsa #kepemimpinan #pemimpin #Leadership #IAmALeader

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Belajar dari Telepon

Familiar dengan gambar ini?
Apakah anda dapat langsung mengenali gambar ini dan menautkannya dengan memori tentang sebuah benda?

image

Ya, anda pasti akan memikirkan satu benda yang sama seperti yang saya pikirkan: Telepon.

Biasanya gambar ini digunakan untuk memberikan informasi mengenai nomor kontak baik telepon rumah maupun (sesekali) nomor ponsel seluler milik seseorang.

Saat ini, telepon dengan model ini sepertinya sudah jarang bahkan tidak ada ya? Tapi orang tetap menggunakan gambar seperti ini untuk informasi yang saya sebutkan sebelumnya. Tak peduli apakah telepon rumahnya memang seperti gambar atau tidak. Bahkan tak peduli jika ternyata nomor yang tercantum adalah nomor ponsel seseorang (dan tidak ada yang memprotes hal tsb, bukan?)

Gambar ini menyiratkan sebuah cerita tentang perubahan jaman. Perubahan yang merupakan sebuah keniscayaan dalam kehidupan kita, baik kita terlibat aktif dalam perubahan itu maupun hanya peserta pasif.

Biarlah jika ia kemudian menjadi sejarah karena tergerus perubahan jaman yang semakin modern. Tapi ia tetap ada dan dikenal meski hanya dalam bentuk gambar.

Dan jaman seringkali mengulang sejarah dimana tren kembali ke masa lalu. Bisa jadi suatu saat kita akan kembali mendapati gambar ini dalam bentuk nyata di sekitar kita.

Dari gambar ini saya kemudian belajar tentang bagaimana memberi kontribusi berarti. Meski sekilas nampak sederhana tapi membawa manusia pada sebuah keadaan yang lebih baik dari masa sebelumnya.

Bahwa menjadi pionir dengan value yang jelas membuat orang “ngeh” tentang apa yang kita bawa. Kalaupun kelak menjadi sejarah, tak masalah. Setidaknya langkah kita sudah tercatat dalam tinta emas yang terukir dengan indah.

Dan semoga kita menjadi salah satu pionir tersebut.

Salam hangat,
www.esapuspita.com

#CatatanEsa #Renungan #RenunganEsa #Inspirasi #InspiriasBisaDatangKapanSajaDarimanaSaja

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Menonaktifkan Download Media Secara Otomatis di WhatsApp

Baru inget kalo saya belum setting WhatsApp lagi semenjak insiden beberapa hari lalu.

Sadar-sadar, kuota habis dan folder WhatsApp Image penuh sama foto.

Astaghfirullah, lupa ga diatur untuk nonaktif download image otomatis.

Nah, buat temen-temen yang ngalami hal serupa, bisa gunakan cara ini ya.
image

1. Buka WhatsApp, klik logo Titik Tiga di kanan atas.
2. Pilih Pengaturan (Settings)
3. Tap Chat dan Panggilan (Calls and Chat)
4. Tap bagian “Unduh Media Secara Otomatis”
5. Silahkan pilih dari ketiga menu yang tersedia.
6. Hilangkan centang pada media-media yang tertera, sesuai kebutuhan.

Contoh dalam gambar ini wi-fi, saya nonaktifkan semua media dengan menghilangkan centang pada Gambar, Audio maupun Video. Sehingga untuk mengunduh file-file yang masuk ke akun WhatsApp kita harus dilakukan secara manual. Dengan begini kita bisa menyaring mana yang mau diunduh, mana yang tidak.

Demikian sedikit tips tentang WhatsApp. Semoga bermanfaat ^_^ 😇

#EsaBelajar #EsaBerbagi #TipsWhatsApp #TipsAlaEsa #TipsWA

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.