Pembelajar Tipe Apa?

Ketika ikut kelas Mind Technology Mastery kemarin, ada salah satu bahasan yang saya lupa judul awalnya tapi intinya membahas tentang setidaknya 3 tipe orang. Setelah saya coba mencari informasinya di internet, ada beberapa versi dan beberapa sebutan. Saya kemudian memilih untuk menyebutnya: gaya belajar seseorang.

Istilah ini sebenarnya sudah banyak dikenal masyarakat luas. Yaitu, visual, auditor dan kinestetik. 3 jenis cara efektif seseorang ketika mendapatkan informasi.

Cara termudah untuk mengetahui apakah seseorang itu visual, audio atau kinestetik adalah ketika ia mencoba mengingat sesuatu. Jika matanya melihat ke atas (kanan ataupun kiri), maka ia kemungkinan besar adalah seorang visual. Jika bola matanya mengarah ke bawah ketika mengingat sesuatu (baik kanan ataupun kiri) maka kemungkinan dia adalah seorang auditor. Sementara jika matanya ke kanan atau kiri ketika mengingat, ia adalah seorang kinestetik (sejajar dengan telinga alias di posisi biasa hanya saja berpindah ke kanan atau kiri, bukan atas atau bawah).

tipe pembelajar dari-bolamata-1

Lalu apa pentingnya mengetahui ini? Berdasarkan beberapa artikel, hal seperti ini dapat berguna untuk menemukan cara efisien ketika belajar sekaligus mencari tahu apa kelemahannya.

Nah, kita coba tuliskan satu per satu dari ketiga jenis pembelajar tersebut ya.

Visual

  • -Seorang visual biasanya cenderung berbicara lebih cepat.
  • -Belajar efisien dengan sistem melihat chart atau diagram (atau apapun berupa gambar).
  • -Butuh ketenangan alias sunyi senyap saat belajar. Ada noise sedikit saja bisa membuyarkan konsentrasinya.
  • -Dapat membayangkan gambar
  • -Catatannya detil sekali
  • -Senang duduk di depan kelas atau ketika di depan meja, ia cenderung mencondongkan badannya ke depan.
  • => Cara tes terbaiknya: memetakan diagram, membaca peta, esai, dan semua hal yang memperlihatkan sebuah proses
  • => Cara tes yang jadi kelemahannya adalah mendengarkan dan tes respons.
  • -> Anjuran belajar untuk seorang visual adalah:
  • -Buat uraian atau gambar terkait info yang dibutuhkan
  • -Salin apa yang ditulis di papan tulis
  • -Buat bagan kalimat
  • -Buat catatan dan daftar
  • -Menggunakan penanda seperti stabilo pada catatan atau buku
  • -Gunakan flashcard

Auditory

  • -Seorang auditor biasanya cenderung berbicara secara perlahan dan menjelaskan sesuatu dengan lebih baik
  • -Mampu menjadi pendengar yang natural
  • -Senang mengulang sesuatu dengan keras
  • -Berpikir linear
  • -Membaca dengan begitu pelan
  • -Lebih suka mendengar daripada membaca informasi
  • => Cara tes terbaiknya adalah dengan menuliskan apa yang mereka dengar dan ujian lisan.
  • => Kelemahannya jika dihadapkan pada ujian tertulis yang diberi waktu tertentu dan bagian tulis menulis
  • ->Anjuran belajar bagi seorang auditori adalah
  • -Gunakan persamaan kata untuk mengingat baris dan fakta
  • -Rekam suara guru saat menerangkan dan tonton video
  • -Mengulang sambil memejamkan mata
  • -Bergabung dalam sebuah diskusi kelompok
  • -Mereka catatan setelah menuliskannya

Kinestetik

  • -Seorang kinestetik bicaranya lebih pelan lagi dibanding seorang auditor. Jadi tipe ini yang bicaranya paling pelan (baik dalam hal suara maupun nada)
  • -Learning by doing dan menyelesaikan masalah yang benar-benar nyata. Kudu praktek.
  • -Menyukai pendekatan dengan melibatkan sentuhan (terasa)
  • -Tak bisa duduk diam dalam waktu yang lama, ya karena dia harus terus bergerak
  • -Butuh rehat saat belajar
  • -Menderita kalau sudah disuruh memperhatikan dalam jangka waktu lama
  • => Ujian yang paling memudahkan seorang kinestetik adalah pilihan ganda, penjelasan singkat (ga sampe esai), dan mengisi (saja, misal tinggal menuliskan centang atau sebagainya)
  • => Ujian yang paling menyiksa bagi seorang kinestetik adalah esai dan tes umum
  • -> Cara belajar yang dianjurkan untuk seorang kinestetik yakni
  • -Belajar dalam waktu singkat
  • -Kelas laboratorium
  • -Melakukan field trip
  • -Belajar dengan orang lain
  • -Gunakan flashcard ataupun memory Games.

Mengetahui gaya belajar ini selain untuk diri kita sendiri, juga dapat digunakan untuk mengenali orang lain. Bagi yang berkutat di dunia pendidikan atau bagi orang tua, hal ini bisa digunakan untuk mengecek gaya belajar anak sehingga kita dapat mencari tahu gaya seperti apa yang cocok untuk diterapkan pada anak. Dan ingat, karena setiap anak unik meski kakak beradik mungkin tipe belajar mereka berbeda. Jadi jangan pukul rata ya ^_^

Ilmu semacam ini mungkin akan jadi hal yang debatable karena keabsahannya bisa jadi dipertanyakan meski sudah berdasar hasil riset. Tapi kalau saya pribadi, hasil tes-tes seperti ini tinggal dicek aja kesesuaiannya dan lebih untuk menambah pengetahuan dan ilmu bagaimana mengenal diri dan orang lain dengan lebih baik.

Saya seorang visual yang auditori. Bagaimana dengan anda?

Salam hangat, Esa Puspita
Family Development Enthusiast
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *