Maafkan Diri dan Orang Tua

Teman..
Jika kedua orang tua masih ada, cobalah untuk mengucapkan sayang, memeluk dan berterimakasih pada mereka.

Jika hal tersebut sulit dilakukan, mungkin ada luka yang tak sengaja mereka torehkan.

Tapi percayalah, semua orang tua senantiasa menyayangi anaknya. Meski cara mereka mengungkap cinta tak selalu sesuai dengan bahasa cinta kita.

Agar luka tak berulang, pahami bahasa cinta diri, pasangan, anak dan orang tua kita.

Saat luka berangsur mereda, rasakanlah bahagia yang sedemikian membuncah kala diri sudah bisa kembali menikmati mengucapkan cinta pada orang tua tanpa ada ganjalan luka.

#CatatanEsa
Cc: Esa Epugi Puspita

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Aku Bukan Ibu Yang Baik

Pernah satu ketika, saya merasa bahwa saya bukanlah ibu yang baik untuk anak-anak. Dengan segala hal yang terjadi dan akibat berbagai pencetus..

Teman-teman pernah mengalami atau merasakannya juga?

Saking merasa sedihnya, tiba-tiba melintas pikiran itu, bisikan pun datang..

“Kamu memang bukan ibu yang baik untuk mereka” Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Ibu Rumah Tangga Sejati

– Ibu Rumah Tangga Sejati –

Demikian sepotong kalimat yang muncul dalam sebuah diskusi beberapa waktu lalu.

SEMUA PEREMPUAN yang sudah menikah adalah IBU RUMAH TANGGA SEJATI, entah ia memiliki kegiatan lain di luar (aktivitas maupun bekerja) ataupun kegiatan sepenuhnya di rumah membersamai suami dan anak.

Tapi.. ada nada malu, gelisah, tak PeDe yang saya baca dalam ungkapan kalimat itu. Seolah ibu rumah tangga sejati adalah sebuah profesi yang tak memiliki prestisius sedikitpun.

Teh Esa ga salah ngetik? Ibu rumah tangga itu profesi?  Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Tak Menghargai Karena Tak Tahu

Satu ketika, suami memberikan kejutan. Sebuah box kecil gift award dari pelatihan yang tengah diikutinya kala itu.

Saya mengunggah box kecil tersebut di akun instagram pribadi semata untuk mengabadikan momen indah itu. Momen dimana suami mendapatkan penghargaan (bagi seorang Thinking, hal itu adalah sebuah apresiasi luar biasa) dan momen saat suami memberikan hadiahnya tersebut pada saya sebagai ungkapan terima kasih sudah men-support beliau.

Tak ada yang spesial bagi saya kecuali atas alasan 2 momen tersebut. Belakangan baru tahu bahwa isi dari box-nya juga adalah sebuah benda mahal. Itupun karena seorang teman berkomentar di postingan IG saya. Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Emosi itu Menular, Kenali Penyebab dan Solusinya

Emosi itu bervibrasi. Emosi itu menular. Saat ada kita marah, orang sekitar akan merasakan bahkan “tertular” kemarahan kita. Dan efek tertular itu bisa satu diantara 2 ekspresi: ikut marah atau terdiam dengan semacam rasa bersalah.

Pagi ini pesan sebuah layanan kirim barang online dan dapet driver yang sebenarnya wajar saja mengeluhkan kesulitannya diakibatkan sms patokan rute yang tak sampai. Saya sudah minta maaf dan menginformasikan bahwa tadi mengirim SMS berisi patokan dan rute (hanya saja ternyata gagal terkirim), namun sang driver masih saja melanjutkan mengulang-ulang keluhan yang sudah dipahami.

Intonasi menyebabkan kalimat itu kemudian terdengar seperti marah-marah dengan nada ancaman “bisa aja saya cancel orderan”. Hmm.. Padahal tak ada yang memaksa untuk mengambil orderannya. Dan kalaupun dicancel, bukankah saya bisa mendapatkan driver lain?

Kemudian saya jadi dapet pelajaran. Ini mirip dengan keluhan kita tentang beratnya hidup ini. Bisa jadi bukan susah nyari alamatnya yang jadi masalah karena jika memang itu masalahnya, seharusnya saat saya meminta maaf dan memberikan patokan lalu ikuti saja patokan itu hingga sampai di tujuan dan selesai kan? Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Menjadi Orang Tua Pendidik Anak

Pendidik adalah arsitek peradaban, bukan tabib kebiadaban apalagi kuli kebiadaban. Itulah pekerjaan para Nabi sepanjang sejarah #FBE

Kutipan di atas adalah status Pak Harry Santosa pagi ini. Sebuah reminder yang mengingatkan lagi kami pada bahasan di seminar Parenting Bersama beliau Ahad lalu. Masyaallah. Suami yang alhamdulillah seorang arsitek jadi lebih mudah memahami sekaligus bergairah dengan kalimat ini.

Semula saya masih belum sepenuhnya paham. Ya, ketika di seminar kemarin masih belum “anceg” pemahaman atas kalimat itu. Tapi qadarullah pagi ini Allah ilhamkan pemahaman, biidznillah.

Arsitek bermakna seseorang yang terlibat aktif dalam membangun, baik membangun sejak awal maupun “renovasi”. Bagi seorang arsitek, salah satu yang diperhatikan adalah pondasi dan selanjutnya kualitas bahan dan bangunan secara menyeluruh.

Jika membangun dari awal, tentu akan lebih mudah karena semua sudah terencana sejak semula. Yang menjadikan saya manggut-manggut adalah, bagaimana jika kondisinya bukan membantun dari awal tapi “renovasi”? Bahkan ternyata dalam proses renovasi rumah pun, suami perlu mengetahui pondasi bangunan yang akan direnov tersebut. Jika pemilik rumah hendak membangun menjadi 2 tingkat atau lebih, akan dicek apakah cukup atau musti dibentuk pondasi baru. Read More

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.

Catatan Persiapan untuk Ke Semarang

Belakangan ini saya sering mendapati teman-teman berada di daerah Semarang. Kota ini jadi salah satu tempat yang sepertinya perlu dikunjungi.

Ada sedikit rasa penasaran apakah Samarang di Garut berisi orang-orang Semarang atau gimana. Akhirnya googling lah saya. Ternyata Samarang sendiri adalah nama “lama” Semarang dari Bahasa Belanda.

Hal menarik dari Semarang adalah ketika saya tahu ternyata ya ajar aja banyak postingan mengenai kota ini sebab merupakan kota terbesar ke-5 setelah Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan. Wow. Setara sama kota tempat aye tinggal dong. Setelah pernah ke Jakarta dan Surabaya, berarti next trip aye harus ke Semarang nih.

Tulisan ini jadi catatan saya pribadi apa saja data yang diperlukan untuk berkunjung kesana dan kenapa musti main ke Semarang. Dan karena belakangan ini sedang tertarik banget sama sejarah ataupun asal muasal, fokus saya ga cuma di oleh oleh khas Semarang saja tapi juga ada cerita apa di balik kota ini.

Sejarah Pemerintahan Semarang

Semarang semula berada di bawah pemerintahan kerajaan Demak dengan Raja yang tengah berkuasa saat itu adalah Kin San/Raden Kusen, Ki Ageng Pandan Arang dan Sunan Bayat (Sunan Pandan Arang II). Kemudian berada di bawah kesultanan Pajang dan Kesultanan Mataram.

Setelah Belanda masuk, Semarang sempat berada di bawah pemerintahan VOC dan Hindia Belanda. Pemerintahan kemudian dibagi dua yaitu kota Praja dan Kabupaten. Kota di bawah penguasa Belanda sementara pribumi memegang wilayah kabupaten.

Lalu di bawah pemerintahan Republik Indonesia berlanjut pemerintahan Republik Indonesia Serikat. Sampai akhirnya setelah pengakuan kedaulatan pada 1950 secara definitif ditetapkan sebagai kota Semarang berdasarkan UU nomor 13 tahun 1950 tentang pembentukan kabupaten di lingkungan provinsi Jawa Tengah.

Julukan Kota Semarang

Setiap kota dan daerah biasanya memiliki julukan khas tersendiri. Ada banyak cerita di balik julukan tersebut. Khusus untuk kota Semarang, berikut adalah berbagai julukan maupun slogan yang umum diketahui masyarakat:

  1. 1. Kota Lumpia

Dengan makanan khas Lumpia sebagai oleh-oleh khas Semarang, tentu saja julukan yang paling terkenalnya adalah Semarang kota Lumpia. Lumpia sendiri merupakan perpaduan akulturasi budaya Jawa dan Cina.

  1. 2. Venetië van Java

Jika Bandung dikenal dengan Parijs van Java alias ibarat kota Parisnya pulau Jawa, maka orang Belanda menyebut Semarang sebagai Venesia-nya pulau Jawa karena dilalui banyak sungai di tengah kota seperti halnya kota di Italia tersebut. Aaakk.. kemudian pikiran saya membayangkan keromantisan di Semarang. Hmm. Benarkah demikian?

  1. 3. Kota Atlas

Disebut kota Atlas bukan berarti karena ini merupakan atlas Asia. Tapi slogan kota Semarang yang merupakan akronim alias kependekan dari Aman, Tertib, Lancar, Asri dan Sehat. Wii, mantap.

  1. 4. Semarang Pesona Asia

Wacana pada tahun 2009 membuat slogan Semarang Pesona Asia yang disetujui oleh walikotanya menghasilkan pembersihan dan pembangunan di berbagai lokasi. Penataan PKL, perbaikan saluran, jalan, trotoar dan taman.

  1. 5. The Port of Java

Walikota Semarang mengambil slogan pariwisata: The Port of Java alias pelabuhannya pulau Jawa. Hal ini diambil sebagai upaya terkait kepentingan pemasaran pariwisata di kota Semarang.

Tentu tidak berlebihan sebab akses dari Jawa Barat menuju Jawa Timur umumnya selalu melewati Semarang sebagai tempat singgah. Bahkan dalam sejarah tercatat bahwa Semarang menjadi tempat laksamana Ceng Ho singgah.

Tempat Wisata

Ada berbagai jenis tempat wisata yang dapat dikunjungi di Semarang. Berikut diantaranya:

Wisata Alam:

  • Pulau Tirangcawang, di Kelurahan Tugu
  • Pantai Tirang, di Kelurahan Tambak Harjo
  • Pantai Marina, di Kelurahan Tawangsari
  • Pantai Maron, di Kelurahan Tambak Harjo
  • Goa Kreo, di Kelurahan Kandri
  • Taman Lele Semarang, di Kelurahan Tambakaji
  • Curug Lawe di Gunungpati
  • Curug Benowo di Gunungpati
  • Curung Karang Joho di Ngaliyan

Wisata Sejarah

  • Museum MURI, di Kelurahan Tegalsari
  • Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah, di Kelurahan Tegalsari
  • Museum Jamu Nyonya Meneer, di Kelurahan Muktiharjo
  • Museum Jawa Tengah, di Kelurahan Gisikdrono
  • Museum Mandala Bhakti, di Kelurahan Pindrikan Kidul
  • Lawang Sewu, di Kelurahan Pindrikan Kidul
  • Tugu Muda, di Kelurahan Pindrikan Kidul
  • Candi Tugu, di Kelurahan Tugurejo
  • Little Netherland (Kota Tua Semarang), di Kelurahan Purwodinatan

Wisata Religius

  • Masjid Agung Jawa Tengah, di Kelurahan Sambirejo
  • Masjid Baiturrahman Semarang, di Simpanglima
  • Masjid Kauman Semarang, di daerah Kauman, Johar
  • Klenteng Sam Po Kong, di daerah Simongan
  • Kelenteng Tay Kak Sie Tri Dharma, di Gang Lombok, Semarang Pusat
  • Gereja Blenduk, di Kecamatan Semarang Utara
  • Gereja Katedral Semarang di Kelurahan Randusari
  • Gereja JKI Injil Kerajaan Semarang di Kelurahan Tawangsari
  • Vihara Mahavira Graha di Kelurahan Tawangsari
  • Pagoda Buddhagaya, di Pudak Payung, Banyumanik, Semarang Selatan

Wisata Keluarga

  • Wonderia, di Kelurahan Tegalsari
  • Kebun Binatang Mangkang, di Kelurahan Mangkang Kulon
  • Taman Mini Jawa Tengah (Maerokoco), di Kelurahan Tawangsari

Wisata Malam

  • Alun-Alun Kota Semarang (Simpang 5)
  • Taman Pandanaran (Taman Warak Ngendok)
  • Taman KB

Wisata Belanja

  • Pasar Johar, di Kelurahan Kauman
  • Mall Ciputra (Ramayana), Simpang Lima City Center
  • Simpang Lima Plaza (Matahari), Simpang Lima City Center
  • Java Super Mall (Hypermart), di Kelurahan Peterongan
  • Paragon City Mall (Matahari), Pemuda Central Business District (PCBD) di Kelurahan Sekayu
  • Sri Ratu (Matahari), di Kelurahan Peterongan
  • DP Mall (Carrefour), di Kelurahan Pekunden Jl. Pemuda Semarang Tengah
  • M-Art Shop, Jl. Mataram 653 Semarang

Kuliner

Biasanya tiap berkunjung ke sebuah kota, sebagian besar masyarakat akan mencari apa sih kuliner khas menarik dari kota tersebut. Nah, jika akan ke Semarang berikut adalah beberapa makanan dan oleh-oleh khas Semarang yang tersedia:

Makanan/masakan khas Semarang:

  • Bandeng presto
  • Soto Bangkong “Soto Semarang”
  • Mie Kopyok
  • Sega Becak
  • Sega Lunyu
  • Sega Ayam
  • Tahu Pong
  • Pecel Koyor
  • Petis Kangkung
  • Tahu Petis
  • Tahu Gimbal
  • Bakso

Jajanan pasar khas Semarang:

  • Lunpia Semarang
  • Spekoek
  • Jongkong Singkong
  • Gandos
  • Kue Moci
  • Blanggem
  • Timus
  • Gilo-gilo
  • Tahu Gimbal

Minuman khas Semarang:

  • Kolak Setup
  • Es Cao
  • Es Marem
  • Es Congklik
  • Wedang Durian
  • Wedang Jahe Rempah
  • Wedang Lengkeng
  • Wedang tahu
  • Wedang Jalang (Wedang Jahe Alang-alang)
  • Wedang Kacang Tanah

Oleh-oleh Khas Semarang:

  • Lumpia
  • Roti Gandjel Rel (haha saya penasaran seperti apa ini dan kenapa diberi nama seperti ini)
  • Jambu Semarang
  • Wingko Babat
  • Mari Wijen
Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru.