Catatan Sapih Azam

Beberapa hari kemarin mendengarkan ceramah ustadz Yusuf Mansur (UYM) yang salah satu bahasannya adalah Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus. Bahasan mengenai tahapan ini berlaku untuk hampir semua ikhtiar.

Setelah diingat-ingat, dulu pernah dinasihati juga tentang urutan Doa-Ikhtiar-Tawakal. Allah dulu, ikhtiar, Allah lagi dan begitu selanjutnya Allah terus. Tahapan yang kemudian sering saya lupakan. Astagfirullah.

breastfeed weaning Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Cut And Stick ala Danisy

Kreasi cut-and-stick merupakan kreasi yang melatih motorik sekaligus sensorik anak. Melatih kemampuan indra dan ketelitian serta fokus.

Kegiatan ini “tak sengaja” disodorkan ketika menemukan sebuah sumber gambar memperlihatkan kreasi kertas. Beberapa mengenal kertas tersebut sebagai kertas origami.

Cut and Stick ala Danisy

Saya sodorkan beberapa gambar pada sulung kami Danisy, “Aa mau bikin ini?” iya katanya semangat sambil memilih gambar gajah. Usai sahur Danisy bersiap mengambil beberapa lembar kertas polos yang tersedia di lemari buku. Karena tidak punya kertas berwarna/kertas origami Danisy berinisiatif untuk menyiapkan crayon, kertasnya diwarnai menggunakan crayon. Sementara lingkaran dibuat dengan menggunakan jangka. Oke, kita langsung tulis langkah-langkahnya saja ya. Langkah ini yang kami gunakan. Dapat dimodifikasi sesuai kondisi dan kebutuhan.

  1. Siapkan perlengkapannya:
    1. Jangka,
    2. kertas,
    3. gunting,
    4. double tape,
    5. Crayon
  2. Buat lingkaran menggunakan jangka dengan berbagai ukuran. Ukuran lingkaran dikira-kira perbandingannya sesuai gambar contoh. Di sini anak belajar menggunakan jangka, melatih motorik sekaligus fokus.
  3. Setelah jadi, tulisi pada setiap lingkaran mana bagian untuk kaki, badan, telinga, belalai dan kepala. Sementara untuk ekor diambil dari sisa potongan.
  4. Biarkan anak menggunting setiap potongan yang diberi tanda. Biarkan saja jika anak menggunting lingkarannya tidak rapi sesuai bentuk.
  5. Untuk bagian setengah lingkaran Danisy lebih memilih memotong langsung setengah lingkaran baru mewarnainya. Biarkan anak menggunting sesuka hati saja, Bu 😀
  6. Setelah lingkarannya dipotong, warnai dengan menggunakan Crayon. Anak belajar mewarnai lingkaran dengan berbagai ukuran termasuk ukuran paling kecil (bagian kaki berukuran setengah lingkaran).
  7. Setelah selesai diwarnai, pasangi double tape di sisi-sisi yang akan ditempel. Di sini anak belajar menggunting, memasang double tape dan melepas double tape agar dapat ditempel.
    1. Untuk bagian badan pasangi di 4 titik atau di tengah-tengah, ditempel di kertas alas.
    2. Pasang kepala di atas badan, double tape dipasang di 1 sisi saja sudah cukup yang menempel di badan gajah. Jika dirasa perlu, bisa dipasangi di 4 sisi juga.
    3. Pasang double tape pada bagian kaki, telinga dan belalai sama seperti bagian lainnya. Pasang sesuai urutan atau sesuai keinginan anak.
    4. Untuk bagian mata, Danisy memilih menggambarnya dengan Crayon.

Satu kegiatan cut-and-stick ini dapat membantu anak belajar lebih dari satu hal. Mulai dari mencocokkan gambar dengan hasil potongan, mengenal bentuk dan warna, menempel, memotong, mewarnai, fokus, ketelitian, dan menambah daya imajinasi anak.

Yuk coba Bun ^_^

 

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Wall Art Gallery

Pagi ini seperti baru melihat, rasanya takjub melihat salah satu sudut dinding rumah. Sudut rumah itu nampak tak biasa bagi saya pagi ini.

Ya, sudut rumah di bagian dinding dekat pintu kamar memang disediakan untuk menempel semua hasil karya anak sulung kami, Danisy (4 tahun 7 bulan). Suami “memberikan” bagian tembok itu untuk ditempeli apapun dan digambari apapun. Sedangkan bagian sudut sebelahnya adalah area suami, jadi anak-anak harus izin jika mau menempel atau melakukan sesuatu pada sudut abinya. Kecuali bagi Azam, dia belum sepenuhnya mengerti mengenai itu 😀

Danisy Art Gallery Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Mitos Me Time

Teman-teman mungkin sudah sering mendengar istilah Me Time ini ya? Entah cuma sekadar “baru mendengar”, “baru tahu” bahkan ada yang sudah sangat tahu. Apapun itu, kita kali ini, eh saya kali ini akan bercerita tentang Me Time.

Kenapa judulnya mitos Me Time? Ya, bisa jadi Me Time ini sekadar mitos, yang mau dijalani atau tidak itu tergantung anda. Bener ga ya pengertian mitos ala saya? Hehe..

timeme

Ya, yang pasti tak sedikit orang juga yang menyangsikan mengenai Me Time ini di saat banyak (terutama ibu-ibu muda kekinian) yang menganggap Me Time itu WAJIB hukumnya. Oke mari kita tengok sejenak mengenai Me Time ini. Apakah benar se-wajib itu atau sekadar sunnah atau mubah atau malah makruh? 😀 Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Aqil dan Gajah

Kisah ini pernah saya dengar entah sejak kapan. Hari ini saya diingatkan kembali melalui free ebook dari MuslimKecil.com yang berjudul sama, Aqil dan Gajah.

Kisah ini bercerita tentang seorang pemuda dari Andalusia bernama Yahya bin Yahya. Lalu apa hubungannya dengan Aqil apalagi gajah? Berikut kisahnya.

gajah Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Mulai Menulis

Mulai menulis lagi setelah beberapa kali agak tercerai berai jadwal harian berikut ide tulisannya itu berat karena ini seperti memulai lagi dari awal. Dan mempertahankan konsistensi menulis itu butuh usaha yang juga tidak mudah. Salut pada teman-teman yang selalu konsisten menulis dengan segala manfaat yang keren bagi pembacanya.

menulis Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Resensi Buku Baby-led Weaning

Identitas Buku    : Baby-led Weaning

Penulis                 : Gill Rapley & Tracey Murkett

Alih Bahasa         : Adhya Utami Pramono Larasati

Penyunting          : Setyaningrum

Penerbit               : Pustaka Pelajar

Cetakan               : I, 2011

Tebal                    : xxiv+388 halaman (hardcover)

ISBN                     : 978-602-9033-53-3

buku blwUlasan buku

Buku Baby-led Weaning, Cara Baru melatih bayi menyapih dirinya sendiri, Membimbing bayi menyukai masakan sehat ini merupakan terjemahan dari buku berbahasa Inggris dengan judul Baby-led Weaning: Helping your baby to love good food, ISBN 9780091923808 terbutan Vermilion, London. Baby-led Weaning lebih dikenal singkatan BLW. Buku ini direkomendasikan untuk para orang tua yang ingin menerapkan BLW pada bayi mereka.

BLW sendiri merupakan sebuah metode MPASI yang belakangan booming di Indonesia. Meski demikian, praktek BLW ini sebenarnya sudah lama dilakukan hanya saja belum menggunakan istilah BLW. Lalu apa sih BLW itu? BLW jika diterjemahkan secara bebas adalah membiarkan anak makan sendiri dengan semua kesempatan dan kepercayaan yang diberikan padanya segera setelah anak memasuki usia MPASI. Metode ini membiarkan bayi menggunakan nalurinya untuk meniru orang tua dan saudaranya untuk membangun keterampilan makannya secara alami dan menyenangkan. Tidak menggunakan spoon-feeding (menyuapi) secara penuh.

Ketika mendengar kata BLW untuk memulai MPASI anak, banyak orang tua yang masih kontra karena menganggap metode ini berbahaya bagi bayi. Salah satu yang paling sering mencuat adalah bahaya tersedak yang mungkin terjadi jika anak dibiarkan makan sendiri. Buku ini membahas “mitos-mitos” terkait BLW tersebut.

Melalui buku ini, para orang tua juga dapat belajar secara menyeluruh mengenai BLW. Terdapat setidaknya 8 bab bahasan, dan bahasan utama mengenai bagaimana memulai BLW mulai dibahas di bab 3. Akan tetapi anda tetap harus membacanya dari halaman pertama agar pemahaman anda lengkap secara menyeluruh.

Di buku ini anda akan belajar tentang bagaimana mempersiapkan diri dan anak untuk BLW, kapan saatnya “makan”, bahasan finger Food berikut aturan mengenai finger food ini, sebanyak apa yang diberikan pada anak, bagaimana jika anak menolak makanan, perlengkapan yang dibutuhkan, dan bagaimana agar BLW sukses sesuai harapan. Di dalamnya juga dibahas mengenai prinsip-prinsip dasar BLW, makanan yang boleh dan tidak boleh alias harus dihindari, mengecek apakah makanan yang disodori memicu alergi, bahasan mengenai kandungan gizi pada makanan termasuk bahasan lemak dan serat agar kebutuhan utama makanan anak tetap terpenuhi, makanan yang sesuai dengan usia anak, snack dan bekal ketika dibawa akan di luar.

Sebagai patokan apakah anak memiliki kemajuan atau tidak, buku ini pun membahas mengenai kemajuan kemampuan bayi, mengajarkan tentang langkah-langkah pemilihan tekstur makanan, kapan anak mulai belajar makanan encer, membedakan saat bayi lapar dan tidak, minuman yang disarankan dan salah satu yang menarik ada bahasan tentang mengurangi susu (termasuk ASI) di usia tertentu sehingga kelak diharapkan anak yang akan memutuskan menyapih dirinya sendiri. Tanpa memaksa anak berhenti ASI.

Buku BLW juga membahas mengenai jadwal makan, Table Management, peralatan makan dan saat anak dibawa ke luar. Dengan BLW kita dapat menyediakan makanan buatan rumah yang sehat dan tetap sesuai umur.

Selain membahas mengenai BLW, buku ini pun membahas tentang menu sehat keluarga. Sebuah nilai tambah yang cukup menarik mengingat ini adalah buku bahasan tentang cara makan bayi. Rupanya dengan menerapkan metode BLW ini, anak dibiasakan makan dengan cara dan bahan yang sehat. Pun pihak keluarga akan secara perlahan mengubah cara makannya menjadi cara yang lebih sehat karena jika keluarga tidak mengubah cara makannya, anak akan cenderung sulit diajak makan sehat. Anak akan cenderung lebih tertarik dengan makanan orang tuanya sehingga dengan menerapkan BLW, orang tua akan secara perlahan memilih untuk mengubah gaya makannya sendiri agar anak dapat sukses BLW dengan baik.

Di bab terakhir dibahas pula mengenai panduan dasar gizi anak dan keluarga secara umum. Juga terdapat cara mendapatkan yang terbaik dari makanan yang dibeli.

Sebagai gambaran tentang BLW, ada pula cerita-cerita mengenai BLW dan aturan dasar keamanan makanan. Jadi, apakah anda ragu menerapkan BLW karena keamanannya? Baca buku ini secara lengkap dan dapatkan sebuah ilmu baru yang menarik.

Kelengkapan bahasan mengenai BLW berikut semua “tanya-jawab” mengenai BLW dan mitos yang beredar menjadi kelebihan dari buku ini. Pun adanya bahasan panduan gizi anak dan keluarga berikut tips mengenai makanan menjadi nilai tambah yang menarik. Sayangnya semua dicetak dalam hitam putih sehingga gambar-gambar di dalamnya pun hitam putih dan edisi hardcover ini sudah tidak dicetak. Cetakan terbaru sudah beralih penerbit, diterbitkan oleh Gramedia dalam jilid softcover dengan ukuran buku yang lebih kecil tapi harga lebih terjangkau.

Demikian sedikit catatan tentang buku Baby-led Weaning. Semoga bermanfaat ^_^

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.