Pertolongan Pertama Pada Bayi

Setelah sekian lama, tiba-tiba teringat kembali dengan sebuah buku: Supernanny Baby in Care tulisannya Jo Frost. Yang ga kenal Jo, mungkin bisa coba cari tentang super Nanny. Dulu saya pernah lihat acaranya di sebuah stasiun televisi swasta.

Di tulisan ini saya mau mencatat ulang apa saja tindakan pertolongan pertama ketika terjadi sesuatu yang darurat atau kecelakaan (terutama yang ringan) pada anak di bawah usia satu tahun. Meski setelah saya baca mungkin bisa (dan masih saya terapkan) untuk anak di atas satu tahun bahkan untuk dewasa sekalipun.

-Luka Bakar

PIP-BurnsScalds-123

  • Aliri luka bakar dengan air suhu biasa (bukan air dingin es) hingga rasa sakitnya reda. Dari beberapa share tentang ini, mengalirkan air membantu supaya luka ga sampek melendung.
  • Opsi tindakan lain, saya pernah juga coba dengan mengoleskan madu ketika tangan sulung saya terkena minyak panas dan menggunakan strong Acid pada luka kakinya ketika terkena knalpot panas.
  • Jika tingkat luka bakar masih di tingkat pertama, bisa digunakan kasa. Ciri luka bakar tingkat pertama: kemerahan, tidak melepuh, membengkak sedikit saja, tidak hangus.
  • Jika luka bakar tingkat 2 atau 3 maka lebih baik membiarkan lukanya terbuka, jangan dikenakan kasa.
  • Jangan merendam bayi dalam air dingin dan jangan membuka pakaiannya.

-Luka Sayat

  • Aliri dengan air sejuk (suhu biasa).
  • Singkirkan kotoran (jika ada) dengan alat penjepit yang basah sambil terus dialiri air
  • Beri tekanan dengan mengenakan kasa hingga pendarahan berkurang. Jika darah menembus kasa, tambahkan lagi kasa
  • Gunakan antiseptik dan tutupi dengan plester. Saya sendiri jika luka tidak terlalu dalam/ringan, tidak memasang plester karena cenderung lebih cepat menutup lukanya jika dibiarkan terbuka
  • Jika luka sayat dalam atau pendarahan banyak atau kotoran tidak dapat disingkirkan, sebaiknya pergi ke dokter.

-Tersedak

choking_2a

  • Jangan lakukan apa-apa untuk pertama kali termasuk jangan menawarkan minum karena khawatir bisa lebih menghambat saluran udara
  • Jika bayi tidak bernafas, segera pergi ke rumah sakit atau panggil ambulans. Sementara menunggu ambulans, cobalah untuk: tempatkan muka bayi ke bawah di atas lutut (semacam posisi telungkup) dan dorong dengan cepat dan keras sebanyak 5 kali dengan tumit tangan (ujung dalam telapak tangan) antara tulang bahu untuk mengeluarkan benda yang menyebabkan anak tersedak.
    cpr-back
  • Jika cara tersebut tidak berhasil, coba telentangkan anak. Dengan dua jari, tekan dadanya di tulang dada sebanyak 5 kali berturut-turut dengan cepat. Kedalaman sekitar 0,5 inci. Berhati-hatilah jangan sampai merusak tulang rusuknya.
    cpr-baby-first-aid-emergency-case-52591012

-Cedera Kepala

  • Jika cederanya berupa benjolan, gunakanlah es batu
  • Jika diduga lebih serius atau cedera pada tulang belakang, jangan pindahkan posisi anak dan panggil dokter/ambulans. Sementara menunggu, anda dapat perlahan menstabilkan bayi dengan menempatkan tangan di kedua sisi kepala menjaga agar kepalanya tidak bergerak, menjaga kepala dan leher di posisi netral.
  • Jika bayi tak sadarkan diri, cek apakah anak nasih bernafas atau tidak. Jika masih bernafas, lakukanlah CPR alias pernapasan buatan sementara menunggu ambulans datang (klik untuk contoh langkah pernapasan buatan –baiknya sih belajar langsung dari ahlinya supaya lebih oke pengetahuannya karena kalau sekadar baca kadang bisa salah persepsi atau salah tangkap).
  • Jika ada pendarahan, lakukan tekanan dengan menggunakan popok atau kain lainnya hingga pendarahan berhenti kemudian berikan bungkusan es batu untuk mengurangi pembengkakan. Pendarahan di kulit kepala biasanya tidak otomatis berhenti karena ada banyak urat darah di permukaan. Tapi jika tak kunjung berhenti atau pendarahan parah, maka hubungi ambulans.
  • Jika diduga ada keretakan pada tengkorak, sebaiknya tidak melakukan tekanan
  • Jika kulit robek dan ada kotoran pada luka, sebaiknya hubungi dokter dan tutup dengan kasa karena khawatir terjadi infeksi otak. Meski untuk beberapa luka yang dianggap ringan, saya pernah diminta teman nakes untuk bersihkan dengan kasa steril secara perlahan.
  • Jika mata juling, atau salah satu pupil mengecil atau tak sadarkan diri, segera ke dokter
  • Setelah jatuh, pantau selama 24 jam untuk menjaga apakah ada tanda gawat darurat seperti tak sadar, muntah atau sulit bernafas. Dokter mungkin akan menyarankan untuk membangunkan anak tiap jam guna memastikan anak masih sadar.

-Heat Stroke

  • Bawa bayi ke tempat sejuk dan buka semua pakaiannya. Rendam di bak dengan air sejuk dan kipasi sembari menelepon pertolongan darurat. Heat stroke ini sendiri saya tidak tahu pasti keadaan darurat apa. Apakah demam atau lainnya.

-Sengatan Serangga

  • Kompres tempat yang digigit serangga dengan air biasa
  • Singkirkan sengatnya jika ada. Berhati-hatilah menggunakan alatnya, salah-salah sengatnya malah semakin dalam
  • Perhatikan apakah ada kemungkinan infeksi (kemerahan atau kuning) atau tanda reaksi energi seperti: tidak sadar, sulit bernafas, gatal pada seluruh badan, mata bibir atau penis membengkak. Jika iya, maka segera ke dokter.

-Keracunan

  • Buang penyebabnya dan bersihkan dari mulut bayi jika memang ada. Sisakan sedikit untuk analisa
  • Jika anak meneteskan air liur, mengantuk, sulit bernafas atau kejang, segera ke dokter/rumah sakit. Anda dapat pula menghubungi dokter/rumah sakit via telepon lalu deskripsikan gejalanya dan ikuti instruksi yang diberikan.

Tulisan ini hanya catatan saya sebagai ibu yang didasarkan dari buku yang sudah saya tulis judulnya di atas, bukan kapasitas sebagai seorang ahli. Beberapa langkah pernah saya coba dan berhasil baik. Kunci utama ketika terjadi sesuatu yang tak baik pada anak adalah TETAP TENANG tidak panik.

Salam hangat, Esa Puspita
Great Family Activator
Licensed STIFIn Promotor and Certified Trainer STIFIn
Follow instagram @esapuspita untuk update foto terbaru. Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrinstagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *