Pancake dan Hikmah Pendidikan

Ujicoba resep dan cara memasak. Akhirnya berhasil bikin pancake yang cantik 😍
Alhamdulillah..

Seperti itu pula nampaknya pendidikan. Resep bisa ngeliat yang lain, tapi eksekusi di lapangan, cara “memasak” (mengolah), alat yang digunakan, rasa dan hal-hal serupa akan sangat menyesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Para guru mungkin hanya memberikan gambaran “resep”.
Tapi proses pembelajaran di rumah, akan menyesuaikan “selera” dan visi misi keluarga.

Kapan eksekusi masaknya? Fleksibel sesuai keinginan. Yang “penting” ruhnya sama, dan bisa setor “pancake”. Soal cita rasa, silakan sesuaikan.

Ada beberapa jenis orang dalam perjalanan “memasak”.

  • Baca sekilas lanjut langsung eksekusi tanpa melihat atau mencari tahu dengan detail urutan memasak ataupun takarannya.
  • Butuh persiapan, memperhatikan dengan rinci urutannya.
  • Pake “Feeling”. Giliran ga sesuai ekspektasi, coba lagi tanpa mencari tahu kira-kira kesalahannya dimana.
  • Ada yang ingin selalu dipandu dari A-Z
  • Dll

Dari sini kita akan paham bahwa..

Bagi beberapa orang, mungkin ada yang perlu latihan berkali-kali untuk bisa memperoleh “rasa” dan “tekstur” yang pas dengan selera keluarga. Ada pula yang bisa langsung mengikuti.

Tak usah khawatir. Allah menilai prosesnya. Selama prosesnya sudah dalam kaidah dan jalan yang benar, tetaplah teguh.

Semangat terus membersamai ananda di rumah yaa para orang tua yang hebat!
Karena sesungguhnya pendidik utama adalah kita, orang tuanya 💪

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and STIFIn Trainer
Follow instagram @esapuspitaFacebooktwitterpinteresttumblrinstagram

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: