Perjalanan Iman

Disalin dari status 17 Juni

sky

Tentang Iman,
Kepada Allah
Terhadap malaikat
Mengakui para nabi dan rasul
Meyakini kitab-Nya
Menerima takdir
Membenarkan tentang hari akhir

Sungguh bukan perkara mudah dalam aplikasinya. Hal paling dekat saja, tentang takdir. Takdir yang termasuk di dalamnya yang baik maupun buruk (dalam keterbatasan ilmu kita).
Menerima takdir baik mungkin tidak sepenuhnya sulit. Akan tetapi ketika dihadapkan pada takdir buruk, adakah kita mudah menerimanya? Ikhlas dan berlapang dada seraya berujar “aku ridha pada takdirMu”. Terutama atas rasa yang berkecamuk di dada, bergemuruh hingga mendidih darah di urat nadi karena gejolaknya.

Ah, sungguh tidak mudah. Namun surga itu digapai dengan keimanan yang mesti diperjuangkan. Dan bahwasanya Allah menjanjikan segala kebaikan di surga-Nya, dalam keridhaan-Nya.

Rabbi, tuntun kami agar senantiasa ridha atas takdirMu. Meski sakit dirasa oleh nafsu, akan tetapi semua takdirMu pasti baik bagi kehidupan kami seluruhnya. Meski ia sebagai penggugur dosa maupun penguat hati dalam meyakini Engkau-lah tujuan hakiki.

‪#‎CatatanPagi‬ ‪#‎CatatanEsa‬ ‪#‎SelfTalk‬
Ishbir yaa nafsii. Laa yukallifu nafsan illaa wus’ahaa

Salam hangat, Esa Puspita
Family Development Enthusiast
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *