Kotak P3K

Tulisan kali ini mencatat tentang alat atau perlengkapan apa saja yang perlu ada di kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) terutama jika memiliki bayi atau anak di rumah. Meski demikian sebenarnya perlengkapan ini juga berguna meski tak ada anak-anak, sekadar persiapan saja.

11330284-Illustration-of-a-Happy-Medicine-Kit-Stock-Illustration-aid-first-kit

  • Antiseptik untuk luka bakar maupun luka sayatan
  • Kapas (bisa yang bulatan atau kapas biasa)
  • Penurun demam (paracetamol)
  • Buku manual P3K jika ada
  • Kain kasa steril
  • Plester untuk memudahkan merekatkan kasa
  • Icegel atau es batu berikut pembungkusnya
  • Alat semprot oral atau alat penetes obat untuk pemberian obat
  • Cairan rehidrasi jika bayi terkena diare
  • Alkohol gosok untuk penjepit disinfektan dan alat penjepit untuk mengeluarkan serpihan kayu, kaca dsb.
  • Gunting kecil entah untuk memotong kasa atau lainnya.
  • Termometer untuk mengukur suhu dengan lebih akurat dibandingkan menggunakan tangan

Tambahan yang harus selalu ada di rumah: madu, minyak bubut, strong Acid, minyak zaitun. Teman-teman punya list yang belum ada disini? Bisa tambahkan di komentar ^_^

Oiya.. Sebaiknya jauhkan kotak P3K dari jangkauan anak-anak. Maklum anak-anak kan punya rasa ingin tahu yang tinggi.

Yang masih saya cari infonya tentang seberapa lama obat dapat bertahan jika sudah dibuka. Dan untuk perlengkapan lain non-obat, apakah ada kadaluarsanya? Mohon bantuan informasinya jika ada ya teman-teman. Terima kasih.

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Pertolongan Pertama Pada Bayi

Setelah sekian lama, tiba-tiba teringat kembali dengan sebuah buku: Supernanny Baby in Care tulisannya Jo Frost. Yang ga kenal Jo, mungkin bisa coba cari tentang super Nanny. Dulu saya pernah lihat acaranya di sebuah stasiun televisi swasta.

Di tulisan ini saya mau mencatat ulang apa saja tindakan pertolongan pertama ketika terjadi sesuatu yang darurat atau kecelakaan (terutama yang ringan) pada anak di bawah usia satu tahun. Meski setelah saya baca mungkin bisa (dan masih saya terapkan) untuk anak di atas satu tahun bahkan untuk dewasa sekalipun.

-Luka Bakar

PIP-BurnsScalds-123

  • Aliri luka bakar dengan air suhu biasa (bukan air dingin es) hingga rasa sakitnya reda. Dari beberapa share tentang ini, mengalirkan air membantu supaya luka ga sampek melendung.
  • Opsi tindakan lain, saya pernah juga coba dengan mengoleskan madu ketika tangan sulung saya terkena minyak panas dan menggunakan strong Acid pada luka kakinya ketika terkena knalpot panas.
  • Jika tingkat luka bakar masih di tingkat pertama, bisa digunakan kasa. Ciri luka bakar tingkat pertama: kemerahan, tidak melepuh, membengkak sedikit saja, tidak hangus.
  • Jika luka bakar tingkat 2 atau 3 maka lebih baik membiarkan lukanya terbuka, jangan dikenakan kasa.
  • Jangan merendam bayi dalam air dingin dan jangan membuka pakaiannya.

-Luka Sayat

  • Aliri dengan air sejuk (suhu biasa).
  • Singkirkan kotoran (jika ada) dengan alat penjepit yang basah sambil terus dialiri air
  • Beri tekanan dengan mengenakan kasa hingga pendarahan berkurang. Jika darah menembus kasa, tambahkan lagi kasa
  • Gunakan antiseptik dan tutupi dengan plester. Saya sendiri jika luka tidak terlalu dalam/ringan, tidak memasang plester karena cenderung lebih cepat menutup lukanya jika dibiarkan terbuka
  • Jika luka sayat dalam atau pendarahan banyak atau kotoran tidak dapat disingkirkan, sebaiknya pergi ke dokter.

-Tersedak

choking_2a

  • Jangan lakukan apa-apa untuk pertama kali termasuk jangan menawarkan minum karena khawatir bisa lebih menghambat saluran udara
  • Jika bayi tidak bernafas, segera pergi ke rumah sakit atau panggil ambulans. Sementara menunggu ambulans, cobalah untuk: tempatkan muka bayi ke bawah di atas lutut (semacam posisi telungkup) dan dorong dengan cepat dan keras sebanyak 5 kali dengan tumit tangan (ujung dalam telapak tangan) antara tulang bahu untuk mengeluarkan benda yang menyebabkan anak tersedak.
    cpr-back
  • Jika cara tersebut tidak berhasil, coba telentangkan anak. Dengan dua jari, tekan dadanya di tulang dada sebanyak 5 kali berturut-turut dengan cepat. Kedalaman sekitar 0,5 inci. Berhati-hatilah jangan sampai merusak tulang rusuknya.
    cpr-baby-first-aid-emergency-case-52591012

-Cedera Kepala

  • Jika cederanya berupa benjolan, gunakanlah es batu
  • Jika diduga lebih serius atau cedera pada tulang belakang, jangan pindahkan posisi anak dan panggil dokter/ambulans. Sementara menunggu, anda dapat perlahan menstabilkan bayi dengan menempatkan tangan di kedua sisi kepala menjaga agar kepalanya tidak bergerak, menjaga kepala dan leher di posisi netral.
  • Jika bayi tak sadarkan diri, cek apakah anak nasih bernafas atau tidak. Jika masih bernafas, lakukanlah CPR alias pernapasan buatan sementara menunggu ambulans datang (klik untuk contoh langkah pernapasan buatan –baiknya sih belajar langsung dari ahlinya supaya lebih oke pengetahuannya karena kalau sekadar baca kadang bisa salah persepsi atau salah tangkap).
  • Jika ada pendarahan, lakukan tekanan dengan menggunakan popok atau kain lainnya hingga pendarahan berhenti kemudian berikan bungkusan es batu untuk mengurangi pembengkakan. Pendarahan di kulit kepala biasanya tidak otomatis berhenti karena ada banyak urat darah di permukaan. Tapi jika tak kunjung berhenti atau pendarahan parah, maka hubungi ambulans.
  • Jika diduga ada keretakan pada tengkorak, sebaiknya tidak melakukan tekanan
  • Jika kulit robek dan ada kotoran pada luka, sebaiknya hubungi dokter dan tutup dengan kasa karena khawatir terjadi infeksi otak. Meski untuk beberapa luka yang dianggap ringan, saya pernah diminta teman nakes untuk bersihkan dengan kasa steril secara perlahan.
  • Jika mata juling, atau salah satu pupil mengecil atau tak sadarkan diri, segera ke dokter
  • Setelah jatuh, pantau selama 24 jam untuk menjaga apakah ada tanda gawat darurat seperti tak sadar, muntah atau sulit bernafas. Dokter mungkin akan menyarankan untuk membangunkan anak tiap jam guna memastikan anak masih sadar.

-Heat Stroke

  • Bawa bayi ke tempat sejuk dan buka semua pakaiannya. Rendam di bak dengan air sejuk dan kipasi sembari menelepon pertolongan darurat. Heat stroke ini sendiri saya tidak tahu pasti keadaan darurat apa. Apakah demam atau lainnya.

-Sengatan Serangga

  • Kompres tempat yang digigit serangga dengan air biasa
  • Singkirkan sengatnya jika ada. Berhati-hatilah menggunakan alatnya, salah-salah sengatnya malah semakin dalam
  • Perhatikan apakah ada kemungkinan infeksi (kemerahan atau kuning) atau tanda reaksi energi seperti: tidak sadar, sulit bernafas, gatal pada seluruh badan, mata bibir atau penis membengkak. Jika iya, maka segera ke dokter.

-Keracunan

  • Buang penyebabnya dan bersihkan dari mulut bayi jika memang ada. Sisakan sedikit untuk analisa
  • Jika anak meneteskan air liur, mengantuk, sulit bernafas atau kejang, segera ke dokter/rumah sakit. Anda dapat pula menghubungi dokter/rumah sakit via telepon lalu deskripsikan gejalanya dan ikuti instruksi yang diberikan.

Tulisan ini hanya catatan saya sebagai ibu yang didasarkan dari buku yang sudah saya tulis judulnya di atas, bukan kapasitas sebagai seorang ahli. Beberapa langkah pernah saya coba dan berhasil baik. Kunci utama ketika terjadi sesuatu yang tak baik pada anak adalah TETAP TENANG tidak panik.

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Nafas Buatan (CPR)

Jika bayi tidak sadarkan diri, angkat telepon untuk meminta bantuan darurat dan periksalah apakah anak masih merespon atau tidak. Cara memeriksanya dengan menepuk dengan lembut dada sang bayi, menepuk bahu atau kakinya. Jika anak tidak merespon tindakan ini, maka lakukanlah langkah ABC:

Airway

  • Periksalah dengan cepat apakah anak masih bernafas atau tidak. Lihat, dengar dan rasakan tanda-tanda pernapasan. Jika tidak didapati tanda-tanda pernapasan, miringkan kepalanya sedikit ke arah belakang (tarik kepala ke belakang seperti akan menengadahkan bayi) agar hidungnya menghadap ke atas. Hati-hati jangan terlalu ke belakang karena dapat menghambat jalur udara bayi.

Breathing

  • Tutupi mulut dan hidung bayi dengan mulut, membentuk seperti sebuah penutup. Secara lembut dan cepat, berikan sebuah embusan nafas kemudian lepaskan mulut anda dan perhatikan apakah ada helaan nafas atau tidak. Jika tidak ada, ulangi kembali menutup hidung dan mulut bayi. Jika tidak ada respons juga, periksalah:

Circulation

  • Tempatkan dua jari anda selama 3-5 detik pada arteri lengan (brachial artery) yang terletak di bagian dalam lengan atas antara siku dan bahu. Jika anda tidak merasakan denyut pada saat itu, berarti jantungnya tidak berdetak dan anda harus melakukan tekanan-tekanan pada dada.

Compression

  • Tempatkan 3 jari di bagian tengah dada dengan jari paling atas berada di garis bayangan antara kedua puting. Angkat ke atas jari paling atas dan dengan lembut tapi tegas lakukan penekanan dengan dua jari terbawah. Jangan terlalu keras menekan karena dapat merusak rusuk anak. Tekan sekitar 1,2 cm. Hitung dengan keras hingga 5 tekanan dan ukuti dengan dua pernapasan. Ulangi langkah ini 30 kali sebelum memeriksa kembali adanya nafas dan denyut.
  • Jika tidak ada denyut, terus lakukan 5 tekanan (30 tekanan untuk 2 pernapasan) sampai ambulans tiba. Jika pada titik manapun bayi menghasilkan denyut tapi tidak bisa berpafas sendiri, maka berikan satu pernapasan penyelamatan setiap 3 detik.

CPR-INFANT-FINAL cpr2

Sumber: buku Supernanny in Baby Care, Jo Frost. Gambar dari berbagai sumber.

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Jodoh Logis

Berbicara tentang jodoh, kata ini sering digandengkan dengan sesuatu yang akan melekat atau dekat. Di masyarakat (di tatar Sunda misalnya) ketika kita kehilangan sesuatu, maka kalimat yang terlontar adalah “belum jodoh”. Sementara ketika kita sedang mengharapkan sesuatu, maka kalimat yang diucapkan adalah “siapa tahu jodoh”. Jadi, kita sepakati dulu ya bahwa kata “jodoh” tak melulu berbicara tentang pasangan hidup (suami/istri) tapi juga hampir banyak hal dalam kehidupan kita.

Bahasan mengenai logis ini saya sandarkan pada sebuah istilah yang dikenal dengan logical decision. Istilah ini saya dapat di 3 kelas dengan basis keilmuan yang sama, NLP.

logissMenariknya, bahasan mengenai logical decision ini bagi saya seolah memperjelas tentang perbedaan menyegerakan dengan terburu-buru. Jika menyegerakan adalah hasil sebuah keputusan logis, sementara terburu-buru adalah murni urusan emosional, urusan rasa tanpa pertimbangan logis.

Lalu apa yang ingin saya sampaikan dengan judul jodoh logis? Ini semacam istilah untuk mencatatkan bahwa dalam mengambil setiap keputusan maka keputusan itu haruslah yang sudah dipertimbangkan dengan matang. Dan pertimbangan yang matang itulah yang saya pahami sebagai pilihan logis.

Sebagaimana saya tulis di awal, jodoh bukanlah hanya sekadar tentang pasangan hidup. Maka saya memaknai jodoh logis adalah semua keputusan final rasional untuk memilih. Entah itu memilih rumah, memilih pasangan, memilih pekerjaan, memilih jurusan kuliah, memilih proses kelahiran dan lain sebagainya.

Saya sendiri sedang dihadapkan pada sebuah pilihan: mencari rumah. Masa kontrakan rumah saat ini sudah hampir habis sementara kami sudah lama tinggal di sini. Ingin suasana baru.

Mencari rumah juga adalah sebuah proses memilih apakah akan tetap tinggal di sini dengan segala pertimbangannya atau pindah ke tempat lain. Mempertimbangkan apakah akan tetap di sini atau mencari rumah lain dengan harapan menemukan suasana baru dan lebih baik.

Saat ini kami sudah mendapatkan beberapa opsi. Ada kurang dan lebihnya memang, tapi lagi-lagi jika kita membahas jodoh logis, maka kami –saya terutama- harus mempertimbangkan dengan logis keputusan-keputusan itu.

logis

Saya sendiri mengakui, perempuan memang sering kali mendahulukan rasa. Ya, pokoknya pengen pindah aja. Rumahnya cukup oke kok tinggal dirombak dikit, inSyaAllah akan nyaman ditinggali. Daripada nanti keduluan sama yang lain seperti rumah sebelumnya.

Tapi suami beda lagi, beliau dengan tenang minta tangguhan waktu 3 hari untuk mempertimbangkan apakah akan mengambil rumah tersebut atau tidak. Ya, itu lah kenapa perempuan memang sudah selayaknya bersanding dengan laki-laki agar saling melengkapi untuk memutuskan dengan seimbang: rasa dan akal.

Kemudian saya flashback kepada keputusan di masa lalu. Ketika memilih pekerjaan, ketika memilih kuliah bahkan ketika memutuskan menerima pinangan. Mengingat kembali mana dari semua pilihan itu yang dipertimbangkan dengan baik dan mana yang emosional. Ya, saya menemukan perbedaan yang kentara entah di hasil maupun di prosesnya.

logical decision

Di sini kemudian saya paham tentang istikharah. Mengapa dalam Islam, istikharah menempati posisi penting ketika kita dihadapkan pada sebuah pilihan.

Ada beberapa pendapat mengenai istikharah. Ada yang berpendapat untuk semua pilihan, ada pula yang berpendapat jika sudah mentok dengan pertimbangan akal kita dan ga yakin-yakin dengan pilihan kita.

Tapi kalau berdasarkan hadits yang saya dapat, istikharah adalah sebuah cara untuk meminta petunjuk Allah atas keputusan kita apakah benar atau tidak. Apalagi jika dihadapkan pada pilihan-pilihan yang memiliki urgensi yang sama pentingnya.

Di sini jelas, pertimbangannya logis. Tidak sekadar mempertimbangkan rasa, tapi juga kemungkinan akibat yang akan muncul di kemudian hari. Dan dengan istikharah, kita memasrahkan hasil usaha kita dalam penemuan jodoh ini agar ditunjukkan pada keputusan yang lebih baik.

Baiklah.. mari pertimbangkan dan istikharah. Semoga Allah pertemukan dengan jodoh terbaik entah itu rumah, pasangan, kendaraan, pekerjaan, sekolah dan yang lainnya. –Semoga Allah pertemukan dengan rumah terbaik bagi kami sekeluarga. Aamiin 😀

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari para sahabatnya untuk shalat istikharah dalam setiap urusan, sebagaimana beliau mengajari surat dari Alquran. Beliau bersabda, “Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua rakaat selain shalat fardhu, kemudian hendaklah ia berdoa:

 

Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (sebut nama urusan tersebut) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.

 

Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku (atau baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, dan palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah yang terbaik untukku apapun keadaannya dan jadikanlah aku ridha dengannya. Kemudian dia menyebut keinginannya” (HR. Ahmad, Al-Bukhari, Ibn Hibban, Al-Baihaqi dan yang lainnya).

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Pembelajar Tipe Apa?

Ketika ikut kelas Mind Technology Mastery kemarin, ada salah satu bahasan yang saya lupa judul awalnya tapi intinya membahas tentang setidaknya 3 tipe orang. Setelah saya coba mencari informasinya di internet, ada beberapa versi dan beberapa sebutan. Saya kemudian memilih untuk menyebutnya: gaya belajar seseorang.

Istilah ini sebenarnya sudah banyak dikenal masyarakat luas. Yaitu, visual, auditor dan kinestetik. 3 jenis cara efektif seseorang ketika mendapatkan informasi.

Cara termudah untuk mengetahui apakah seseorang itu visual, audio atau kinestetik adalah ketika ia mencoba mengingat sesuatu. Jika matanya melihat ke atas (kanan ataupun kiri), maka ia kemungkinan besar adalah seorang visual. Jika bola matanya mengarah ke bawah ketika mengingat sesuatu (baik kanan ataupun kiri) maka kemungkinan dia adalah seorang auditor. Sementara jika matanya ke kanan atau kiri ketika mengingat, ia adalah seorang kinestetik (sejajar dengan telinga alias di posisi biasa hanya saja berpindah ke kanan atau kiri, bukan atas atau bawah).

tipe pembelajar dari-bolamata-1

Lalu apa pentingnya mengetahui ini? Berdasarkan beberapa artikel, hal seperti ini dapat berguna untuk menemukan cara efisien ketika belajar sekaligus mencari tahu apa kelemahannya.

Nah, kita coba tuliskan satu per satu dari ketiga jenis pembelajar tersebut ya.

Visual

  • -Seorang visual biasanya cenderung berbicara lebih cepat.
  • -Belajar efisien dengan sistem melihat chart atau diagram (atau apapun berupa gambar).
  • -Butuh ketenangan alias sunyi senyap saat belajar. Ada noise sedikit saja bisa membuyarkan konsentrasinya.
  • -Dapat membayangkan gambar
  • -Catatannya detil sekali
  • -Senang duduk di depan kelas atau ketika di depan meja, ia cenderung mencondongkan badannya ke depan.
  • => Cara tes terbaiknya: memetakan diagram, membaca peta, esai, dan semua hal yang memperlihatkan sebuah proses
  • => Cara tes yang jadi kelemahannya adalah mendengarkan dan tes respons.
  • -> Anjuran belajar untuk seorang visual adalah:
  • -Buat uraian atau gambar terkait info yang dibutuhkan
  • -Salin apa yang ditulis di papan tulis
  • -Buat bagan kalimat
  • -Buat catatan dan daftar
  • -Menggunakan penanda seperti stabilo pada catatan atau buku
  • -Gunakan flashcard

Auditory

  • -Seorang auditor biasanya cenderung berbicara secara perlahan dan menjelaskan sesuatu dengan lebih baik
  • -Mampu menjadi pendengar yang natural
  • -Senang mengulang sesuatu dengan keras
  • -Berpikir linear
  • -Membaca dengan begitu pelan
  • -Lebih suka mendengar daripada membaca informasi
  • => Cara tes terbaiknya adalah dengan menuliskan apa yang mereka dengar dan ujian lisan.
  • => Kelemahannya jika dihadapkan pada ujian tertulis yang diberi waktu tertentu dan bagian tulis menulis
  • ->Anjuran belajar bagi seorang auditori adalah
  • -Gunakan persamaan kata untuk mengingat baris dan fakta
  • -Rekam suara guru saat menerangkan dan tonton video
  • -Mengulang sambil memejamkan mata
  • -Bergabung dalam sebuah diskusi kelompok
  • -Mereka catatan setelah menuliskannya

Kinestetik

  • -Seorang kinestetik bicaranya lebih pelan lagi dibanding seorang auditor. Jadi tipe ini yang bicaranya paling pelan (baik dalam hal suara maupun nada)
  • -Learning by doing dan menyelesaikan masalah yang benar-benar nyata. Kudu praktek.
  • -Menyukai pendekatan dengan melibatkan sentuhan (terasa)
  • -Tak bisa duduk diam dalam waktu yang lama, ya karena dia harus terus bergerak
  • -Butuh rehat saat belajar
  • -Menderita kalau sudah disuruh memperhatikan dalam jangka waktu lama
  • => Ujian yang paling memudahkan seorang kinestetik adalah pilihan ganda, penjelasan singkat (ga sampe esai), dan mengisi (saja, misal tinggal menuliskan centang atau sebagainya)
  • => Ujian yang paling menyiksa bagi seorang kinestetik adalah esai dan tes umum
  • -> Cara belajar yang dianjurkan untuk seorang kinestetik yakni
  • -Belajar dalam waktu singkat
  • -Kelas laboratorium
  • -Melakukan field trip
  • -Belajar dengan orang lain
  • -Gunakan flashcard ataupun memory Games.

Mengetahui gaya belajar ini selain untuk diri kita sendiri, juga dapat digunakan untuk mengenali orang lain. Bagi yang berkutat di dunia pendidikan atau bagi orang tua, hal ini bisa digunakan untuk mengecek gaya belajar anak sehingga kita dapat mencari tahu gaya seperti apa yang cocok untuk diterapkan pada anak. Dan ingat, karena setiap anak unik meski kakak beradik mungkin tipe belajar mereka berbeda. Jadi jangan pukul rata ya ^_^

Ilmu semacam ini mungkin akan jadi hal yang debatable karena keabsahannya bisa jadi dipertanyakan meski sudah berdasar hasil riset. Tapi kalau saya pribadi, hasil tes-tes seperti ini tinggal dicek aja kesesuaiannya dan lebih untuk menambah pengetahuan dan ilmu bagaimana mengenal diri dan orang lain dengan lebih baik.

Saya seorang visual yang auditori. Bagaimana dengan anda?

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Asyiknya Naik Turun Tangga

Ketika usianya menjelang 2 tahun, anak biasanya mulai senang menaiki tangga dan mencoba turun (meski terkadang mereka tak bisa turun karena tangga yang dinaikinya terlalu tinggi). Ada respons sikap yang mungkin berbeda dari setiap orang tua. Salah satu yang baik adalah dengan membiarkan anak tetap naik turun dengan pengawasan dan pendampingan orang tua.

Sebaiknya biarkan anak naik turun karena di usia balita anak sedang masa eksplorasi, masa belajar yang menyenangkan. Sambil naik turun, orang tua mungkin dapat sekaligus mengenalkan angka dengan menghitung setiap anak tangga yang dinaiki dan menghitung setiap anak tangga ketika turun. Bisa juga sambil mendendangkan lagu, naik-naik ke puncak gunung misalnya.

Dengan naik turun tangga sambil berhitung atau sambil bernyanyi, secara tidak langsung kita tengah memperkenalkan banyak keterampilan baru sekaligus. Mempertajam pendengaran, memperkuat otot, memperkenalkan angka dan konsep berhitung, dan meningkatkan kepercayaan diri anak.

Jika anak sudah berulang kali naik turun tangga, anak akan cenderung semakin percaya diri untuk naik ke tangga yang lebih tinggi. Tentu harus dalam pengawasan orang tua.

Sebagai awal, orang tua dapat mengajarkan anak naik turun tangga cukup 3 anak tangga saja. Biarkan anak naik sendiri, dan ketika dia kesulitan turun, bantulah secukupnya jangan gendong anak untuk turun. Mungkin saat anak ragu ketika turun, orang tua dapat menuntunnya menuruni anak tangga.

Naik turun tangga juga bisa menjadi sarana untuk mengajarkan anak tentang keselamatan. Ajarkan ia untuk hati-hati ketika menaiki tangga, pun ketika ia menuruni anak tangga. Anak senang, orang tua juga ikut senang meski harus sabar karena deg-degan ketika anak berusaha keras naik maupun turun dari tangga.

Melalui proses naik turun tangga, anak juga belajar tentang konsep naik dan turun. Anak belajar mandiri dan merasa dipercaya untuk bisa naik turun sendiri. Naik turun tangga dapat menjadi proses anak belajar koordinasi motorik kasar.

Selama proses belajar ini, orang tua harus selalu ada di sampingnya untuk mengawasi dan memastikan keselamatannya. Kalaupun anak ingin dibiarkan sendiri, pastikan orang tua tetap ada di sekitarnya untuk mengintip bahwa anak tidak melakukan hal yang berbahaya. Penting untuk memberi tahu anak tindakan apa saja yang mungkin berbahaya atau tidak baik dilakukan selama proses naik turun tangga.

buku tangga

Jadi jika anda menemukan balita senang naik turun tangga, mungkin karena memang fasenya dan anak balita sedang mengumpulkan banyak informasi tentang dunia sekitarnya, melatih dirinya sekaligus memenuhi rasa ingin tahunya terhadap sesuatu.

*jika tidak ada tangga di rumah, bisa manfaatkan tangga di tempat lain atau dengan menumpuk benda membentuk tangga, misal tumpukan buku atau dus. Pastikan tangga buatannya aman dan kuat dinaiki anak.

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Empati, Mempertahankan Diri dan Kemandirian

Setelah 4 tulisan sebelumnya, tulisan ini sepertinya akan jadi tulisan terakhir untuk diskusi sementara di grup emak-emak cantik. 4 tulisan lainnya bisa cek di satu, dua, tiga, empat.

Mempertahankan diri. Sebuah sikap ketika menghadapi ancaman atau sesuatu yang tidak nyaman.

Ada saat anak harus berempati tapi ada saat anak harus mempertahankan diri. Tindakan mempertahankan diri ini penting agar ketika ada temannya yang semena-mena padanya ia mampu membedakan kapan harus berempati dan kapan harus mempertahankan diri agar tidak terus-terusan disakiti orang lain yang jika dibiarkan akan jatuh pada kasus “bullying”.

Pun ketika anak marah pada kita dengan memukul misalnya, orang tua pertama mencoba berempati, “Aa marah sama ummi ya? Maaf sudah bikin Aa kesal.” dst hingga si anak merasa tenang, baru kemudian ke solusi (bin bin Solutions) “tapi umminya jangan dipukul, disayang aja. Kalau marah, bilang baik-baik ya anak shalih”. Jika orang tua tidak mempertahankan diri seperti ini, anak akan menganggap bahwa itu boleh dan lama kelamaan bisa tambah parah. Na’udzubillah min dzalik.

Dengan berempati lalu mempertahankan diri anak juga belajar lemah lembut tapi tegas menghadapi kemarahan orang lain. Empati hanyalah sebuah cara memahami orang lain, bukan cara menyelesaikan masalah. Tetap harus ada langkah selanjutnya untuk sampai pada solusi. Empati dulu baru kemudian problem solving.

Empati juga mengajarkan kita untuk bersabar dalam proses memahami kenapa dan bagaimana orang lain bertindak. Kelak sikap empati ini jadi bekal kita maupun anak ketika anak mulai belajar mandiri.

give empathy

Kan ada saatnya anak mulai ingin serba sendiri tapi belum sepenuhnya bisa. Jika kita tidak mampu berempati dan memaksa “sama ummi aja deh biar cepet” karena tak mau sabar dengan proses belajar anak, hal ini justru akan mematikan kemandirian anak. Dan takutnya nanti anak akan belajar cemen, cengeng, manja dan tidak mandiri.

Sering kali hal “sepele” semacam ini berujung anak jadi anak mami banget. Apa-apa harus sama ummi, hampir semua hal tergantung sama ibunya. Ujung-ujungnya yang rugi ya orang tua sendiri, ketika saatnya anak harus bisa mandiri, anak ga bisa. Sebenarnya bukan tak bisa tapi karena memang sudah tertanam bahwa “sama ibu lebih cepat dan aman”.

Iya kalau kita punya anak tunggal, kalau punya anak lebih dari satu? Kebayang repotnya semua harus serba dilayani. Maka empati membantu kita lebih tenang dalam mempercayai orang lain dan ketika kita menghadapi masalah.

Perhatikan pula pola komunikasi dengan anak saat berempati. Hal ini penting karena biasanya kesalahan cara komunikasi menjadi penyebab kenapa empati itu belum bisa menjadi awalan dari sebuah solusi yang baik.

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.