Perjalanan

Hidup ini ibarat perjalanan panjang. Terkadang jalannya mulus, kadang berbatu. Kadang lancar tanpa hambatan, kadang terjebak dalam kemacetan. Jalanan yang kita lewati tidak selamanya lurus, tapi ada kalanya berliku, berkelok dan kadang berupa tikungan tajam yang membuat kita harus ekstra waspada agar tetap selamat dan bisa di tujuan.

Perjalanan kesuksesan kitapun tak selamanya mulus ibarat jalan beraspal, tapi berbatu ibarat jalan yang baru akan diaspal. Kadang jalannya juga berupa tanah yang membuat pergerakan kita mesti dibatasi agar dapat lewat dengan selamat.

Perjalanan

Pun jalurnya tidak selalu lurus, melainkan sesekali kita harus berbelok dan melewati tikungan tajam yang mengasah kemampuan berkendara sekaligus mengasah kesabaran dalam mencapai kesuksesan.

Di siang hari perjalanan begitu terasa panas namun terang. Kemudian pada malam hari, perjalanan terasa begitu dingin nan gelap. Dalam kondisi inilah penerang jalan maupun lampu kendaraan membantu kita melihat dan melewati jalanan dengan baik dan hati-hati.

Sebuah perjalanan panjang sudah barang tentu menjadi kegiatan yang melelahkan. Meski demikian, ada satu hal yang membuat kita tetap melakukan perjalanan itu apapun medannya: tujuan. Ya, karena adanya tempat yang ingin dituju, jelas kemana arah yang ingin dicapai, maka semua lelah yang dirasa tidak membuat kita menyerah dan berhenti berjalan.

Kesuksesan yang ingin diraih, visi dunia akhirat yang ingin didapat membuat langkah kita tetap tegap meski melewati medan yang berat. Tujuan yang ingin dicapai membuat diri tetap bergerak mencapainya. Terutama jika tujuan itu memiliki ikatan emosional. Sebagaimana mudik akan tetap dilakukan selama masih memungkinkan meski jalanan tidak terlalu bersahabat.

Jauhnya perjalanan pulalah yang membuat kita berbekal dengan sebaik-baiknya. Bekal berupa makanan, minum, bahkan uang dan rute perjalanan. Tak kalah pentingnya adalah memastikan kendaraan agar laik jalan dan tubuh dalam kondisi fit sehingga perjalanan lebih nyaman.

Maka Allah telah menitipkan kendaraan yang begitu luar biasa untuk mencapai kesuksesan: diri kita. Bekal lainnya berupa fitrah yang baik, keimanan, potensi genetik, keahlian, kemampuan berpikir dan merasa serta rute kesuksesan yang ditulis jelas dalam al-Quran.

Rute perjalanan membantu kita memperkirakan jauhnya jarak serta lamanya perjalanan. Meski demikian, kita tetap perlu menerima jika kemudian tidak sesuai perkiraan awal. Al-Quran menuliskan seluruh rute berikut alternatifnya sehingga semua selalu aman terkendali dalam fitrah-Nya.

Sesekali memang kita mesti sabar saat berhadapan dengan kesulitan di perjalanan. Entah karena macet disebabkan tidak taatnya pada aturan, entah karena ada hal mendadak di perjalanan atau sekadar mengambil jeda istirahat guna kelak melanjutkan kembali perjalanan panjang itu.

Kadang kita lupa rute yang mesti dilewati, maka marka jalan membantu mengembalikan arah perjalanan sesuai dengan jalur yang semestinya. Rambu lalu lintas adalah aturan tambahan yang perlu kita patuhi demi keselamatan diri dan sekitar. Sebagaimana al-hadits menegaskan banyak hal mengenai aturan tambahan yang mesti dipatuhi.

Ingat, tidak ada Pintu Kemana Saja yang membuat kita sampai di tujuan seketika. Maka nikmatilah perjalanan panjangmu menuju kesuksesan. Karena sukses yang instan biasanya tidak bertahan lama dan rapuh. Sedang mereka yang mencapai kesuksesan disebabkan perjuangan yang pantang menyerah, akan lebih mampu bertahan ketika badai lain datang menghantam karena ia belajar dari setiap perjalanan kesuksesannya. Bahwa segala sesuatu harus diperjuangkan. Perjuangan itu pula yang mengajarkan cara kita bertahan hingga akhirnya menemukan pola kesuksesan dan hebatnya pertolongan Allah.

Ditulis di tengah udara dingin malam desa Banjareja, Jumat 4 Syawal 1437 / 8 Juli 2016

Salam hangat, Esa Puspita
Family Development Enthusiast
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *