Perkembangan Manusia, Siklus Kedua Dan Seterusnya

Selama ini, seringkali kita fokus pada milestone perkembangan anak terutama bayi hingga balita. Jarang yang membahas versi pemuda apalagi milestone untuk orang dewasa. Dan ternyata ada lho tahapan pertumbuhan seseorang lengkap hingga usia senja. Dan ini cukup membantu (bagi saya secara pribadi) dalam mempersiapkan dan memahami “tumbuh kembang” orang-orang sekitar baik itu suami, orang tua maupun adik-adik.

Jika di postingan sebelumnya kita hanya berbicara mengenai siklus 9 tahunan periode awal anak-anak, maka di postingan ini kita akan berbicara tentang siklus kedua dan seterusnya (hingga siklus 9 tahunan periode keenam). Intisari dari perkembangan siklus kedua dan seterusnya ini disajikan dalam bentuk tabel di buku STIFIn Personality dan saya tuliskan ulang dalam bagan berupa tabel gambar dengan sedikit penjelasan. Meski demikian, inti dari fase tersebut insyaallah dapat dipahami dengan mudah.

Perkembangan yang terjadi pada siklus kedua dan seterusnya merupakan “pengulangan” sistematis dari siklus pertama. Perkembangan berikutnya ini diintisarikan berbentuk milestone yang membentuk sejarah hidup seseorang.

Tonggak ini berlaku secara umum untuk semua mesin kecerdasan karena dikaitkan pada proses pertumbuhan, regenerasi, dan penuaan sel otak. Setiap tahun aktivitasnya berpindah dengan siklus yang sama setiap sembilan tahun.

Dalam proses perkembangan personalnya, strata genetik terutama jenis kelamin, mesin kecerdasan dan drive tetap mengambil alih tindakan utama seseorang. Dan akan maksimal jika mendidik diri berdasarkan personaliti genetik. Adapun milestone yang disebutkan dalam bagan merupakan fase kecenderungan tindakan terbaik seseorang setiap tahunnya yang berpadu dengan kenaikan tingkat level personaliti seseorang dalam perjalanan memperoleh kemistrinya.

Siklus kedua perkembangan manusia: periode Remaja

Siklus kedua tumbuh kembang anak di usia 10 tahun mulai terbentuk mindset tentang tanggung jawab yang lebih matang dibanding usia sebelumnya. Berlanjut mulai mengenal dan tertarik dengan lawan jenis di usia 11 yang merupakan tanda munculnya libido awal pada anak.

Dengan berbagai pengalaman yang ia alami di fase sebelumnya, usia 12 tahun membuat anak memiliki pengetahuan dan sekaligus pengalaman sehingga ia tumbuh menjadi sosok yang ensiklopedik. Di usia 13 tahun ia mulai masuk fase peniruan maka lingkungannya harus tetap terjaga.

 

Usia 14 mulai mengenal percintaan. Berikan pondasi tentang bagaimana menghadapi lawan jenis dan rasa suka terhadap lawan jenis. Jangan sampai salah tindakan agar tidak berontak atau salah paham.

Usia 15 anak memasuki fase eksplorasi jati diri dan fase baligh yang kemudian dikokohkan dengan penemuan jati diri sesungguhnya di usia 16. Pastikan pondasinya sudah sangat kokoh di usia ini.

Usia 17 mulai memasuki persiapan menjadi dewasa, menjadi seorang pemuda yang lebih baik, bertanggung jawab dan tangguh. Kesempurnaan jati dirinya terbentuk saat menginjak usia 18 tahun.

Siklus Ketiga Perkembangan Manusia: Periode Pemuda

Di periode pemuda, seseorang mulai menginjakkan kaki di dunia kemandirian dengan kedewasaan yang matang sehingga saat usia 20 memasuki fase pernikahan mereka sudah ba-ah (mampu memberi nafkah lahir batin). Kemudian fase bersaing baik dengan teman sebaya atau semacamnya saat menginjak usia 21 membuat ia semakin belajar dewasa.

Maka di usia 22 umumnya seseorang sudah mulai memiliki kemahiran tertentu. Dan bila disejajarkan dengan proses lamanya pendidikan di Indonesia, usia ini merupakan tahun dimana seseorang sudah lulus sarjana atau minimal D3. Dilanjutkan dengan fase perjuangan untuk kemudian di usia 26 nanti dia menunjukkan eksistensi dirinya secara utuh.

Usia 24 tahun seseorang cenderung sudah berani melakukan tindakan pengambilan resiko sehingga dianggap nekad oleh beberapa pihak. Namun hal ini justru menjadi pijakan untuk langkah terobosan di tahun berikutnya hingga ketika menginjak usia 27 tahun, pemaknaan hidup yang ia pelajari sudah jauh lebih matang dan siap menuju periode berikutnya: menjadi dewasa.

Siklus Keempat Perkembangan Manusia: Periode Dewasa Awal

Memasuki periode dewasa awal, setiap orang mulai menginjakkan kaki dalam pertumbuhan diri yang lebih luas lagi. Idealnya, ketika memasuki fase baligh (sekitar 15 tahun) seseorang sudah memiliki pondasi yang mantap sebagaimana ditargetkan di 9 tahun awal pertumbuhan, pondasi itu sebaiknya sudah kokoh dan dikokohkan lagi di fase berikutnya sebelum akhirnya menginjak fase dewasa awal ini.

Usia-usia di siklus keempat bisa dikatakan sebagai usia produktif maksimal dari seseorang. Hal ini dapat dipahami karena ia sudah memiliki pengetahuan, pengalaman dan kebijaksanaan sehingga produktifitasnya sudah tidak lagi sekadar bekerja melainkan untuk kepentingan yang lebih menyebar.

Siklus Kelima Perkembangan Manusia: Periode Dewasa

Kemapanan pekerjaan, tingginya ilmu dan pemahaman, pengalaman yang semakin terasah membuat seseorang di fase periode dewasa sudah mulai memasuki tahapan cemerlang. Jika sebelumnya masih seputar diri dan sekitar, di periode ini kecenderungannya pada masyarakat yang lebih luas dan kepentingan yang lebih banyak dengan target akhir: kontribusi tiada batas.

Umumnya di usia 45 tahun, seseorang sedang sangat senang memberikan kontribusi besar. Hal ini kemudian akan lebih mudah dilaksanakan kala semua fase di usia sebelumnya sudah terpenuhi dengan baik.

Saat berkontribusi, ia sudah tak lagi khawatir dengan kekayaannya, keturunannya, hubungan sosial masyarakatnya karena sudah terbentuk sebelum fase ini aktif. Mungkin itu pula yang menjadi penyebab bahwa katanya “life begin at 40” 😀

Siklus Keenam Perkembangan Manusia: Periode Dewasa Akhir

Siklus Ketujuh Perkembangan Manusia: Periode Keemasan

Dengan mengetahui setiap tahapan milestone sejak lahir hingga usia senjanya, maka pemaksimalan peran dan penggemblengan potensi menjadi lebih terarah. Kita menjadi semakin paham cara menyikapi diri dan orang lain di setiap fasenya. Tahapan naik level personaliti genetiknya pun menjadi semakin matang dari tahun ke tahun. Hingga setiap langkah tindakan dan perannya di dunia ini dapat menjadi bekal untuk kelak di akhirat, insyaallah.

Wallahu a’lam..

Salam hangat, Esa Puspita
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *